Still Loving You

Still Loving You
BOCAH KECIL


__ADS_3

Entah racun cinta semacam apa yang ditebarkan oleh Ha Na?, bertahun tahun menghabiskan waktu untuk membuang perasaan, nyatanya Jeon Jung Kook tetap saja merindu pada sosok cantik yang bahakan tak tahu keberadaannya.


Kalau boleh jujur. Ia tak sekedar merindu pada Ha Na, ia juga merindukan sahabatnya, sahabat yang ia kenal dengan baik semenjak mereka sama sama dibangku sekolah dasar.


Bertahun tahun seharusnya banyak hal yang berubah, Kim Namjoon sudah beristri dan mempunyai putri blasteran yang berusia 7 tahun, keponakannya bahkan juga sudah memiliki putri yang usianya lebih hampir enam tahun. Kim Eun Seo sudah menikah dengan Jung Hoseok. Dan ia?, ia masih terkurung dengan perasaan yang tak pasti.


***


"Sayang, nanti setelah pulang tunggu ibu yang menjemputmu, jangan mencoba ikut pada orang tak dikenal" Ha Na mencoba mengingatkan Jiseok.


Akhir akhir ini Ha Na sering dibuat tak tenang, pasal anaknya yang setelah pulang sekolah sering bertemu seseorang asing yang tak ia ketahui.


"Ibu, dia orang baik. Kenapa gara gara itu ibu jadi berlebihan seperti ini?" Jiseok menunduk sebal dikursinya, sementara Ha Na melotot tajam pada Jiseok yang suka tak menurut. "Turunlah, kita sudah sampai" perintah Ha Na ketika mobilnya berhenti tepat di depan gerbang sekolah Jiseok.


"Baiklah bu"


"Ingat apa yang ibu katakan?" lagi lagi Ha Na mengingatkan. Membuat Jiseok semakin sebal lantas turun dengan cepat dari mobil dan menutup pintunya dengan cukup kasar dan berlari menuju halaman sekolah.


"Yaampun, anak ini, benar benar menuruni sifat ayahnya" Ha Na menghembus nafas kasar melihat ulah anaknya. Ia menjadi begitu protektif hanya karena ia tak ingin terjadi apa apa pada Jiseok. Hanya anak itu semangat hidupnya.


Mengijak kembali pedal gas mobilnya, Ha Na dan mobilnya melaju memecah jalanan kota, menuju Butik yang baru dirintis dengan sendiri.


Ya, Ha Na tetap menjadi seorang model, akan tetapi ia mengurangi jadwal aktifitasnya di bidang itu. Ia tahu untuk saat ini ia harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk Jiseok.


***


Siang ini Ha Na memiliki banyak waktu untuk sedikit bersantai. Ia baru saja selesai membaca laporan usaha milik Park Jimin yang sekarang dikelolah oleh Jae Hyuk melalui sebuah pesan elektronik. Kemudian memutuskan untuk mencari makan siang sebelum waktu menjemput Jiseok kesekolahnya.


Sialnya ketika ingin menjemput Jiseok Ha Na harus terjebak macet karena sebuah kecelakaan. Ha Na mencoba menepikan mobinya sejenak kemudian turun. Mencari tahu apa gerangan dibalik keramaian di tengah jalan raya.

__ADS_1


"Permisi, apa yang terjadi sampai ramai seperti ini?" beruntung Ha Na sedikit banyaknya telah menguasai bahasa setempat karena memang sudah bertahun tahun ia tinggal disana.


"Seorang anak laki laki berusia sekitar 6 tahun mengalami kecelakaan karena menyebrang tidak diatas zebra cross"


Deg....


Sekitika Ha Na langsung kepikiran Jiseok, ia mulai panik dan khawatir. Belakangan ini Jiseok sering sekali berjalan jauh dari area sekolah. Karena anak itu tidak suka menunggu sampai ibunya datang.


"Lalu dimana anak itu sekarang?"


"Sudah dibawa dengan Ambulance. Kemungkinan di bawa ke Rumah Sakit terdekat"


"Terima kasih banyak atas informasinya".


Naluri seorang ibu pada diri Ha Na memaksa ia untuk segera menuju ke Rumah Sakit terdekat. Ia harus memastikan sendiri kalau anak yang kecelakaan itu bukanlah Jiseok. Dan salahnya Ha Na bahkan tidak sampai kepikiran untuk menanyakan langsung pada petugas sekolah, apakah Jiseok masih disana atau sudah pergi?. Padahal beberapa waktu lalu Ha Na sempat meminta nomor petugas sekolah setelah tragedi Jiseok yang pulang diantar orang asing.


***


Sesekali Jung Kook harus menahan rasa malunya pada seorang wanita muda yang mukin adalah guru disekolah Ha Ra. Ha Ra adalah putri dari pasangan Kim Hee Ra dan Kim Taehyung. Artinya Ha Ra adalah cucu pria tampan bernama Jung Kook.


"Jadi cucuku barusan pergi ketaman?, sendirian?" tanya Jung Kook yang terlihat cemas. Bagaimana bisa Ha Ra tidak menunggu dirinya menjemput. Lain kali ia tidak akan mau menghabiskan waktu untuk menjemput Ha Ra, sekalipun keponakannya bersujud dan bersimpuh meminta bantuan seperti ini lagi.


Jung Kook segera berlari kedalam mobilnya kemudian menuju taman terdekat dengan sekolah. Meninggalkan wanita yang mungkin dia adalah salah satu guru di sekolah Ha Ra dengan sejuta pertanyaan. Bagaimana mungkin pria setampan dan semuda itu sudah menjadi kakek?, memangnya Jung Kook Vampire yang tak bisa menua?.


Jung Kook mengedarkan pandangannya ke setiap sudut taman. Mencoba mencari keberadaan Ha Ra. "Ha Ra sayang...., kenapa kau harus pergi sendirian lagi?, pasti kau sedang ingin membeli ice cream kan?, Kemana kakek akan mencarimu?" Jung Kook bicara pada diri sendiri sepanjang ia mencari cucunya yang nakal namun menggemaskan.


"Hu.. hu.. hu.. hiks....., ini sakit, sangat sakit" Jung Kook langsung meuju ke deretan pepohonan besar ketika telinganya mendengar suara tangisan anak perempuan. Dia paham betul itu adalah suara Ha Ra.


"Ini tidak akan sakit lagi kok. Aku sudah mencium bagian yang sakit itu. Pasti sebentar lagi sembuh". Sumpah demi apa Jung Kook harus menyaksikan hal itu. Dimana cucunya sedang menangis dalam pelukan seorang anak laki laki. Bahkan anak laki laki kecil itu berani mencium lutut Ha Ra yang terdapat sedikit memar setelah tersandung. Tak hanya itu, anak laki laki itu bersikap bak pria dewasa. Ia menghapus jejak air mata di pipi chubby Ha Ra kemudian mengecup pipi chubby itu dengan cepat. Belajar dari mana anak itu?.

__ADS_1


"Ha Ra kau kenapa sayang?, kenapa menangis?" Jung Kook segera berlutut dihadapan sepasang bocah kecil itu.


"Maafkan aku, karenaku Ha Ra terjatuh, kakinya jadi sakit, andai aku tidak mengajaknya kemari" sesal anak laki laki menggemaskan itu. Bagaimana mungkin Jung Kook akan marah. Melihat ekspresi wajah menyesal anak itu saja membuat Jung Kook ingin tertawa.


"Sudahlah, tidak apa apa" Jung Kook mengusap puncak kedua kepala anak anak itu dengan telapak tangannya. Sungguh menggemaskan sekali mereka berdua.


"Kakek, kakek tidak marah kan?, kaki Ha Ra sakit, bagaimana mungkin kakek akan memarahiku?" Ha Ra bicara dengan polosnya.


"Tidak, kakek tidak akan marah. Tapi lain kali jangan pergi seperti ini. Tunggu ibu atau kakek yang menjemputmu disekolah. Okay?"


"Terima kasih kakek, oh iya, ini teman sekolahku" Ha Ra mengenalkan anak laki laki yang bersamanya pada Jung Kook.


"Halo, aku teman sekolahnya Ha Ra" ucap si anak laki laki dengan suara lucunya.


"Sepertinya kau bukan orang sini?" Jung Kook penasaran melihat wajah anak lelaki itu yang tidak mirip sama sekali dengan wajah masyarakat di tempat itu.


"Aku tidak tahu" dengan polosnya anak laki laki itu menggeleng. "Paman apa boleh aku pinjam handphone milik paman?"


"Kau ingin menelpon ibumu?" tebak Jung Kook sambil mengeluarkan handphone miliknya kemudian meminjamkannya.


Berikut Visual dari Park Jiseok dan Kim Ha Ra




LOVE LOVE


Author: Ameera Limz

__ADS_1


__ADS_2