
"Sayang kau sudah beres dengan kopermu?" Kim Taehyung masih terlampau sibuk berleyeh leyeh diatas tempat tidur. Matanya fokus pada layar gawai dalam genggaman. "Ya..., kau mengabaikanku?" kali ini Kim Hee Ra sungguh habis kesabaran. Sedari tadi ia mencoba untuk mengajak bicara suaminya namun tanpa jawaban.
Kim Taehyung sungguh nampak begitu serius menatap pada layar ponselnya. Ada sesuatu yang ia lihat sehingga benar benar tak mendengar ocehan istrinya sedari tadi. Sepertinya pria itu begitu menyukai atau menginginkan apa yang sedang diperhatikannya pada layar ponsel.
Kim Hee Ra mulai jengah, ia dengan begitu tak sopan merebut ponsel dalam genggaman suaminya. Bukannya marah malah Kim Taehyung terlihat memelas. Membuat Kim Hee Ra mulai curiga dengan gelagat suaminya.
"Apa yang kau lihat sampai mengabaikan aku yang sedang bicara eoh?" Hee Ra masih bertanya seraya berkacak pinggang, ia masih belum melihat pada ponsel yang berhasil direbutnya.
Reaksi yang mencurigakan, Kim Taehyung menahan laju air ludahnya kemudian menggigit bibir bawahnya sendiri. Matanya memperlihatkan ekspresi permohonan.
Karena curiga akhirnya Hee Ra mengecek dengan sendiri apa yang dilihat suaminya sehingga berekspresi seperti itu.
"Ini apa?" Hee Ra menatap bingung gambar potongan buah buahan yang menyegarkan, kebanyakan adalah buah buhan pada iklim tropis, tak hanya buah juga ada wadah yang berisikan semacam saus pada gambar itu.
Ya, pasangan Kim ini sedikit aneh. Bukankah sudah dijelaskan jika mereka menikah karena benih yang sudah tertabur. Nah, kali ini Kim Taehyung mendapat ganjaran ulahnya sendiri.
"Kau tahu kan aku sudah sangat lama tinggal di Indonesia?" Kim Taehyung bertanya balik. "Itu namanya rujak, aku sudah beberapa kali memakan itu. Entah kenapa hari ini aku sangat ingin memakannya. Sangat sangat ingin, rasanya aku ingin menangis jika tak mendapatkannya" Taehyung memanyunkan wajahnya. Sungguh menggemaskan.
Gajaran yang didapati oleh Kim Taehyung adalah ia yang merasakan bagaimana rasanya mengidam di saat istrinya yang berbadan dua.
Hee Ra menutup mulutnya tak percaya. Ia ingin tertawa ketika mendapati wajah memelas suaminya. Benar benar menggelitik perasaannya.
"Kau aneh, mana ada orang yang menjualnya disini" Hee Ra kembali tergelak ketika akhirnya secara berulang melihat ekspresi sedih Kim Taehyung, mata suaminya bahkan sudah berkaca kaca karena kecewa. "Mandilah dulu, aku akan menyiapkan kopermu dan menyiapkan sarapan" Hee Ra melempar ponsel suaminya keatas ranjang yang empuk.
Sementara Kim Taehyung masih pada ritual mandi, Hee Ra sudah selesai mengemasi koper suaminya untuk kembali ke Indonesia. Mereka akan menetap di Indonesia karena Kim Taehyung harus mengurusi usahanya disana.
"Ini sudah selesai" Hee Ra menutup rapat resleting koper milik suaminya. Segera menuju dapur untuk menyiapkan makanan yang sebenarnya sudah masak sedari tadi. Ia hanya perlu memindahkannya pada wadah penyajian.
Sebut saja bibi An, asisten rumah tangga di kediaman keluarga Jeon. Sedari tadi ia kebingungan melihat nyonya mudanya menahan senyum sendiri tanpa henti. Seperti orang yang begitu bahagia.
"Nyonya, nyonya baik baik saja kan?" tanya bibi An pada Hee Ra.
"Ah, aku baik baik saja bi. Ha.. Ha.." Pada akhirnya Kim Hee Ra kembali tergelak mengingat betapa lucu suaminya pagi ini. "Bi, laki laki yang mengidam disaat istrinya hamil itu benar benar ada kan?"
__ADS_1
"Ada, bahkan anak laki laki bibi juga pernah mengalami hal itu ketika istrinya hamil"
"Benarkah?"
"Heem" bibi An mengangguk. "Apa jangan janagan tuan sedang mengalaminya?" tebak bibi An.
"Sepertinya begitu bi, dia mengidam makanan yang bisa ditemui di Indonesia, beruntung hari ini kami akan kembali kesana"
"Kasihan sekali tuan, dia harus menunggu cukup lama untuk bisa sampai di Indonesia dan bisa mendapatkan keinginannya"
"Ya sudah bi, bibi bantu selesaikan ini ya. Aku mau kekamar menyiapkan pakaian yang akan ia pakai" Hee Ra menyerahkan masakannya pada bibi An untuk segera di tata keatas meja.
Kim Hee Ra kembali ke kamar mereka. Namun ia menemukan suaminya masih belum keluar dari kamar mandi. Memutuskan dirinya untuk mengecek sendiri apakah suaminya baik baik saja atau justru menangis di kamar mandi karena keinginannya belum tercapai?.
"Kenapa lam..." kalimat dari bibir Hee Ra tertahan. Yang ia temukan adalah suaminya yang sedang mencoba melilitkan handuk pada area pinggang sambil bercermin. "Kenapa lama sekali?" Kim Hee Ra mencicit begitu pelan. Pemandangan di depan mata sungguh diluar bayangannya. Tak hanya sekali ia melihat tubuh shirtless itu, rupanya Hee Ra masih sering terkaget melihat pemandangan seperti itu.
Baru saja akan menutup pintu kamar mandi, Kim Taehyung malah menarik istrinya untuk masuk kemudian mengunci pintu kamar mandinya.
"Yakk, ini membuat bajuku basah" Hee Ra protes ketika kemeja biru laut yang ia pakai harus basah karena titik titik air dari tubuh sang suami. Tubuh basah Kim Taehyung mencoba memeluk dirinya.
"Dengan cara apa aku membantunya?, aku bikinkan teh hangat untuk mengurangi mual sementara waktu, nanti sebelum ke bandara kita mampir ke tempat kerja ayah Choi untuk meminta obat" Hee Ra terlihat khawatir memperhatikan suaminya yang merengek seperti itu. "Sekarang keluar dari sini dan berpakaianlah"
"Bantu aku satu lagi" Taehyung kembali merengek. Sepertinya Hee Ra yang harus bersabar menuruti keinginan suaminya.
"Apa yang bisa kubantu?"
Kim Taehyung menyeringai "Bantu bunuh hasratku, kau tahu sudah berapa minggu aku menahan?" bisik Taehyung pada istrinya. Ia duduk pada closet kemudian mencoba mensejajarkan kepalanya pada area perut Hee Ra, menempelkan telinganya disana kemudia berucap "Anak appa pasti rindu kan pada appa?".
Antara ingin tertawa dan menitihkan air mata bahagia rasanya. Sunggu Hee Ra merasa itu begitu manis ketika suaminya mencoba berlaku seperti demikian. Dan ingin tertawa karena Taehyung bebicara dengan suara yang manja. Jauh berbeda dengan Taehyung saat bicara dengan suara normal yang sedikit Baritone.
"Appa ini masih pagi, aku masih belum merindukan appa" lucunya Hee Ra menjawab demikian, seolah olah yang menjawab itu adalah seonggok daging didalam sana.
Kim Taehyung mendongak pada wajah istrinya "lalu bagaimana jika Eomma yang merindukan appa untuk minta di sentuh?". Berhasil, Kim Taehyung berhasil membuat Kim Hee Ra mati kutu.
__ADS_1
***
Indonesia lebih pagi dua jam dibanding Korea.
Menjadi CEO Norevus resort tentulah memberikan lebih banyak waktu untuk bersantai. Berbeda dengan menjadi pemilik dari JEON GROUP yang banyak menyita waktu dibalik meja kerja dan tak jarang harus terjun langsung ke lapangan bermain dengan panasnya terik mentari.
Menikmati waktu pagi di tepi pantai adalah sebuah pilihan yang bagus untuk menenagkan pikiran. Membuang beban beban yang tak diperlukan.
Jeon Jung Kook berjalan di bibir pantai, kaki telanjangnya disapa oleh ombak tipis lautan. Pasir pasir halus menyelip dari selah selah jari kakinya.
Sementara matanya mengitari pemandangan sekitar menikmati betapa indahnya pemandangan. Sebelum akhirnya mata bermanik hazel itu terfokus pada sebuah tebing dengan pampas liar dan ilalang. Akan sangat menyenangkan menikmati pemandangan laut dari atas sana.
Lelaki Jeon baru saja akan menuju ke arah tebing yang tak begitu tinggi itu. Matanya menemukan punggung seorang wanita menuruni tebing. Sepertinya wanita itu sangat cantik. Sayangnya Jeon Jung Kook tak dapat melihat wajah dari wanita tersebut.
"Ah, ponselku" Jung Kokk meraih ponselnya yang berdering di saku celana.
"Yoboseo...."
"......."
"Kenapa kau tak menginap di rumah sepupumu saja?"
"......."
"Nee, aku paham. Akan kusiapkan kamar untukmu" itulah kalimat akhir Jung Kook dengan seseorang. Sebelum akhirnya ia memutar balik untuk kembali ke resort.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Bonus foto Kim Taehyung, biar ambyar hati kalian 🤣🤣🤣
LOVE LOVE
__ADS_1
Author: Ameera Limz