
"Sudah lama menunggu?" wanita dengan perawakan yang tinggi menghampiri Jeon Jung Kook yang masih setia duduk di sudut kafe. Wajah wanita itu sedikit datar. ia duduk tepat dihadapan Jeon Jung Kook dibatasi oleh meja yang tak begitu lebar ukurannya.
"Hmm"
"Katakan apa yang ingin dikatakan" ucap wanita itu dengan datar.
"Sayang, paman minta maaf soal semalam" sesal Jung Kook.
"Sudahlah, jangan ingat soal itu, anggap saja tidak terjadi apapun diantara kita paman" Ya, wanita itu adalah Jeon Hee Ra. Jung Kook sengaja memintanya untuk datang ke kafe karena ia ingin minta maaf pada ponakannya itu.
"Tapi sayang, paman sangat menyesal, paman semalam berada dalam pengaruh obat perangsang, paman diluar kendali, itu sebabnya paman memintamu untuk keluar dari kamar paman, karena paman tidak ingin kah menjadi korban"
"Aku tahu paman, aku berterima kasih paman masih bisa mebgontrol diri dengan baik"
"Apa kau marah dan kecewa pada paman?"
"Ya, aku kecewa, Kenapa paman tidak pernah bilang kalau Lee Ha Na punya hubungan dengan paman Park" rupanya wanita yang semalam memperhatikan Lee Ha Na yang diantar oleh Park Jimin adalah Jeon Hee Ra.
"Darimana kau tahu itu?" Jeon Jung Kook tak percaya jika keponakannya bisa mengetahui hal itu. "Kenapa kau malah kecewa padaku?"
"Aku kecewa karena paman tidak memberi tahu padaku soal itu sejak awal"
"Apa kau cemburu, kau menyukai lelaki bejat itu?"
"Kenapa kau masih belum mengerti juga paman" batin Jeon Hee Ra, "Aku sudah berusaha mendekatkanmu pada Lee Ha Na agar aku bisa dekat dengan Park Jimin, dan agar aku bisa melupakanmu paman, aku tidak mau terus terjebak dalam cinta yang salah padamu" Jeon Hee Ra masih bicara pada diri sendiri.
Melihat keponakannya seperti sedang memikirkan sesuatu. Ia lantas mengibaskan tangannya tepat dihadapan Jeon Hee Ra. Mencoba menyadarkannya dari lamunan.
"Hei, kau melamun apa sayang?"
"Ahh, tidak, aku tidak melamun" elak Jeon Hee Ra. "Paman bilang apa barusan?"
"Kau menyukai Park Jimin?" selidik Jung Kook pada ponakannya itu.
"Bukan, bukan itu, paman tahu kan aku berusaha membuat paman dekat dengan princess Lee, tapi semalam aku melihatnya bersama paman Park. Apa mereka punya hubungan?"
__ADS_1
"Sudahlah, tidak perlu membahas mereka berdua" Jeon Jung Kook tak suka membahas soal Park Jimin terlebih membahas hubungan antara Jimin dan Ha Na. itu hanya membuat hatinya semakin sakit.
"Tapi paman"
"Apa lagi?, paman menyuruhmu kesini karena paman ingin minta maaf padamu soal semalam, bukan untuk membahas hubungan mereka"
"Aku sudah memaafkan paman, aku tahu itu bukan kehendak paman"
"Lantas kenapa kau mengelak paman?"
"Mengelak?, aku tidak mengelak" Jeon Hee Ra berbohong.
"Tidak perlu berbohong, kau sengaja mengelak kan?, apa kau takut?"
"Tidak paman, sudah kukatakan aku tidak mengelak"
"Paman tahu kau berbohong sayang"
"Paman, bisakah kau berhenti memanggilku dengan sebutan seperti itu?, itu akan semakin membuatku susah melupakanmu" Jeon Hee Ra membatin lagi.
Deg...
Jantung lelaki Jeon itu berdetak lebih keras. Kalimat Jeon Hee Ra terasa seperti sangat menusuk menelak hatinya. "Kenapa kau bersikeras sekali ingin paman dekat dengan Ha Na?"
"Itu.., itu karena...."
"Karena kau menyukai lelaki bejat itu kan?" Jung Kook memotong kalimat keponakannya.
"Kenapa paman menyebut paman Park bejat?" Jeon Hee Ra bingung, sejak tadi pamannya selalu saja menyebut Park Jimin lelaki bejat, bukankah Jung Kook dan Jimin itu bersahabat sejak kecil.
"Kau tidak tahu seluk beluk seorang Park Jimin, dan soal Lee Ha Na paman tidak mungkin melamarnya sementara ia tidak memiliki perasaan"
"Jika paman memang benar mencintainya seharusnya paman bisa membuatnya jatuh cinta pada paman, aku tahu jika princess Lee sebenarnya juga memiliki perasaan terhadap paman, hanya saja mungkin ia tak berani mengungkapkannya"
"Atas dasar apa kau bisa berkata seperri itu sayang?" lagi lagi Jeon Jung Kook memanggil Jeon Hee Ra dengan sebutan sayang, membuat jantung wanita Jeon itu terus berdetak lebih keras.
__ADS_1
"Aku tahu paman, karena aku bisa melihat dari ekspresi princess Lee saat menatap paman, ia selalu memiliki tatapan yang berbeda terhadapmu paman"
"Benarkah?, benarkah Lee Ha Na juga memiliki perasaan yang sama terhadapku?" Dalam hati lelaki Jeon itu sangat berharap jika apa yang dikatakan keponakannya adalah sebuah kebenaran.
"Sudah, tak perlu membahas itu lagi, jika memang jodoh maka akan bisa dekat dengan sendirinya" ucap Jung Kook. "Ngomong ngomong, kau berbohong kan jika dokter Choi sedang cuti?" selidik lelaki Jeon itu pada ponakannya, ia tahu jika Jeon Hee Ra berbohong, pasalnya saat ia berangkat ke kantor tadi pagi secara tidak sengaja ia berselisih dengan dokter Choi yang sedang berangkat kerja.
"Paman..., itu..."
"Karena kau mengelak paman kan?, paman tahu kau pasti masih sangat marah pada paman"
"Paman, aku sungguh tidak marah padamu, aku hanya...." Jeon Hee Ra sempat menghentikan kalimatnya. "Aku..., aku bukan menghindar soal semalam paman, tapi ada hal lain" ucap wanita Jeon itu dengan menunduk.
"Hal lain seperti apa?"
"Paman...." Jeon Hee Ra mencoba mengumpulkan keberaniannya. "Paman, maafkan aku" ucap Jeon Hee Ra dengan nada menyesalnya. Membuat Jeon Jung Kook menjadi bingung.
"Kenapa malah kau yang meminta maaf sayang?" sela Jung Kook.
"Paman, mulai sekarang aku mohon berhenti memanggilku dengan sebutan sayang paman, kau membuatku menjadi salah paham" wanita Jeon itu bicara dalam satu tarikan nafas, mencoba melepas beban pikirannya. Berharap setelah ini apa yang ia rasakan bisa menghilang.
"Kenapa?, salah paham apa?" lelaki Jeon itu semakin bingung dan tak mengerti.
"Aku.., aku.., aku menyukaimu paman, itu sebabnya aku ingin kau bersama Lee Ha Na, agar aku bisa menghapus perasaanku yang salah ini. Aku juga berharap agar aku bisa membuang perasaanku dengan kau bersama Ha Na dan aku bersama paman Park"
Lelaki Jeon membulatkan matanya tak percaya, bagaimana mungkin keponakannya itu bisa menyukainya sebagai lelaki bukan sebagai pamannya.
"Kau jangan bercanda Jeon Hee Ra" ucap Jung Kook dengan nada suara yang dibuat senormal mungkin
"Aku tidak bercanda paman, aku yang salah, aku tidak bisa mengontrol perasaanku, seharusnya aku menyukaimu sebagai paman bukan sebagai lelaki lain. Maafkan aku paman, sekarang aku mohon bantulah aku" wanita Jeon itu mulai menitihkan air matanya, setidaknya ia telah berhasil mengungkapkan sebuah kebenaran. Dan berharap setelah ia berhasil mengungkapkannya ia bisa menghapus perasaannya yang salah itu. "Bantu aku, berhenti memanggilku dengan sebutan seperti itu, dengan begitu aku tidak akan semakin salah paham paman" Jeon Hee Ra terlihat begitu frustrasi dengan perasaannya sendiri.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
LOVE LOVE
Author: Ameera Limz
__ADS_1