Still Loving You

Still Loving You
CHAPTER 3.Gavin


__ADS_3

Sekarang jam pelajaran pak rudi,salah satu guru kiler sma garuda,pak rudi mengajar mata pelajaran matematika,salah satu pelajaran yang menangkutan bagi sebagian murid,kecuali bagi ana.


Bagi ana matematika adalah teka teki yang harus dipecahkan dan diselesaikan.ana lebih suka pelajaran matematika dibanding bahasa ingris,menurutnya bahasa ingris itu tidak konsisten,lain tulisan lain bacaan.tetapi sebagian orang ada yang menyukai bahasa ingris salah satunya gavin


Ana lupa membawa buku pelajaran pak rudi,ana disuruh meminjam buku matematika ke kelas lain.kata rahma yang belajar matematika hari ini kelas XI ipa 4.ana lansung menuju ke sana,tapi ana lupa bahwa dia tidak punya teman disana,ia canggung meninjam kepada orang yang belum dikenalnya.tapi mau tak mau,canggung tak canggung ia harus meminjam buku itu demi matapelajaran favoritnya,dan demi tidak dimarahi oleh pak rudi.


Kebetulan kelas XI ipa 4 gurunya belum masuk,ana memberanikan diri untuk masuk,dengan tangan dan kaki yang gemetaran.


"permisi,ada yang bawak buku matematika?" tak ada jawaban


"permisi,ada buku matematika ga?"tanya ana pelan,mungkin tidak kedengaran oleh  siswa kelas XI ipa 4,karna suasana kelas ribut


"PERMISI TEMAN TEMAN,ADA YANG BAWA BUKU MATEMATIKA GAA?"tanya ana lebih tegas,dengan emosi yang lebih tinggi,karna dari tadi diacuhkan saja.setelah ana menanyakan itu,semua mata melihat ke ana,seakan ana adalah lelucon.


"lo mau apa tadi?"tanya siska,salah satu fans beratnya gavin,satu satunya cewek yang punya bulu mata terbadai di sma garuda


"pinjam buku matematika,ada ga?"


"kalo ada kenapa?kalo ga ada gimana?" kali ini siska berdiri dari bangkunya dan menghampiri ana


"kalo ada boleh pinjam ga?"tanya ana pelan

__ADS_1


"gaa" kali ini jawaban siska lebih sadis  dan seakan mengintropeksi ana


"kalo gaa ada ga papa kok,makasih yaa,gue pergi dulu" siska menahan ana


"gue mau nanya sama lo.lo anak baru yaa?"dijawab anggukan oleh ana


"lo tadi kan yang bentak bentak gavin?lo mau eksis dengan cara gitu?norak banget sih lo,dasar ga tau diri anak baru jugaa"bentak siska.ana menghela nafas


"maaf yaa,saya kalo mau eksis ga perlu kayak gitu.saya bisa eksis melalui prestasi saya.saya sekolah untuk cari prestasi bukan sensasi.bukan dengan make up ke sekolah ala ala kondangan,atau dengan cara yang kamu bilang tadi"


"lo tu yaa...dasar ga tau diri lo!" siska mencoba menampar ana dengan tangannya,tetapi tangan siska ditahan oleh tangan kekar milik gavin.bukan hanya siska yang kaget tetapi ana juga.


"lo mau ngapain?mau ngebuly orang?" tanya gavin dingin.siska terdiam


"gue ga mau ikut campur urusan lo,tapi lo udah bikin ini jadi urusan gue" siska syok kenapa gavin tiba tiba bela cewek baru ini,apa gavin suka sama cewek ga tau diri ini?


"vin masudnya apa?"tanya siska pelan


"lo udah halangin jalan gue,dan ini cewek ada urusan sama gue" gavin menarik ana menjauh dari kelas dan meninggalkan siska diam membeku


Ana berusaha melepaskan gengaman tangan gavin,yang sangat kuat.

__ADS_1


"is lepasin..merah gini,lo tu maunya apa sih?" ana melihat tangannya yang merah akibat ulah gavin tadi


"eh cewek stres,gue barusan nolongin lo,lo ga ada terima kasihnya dikit yaa"


"makasih buat apa?makasih buat ini?" ana menunjukan lengannya yang merah ke depan muka gavin,mungkin hanya berjarak 20 cm.gavin mendorong kepala ana dengan jari telunjuknya


"karna gue udah nolongin lo tadi,dan lo udah bikin mood gue pagi pagi jelek,lo harus lakuin sesuatu buat gue"


"gaa,gue gaa mau!"


"eh cewek stres,lo harus mau.kalo gaa mau lo bakal tau akibatnya nanti karna sekarang lo berurusan sama gavin nikola"


"apaan sih lo,kok maksa.pertama lo tadi pagi udah bikin baju gue kotor,kedua lo bilang gue cewek stres,ketiga lo udah bikin tangan gue merah gini,keempat lo masih mau bikin gue dalam masalah apa lagi?"


"ambil tas gue di meja pak rudi"jawab gavin dingin


"ga!!gila lo yaa"


"lo udah nambah satu dosa lagi.gue bakal nunggu lo di kantin belakang,ga peke lama"gavin pergi meninggalkan ana yang berusaha menahan emosinya tetapi gagal


"itu cowok otaknya miring kali yaa,seenak jidat nya aja ngomong pake memerintah gue lagi,emangnya dia siapa?kenapa dia ga suruh orang lain aja,kenapa harus gue?punya dendam pribadi apa dia sama gue?harusnya kan gue yang marah.tapi kok malah jadi gini.aduh Grace alfiana lo harus sabar,kalo lo marah marah bisa kriput.sabar ana sabar ana" ana berusaha menstabilkan emosinya

__ADS_1


__ADS_2