
Beruntung sekali selama ini Jeon Mi Kyung dirawat oleh orang yang tepat, sebuah keluarga yang tidak memiliki keturunan sebelumnya dan mereka begitu menyayanginya layaknya anak kandung yang terlahir dari darah mereka.
Jeon Jung Sik menitihkan air matanya, air mata itu adalah air mata bahagia, hari yang dinatikannya sejak sekian tahun akhirnya nyata, putri kecilnya yang dulu menghilang kini sudah berada didepan mata, kebahagiaannya membuncah sampai sampai sulit untuk diungkapkan.
Jeon Jung Kook tersenyum melihat ponakan kecilnya itu, matanya berbinar berkaca kaca menahan laju air matanya yang hendak jatuh.
"Terima kasih banyak tuhan, kau mendengar semua harapanku" Jeon Jung Sik menjadi kian tak sabar untuk menghampiri putri kecilnya itu.
Kemudian Jeon Mi Kyung menyadari keberadaan kedua orang laki laki itu, ia terdiam menatap penuh rindu pada sosok yang jadi pertanyaannya sejak lama.
Mi Kyung kian tak bisa menahan tangisnya, kerinduannya membuat pertahanannya kian meruntuh, ia ingin keluarga utuhnya. ia ingin memeluk ayah dan pamannya itu.
"Mari kita hampiri mereka nak" ajak dokter Choi menyadari apa yang diinginkan putrinya. Kemudian ia mendorong kursi roda Mi Kyung menuju kedua laki laki yang sedang berdiri menantikannya.
"Selamat siang ayah, selamat siang paman" Jeon Mi Kyung menyapa dengan lembut kedua laki laki itu, membuat kedua orang itu berhambur memeluknya secara bergantian, sungguh momment momment seperti ini adalah yang diinginkan oleh ketiga orang yang sudah terpisah sejak lama itu.
"Anakku, Jeon Hee Ra" masih memeluk Mi Kyung tuan Jung Sik menyebut nama kecil Jeon Mi Kyung sebelum menghilang dan sebelum ia lupa ingatannya.
"Ayah....., benarkah ini ayahku?" Mi Kyung menangis menjadi jadi membuat suasana menjadi kian pecah oleh suara tangisan dari pelepasan rasa rindu itu.
Cukup lama mereka melepaskan kerinduan satu sama lain, hingga akhirnya Mi Kyung bertanya sesuatu "Apa aku masih punya ibu?".
Jeon Jung Kook juga kakaknya Jung Sik terdiam, mereka baru menyadari sesuatu, bagaimana bisa mereka melupakan seseorang yang begitu penting dalam momment pertemuan mereka. Bukankah selama ini mereka terus berusaha mencari keberadaan putri mereka demi wanita itu. Wanita yang bertahun tahun dirawat karena koma merindukan putrinya.
Ya, Nyonya Jeon, istri dari tuan Jeon Jung Sik sekaligus ibu dari Jeon Hee Ra/Jeon Mi Kyung, juga kakak ipar dari Jeon Jung Kook.
" Masih nak, ibumu masih ada, ia ada disini sekarang" terang Jeon Jung Sik.
__ADS_1
"Dimana ibu ayah?, kenapa aku tidak melihatnya?, kenapa ibu tidak ikut dengan kalian?" Mi Kyung bertanya seolah tak sabaran untuk bertemu meskipun ia lupa bagaimana wajah ibunya.
"Ibumu dirawat dirumah sakit ini juga nak" dokter Choi mencoba menjelaskan.
"Dirawat?, kenapa?, ayah, bawa aku bertemu ibu sekarang, aku ingin melihatnya, aku rindu ibuku meski aku tak ingat wajahnya" pinta Jeon Mi Kyung.
"Ibumu cantik nak, sama sepertimu, ayah akan membawamu bertemu ibu sekarang" jawan Jeon Jung Sik dengan sebuah senyum dibalik tangisan bahagianya.
Dengan isyarat mata dokter Choi setuju dengan apa yang dikatakan oleh tuan Jeon Jung Sik.
Kemudian mereka berempat berjalan masuk kegedung rumah sakit, menyusuri lorong demi lorong sebelum akhirnya sampai tepat di depan ruang rawat nyonya Jeon.
Jeon Jung Kook membukakan pintu ruangan dimana kakak iparnya berada, kemudian mereka semua masuk kesana.
Lee Ha Na terkejut ketika tiba tiba ada orang yang membuka pintu ruangan nyonya Jeon. Ya, seperti janjinya pada nyonya Jeon waktu itu, akhir pekan ia akan mengunjunginya, dan kebetulan sekarang adalah akhir pekan. Jadi ia menepati janjinya.
Mi Kyung terlihat bingung, kenapa bisa ada Lee Ha Na disana bersama seseorang ibu, apakah mereka sepasang ibu dan anak?. Lalu kenapa kedua ayah dan pamannya membawanya kesana?.
"Mi Kyung.., paman, kenapa Mi Kyung bisah bersama paman?" tanya Ha Na bingung.
Kemudian Jeon Jung Sik hanya tersenyum, sementara itu nyonya Jeon sudah berderai air mata, ikatan batin seorang ibu dan anak sungguh tak bisa dipungkiri, begitu melihat Mi Kyung ia bisa dengan mudah mengenalinya hanya dengan sekali lihat saja. Jeon Mi Kyung adalah putrinya yang ia rindukan.
"Bibi, kenapa bibi menangis?" tanya Ha Na heran begitu melihat situasi yang begitu membingungkannya. ia benar benar tak mengerti semuanya.
Jeon Jung Kook berjalan lebih dulu menghampiri Lee Ha Na yang sedang kebingungan, "nona Lee, kami sangat berterima kasih padamu, semua juga berkat kau, berkat aku mengikutimu aku bisa bertemu keponakan kecilku lagi dengan cara yang tak terduga, keluarga kami telah utuh" ucap Jeon Jung Kook.
"Maksudnya apa?, aku tidak paham maksudmu tuan, Paman maksud semuanya ini apa?" Ha Na kembali bertanya pada Jeon Jung Sik Sugar Daddynya yang dengan senang hati membiayai semua kebutuhannya juga ibunya.
__ADS_1
"Berkat aku mengikutimu, akhirnya aku bisa bertemu Jeon Mi Kyung, Mi Kyung adalah Jeon Hee Ra, keponakanku yang hilang sejak kecil" Jeon Jung Kook menjelaskan semuanya hingga Ha Na benar benar bisa memahami segalanya.
"Jadi Jeon Mi Kyung adalah putri dari Paman dan bibi Jeom yang hilang?" tanya Ha Na lagi memastikan apa yang ada dipikirannya.
Jeon Jung Kook mengangguk mengiyakan pertanyaan Ha Na.
"Syukurlahhhhh, aku turut senang, bibi Jeon, akhirnya bibi Jeon bertemu Hee Ra" ucap Ha Na bahagia diiringi tumpahnya air mata kebahagiaannya, menandakan bahwa ia benar benar tulus.
"Semua berkatmu nona Lee" ucap Jeo Jung Kook.
Sedangkan Jeon Mi Kyung menemukan jawaban pertanyaannya, Lee Ha Na dan nyonya Jeon bukanlah sepasang anak dan ibu, tetapi nyonya Jeon adalah ibunya, ibu yang ia rindukan dan selalu ia bayang bayangkan sosok wajahnya sejak lama.
Ha Na bergerak dari posisinya berdiri, ia berjalan menghampiri Mi Kyung yang masih di kursi rodanya, kemudian ia mengambil alih kursi roda itu dan mendorong Mi Kyung untuk menghampiri nyonya Jeon yang terlihat begitu ingin memeluk Mi Kyung, rindunya telah terobati, nyonya Jeon langsung merasa seolah ia benar benar telah sehat, Mi Kyung adalah obat dari sakitnya selama ini.
"Putriku, kemarilah nak, aku merindukanmu?" benar benar diluar dugaan semuanya, nyonya Jeon turun dari bad rawatnya dan bisa berjalan dengan benar sehingga ia bisa menghampiri Mi Kyung lebih dulu. Sungguh mukjizat tuhan telah melengkapi kebahagiaan keluarga itu sekarang.
"Terima kasih tuhan, kau telah tunjukkan keagunganmu pada keluarga yang sejak lama saling merindu ini, aku turut bahagia dan bersyukur atas semuanya".
Lee Ha Na
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Gak bosan bosan author ingatkan, habis baca jangan lupa jejak 😊😊 jejak berupa vote, comment dan like nya. Terima kasih 🙏🙏🙏
LOVE LOVE
Author: Ameera Limz
__ADS_1