
Ana berhasil lolos dari kantin cowok yang kerjaannya nongkrong,goda godain cewek yang punya mental buat ke kantin belakang yang biasa diisi oleh mereka. Dan korban mereka sekarang adalah ana,ia terpaksa karna ini adalah satu satunya cara ia bisa kembali masuk ke sekolah lagi,ia tidak mau cabut sampai jam terakhir cukup jam pak rudi sama jam Mrs. Julie,guru bahasa ingris.
Ana fikir masalahnya yang berhubungan dengan gavin sudah selesai ternyata belum,ana harus menghadapi fans fans gavin
"eh anak baru" siska menghampiri dengan gaya senioritas
"lo dari mana?!"
"kenapa?" ana
"apanya yang kenapa?! Ga nyambung banget sih lo jadi orang. Jelas gue nanya lo dari mana?!! Jawab cepat dari mana lo dan sama siapa lo pergi?!"
"emang apa urusannya sama lo!"
"dasar lo ya"siska menampar ana,tetapi ditahan oleh ana
"lo ga bisa seenaknya make tangan kotor lo ini,buat ngebuly orang. Dan tadi gue dari kantin belakang,sama gavin" ana melepaskan cengkraman tangannya
"gila lo ya" siska melihat tangannya yang merah ulah ana
"asal lo tau,gue hari ini terjebak dalam masalah semua gara gara lo. Dan gue harap lo ga bikin masalah lagi" ntah dari mana ana mendapat kekuatan,tapi ini lebih bagus dari apa yang di pikirkannya. Ana meninggalkan siska yang masih diam membeku,ana tau siska bukan apa apa tampa gengnya,tapi ana tidak tau apa yang bakalan terjadi dengan dirinya nanti.
__ADS_1
Sepanjang koridor ana mendapatkan tatapan aneh dari siswa siswi sma garuda. Jujur ana sekarang benar benar takut,memori masa lalunya seakan berputar
Sesampainya ana di kelas,ana di perlakukan aneh,jalan yang akan ana lalui dikosongkan oleh mereka seakan semua orang meanggap ana adalah 'kotoron' semua orang menjauh kecuali rahma,keisya dan jovanka mereka malah mendekati ana dan menyuruhnya duduk. Ana lansung menanya kepada sahabat sahabatnya tentang apa yang telah terjadi. Ana telah mengaanggap mereka sebagai sahabatnya sekarang,karna kejadian ini.
"lo dari mana?lo cabut sekolah sama gavin?" keisya menatap ke arah ana dengan memicingkan mata.
"lo tau ga kenapa orang orang liatin gue kayak gitu?" keisya melihat ana dengan tatapan malas,sedangkan ana masih berfikir.
"gue tau" ana sambil menjentikan jarinya
"ternyata bukan hanya gue sendiri yang lama mikirnya,ternyata lo lebih lama na" gumam keisya
"pake nanya lagi" ujar jovanka frustasi
" kita lansung ke intinya aja" perintah keisya
"gaya lo key.soal ginian lo semangat baget,giliran pelajaran molor mulu" cibir rahma. Jovanka dan ana tertawa puas karna melihat ekspresi keisya. Keisya memanyunkan bibirnya,melipat tangannya dan memalingkan mukanya. Dan hal ini yang bikin ana nyaman,ana memang baru kenal dengan mereka tetapi mereka bisa menghibur ana dalam kondisi seperti ini. Karna tidak mau jadi bahan ledekan mereka keisya lansung ambil suara
"na jadi lo di gosipin kalo lo tu godain gavin,trus kalo lo cewek ga bener,suka godaiin cowok cowok,suka bolos,suka...."
"stop" potong ana,ia tidak mau mendengar gosip murahan itu lagi
__ADS_1
" ga usah dengerin na,namanya juga gosip,yang penting sekarang lo jaga sikap aja ga usah dekat dekat sama gavin lagi" hibur jovanka
"ana ga salah kok,kenapa dia harus jaga sikap? Nenek lampir itu aja mulutnya yang bermasalah" bela rahma
"bener tu.rasanya pengen gue kasih cabe yang udah gue ulek ulek,gue kasih garam trus gue tempel di mulutnya tu cewek ganjen" keisya
"jadi dia ga perlu beli liptint lagi,biar jadi menor natural. Hahahaha" sambung jovanka lalu bertos dengan keisya saking terhiburnya.
"jadi cerita sebenarnya tu gimana na?" tanya rahma. Menyudahi lelucon yang dibuatnya.
"semua ni gara gara lo key" tuduh ana
"kok gue" keisya menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya
"iya,coba aja lo ga nyuruh gue buat ambilin tasnya di meja pak rudi,pasti gue ga bakalan jadi kek gini"
"ee itu ma takdir tau,bukan salah gue"keisya membela dirinya sendiri
"iss" dengus ana
"jadi?"tanya rahma,ana hanya tertawa melihat ekspresi rahma. Ana seperti terlihat bodoh. Ana menjelaskan semuanya dari awal hingga ia bisa kembali ke sini.
__ADS_1