Still Loving You

Still Loving You
MELIBATKAN DIRI


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, Lee Ha Na sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah, betapa tak sabarannya Lee Ha Na untuk kembali kerumah bertemu ibunya itu, beruntung dirumah ia memiliki perawat pribadi yang dibayar Jeon Jung Sik untuk mengurusi segala sesuatu keperluan ibunya, hanya saja Lee Ha perlu membuat suatu alasan kenapa ia tidak pulang kerumah selama beberapa hari.


Lee Ha Na dengan segera kekamar ibunya, ibunya yang masih belum begitu pulih itu masih disarankan untuk mengurangi aktifitas, untuk sekedar berjalan saja masih harus menggunakan kursi roda.


Ha Na melihat ibunya sedang menatap kearah luar jendela dengan posisi duduk di kursi roda, entah apa yang dilihatnya diluar sana?, padahal hanya tampak tanaman tanaman hias saja.


"Ibu, aku merindukan ibu" Lee Ha Na segera berlari memeluk leher ibunya dari belakang, menyenderkan kepalanya dengan maja dibahu sang ibu.


Melihat dan mendengar Lee Ha Na membuat ibunya menoleh pada wajah cantik Lee Ha Na, putri cantik satu satunya yang ia rindukan karena beberapa hari tidak kembali kerumah.


"Ibu, kenapa ibu menangis?" tanya Ha Na pada nyonya Min Ri yang tak kuasa menahan tangis ketika kembali bisa melihat wajah Hall Na.


Hanya tatapan penuh kasih dan sayang yang bisa nyonya Min Ri berikan pada putrinya.


"Ibu maafkan Ha Na bu, beberapa hari kemarin Ha Na harus ke luar kota mewakili sekolah Ha Na untuk lomba, persiapannya begitu mendadak sehingga Ha Na tak sempat pulang kesini" Ha Na berbohong. "Selama Ha Na pergi ibu baik baik saja kan?, ibu minum obat tepat waktu kan?" tanya Ha Na pada nyonya Min Ri yang hanya dibalas dengan anggukan dan isyarat mata serta seulas senyum.


"Syukurlah, aku sangat menghawatirkan ibu selama aku pergi" ucap Ha Na, "aku kembali kekamarku dulu untuk mandi, nati aku akan menemui ibu lagi" Ha Na bangkit dari posisi menyender dibahu ibunya. Kemudian nyonya Min Ri hanya mengangguk.


***


Dikamar yang lain Ha Na berdiri menatap dirinya sendiri pada cermin besar yang berdiri di salah satu sudut kamar. Dari pantulan cermin itu menampakkan bayangan diri Ha Na dengan jelasnya.


"Tenanglah ibu, semuanya akan baik baik saja, akan aku pastikan pria jahat itu memohon dan berlutut di kaki ibu untuk memohon maaf padamu atas apa yang telah ia lakukan" Lee Ha Na bicara sendiri pada bayangannya, terukir sebuah smirk yang tak bisa dijelaskan diwajahnya.

__ADS_1


Kemudian Lee Ha Na menelpon Park Jimin untuk membahas sesuatu yang cukup penting.


"Hallo, ini aku"


"Ya, ada apa Ha Na?"


"Bisakah kau melibatkanku dalam rencana itu?" tanya Ha Na pada Park Jimin. Rencana apa sebenarnya yang akan mereka lakukan?.


"Baiklah, tapi kau harus merubah penampilanmu dan kau harus belajar hal hal dasar cara menggunakan pistol dan belajar bela diri, aku tidak akan pernah mau melibatkan wanita yang tidak punya kemampuan apapun dalam hal itu"


"Apapun itu, bisakah kau ajarkan aku cara menggunakan pistol dan bela diri?" tanya Ha Na lagi.


"Tentu saja, apapun akan aku lakukan untukmu" jawab Jimin, entah itu sebuah bualan belaka atau kesungguhannya.


"Kapanpun, bahkan malam ini aku bisa mengajarkanmu dengan senang hati" jawab Jimin dengan sedikit gelak, sempat sempatnya ia bercanda.


"Jangan bercanda, aku sedang bicara serius, tapi sepertinya lebih baik mulai besok saja, setiap pulang sekolah aku akan mampir ke markasmu untuk berlatih selama beberapa jam" Jawab Ha Na lalu kemudian ia mematikan sambungannya tanpa membiarkan Jimin untuk bicara lebih banyak.


Rupanya sebelum Ha Na kembali kerumah diantar oleh Jimin, selama perjalanan Park Jimin menawarkannya apakah ia mau terlibat langsung dalam misinya atau tidak. Tentu saja Lee Ha Na mau, karena ia tidak ingin melakukan hal yang tanggung tanggung.


Kemudian Lee Ha Na menggapai sebuah handuk di stand hanger dekat pintu kamar mandinya dan bergegas membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket karena beberapa hari di rumah sakit ia tak bisa mandi.


Setelah selesai mandi Lee Ha Na mengganti pakaiannya dengan pakaian yang santai berlengan pendek. Setelahnya ia bergegas untuk makan malam bersama ibunya.

__ADS_1


Dimeja makan Lee Ha Na tak menyadari jikalau ternyata baju berlengan pendek yang ia gunakan memperlihatkan bekas luka sayatan yang ada dilengannya.


Nyonya Min Ri menahan tangan Lee Ha Na dan dibaliknya tangan itu sehingga dengan sangat jelas ia bisa melihat bekas luka yang sudah benar benar mengering tersebut. Nyonya Min Ri menatap pada Lee Ha Na butuh jawaban.


Ha Na menyadari ia begitu ceroboh ia lantas mencari cari alasan untuk berbohong lagi.


"Ahh, ini beberapa waktu lalu aku tidak sengaja tergores pecahan kaca digudang sekolah saat menerima hukaman membersihkan gudang" untung saja Lee Ha Na menemukan alasan dengan cepat atau ibunya akan makin curiga.


Mendengar jawaban putrinya yang terlihat begitu polos itu nyonya Min Ri percaya dengan sangat mudah.


"Ahh, ibu aku sudah selesai makannya, aku kembali ke kamar ya, besok aku akan ada kegiatan disekolah hingga malam, ibu tidak apa apa kan jika lebih banyak tinggal bersama perawat?" tanya Ha Na.


Nyonya Min Ri kemudian mengelus wajah putrinya dengan lembut disusul dengan sebuah kecupan selamat malam yang hangat di puncak kepala Ha Na.


Lee Ha Na membalas perlakuan ibunya dengan pelukan sayang kemudian ia kembali kemarnya untuk istirahat, tubuhnya masih terasa begitu lelah setelah keluar dari rumah sakit dan ia butuh istirahat yang cukup agar lebih cepat pulih.


Sudah ia tekadkan besok ia harus datang ke markas Jimin, walaupun ia memiliki sedikit trauma datang kesana tapi ia sudah memantapkan diri untuk menjadi Lee Ha Na yang berbeda.


*************************************


LOVE LOVE


Author: Ameera Limz

__ADS_1


__ADS_2