Still Loving You

Still Loving You
CHAPTER 4 Gavin lagi?


__ADS_3

Ana kembali ke kelasnya tetapi jam mata pelajaran favoridnya sudah habis.ada perasaan kesal,senang,semua nya bercampur kesal karana ulah gavin,senang karna ia tidak jadi dimarahi pak rudi karna tidak dapat meminjam buku matematika pada kelas lain.


Rahma yang pertama kali menyadari kedatangan ana di kelas ana,rahma lansung menanyakan dari mana saja ana,tetapi malahan dibalas ana dengan helaan nafas.


"kenapa sih lo na? Kenapa lo ga masuk tadi? Ohya gue baru inget,karna lo ga masuk kelas tadi lo disuruh ke ruang pak rudi,sekarang" jelas rahma,ana tidak membalas pertanyaan pertama dan kedua,yang ana pikirkan adalah kalimat ketiga rahma


"hah?lo serius?" dibalas anggukan oleh rahma


"yaudah gue kesana dulu yaa,makasih ma" ana pergi meninggalkan kelas dan menuju ke ruang pak rudi dengan lari.sesampai di pintu ruang pak rudi ana menabrak keisya yang baru saja keluar dari ruang pak rudi


"ana lo dari mana aja?" tanya keisya keras,bisa dibilang teriak. Ana menutup mulut keisya dengan telapak tanggannya


"ssstt...kecilin suaranya dikit" yang dibalas anggukan oleh keisya.ana melepaskan tanggannya


"sekarang jawab" keisya


"ceritanya panjang" ana


"singkat!"perintah keisya


"jadi tadi gue pergi ke kelas XI ipa 4 buat pinjam buku,trus sampai disana ada satu cewek yang bikin masalah sama gue trus dia..."


"pasti itu siska,cewek ganjen.lanjutkan!" ana menggeleng kepala karna kelakuan temannya ini


"keisya bisa denger gue cerita dulu gak?"


"iyaaa,yaudah lanjut,penasaran nih"


"dia mau napar gue" ana nutup mulut keisya dengan tangannya, sebelum keisya mengeluarkan sesuatu yang pedas di mulutnya


"tapi ditahan sama gavin" kali ini ana tidak bisa menahan keisya


"OMG ANA,LO SERIUS?TRUS TRUS?" ucap keisya heboh


"trus dia narik gue ke koridor,dan lo tau dia ngapain?" tanya ana


"ngapain?" tanya keisya balik,dengan wajah kayak habis nonton film korea yang abis kiss


"dia nyuruh gue buat ambil tas dia di meja pak rudi" jawab ana malas,keisya membubarkan lamunannya tadi

__ADS_1


"pasti dia bikin masalah tu,trus lo kesini buat ambil tas dia?" tanya keisya


"ya ga laa,gue kesini dipanggil pak rudi karna pas jam pelajaran bapak tu gue gaa balik balik"


"ooo...tapi lo harus tetap ambil tasnya gavin,kasihan tau,gue bantuin.yaudah sana masuk" keisya mendorong ana ke ruang pak rudi,ana masuk ke ruang pak rudi.sedangkan keisya memikirkan cara bagaimana cara mendapatkan tasnya gavin.


Setelah ana keluar dari ruang pak rudi,sudah ada orang yang menunggu ana diluar,siapa lagi kalo bukan keisya,sekarang keisya menjelaskan prosedur bagaimana cara menggambil tas gavin dari pak rudi.


"gimana na,lo udah ngerti kan?" tanya keisya setelah menjelaskan panjang kali lebar


"key kok lo baik banget sih sama dia?temen lo habis ditindas loh sama dia" ana menggeluarkan wajah kasihannya


"iya dong pasti,gavin itu kan temennya calon imam gue,abang dimas" ana merinding mendengar kata kata alay keisya,sebelum keisya melajutkan perkataannya ana memilih untuk pergi dari sini.tetapi diberhentikan oleh keisya


"mau kemana ana?jangan bilang lo mau kabur" ana hanya cenggigisan mendengar peryataan keisya


"ga boleh!ayo kita laksanakan rencana pertama kita" jawab antusias ana,yang dibalas anggukan kepala malas dari ana.


🌷🌷🌷


Ana lelah berlari dari ruang pak rudi ke kantin belakang,dikarenakan ide konyolnya keisya


"woi cewek stress sini!"


"woi cewek sress" ana merasa ada suara,ana mencoba mencari asal suara itu,dan ia menemukan orang yang dia cari cari,dan orang yang bikin hidupnya dalam masalah hari ini.


Ana melempar tas gavin ke depan mukanya,dan kebetulan sekarang masih jam pelajaran jadi tidak ada murid yang lalu lalang di sekitar kantin.kalau misalnya ada pasti kejadian ini bakalan jadi masalah baru lagi buat ana


"bisa biasa aja ga ngasihnya?"tanya gavin


"udahkan?gue mau balik dulu ke kelas.dan gue harap ini jadi pertemuan kita terakhir,biar gue ga terlibat lagi dalam masalah gara gara lo!" jawab ana dengan nada yang tinggi


"lo yakin mau balik ke kelas?gue saranin sih ga usah.ntar lo capek"jelas gavin


"masud lo apa?"tanya ana,gavin malah menaikan kedua bahunya,yang artinya 'tidak tau'


"lo pasti bahongin gue kan,gue ga bakalan percaya sama lo!"ana meninggalkan gavin


"kita liat aja ntar pasti balik lagi" gavin melihat punggung ana yang menjauh.

__ADS_1


Apa yang dikatakan gavin benar ana balik lagi ke gavin,dengan muka marah,kasihan,dan penasaran


"kenapa balik lagi?" tanya gavin dengan santai,padahal gavin sudah tau jawabannya


"pintunya kok dikunci?trus gimana mau ke kelas?" tanya ana


"ga tau,gue pergi dulu yaa..ohya ntar pintunya bakalan dibuka pas jam istirahat ke dua dan lo harus siap siap lari setelah pintunya dibuka,karenaa.." gavin menjeda perkataannya


"ini kantin cowok" gavin memajukan wajahnya ke depan wajah ana,gavin ketawa melihat ekspresi ketakutan ana.tidak mempedulikan ana gavin memanjat pagar yang ada di belakang kantin,ana masih mematung mendengar perkataan gavin tadi,dan tak lama ana sadar dari lamunannya melihat gavin yang sedang memanjat pagar


"eh lo mau kemana?" tanya ana


"cabut" gavin


"trus gue gimana?gue ditinggal sendiri disini gitu.tega banget lo jadi cowok" gavin memberhentikan kegiatan memanjatnya sebentar,lalu menoleh ke ana


"emangnya lo mau ikutan cabut juga?" tanya gavin menggoda


"hmm.....yaaa gaa laa! Lo gila yaa" jawab ana gugup,karna tak tahan melihat tatapan mata gavin,seolah menusuk dan bikin hati adem


"yaudah" gavin melanjutkan kegiatan memanjatnya yang terhenti tadi


"gitu doang?gue lari lari dari ruang pak rudi ke kesini,dan gue menggorbankan mental gue,cuman gara gara tas cowok bencong ini? Asli nyesel gue" cerocos ana


"apa lo bilang tadi?cowok bencong?" tanya gavin,gavin melompat dari pagar ke depan ana padahal ia sudah hampir berhasil untuk kabur


"iya,cowok bencong,cowok budek,cowok mata katarak,cowok otaknya miring,dan banyak lagi.semuanya ada di lo!" ucap ana setengah teriak


"eh cewek stres,mau lo apa?"tanya gavin emosi


"gue mau ke kelas,gue ga mau tinggal disini!" balas ana


"mau lewat mana?mau manjat?" gavin menoleh ke pagar yang ia panjat tadi,dan kemudian kembali menatap ana


"emang ga ada cara lain?" tanya ana lembut


" GAA!!gimana lo ikut gaa?" balas gavin.ana masih berfikir


"kalau masih mikir gue tinggal,kalo ada guru yang datang lo bakalan dibawa ke ruang kepala sekolah trus lo dihukum deh,mau lo?"

__ADS_1


"gue ikut" jawab ana spontan


__ADS_2