Still Loving You

Still Loving You
I'M STILL LOVING YOU


__ADS_3

"Sayang siapa yang dat__?" Ha Na yang semulanya tak melihat wajah dua orang lelaki yang sedang bicara pada Jiseok, tiba tiba ia menghentikan kalimatnya.


Ha Na terdiam. Tubuhnya serasa kaku luar biasa, terlebih ketika Jung Kook dan Namjoon berabalik arah menatap padanya.


Rindu yang selama ini terpendam harus kembali menyeruak kepermukaan.


Namjoon tahu betul apa yang dirasa oleh Jung Kook dan Ha Na. Ia dengan inisiatif meminta Ha Na untuk membawa mereka masuk kedalam rumah. Setidaknya bicara didalam lebih nyaman.


***


"Sebelumnya aku minta maaf Ha Na, aku yang memaksa Jae Hyuk untuk memberitahu keberadaan kalian, Aku datang kemari sesuai dengan permintaan Park Jimin suamimu" Namjoon terlihat sedikit tenang dalam menyampaikan kata katanya. Berbanding terbalik dengan Ha Na yang terlihat sedang menggenggam jemari kecil Jiseok yang duduk disebelahnya.


"Ibu, Ibu baik baik saja kan?" Jiseok bisa merasakan ketegangan Ha Na. Anak kecil itu bergerak memberikan pelukan hangat untuk ibunya.


Melihat bagaimana sifat dewasa dan hangat dari Park Jiseok mengingatkan Namjoon dan Jung Kook pada sosok Park Jimin. "Dia sangat manis, sama seperti ayahnya" ucap Namjoon yang tersenyum melihat sikap manis Jiseok.


"Dia lebih mirip dengan ayahnya" Jung Kook menimpali kalimat Namjoon.


"Sebenarnya apa tujuan kalian datang kemari?. Apa maksudnya mengikuti permintaan suamiku?" tanya Ha Na yang telah dipenuhi rasa penasaran, sedih, dan ada sedikit bahagia yang juga ikut menyelinap.


"Jae Hyuk memberikan ini padaku. Sepertinya Jae Hyuk telah banyak terlibat dalam skenario Park Jimin" Namjoon menyodorkan sebuah DVD yang dibungkus oleh amplop yang biasa digunakan untuk melamar kerja, tepat di hadapan Ha Na.


"Ini apa?" bingung sekali melihat apa yang Namjoon berikan padanya. Ia belum bisa menebak isi dari amplop kertas itu.


"Bukalah" perintah Namjoon.


Tanpa menunggu lama lagi, Ha Na membuka amplop berwarna coklat itu dengan begitu hati hati. "DVD apa ini?"


"Putarlah" Namjoon tersenyum penuh arti. Ia penasaran akan reaksi Ha Na setelah mendengar dan melihat sendiri segalanya.


Apa kabar sayang?


Ha Na baru melihat dan mendengar bagaimana Park Jimin menyapanya dengan senyuman meski dalam keadaan menahan rasa sakit yang tak bisa mereka rasakan. Entah memang Ha Na yang terlampau cengeng atau memang rindunya pada sosok Park Jimin yang membuatnya menangis?.


"Ibu, itu ayah bukan?" tanya Jiseok yang ikut melihat rekaman itu. Dan Ha Na menarik Jiseok dalam pelukan untuk tetap ikut menyaksikan semua. Memang benar jika Jiseok mengenali sosok ayahnya karena Ha Na lah yang selalu memperlihatkan gambar gambar Park Jimin dan bagaimana Park Jimin semasa Ha Na bersama.


Dan Jiseok pun diam. Ia tahu ibunya pasti sedang sedih. Sehingga anak kecil itu hanya bisa membalas pelukan ibunya dengan mata yang fokus pada layar televisi.


Aku merindukanmu.


Aku menyangimu.


Aku tidak tahu sudah sebesar apa anak kita ketika kau melihat rekaman ini.

__ADS_1


Yang pasti aku menyayangi kalian. Sangat.


Jika kau telah melihat pesan ini. Itu artinya kau telah bertemu pada pemilik sebagian hatimu.


Lelaki yang tetap kau cintai sekalipun kau menikah denganku. Aku tahu semuanya.


Aku tahu bagaimana waktu itu kau menjadikan aku sebagai pelarian untukmu bisa melupakan Jeon Jung Kook. Kalau boleh jujur yang kurasa waktu itu sangatlah sakit. Tapi aku tetap ego untuk bisa memilikimu seutuhnya meski tempatku tidak luas dihatimu.


Bisa Ha Na perhatikan Park Jimin memegang dadanya sendiri. Menunjuk bagian hatinya. Ha Na sedikit menyesal mengingat bagaimana ia ternyata telah menyakiti perasaan Park Jimin.


Saat ini aku merindukanmu. Sungguh.


Mungkin sebulan lagi. Ya, sebulan lagi kau akan menjadi seorang ibu. Maafkan aku jika aku tidak bisa mendampingimu disaat kau akan melahirkan anakku. Berjuanglah demi anak kita. Aku yakin kau itu wanita dan ibu yang kuat.


Rekaman itu, dan surat yang Ha Na terima seminggu setelah kelahiran Jiseok sengaja direkam dan ditulis Park Jimin sebulan sebelum waktunya Ha Na melahirkan. Dan saat itu Dokter telah memvonis jika waktu yang Park Jimin miliki tak akan lebih dari seminggu.


Persis sekali dengan tanggal kematian Park Jimin yang tertulis di nisan, yaitu tiga minggu sebelum Jiseok lahir.


Sayang, jika kau sudah melihat pesan ini itu artinya kau harus kembali. Kembali pada hati dimana kau harus berlabuh.


Aku tahu Jeon Jung Kook adalah pria yang tepat untuk menggantikan posisiku sebagai suami. Bukan karena dia sahabatku. Tetapi, karena dia pun tulus mencintaimu sejak dulu.


Maafkan aku yang tidak pernah mencoba memberi tahukan padamu jika dia juga mencintaimu. Aku dengan egoku justru ingin kau menjadi milikku.


Andai saja waktu itu kalian telah menyadari hati dan perasaan masing masing, aku yakin kalian akan bersama sebelum akhirnya kau menyerah sayang.


Sekali lagi aku tak ingin diam. Aku terus berjuang membuatmu menjadi milikku, membuatmu memiliki perasaan yang sama denganku meski tak sedalam perasaanmu pada sahabatku itu.


Menikahlah dengannya sayang, jadilah istri dan ibu yang baik. Kau masih muda, kau butuh tempat untuk bersandar.


Aku ikhlas. Sangat ikhlas.


Hanya saja aku ingin kau tidak menghapusku dari relung hatimu. Setidaknya biarkan aku tetap bersemayam disana. Sampai akhir hidupmu, meski tempatku begitu kecil.


Aku hanya ingin kau mencintaiku sampai akhir, sama sepertiku yang mencintaimu sampai akhir hidupku. I'm Still Loving You Park Ha Na.


Dan Jika anakku telah melihat pesan ini.


Aku hanya ingin bilang jika ayah mencintaimu nak. Ayah menyayangimu meski kau tak bisa merasakan cinta dan sayang ayah.


Maafkan ayah yang tidak mampu melawan sakit. Karena ini ayah harus berpisah denganmu bahkan sebelum kau dilahirkan.


Jadilah anak yang baik dan berbakti.

__ADS_1


Jangan larang jika ibumu akan menikah dengan orang lain nak. Karena orang yang akan menikahi ibumu adalah orang baik. Ayah yakin dia akan menjadi seorang ayah untukmu.


Nak, jika kau besar nanti jadilah pelindung ibumu. Jaga ibumu nak. Ayah yakin kau anak yang hebat.


Sekali lagi ayah katakan jika ayah mencintaimu nak.


Terlihat bagaimana Park Jimin juga berlinang air mati diakhir pesannya.


Ha Na dan Park Jiseok menangis dan tetap saling memeluk, saling menguatkan.


Jeon Jung Kook dan Kim Namjoon pun tak mampu lagi untuk berkata kata melihat betapa harunya suasana disore hari menjelang malam.


Jiseok bergerak perlahan lepas dari pelukan ibunya. Ia berjalan memutari meja tamu menghampiri Jung Kook dan Namjoon yang duduknya bersebelahan. Anak itu menatap dengan begitu dalam keduanya. Ia seperti melihat ayahnya kala melihat kedua sosok lelaki itu.


"Anakku" ucap Namjoon yang haru, lantas menarik Jiseok untuk dipeluknya. Begitupun Jung Kook yang ikut memeluk.


"Paman" ucap lirih Jiseok membuat pelukan mereka melonggar.


"Ada apa nak?" tanya Jung Kook yang mengelus sayang wajah Park Jiseok.


"Apa paman Jeon itu kakeknya Ha Ra?" tanya lugu Jiseok.


"Iya nak. Paman ini kakeknya Ha Ra" ucap Jung Kook.


"Ia, Paman Jeon yang juga akan menjadi ayahmu nak" timpal Namjoon dengan suara pelan.


"Jika ibu menikah dengan Paman apa aku tidak bisa menikah dengan Ha Ra?" sontak saja Jeon Jung Kook, Namjoon dan Ha Na terpelongo tak percaya dengan ucapan Park Jiseok. Baru saja mereka dalam keadaan haru kemudian suasana berubah seketika dengan ucapan Jiseok kecil.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Gimana nih?


Masih sehat kan pembaca setia Still Loving You?


Part mana nih yang kalian sukai di episode ini?


Kalo aku part dimana Jimin bilang I'm Still Loving You. Menurutku itu sweet banget. Aku sempet diam sejenak pas lagi nulis kalimat itu.


Sedih dan sweet banget gak sihhhhhh???? Huwaaaa..... 😭😭😭😭 Pengen nangis aku tuh jadinya.


YaAllah 박지민, kau buat hati noona noona sepertiku jadi ketar ketir.


See You di last episode sayangkuh 😘😘

__ADS_1


LOVE LOVE


Author: Ameera Limz


__ADS_2