Still Loving You

Still Loving You
CHAPTER 5. lagi lagi gavin!


__ADS_3

"buruan turun! Lo ngapain nongkrong disana terus,kayak monyet lagi gantungan aja lo"


"mana ada monyet cantik kayak gini,gue ga tau turunnya kayak gimana"  setelah memanjat pagar dengan tangga yang gavin pinjam dari penjaga kantin sekolah,dengan memberi sebatang rokok,supaya penjaga kantin sekolah nenutup mulut. Gavin bisa saja manjat tampa bantuan tangga,tetapi kali ini ia tak sendirian,ia membawa anak orang apalagi perempuan,ribet,manja,dan ga bisa apa apa.


"yaelah tinggal loncat aja ga tinggi kok,dasar manja"


"ga tinggi pala lo peang,tinggi gini juga" ana melihat gavin ke bawah sedangkan ana masih diatas pagar


"loncatt!biar gue tangkap" perintah gavin karna sudah kedengar suara berat pak rudi,yang siap 'memangsa' .


Tampa aba aba ana loncat ke arah gavin,gavin menepati janjinya.gavin menangkap ana dengan posisi gavin terjatuh di bawah,dan ana di atas gavin.ana tidak apa apa karna tubuhnya dilindungi oleh tubuh kekar gavin,sedangkan gavin hanya lecet lecet dikit saja bagian lengan


"woi cewek stres awas! Badan lo berat  banget" ana bangkit karna baru sadar ia mendarat di tubuhnya gavin


"anjirr,berat banget sih lo.makan apa sih lo" gavin


"makan nasi,kenapa, lo mau kasih gue makan?" ana


"emangnya lo siapa gue?kalo lo pacar gue,baru" jawab gavin asal


"eh,tapi lo jangan ngarap jadi pacar Gue,lo ga masuk kriteria cewek idaman gue" sambung gavin lagi


"gaa usah PEDE deh lo,gue juga gaa mau sama cowok yang otaknya miring kek lo" balas ana tak terima di tuduh,lalu memalingkan mukanya ke arah lain supaya tidak berhadapan dengan muka milik gavin


"bagus" gavin membersihkan luka di lengan kanannya.tiba tiba ana merasa bersalah pada gavin karna dia gavin luka.


"sini" ana menggambil paksa tangan gavin,lalu membersihkan lukanya gavin dengan sapu tangan milik ana. Cukup lama gavin melihat wajah serius cewek ngeselin di depannya yang sedang membantunya membersihkan luka di lengannya. Tampa gavin sadari ia membentuk senyum tipis di bibirnya.

__ADS_1


"napa lo liat liat gue?" ana menyadari bahwa gavin sedang memperhatikannya,senyuman tipisnya seketika hilang


"ya kali,seorang gavin nikelo melihat cewek kayak lo,apa yang mau dilihat?" gavin berusaha mengalihkan topik pembicaran


"mesum lo ya?!" tuduh ana


"apaan sih lo" gavin


"t...tu...tadi lo ngomong kek gitu" ana


"emangnya gue ngomong apaan?coba ulangin" gavin memajukan sedikit wajahnya ke wajah ana. Ana lansung menjauhkan wajahnya dari wajah mesum gavin.gelar baru gavin yang diciptakan oleh grace alfiana


"masa lo lupa?...yaudah deh ga usah dibahas....tapi awas lo macem macem,gue tampol lo nanti!" ana


Gavin memilih pergi dengan meninggalkan ana yang masih berfikiran negatif tentangnya.tak lama ana menyusul langkah besar kaki gavin,ana mengikuti gavin dari belakang dengan menjaga jarak antaranya dengan gavin.gavin membalikan badanya dan melihat gadis munggil yang sedang mengikutinya dari belakang.


"eh lo mau kemana?gue mau ke tempat tongkrongan gue....lo kenapa sih?" tanya gavin risih


"lo masih kepikirankan sama omongan gue tadi?" tanya gavin penasaran


"iyaa laaa,gue takut kali jalan sama cowok mesum kek lo" gavin mengabaikan pola pikir ana tentang dirinya sekarang


"seterah lo deh. Sekarang lo mau gimana ikut gue ke tempat tongkrongan atau gimana?" gavin


"gue mau makan,laper nih belum makan dari pagi" ujar ana asal,ana mengeluarkan aura terpendamnya,supaya keinginannya terkabulkan


"yaudah kita makan nasi goreng dekat simpang itu aja" ana mengangguk antusias karna keinginanya terkabulkan

__ADS_1


Setelah selesai makan tidak ada memulai percakapan terlebih dahulu,mereka sibuk dengan urusannya masing masing.hingga gavin membayar makanan dan lansung pergi "ayo,gue tunggu lo di  warung tu" gavin memunjuk satu tempat. Ana tersadar dari kesibukannya lalu menyusul gavin


"eh,neng..." teriakan seseorang membuat ana memutar tubuhnya.dahinya mengernyit setelah melihat penjual nasi goreng itu berjalan ke arahnya.


"kenapa bang?"


"bayar dulu atuh"


Ana terdiam sesaat."lah,tadi bukannya..." ana tidak melanjutkan kalimatnya.


"Ya ampun,sumpah ini demi apa gue ga dibayarin sekalian?!" batin ana


" lima belas ribu neng" kata penjual nasi goreng itu setelah melihat ana terdiam. Gadis itu buru mengambil uang di saku roknya


"maaf ya bang,saya kira tadi udah dibayarin teman saya.hehehe"


"iyaa.ga papa.makasih ya neng"ana tersenyum sebelum membalikan badan. Kemudian ia mendengus kesal


"bener bener nih orang" gumamnya


"woy cepetan dong,siput banget sih lo"teriak gavin


"najis yaa,ada gitu cowok kayak lo?"


"dih,kenapa lo?"


"dimana mana kalo cowok makan sama cewek,cowok yang bayarin. Ini mah apaan,pelit banget lo jadi orang"

__ADS_1


" ngarep ya lo gue bayarin?"gavin tersenyum miring. Ia puas sekali bisa ngerjain gadis aneh ini


"gak!. Gue masih mampu buat bayar"


__ADS_2