Still Loving You

Still Loving You
KEJUTAN


__ADS_3

Sebelum masuk dalam kelanjutan ceritanya author gaje Ameera ingin mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin 🙏🙏 pada kalian semua terkhusus yang sedang merayakan hari kemenangan. Maafkan author jika telah banyak salah pada kalian. I PURPLE U readers MY SUGAR DADDY'S BROTHER 💜💜💜


___________________________________________


Park Jimin melajukan mobilnya dengan begitu cepat seolah olah mengejar ketertinggalannya.


"Kenapa kau keras kepala sekali Lee Ha Na" Park Jimin menggeram frustrasi didalam mobilnya sendiri. Sesekali ia juga memukul mukul kemudi mobilnya dengan kasar dan perasaan gusar.


Digapainya ponsel yang ia letak pada dashboard mobil.


tut.. tut.. tut..


Berulang kali Park Jimin mencoba menghubungi nomor ponsel Lee Ha Na. Namun tiada jawaban yang didapatkan olehnya.


"Aishhh... , Kenapa kau sangat keras kepala Lee Ha Na, kau membuatku gila, kau pikir yang kau lakukan ini baik untukmu?" Jimin menggeram lagi, ia berbicara sendiri seolah Lee Ha Na ada disana.


***


Dilain tempat wanita dengan marga Lee itu berjalan dengan langkah yang sedikit takut takut menuju sebuah gedung yang berlantai empat dihadapannya. Namun bukan Lee Ha Na namanya jika ia tidak bisa melawan ketakutannya sendiri demi mendapatkan apa yang diinginkan.


Mampukah ia melakukan apa yang ingin dilakukannya?. Dan apa yang sudah direncanakannya?


"Kau tahu dimana aku bisa menemui orang pada photo ini?" Lee Ha Na berbisik pada seorang wanita dengan menunjukkan foto seseorang pada ponselnya.


"Kau bisa menemuinya dilantai 3" wanita muda dengan pakaian yang menggoda itu menunjukkan dimana letak seseorang yang sedang dicari oleh Lee Ha Na.


"Terima kasih atas informasimu" Ha Na mencoba mengukir senyum dibalik masker hitam yang menutupi hampir sebagian wajah cantiknya. Sengaja ia lakukan itu agar tak ada yang mengetahui dirinya. Akan sangat bahaya bagi Ha Na jika ada yang menyadari keberadaan dirinya apalagi ditengah berita yang mengatakan jika dirinya telah membawa seorang lelaki ke kamar hotel.


Tepat didepan pintu lift yang baru saja terbuka di lantai 3. Lee Ha Na melihat seorang wanita yang sangat ia kenal ada disana. Wanita itu bergelayut dengan manja pada lengan lelaki dengan perawakan yang cukup tinggi namun sudah sangat berumur.


Lee Ha Na membelalakkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang sedang disaksikannya. Melihat itu membuat darah pada setiap tubuhnya berdesir seolah membawa emosinya yang akan meledak ledak.


Sekali lagi wanita Lee itu sedikit bersyukur dengan masker yang menyembunyikan wajahnya itu. Ia bisa dengan lebih leluasa mendengar pembicaraan wanita muda dan cantik yang sedang bermanja mesra pada lelaki yang sudah cukup bangka dihadapannya itu.

__ADS_1


Lee Ha Na sengaja sedikit lebih mendekat dibelakang kedua orang itu agar ia bisa lebih jelas lagi mendengar apa yang dibicarakan.


"Paman tenanglah, tunggulah aku beberapa bulan lagi, aku akan menyerahkannya pada lelaki itu setelah itu paman bisa menikahiku" ucap wanita dengan tubuh tinggi itu pada pria bangka yang digandengnya.


"Cihhh...., keduanya bukanlah manusia, mereka adalah setan" Lee Ha Na membatin.


Dikeluarkannya ponsel yang ia simpan pada saku jaket kulit berwarna coklat yang ia kenakan. Mencoba untuk merekam gambar dan pembicaraan kedua manusia yang membuat emosinya membuncah hingga ke ubun ubun.


Sialnya ketika ia mencoba untuk merekam sebuah panggilan dari Park Jimin masuk pada ponselnya. kemudian kedua orang yang ingin direkamnya pergi menghilang dibalik sebuah pintu yang ada di lantai 3 itu.


Lee Ha Na lantas mengangkat panggilan dari Park Jimin dengan sedikit umpatan keluar dari mulutnya karena Jimin telah menggagalkan kegiatannya.


"Kau dimana?" belum sempat Lee Ha Na bicara ia sudah diberondong pertanyaan oleh Park Jimin begitu saja. Sepertinya Park Jimin benar benar mengkhawatirkan dirinya. Itu terbukti dari nada suara Park Jimin.


"Kau merusak kegiatanku Park Jimin" kesal Lee Ha Na.


"Kegiatan apa?, apa yang kau lakukan?, cepat keluarlah, aku menunggumu diluar, kau jangan gegabah Lee Ha Na"


"Gegabah apanya, rencanaku gagal. Memangnya kau ada dimana sekarang?"


"Kau di......"


Tut.. tut.. tut..


Park Jimin memutuskan sambungan telepon diantara mereka berdua dengan begitu saja. Tanpa mendengar apa yang akan Ha Na katakan selanjutnya.


"Dasar lelaki tidak sopan" Lee Ha Na mengumpat kesal lagi. Disimpannya ponsel yang barusan ia pegang dan kembali masuk kedalam lift untuk keluar dari gedung tempat ia berada.


Benar saja, begitu Ha Na keluar dari gedung tersebut ia dengan jelas melihat mobil Park Jimin sudah terparkir disana. Tanpa banyak berpikir ia masuk kedalam mobil itu dimana Park Jimin ada didalamnya sedang menunggu dirinya.


"Kenapa kau kemari?" tanya Lee Ha Na pada lelaki Park itu sambil membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya.


"Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau bisa segegabah ini eoh?"

__ADS_1


"Ini tak seperti yang kau fikirkan, aku hanya ingin mencari tahu sesuatu saja. Lee Ha Na berbohong.


"Kau pikir aku percaya padamu umh?, kau pikir aku percaya begitu saja?, lalu apa gunanya ini?" Park Jimin mendekatkan dirinya ke Ha Na, menelusupkan jemarinya pada balik Jaket yang Ha Na kenakan kemudian menarik pistol yang Ha Na sembunyikan tepat dibalik jaketnya.


Awalnya Lee Ha Na sempat bingung dengan apa yang akan Park Jimin lakukan padanya. Ia telah sempat mengira jika Park Jimin ingin melakukan hal yang gila padanya didalam mobil.


"Aku.... aku..." Ha Na bingung harus menjawab apa. Disamping itu wajahnya juga telah memerah karena sudah salah mengira.


"Heiii, kenapa wajahmu memerah seperti ini heh?" menyadari perubahan wajah Lee Ha Na membuat Park Jimin menaik naikkan sebelah alisnya mengedik mata menggoda pada Ha Na. "Kau ingin aku melakukan sesuatu padamu?" bisik Park Jimin tepat disebelah telinga Ha Na. Membuat wanita Lee itu sedikit bergidik dan malu.


"Kembalikan pistolku" Lee Ha Na merebut kembali pistol yang Jimin keluarkan dari balik jaketnya sekaligus mencoba mengalihkan pembicaraan Park Jimin.


"Kalau aku tidak mau mengembalikannya?"


"Terserah kau saja" kemudian Lee Ha Na melepas jaket yang dikenakannya. berada didalam mobil Park Jimin yang sempit membuatnya gerah terlebih lagi lelaki Park itu telah menggodanya. Tak perduli seberapapun AC mobil Park Jimin yang menyala ia tetap merasa gerah.


"Wowww, kau benar benar ingin menggodaku nona Lee?"


"Tutup mulutmu itu tuan Park Jimin yang terhormat" kesal Ha Na. "Lebih baik sekarang kita menunggu seseorang keluar dari gedung ini, aku akan memberi kejutan untukmu" lanjut Ha Na lagi.


"Kejutan, kejutan apa yang sedang kau coba siapkan untukku?"


"Bukan aku yang menyiapkannya, tetapi sebuah kebetulan"


"Aihhh.., kau membuatku semakin penasaran nona Lee" Park Jimin kembali mendekatkan lagi dirinya pada Ha Na. bibirnya mencoba menyentuh bibir Lee Ha Na. Sepertinya ia telah terbiasa ingin melakukan itu. Apalagi saat tiada penolakan yang ia terima dari wanita Lee itu.


Ketika keduanya sedang asik berkelana pada kegiatan mereka. Lee Ha Na masih bisa melihat orang yang ia tunggu keluar dari gedung. Ia lantas menjauhkan wajahnya dari Park Jimin membuat lelaki Park itu sedikit kecewa.


"Lihat itu" Lee Ha Na mengarahkan wajah Park Jimin pada orang yang dimaksud. Kemudian ekspresi lelaki Park itu berubah seketika menjadi bak petir yang siap menggelegar. Ia emosi dan mengepalkan tinju.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


LOVE LOVE

__ADS_1


Author: Ameera Limz


__ADS_2