Still Loving You

Still Loving You
SALAH BICARA


__ADS_3

"Hati yang kau jaga untuk mencintai seseorang saja nyatanya harus sakit oleh orang yang kau cintai"


Lee Ha Na


Dihari yang berbeda, setelah pulang dari berlatih bela diri Lee Ha Na menyempatkan waktunya sebentar untuk mengunjungi nyonya Jeon yang masih menjalani perawatan dirumah sakit. Pasalnya tadi siang tuan Jeon Jung Sik mengabari Lee Ha Na kalau istrinya sangat ingin bertemu dengan Ha Na.


Kritttttttt.....


Lee Ha Na membuka pintu dimana nyonya Jeon dirawat. Ia terkejut ketika melihat Jeon Jung Kook ada disana.


Sebenarnya Lee Ha Na hendak menutup kembali pintunya sebelum nyonya Jeon dan juga Jeon Jung Kook menyadari kedatangannya.


Belum juga sempat menarik gagang pintu dan berbalik arah ternyata Jeon Jung Kook menyadari keberadaan Lee Ha Na disana.


"Lee Ha Na?, apa yang kau lakukan disana?, kenapa kau bisa ada disini?" Jeon Joong Kook heran kenapa bisa tiba tiba Lee Ha Na ada disana.


Nyonya Jeon tersenyum melihat kedatangan Lee Ha Na, matanya terlihat begitu berbinar dan begitu memancarkan kerinduannya pada Lee Ha Na yang sudah beberapa minggu tidak datang mengunjunginya.


Ha Na memaksakan senyum diwajahnya, padahal ia begitu terkejut kenapa bisa Jeon Jung Kook ada disana padahal hari sudah malam "Aku kemari untuk menemui bibi Jeon".


"Kau kenal kakak iparku?" tanya Jeon Jung Kook heran.


"Ya, aku kenal, bibi Jeon ini kan istri dari paman Jung Sik yang telah banyak membantuku"


"Membantu?, Maksudmu?"


"Kau ingat beberapa waktu lalu aku ada disini untuk merawat ibuku, saat itulah aku mengenal paman Jung Sik, paman Jung Sik adalah orang yang sagat baik, dia sudah membantu banyak untuk pengobatan ibuku" Lee Ha Na menjelaskan.

__ADS_1


"Jadi begitu" Jeon Jung Kook mengangguk paham. "Masuklah, jangan berdiri didekat pintu seperti itu" lanjutnya.


Lee Ha Na berjalan menghampiri nyonya Jeon yang sedang duduk diatas bad. "Bibi, maafkan Ha Na yang sudah lama tidak menjenguk bibi" Lee Ha Na tersenyum manis pada nyonya Jeon dan ikut duduk diatas bed dimana nyonya Jeon terduduk.


Nyonya Jeon hanya bisa mengangguk kemudian membelai lembut wajah Lee Ha Na, sepertinya ia memang sangat merindukan Lee Ha Na.


"K..Kau kema..na saj..a nak?" tanya nyonya Jeon pada Ha Na dengan susah payah karena bicaranya masih belum lancar.


Ha Na tersenyum dan menggenggam tangan nyonya Jeon yang berada diwajahnya. Sementara itu Jeon Jung Kook hanya memperhatikan kedua wanita itu, seulas senyum terukir diwajah tampan Jeon Jung Kook, entah itu senyum bahagia karena melihat kakak iparnya yang makin membaik atau justru senyum bahagia karena Lee Ha Na ada disana, ia tidak menyangka setelah malam dimana Lee Ha Na dirawat ia masih bisa bertemu lagi dengan cara seperti itu.


"Maafkan Ha Na bi, kemaren Lee Ha Na juga dirawat" jelas Ha Na tanpa berbohong, toh jika ia berbohong Jeon Jung Kook sudah tau faktanya.


"K..kau di..ra..wat?" tanya nyonya Jeon lagi.


"Ia, bi" Lee Ha Na tak menjelaskan apa penyebabnya dan nyonya Jeon juga tidak bertanya apa penyebabnya. Tapi Jeon Jung Kook tahu semuanya. "Bibi, sepertinya aku hanya mampir sebentar saja, hari sudah malam, aku harus pulang, aku janji saat akhir pekan aku akan datang menemui bibi lagi" nyonya Jeon memahami Lee Ha Na, Lee Ha Na pamit, sebenarnya ia ingin lebih lama disana tapi karena ada Jeon Jung Kook membuat hatinya merasa tidak tenang dan terasa begitu tidak menentu.


"Tidak perlu" jawab Lee Ha Na menolak, entah kenapa mendengar Jeon Jung Kook menyebutnya nona Park membuat hatinya sakit.


"Hari sudah malam, aku tidak akan membiarkan wanita pulang sendiri" jawab Jung Kook. "Kakak, aku juga pulang sekarang, aku juga antarkan Ha Na kerumahnya" Jeon Jung Kook pamit pada kakak iparnya itu dan nyonya Jeon mengangguk.


***


Singkat cerita dan tanpa bisa menolak akhirnya Lee Ha Na menyerah, sekarang ia sedang berada didalam mobil Jeon Jung Kook.


"Nona Park kemana arah rumahmu?" tanya Jung Kook yang masih serius menyetir.


"Margaku Lee bukan Park" ketus Lee Ha Na.

__ADS_1


"Bukankah kau akan menikah dengan sahabatku?"


"Sahabatmu?, siapa?" tanya Ha Na tidak suka, ia tahu arah pembicaraan Jeon Jung Kook.


"Tentu saja Park Jimin yang kumaksud"


"Aku tak ada hubungan apapun dengannya tuan Jeon, aku mohon berhenti memanggilku seperti itu, aku tak ada hubungan apapun dengannya selain berteman, dan kejadian waktu itu hanya sebuah kecelakaan yang diluar dugaan" Lee Ha Na merasa hatinya sakit, bagaimana bisa Jeon Jung Kook bicara seperti itu, padahal pada hati Lee Ha Na hanya ada dia. Kemudian Lee Ha Na menunduk dan air matanya mengalir.


"Apa kau menngis?" tanya Jung Kook yang jelas jelas melihat Ha Na menangis dan menunduk. Dan Jeon Jung Kook meruntuki dirinya sendiri yang telah salah bicara, tidak seharusnya ia bicara seperti itu, luka Lee Ha Na belum sembuh bagaimana bisa ia mencoba membongkarnya.


"Turunkan aku disini saja" perintah Lee Ha Na tanpa melihat pada Jung Kook.


"Maafkan aku, aku salah bicara" Jung Kook menyesal.


"Tidak masalah, turunkan aku disini"


"Aku akan mengantarkanmu sampai kerumah"


"Tidak, tidak perlu repot repot"


Kemudian Jeon Jung Kook menghentikan laju mobilnya dan Lee Ha Na segera turun, "Terima kasih tuan Jeon, ada satu lagi yang aku ingin katakan padamu, jika dilain waktu kita bertemu maka ingatlah margaku Lee dan aku tidak mengubah namaku menjadi Park" jelas Lee Ha Na sambil menutup pintu mobil Jeon Jung Kook.


Kemudian Lee Ha Na berjalan menjauhi mobil Jeon Jung Kook yang masih berhenti, dan didalam mobil Jeon Jung Kook memukul stir mobil dengan kasar dan membodohi dirinya sendiri yang sudah salah bicara.


**************************************


LOVE LOVE

__ADS_1


Author: Ameera Limz


__ADS_2