
"Cinta membuatmu gila, mampu mengendalikan otakmu, dan cinta juga sumber masalah bagimu"
Park Jimin
Park Jimin panik ketika ia menemukan Lee Ha Na terendam dalam bathup dengan tangannya yang baru disayat dengan pecahan kaca dikamar mandi, tetesan darah Lee Ha Na yang terus keluar dari lengannya itu bercampur dengan air yang menggenang di bathup yang mana airnya telah berubah warna menjadi merah darah dan sedikit bau amis.
Awalnya Lee Ha Na masih dalam keadaan setengah sadar ketika Park Jimin menemukannya lalu kemudian ia benar benar hilang kesadaran.
Park Jimin membawa Lee Ha Na kedalam kamarnya dan membaringkan tubuh pucat itu diatas ranjang.
Dengan kasar Park Jimin merobek kain selimut lalu mengikat luka pada lengan Lee Ha Na yang masih mengeluarkan darah segar itu.
Setelah selesai membalut luka dilengan Lee Ha Na guna mengurangi pendarahannya, Park Jimin menelpon dokter pribadinya untuk bisa datang ke markasnya dengan segera.
Sebelum sang dokter pribadi datang Park Jimin meminta sang asisten rumah tangga bernama bibi Seo Jung untuk memasangkan pakaian Lee Ha Na kembali.
Park Jimin dilanda ketakutan yang sangat luar biasa, pasalnya ia adalah penyebab kenapa Lee Ha Na hendak menghabisi nyawanya.
Bahkan ketika dokter pribadinya memeriksa keadaan Lee Ha Na tak henti henti nya Park Jimin berdoa agar Lee Ha Na baik baik saja.
Usai sang dokter memeriksa keadaan Lee Ha Na, Park Jimin langsung memberondong sang dokter tersebut dengan pertanyaan.
"Bagaimana keadaannya dokter?" cecar Jimin seolah tak sabar.
"Kau beruntung tuan Park, untung saja kau cepat menemukannya atau dia akan mati karena kedinginan dan kehabisan darah, aku sudah menjahit lukanya sekarang kau bisa merawatnya sendiri, tapi sekarang biarkan ia tertidur karena kondisinya begitu lemah"
"Syukurlah" akhirnya Park Jimin bisa bernafas lega setelah mendengarkan penjelasan dokter.
__ADS_1
"Aku juga sudah menyiapkan resep berapa obat yang bisa membantu penyembuhan luka nya dengan cepat, saat kau menebus obatnya di apotek jangan lupa untu membeli beberapa kain kasa dan plasternya, kau harus mengganti perbannya setiap hari agar lukanya tak infeksi" dokter dengan jas putih khas nya itu memberikan secarik kertas kecil berisi resep obat untuk Lee Ha Na.
***
"Lee Jae Hyuk" Park Jimin mencari cari keberadaan tangan kanan kepercayaannya di lantai bawah.
"Ada apa boss?" pemuda bernama Jae Hyuk itu datang dengan begitu tergesah gesah setelah nendengar Park Jimin mencarinya.
"Kau pergilah keapotek, tebus obat obatan yang tertulis disini, dan jangan lupa untuk membeli beberapa kain kasa dan plasternya" perintah Park Jimin sambil memberi secarik kertas yang ia terima dari dokter pada Jae Hyuk.
Setelah itu Park Jimin kembali kekamarnya untuk menelpon seseorang.
"Ada apa tuan Park?" tanya seseorang yang ditelepon oleh Park Jimin.
"Kim, aku membuat kesalahan" ucap Jimin dengan suara penuh sesal "gadis itu hampir saja mati bunuh diri karenaku" lanjutnya lagi.
"Aku tidak tahu kenapa aku seperti itu, aku tidak bisa mengendalikan emosiku semalam, cintaku membuat aku hilang akal Kim Nam Joon" Jimin bercerita dengan suara yang begitu frustrasi.
"Katakan dengan jelas tuan Park?, aku tidak mengerti maksudmu?" tanya Kim Nam Joon yang penasaran dan tak mengerti maksudnya.
"Semalam aku merusaknya tuan Kim" lirih Park Jimin.
"Apa?, jadi kau mau bilang kalau ternyata ia masih gadis dan nyatanya justru kau yang merusaknya?" Kim Nam Joon terkejut sehingga ia bicara dengan sedikit berteriak.
"Kau benar, aku mohon bantu aku tuan Kim, aku merasa sangat bersalah, aku tidak tahu harus berbuat apa, ingin rasanya aku menghabisi nyawaku sendiri tuan Kim" karena rasa bersalahnya yang begitu besar membuat Park Jimin juga ingin mengakhiri hidupnya.
"Jangan asal bicara kau Park Jimin, bagaimana bisa seorang boss mafia sepertimu....." belum selesai Kim Nam Joon bicara sambungan teleponnya dimatikan sepihak oleh Jimin, hal itu membuat Kim Nam Joon panik.
__ADS_1
Bagaimana jika Park Jimin benar benar menghabisi nyawanya karena menyesal?.
Kim Nam Joon lalu menelpon tangan kanan Park Jimin.
"Katakan dimana posisi Park Jimin sekarang?" sugut Kim Nam Joon tanpa basa basi pada Jae Hyuk yang sedang dalam perjalanan keapotek itu.
"Boss muda ada di markas tuan Kim" hanya setelah mendengar jawaban itu Kim Nam Joon mematikan teleponnya dan dengan segera menuju markas milik Park Jimin.
***
"Park Jimin, dimana kau?" Kim Nam Joon berteriak mencari keberadaan Jimin ketika ia sampai di markas milik keluarga Park itu.
"Tuan Kim, tuan muda Jimin ada di kamarnya dilantai atas" jelas asisten rumah tangga keluarga Park, Kim Nam Joon langsung berlari menyusuri anak tangga dengan langkah lebarnya.
Dengan sangat tergesa gesa ia membuka pintu kamar Park Jimin, ia terkejut ketika melihat kondisi Park Jimin yang sangat memprihatinkan, Jimin duduk pada lantai kamar yang beralaskan ambal mewah berwarna silver, punggungnya bersender pada sisi samping ranjang buatan Italia itu, rambutnya acak acakan membuatnya begitu terlihat putus asa dan berantahkan, barang barang seperti botol botol parfume dengan brand brand mewah berserakan dan beberapa ada yang pecah sehingga isinya tertumpah dan aroma semerbak wangi dari bermacam aroma bercampur menjadi satu memenuhi seisi kamar Park Jimin.
Kim Nam Joon berlari kearah Jimin lalu membawanya keluar dan memindahkannya ke kamar tamu yang biasa ia tempati jika ia sedang menginap disana, setidaknya kamar tamu menjadi lebih layak ditempati dibandingkan kamar yang sudah berantahkan itu.
"Bagaimana bisa kau seperti ini Jimin?" Kim Nam Joon mengajak Park Jimin bicara setelah ia melihat Park Jimin sudah sedikit lebih tenang, Ia sudah menganggap Park Jimin layaknya adik kandung, melihat Park Jimin seperti itu membuat hatinya juga terasa sakit, pasalnya ialah yang awalnya meminta Jimin untuk menyelidiki siapa Lee Ha Na, tapi ia juga tidak menyangka bahwa Jimin sangat mencintai Lee Ha Na sehingga membuatnya jadi kehilanan akal sehat semalam. Park Jimin memang tidak pernah dekat dengan wanita, tapi setelah melihat Lee Ha Na waktu itu membuat Jimin sedikit berbeda, Jimin ingin mendapatkan cinta Lee Ha Na, tapi nyatanya semalam justru ia merusak Lee Ha Na.
Bagaimana bisa Park Jimin yang seorang boss mafia dan gangster menjadih lemah seperti itu?
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
LOVE LOVE
Author: Ameera Limz
__ADS_1