Still Loving You

Still Loving You
THE TRUTH (The truth will be told)


__ADS_3

"Katakan dimana Park Jimin sekarang?, Tidak biasanya dia pergi bertahun tahun tanpa kabar?, apa ponselnya hilang atau dicuri orang?, Jimin itu kaya ia tidak mungkin hidup tanpa ponselnya?" Namjoon mencecar Jae Hyuk dengan banyak pertanyaan yang telah bergentayangan di otaknya sejak lama. Hari ini Namjoon sengaja mendatangi gudang penyelundupan milik keluarga Park yang letaknya tak jauh dari sebuah dermaga.


"Duduklah dulu, akan saya beri tahu dimana Tuan Park sekarang" Jae Hyuk membawa Namjoon ke sebuah ruangan yang dibuat seperti sebuah kantor. Ruangan itu terasa sedikit mengerikan dengan banyaknya ornamen kuno dan bentuk kepala hewan. Belum lagi cat pada dinding ruangan yang berwarna hitam. "Mau minum apa Tuan Kim?" tawar Jae Hyuk.


"Aku kemari bukan untuk minum, aku kemari mencari tahu keberadaan Park Jimin" ketus Namjoon yang merasa Jae Hyuk terlalu banyak bertele tele.


"Tunggu sebentar, ada yang ingin ku perlihatkan dan perdengarkan pada Tuan" lelaki tua itu berjalan membuka sebuah laci di sebuah meja dekat meja kerja. Mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam sana. Kemudian menyambungkan flashdisk itu pada laptop yang sudah menyala di atas meja kerja.


Sebuah vidio sudah siap untuk diputar, tinggal menunggu Kim Namjoon memencet tombol play melalui perintah pada keyboard.


Hal pertama yang Namjoon lihat adalah wajah pucat Park Jimin yang menahan sakit. Jimin nampak duduk diatas sebuah kasur kecil berwarna putih. Terlihat seperti di sebuah ruangan rumah sakit. "Apa ini?"


"Putar, lalu lihat dan dengarlah sendiri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaanmu Tuan"


***


"Sayang kau tahu kakak pergi kemana?" Eun Seo telhat sedang merapikan pakaiannya di depan cermin. Ia bertanya pada Jung Hoseok yang duduk diatas ranjang. Eun Seo berdiri memunggungi Hoseok dan ia bisa melihat suaminya dari pantulan di cermin.


"Aku tidak tahu. Yang pasti tadi ia terlihat buru buru"


"Kakak pergi bersama supir kan?"


"Ia sayang".


Eun Seo bisa menangkap ekspresi gelisah dari wajah suaminya. Ia lantas membalik badan menghadap pada Hoseok.


"Ada apa denganmu?" tanya Eun Seo, "Kau terlihat sangat gelisah, kau tak punya sesuatu yang kau sembunyikan dariku kan?"


"Ti Tidak sayang. Serius tak ada yang ku sembunyikan darimu istriku". Rasanya gerah sekali, bernafas pun terasa begitu sulitnya. Hoseok harus menelan salivanya sendiri secara berulang.

__ADS_1


"Baguslah, ayo kita turun untuk makan malam" Eun Seo berjalan kearah pintu. "Apa yang kau lakukan?" cicit Eun Seo ketika tiba tiba Hoseok membalik tubuhnya dan menghimpit dirinya diantara daun pintu dan dada bidang suaminya. Bergerak pun terasa susah.


"Sayang" Hoseok menyeringai. "Aku tidak butuh makan malam".


"Lalu?"


"Aku butuh dirimu" ucap Hoseok dengan pandangan yang intens serta suara yang terdengar mendayu. Menggelitik perasaan Eun Seo. "Apa malam ini kau akan tidur bersama Cashley lagi?, Cashley bahkan punya orangtuanya yang biasa menemaninya tidur. Kenapa harus kau yang tidur bersamanya?" rengek Hoseok. Eun Seo terlalu buta selama ini. Ia tak pandai menangkap pikiran suaminya. Ia bahkan tidak mengerti apa yang suaminya butuhkan. Bahkan setelah hampir empat bulan menikah ia belum menjadi istri yang sesungguhnya, hanya status istri yang ia jalani. Demi gurun pasir dan oasis, Hoseok bersumpah akan mendapatkan keinginanya malam ini. Persetan dengan Cashley yang mungkin menangis karena tak ditemani Eun Seo.


"Apa, apa yang akan kau lakukan?" cicit Eun Seo yang nyalinya menciut mendapati tatapan buas suaminya sendiri.


"Eumhh, mungkin menyiksamu, membuatmu tak bisa berjalan besok pagi" Hoseok kembali menyeringai. Jangan tanya bagaimana Eun Seo. Wanita itu ketakutan luar biasa, ia sama sekali tak mengira suaminya akan menyiksa dirinya, selama mereka menikah Hoseok terlihat baik dan manis, Hoseok bukan penjahat. Lalu bagaimana bisa Hoseok akan menyiksa dirinya?, apakah ada sesuatu kesalahan yang diperbuatnya sehingga Hoseok marah?. Yaampun, jangan terlalu polos Eun Seo.


"Bernafaslah sayang, jangan menegang seperti itu" Hoseok menarik senyum di satu sudut bibirnya. Jemarinya mengangkat dagu Eun Seo untuk mendongak kearah dirinya.


Eun Seo benar benar menjerit dalam hati, ia ingin kabur, benar benar tak bisa menerima hukuman suaminya. Ia tak salah.


"Sayang, aku tak akan membunuhmu, aku hanya ingin meminta hakku" Hoseok tergelak. Bagaimana bisa istrinya yang terlihat berani dan menggoda nyatanya begitu polos. Dengan tak sabaran ia menelusupkan tangan di lipatan lutut dan bahu Eun Seo, membawa wanitanya ketempat tidur yang setia menemani.


***


"Ha Ra, waktunya tidur sayang, Appa dan Eomma sudah sangat mengantuk" ucap Taehyung sembari mengumpulkan sebagian buku yang berserak diatas meja belajar Ha Ra.


"Ha Ra masih belum mengantuk Appa" Hara merengut kesal.


"Nak, jika belum tidur sekarang besok Ha Ra akan tertidur saat mengikuti pelajaran. Memangnya Ha Ra mau dimarah oleh guru?"


"Tidak Appa, Hara tidak mau dimarah sama guru"


"Yasudah, kalau begitu Ha Ra tidur sekarang ya, Eomma akan menemanimu sampai tidur. Appa tolong bantu bereskan buku buku Ha Ra ya" ucap Hee Ra yang membawa putrinya keatas tempat tidur.

__ADS_1


Kedua pasangan Kim masih setia menunggu sampai Ha Ra akan benar benar tertidur. Barulah setelah itu mereka akan tidu. Ya, tidur yang sungguhan.


"Eomma, Appa, Menikah itu apa?" tanya Ha Ra dengan wajah polosnya. Taehyung dan Hee Ra sampai saling pandang mendengar pertanyaan itu.


"Ha Ra belum waktunya tahu soal itu nak. Nanti setelah Ha Ra besar Ha Ra pasti mengerti" jawab Taehyung, tangannya setia mengelus kepala putrinya.


"Tapi Jiseok bilang dia akan menikah dengan Ha Ra"


"Jiseok?, teman sekelasmu?"


"Nee, Eomma"


"Sayang, kalian masih kecil. Menikah hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa sayang" ucap Hee Ra dengan bijaksana.


"Kalau begitu Ha Ra ingin cepat dewasa" ucap Ha Ra sebelum akhirnya ia benar benar tertidur. Dan Hee Ra bertanya tanya melalui isyarat pada suaminya.


"Sudahlah sayang, Ha Ra itu mungkin hanya ngelantur karena sudah terlalu mengantuk" ucap Taehyung dengan suara yang pelan.


***


"Aku akan berangkat kesana besok" ucap Namjoon diakhir teleponnya.


Lelaki beranak satu itu terlihat sedikit mengusap air mata yang sedikit merembes dari pelupuknya.


Melihat pesan vidio yang ditinggalkan oleh Jimin benar benar membuat ia serasa seorang teman sekaligus kakak yang tak berguna. Ia pernah menahan Jimin yang hampir bunuh diri. Tetapi, satu hal yang tak bisa ia lakukan adalah ia tak bisa membaca semua masalah Park Jimin.


Itulah sebab ia memutuskan akan datang ketempat dimana Park Jimin berada. Ia akan datang bersama dengan Jeon Jung Kook. Sesuai dengan keinginan dari Park Jimin sendiri.


LOVE LOVE

__ADS_1


Author: Ameera Limz


__ADS_2