
Jeon Hee Ra yang sedang ditahan menatap aneh pada pamannya. Hatinya terus bertanya tanya apa yang akan dikatakan dan dilakukan oleh Jeon Jung Kook padanya.
"Kau tak akan pergi?" ucap lelaki Jeon itu. "Jadi berhentilah mengemasi barang barangmu" lanjutnya tanpa melihat pada wajah Jeon Hee Ra. Sementara Hee Ra masih menatapnya bingung.
"Ada apa?, bukankah semua dokumen perjalanan sudah disiapkan?. Dan aku sudah diizinkan untuk pergi"
"Jika kukatakan kau tak akan pergi maka kau tak akan pergi kemanapun"
"Lalu bagaimana denganmu paman?"
"Aku sudah memutuskan aku akan pergi sendiri tetapi bukan ke Singapur" jawab Jung Kook. Ia melepaskan tangannya dari Jeon Hee Ra.
Sebenarnya Jeon Jung Kook berbohong. Dia akan tetap pergi ke Singapur. Ia sengaja berbohong agar keponakannya itu tidak akan menyusulnya kesana. Jung Kook mungkin hanya sementara ke Singapur. Ia hanya akan menjual perusahaannya disana dan pindah ke Negara yang masih ia rahasiakan.
"Kenapa berubah?, kau mempermainkanku paman" Jeon Hee Ra tak terima dengan keputusan Jeon Jung Kook.
"Aku minta maaf telah memberi harapan padamu. Tetapi aku sadar jika apa yang kita lakukan adalah sebuah kesalahan besar. Mungkin akan sulit bagi kita melupakan segalanya. Namun keputusanku tak akan berubah. Aku yang harusnya pergi dari rumah ini. Dengan begitu kita akan sama sama saling melupakan".
"Kau benar benar mempermainkanku paman. Aku kecewa" bulir bulir kristal cair terjun bebas dari pelupuk mata gadis Jeon itu. Tangannya memegang dadanya yang terasa sedikit sakit dan sesak. Ya, karena Jeon Hee Ra pernah mengalami operasi pencangkokkan jantung tentu saja jantungnya tidak sama seperti orang normal lebanyakan. Ia akan merasa sesak dan nyeri ketika perasaannya bercampur aduk.
"Aku memang memiliki sedikit perasaan untukmu. Tapi aku tidak akan pernah bisa hidup berdua denganmu suatu saat nanti. Aku berhenti sejak awal agar kita tidak semakin terluka di kemudian hari. Dan aku juga tidak menjamin aku bisa menahan diri jika benar kita hanya hidup berdua. Aku tak ingin menghancurkan keluargaku sendiri. Jadi lupakanlah aku. Akupun sebaliknya" Jeon Jung Kook pergi meninggalakan Jeon Hee Ra begitu saja.
Keputusan yang diambil Jeon Jung Kook adalah sebuah kebenaran. Meski harus merasa sakit diawal setidaknya mereka tak akan menyesal dikemudian hari.
Menyesal. Tentu saja lelaki Jeon itu menyesal karena telah memberi kesempatan pada keponakannya sendiri.
Sementara itu gadis Jeon menangis tak bersuara.
***
__ADS_1
Dihari selanjutnya Jeon Jung Kook mengunjungi kantor sang kakak. Ia masuk ke ruangan pribadi Jeon Jung Sik tanpa permisi.
Dan apa yang ia lihat kemudian adalah sebuah pemandangan yang membuat hatinya mencelos.
Lee Ha Na ada disana. Untungnya Jeon Jung Kook belum sempat disadari keberadaannya oleh kedua orang itu.
Ia memilih untuk diam dan menarik kembali pintu ruangan yang baru dibukannya. Tidak, dia tidak langsung pergi tetapi dia mencoba mendengar pembicaraan antara Ha Na dan kakaknya.
"Beraninya kau bermain dengan lelaki lain ha?" Jeon Jung Sik bicara dengan suara yang tajam.
"Maksudnya?" tanya Lee Ha Na yang pura pura tak tahu.
"Mafia itu. Maksudku Park Jimin. Kau berhubungan dengannya kan?. Kau tahu kau itu milik siapa?. Beraninya kau bermalam dikamar yang sama dengan pria itu" Jeon Jung Sik melempar satu buah photo potongan dari rekaman CCTV. Di Photo itu menampakkan bagaimana Lee Ha Na dan Park Jimin masuk ke kamar yang sama.
"Berarti dia sudah tahu soal berita itu sampai mengambil rekaman CCTV" batin Ha Na. Lee Ha Na tak mampu untuk berkata kata lagi. Matanya hanya melihat kosong pada photo yang tergeletak dihadapannya.
Percuma bagi Ha Na untuk mencari pembelaan. Ia tahu Jeon Jung Sik tak akan mempercayainya begitu saja.
"Beraninya kau menolakku ha" dengan kasar Jeon Jung Sik kembali menarik rahang Lee Ha Na untuk mendongak melihatnya.
Begitu Ha Na mencoba memberanikan diri untuk melihat. Yang pertama dilihatnya adalah wajah penuh emosi dari Jeon Jung Sik.
"Hentikan" Jeon Jung Kook akhirnya menerobos masuk. Jujur saja ia tidak bisa melihat Lee Ha Na tertindas. Meski ia merasa sedikit jijik pada wanita itu tetap saja perasaannya belum hilang. Lee Ha Na masih menempati hampir seluruh hatinya.
"Kenapa kau ada disini?" Jeon Jung Sik menjauhkan dirinya dari wanita Lee itu. Mencoba menormalkan dirinya seolah tak terjadi apapun. Dan Lee Ha Na hanya menunduk takut ditempat ia duduk.
"Aku sudah mengetahui segalanya. Aku ingin kakak menghentikan semua ini. Lepaskan dia atau keluarga kita hancur?" ancam Jeon Jung Kook.
"Tidak bisa. Aku telah menghabiskan banyak uang untuknya" ucap Jeon Jung Sik dengan nada bicara yang seolah tanpa dosa.
__ADS_1
"Berapa banyak yang telah kakak habiskan untuknya?" tanya Jeon Jung Kook sinis.
"Beraninya kau bicara seperti itu pada kakakmu hoh?
"Aku tanya berapa banyak yang kakak habiskan untuknya?" bentak tuan muda Jeon. "Sebandingkah dengan kesembuhan kakak ipar?, sebandingkah dengan ditemukannya Jeon Hee Ra?" lanjutnya lagi.
"Kau tak punya hak bicara seperti itu"
"Kau pergilah. Jangan pernah kembali lagi. Hari ini aku yang memberi kebebasan untukmu. Aku menjaminnya" perintah Jeon Jung Kook pada Lee Ha Na tanpa melihatnya.
Tanpa banyak bicara lagi Lee Ha Na pergi dari sana. Itu adalah kesempatan baginya. Meski hatinya menangis menjerit jerit karena Jeon Jung Kook telah mengetahui segalanya.
Begitu Ha Na pergi dari sana. "Jangan mencoba mencarinya lagi atau aku berjanji keluarga kita benar benar hancur" ancam Jeon Jung Kook yang kemudian juga ikut pergi dari sana. Meninggalkan Jeon Jung Sik yang diam tanpa kata.
***
Begitu berada diluar gedung Jeon Grup Lee Ha Na langsung menuju sebuah taman. Ditaman itu ia duduk pada kursi kursi taman yang sudah ada. Menangisi nasib cintanya yang sepertinya memang harus dilupakan.
"Kau lihat Ha Na?. Dia sudah tahu segalanya. Kau lihat?, dia merasa jijik pada dirimu" Ha Na menggumam membodohi dirinya sendiri. Meski sebagian hatinya senang karena lelaki Jeon itu membuatnya terbebas dari tangan Jeon Jung Sik tetapi nasib cintanya hancur. Benar benar hancur.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Benar benar makin sepi ya pengunjung MSDB ini. padahal ini udah hampir ending 😔😔 Apa aku harus lanjut atau cukup di episode ini manteman?.
Jika kalian ingin lanjut maka berikanlah semangat untukku. Vote atau Comment kalianlah yang bikin aku semangat.
Tembus 10 comment aja aku selesaikan sampai ending. atau aku bakal hijrah ke situs baca sebelah.
LOVE LOVE
__ADS_1
Author: Ameera Limz