
"Kita tidak akan pernah bisa menebak seberapa besarnya masalah seseorang jika kita tidak mencoba mencari tahu atau waktu yang akan mengungkapkannya"
Kim Eun Seo
"Kakak, kakak mau bawa aku kemana?" tanya Eun Seo yang bingung karena tangannya ditarik oleh sang kakak ke suatu tempat.
"Ikut lah dulu Eun Seo, jangan banyak bertanya, aku akan ceritakan semuanya padamu" ucap Nam Joon tanpa menoleh pada adik satu satunya itu.
"Cerita soal apa kak?"
"Soal Lee Ha Na" jawab Nam Joon dengan singkat dan Eun Seo langsung terdiam mengikuti langkah kakaknya yang lebar dan Eun Seo tak bisa mengimbanginya sehingga ia lebih seperti sedang diseret.
Kim Eun Seo dan kakaknya Kim Nam Joon sedang duduk di kantin rumah sakit.
"Kau mau pesan apa?" tanya Kim Nam Joon pada adiknya yang cantik itu.
"Aku tidak mau, aku butuh jawaban kenapa kakak membawaku kemari?" jawab Eun Seo manja sambil menopang dagu dengan kedua tangan diatas meja.
"Baiklah aku akan pesan minuman yang sama" Kim Nam Joon pasrah menghadapi sikap manja adiknya itu.
"Terserah" Eun Seo tidak berminat untuk menjawab kakaknya, ia tidak suka dibuat penasaran seperti itu.
Setelah pesanan dua gelas jus jeruk pesanan mereka sampai Kim Nam Joon mulai membuka pembicaraan kembali dengan adiknya.
"Katakan kau mau tahu soal apa?" tanya Nam Joon.
"Kakak, bagaimana aku tahu aku harus bertanya dari mana sementara aku benar benar tidak mengerti situasinya, jelaskan saja oleh kakak dari awal" benar juga Kim Eun Seo kan sama sekali tidak tahu masalahnya.
"Kau perlu tahu soal Lee Ha Na kan?"
"Iya" jawab Kim Eun Seo santai sambil menyeruput jus jeruk dingin yang ada dihadapannya. "ahhh, ini terlalu asam" Kim Eun Seo menjulurkan lidahnya, Eun Seo sangat tidak suka dengan sesuatu yang rasanya asam, melihat ekspresi Eun Seo membuat Nam Joon tak bisa untuk menahan gelak tawanya.
__ADS_1
"Haha..., aku lupa kau tidak suka makanan dan minuman asam" gelak Nam Joon.
"Tidak usah tertawa, ini tidak lucu, aku tidak sedang berkelakar" Jawab Eun Seo pura pura tidak suka ketika Nam Joon menertawainya.
"Baiklah baiklah, aku akan mulai bercerita, tapi kau janji akan merahasiakan ini dari siapapun kan?" Kim Nam Joon meyakinkan.
"Kau bahkan belum bercerita apapun tapi kau memintaku untuk merahasikannya, dasar kakak yang aneh" ucap Kim Eun Seo dan itu membuat Kim Nam Joon gemas lantas mencubit pipi Eun Seo yang sedikit chubby.
"Lee Ha Na sebenarnya bukanlah anak yang terlahir dari keluarga kaya" Kim Nam Joon mulai menjelaskan.
"Lalu?"
"Semua fasilitas yang ia nikmati sekarang adalah dari tuan Jeon Jung Sik CEO dari Jeon Grup"
"Jadi maksud kakak semua fasilitas yang Ha Na miliki dan nikmati itu ia dapatkan dari kakaknya kak Jeon Jung Kook?"
"Ya, begitulah"
"Lalu?, kenapa bisa paman Jung Sik sebaik itu?, apa ada hubungan antara paman Jung Sik dan Lee Ha Na?"
"Jadi maksud kakak Lee Ha Na itu simpanan paman Jung Sik yang sudah tua itu?" tanya Kim Eun Seo tak percaya, "Jadi apa benar maksud dokter tadi itu?, apa Lee Ha Na sedang hamil anak paman Jung Sik?" Kim Eun Seo bertanya dengan suara pelan lebih seperti berbisik pada kakaknya.
"Sepertinya memang Lee Ha Na sedang hamil, tapi bukan anak dari tuan Jung Sik" jawab Kim Nam Joon.
"Lalu?" Kim Eun Seo semakin penasaran.
"Sebenarnya Lee Ha Na itu wanita yang baik baik, biarpun Lee Ha Na adalah simpanan tuan Jung Sik, tapi ia sama sekali belum dijamah oleh tuan Jung Sik" Jelas Nam Joon lagi, "tuan Jung Sik lebih menganggap Lee Ha Na seperti putrinya, walaupun aku juga tidak yakin seperti itu".
"Lalu bagaimana Lee Ha Na bisa hamil?" Eun Seo semakin tidak mengerti dengan penjelasan kakaknya.
"Sebenarnya janin dalam kandungan Lee Ha Na adalah anak dari Park Jimin" jelas Kim Nam Joon dengan sangat hati hati takut kalau adiknya akan bereaksi dengan sangat heboh dan orang orang akan mendengarnya.
__ADS_1
"Maksud kakak?, apa itu anak dari kak Jimin?" Kim Eun Seo mencoba meyakinkan lagi takut kalau ia baru saja salah dengar.
"Iya"
"Tapi bagaimana bisa kak?"
"Kau ingat beberapa waktu laku Lee Ha Na sempat tidak masuk sekolah beberapa hari dan ada bekas luka sayatan ditangannya?" Kim Nam Joon malah bertanya balik pada adiknya.
"Iya, aku ingat itu"
"Saat itu Jimin, ah, maksudku kami menculik Lee Ha Na, pada awalnya aku meminta Jimin untuk menyelidiki siapa Lee Ha Na dan apa hubungannya dengan tuan Jung Sik. Tapi, karena Jimin sudah sangat menyukai Lee Ha Na ia malah tidak bisa mengendalikan dirinya hingga ia hilang akal sehat untuk meniduri Lee Ha Na"
"Jadi kalian menculik Lee Ha Na?" Eun Seo menutup mulutnya seolah tak percaya.
"Iya" jawab Kim Nam Joon menyesal, "Kau tahu kan hubungan antara keluarga kita, keluarga Jeon dan keluarga Park sangat dekat, jadi pada malam kau memintaku untuk makan malam bersama Lee Ha Na itu aku melihat Lee Ha Na dijemput oleh tuan Jung Sik, awalnya kami hanya ingin tahu apa hunbungan antara Lee Ha Na dan tuan Jung Sik, namun kami tidak menyangka kejadiannya begitu diluar dugaan, dan setelah kejadian malam itu Lee Ha Na sempat ingin bunuh diri tapi untungnya Jimin melihat itu hingga Lee Ha Na masih bisa diselamatkan" sangat panjang yang harus dijelaskan Kim Nam Joon pada adiknya.
"Jadi Lee Ha Na diperkosa oleh kak Jimin? dan bekas sayatan di tangan Lee Ha Na itu adalah Lee Ha Na sendiri yang menyayatnya karena ingin bunuh diri?"
"Tolong jangan gunakan kata kata diperkosa Eun Seo"
"Lalu aku harus menyebutnya apa kak?, kenapa kalian sangat kejam pada princess Lee?, malang sekali Lee Ha Na, aku tidak tahu kalau dia punya masalah yang begitu pelik seperti itu" Kim Eun Seo terisak membayangkan betapa malangnya Lee Ha Na.
"Kau berjanji tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun kan?" tanya Nam Joon, ia takut jika adiknya itu bermulut ember.
"Kakak percayalah, walaupun aku belum begitu lama mengenal Lee Ha Na, aku tulus ingin berteman dengannya, dia itu gadis yang sangat baik, aku merasa menjadi teman yang buruk baginya, aku tidak bisa berbuat apa apa, bahkan kakakku sendiri juga terlibat dalam hal ini, aku sungguh tidak menyangka" Kim Eun Seo menangis tersedu sedu membayangkan sahabatnya itu, dan yang lebih ia tidak percaya lagi kakaknya yang selalu ia banggakan itu terlibat dalam masalah tersebut, andai saja waktu itu dia tidak meminta kakaknya dan Lee Ha Na makan bersama mungkin semua tidak akan menjadi begitu pelik seperti ini.
"Sudahlah jangan menangis" Kim Nam Joon mencoba menenangkan adiknya, "kalau begitu ayo kita jenguk Lee Ha Na, kau tak sabar ingin melihat keadaannya kan?".
"Ayo" Kim Eun Seo dan kakaknya bangkit dari duduk dan menuju tempat dimana Lee Ha Na sahabatnya itu ditangani barusan.
****************************************
__ADS_1
LOVE LOVE
Author: Ameera Limz