Still Loving You

Still Loving You
MISI


__ADS_3

Didalam pesawat menuju ke Seoul Korea


"Ha Na, apa kau tak berniat untuk berhenti menjadi simpanan tuan Jeon?" Tanya Park Jimin pada Lee Ha Na yang sibuk memandang kearah luar kaca jendela pesawat. Jimin sengaja mengambil penerbangan yang sama dengan Lee Ha Na. Sedangkan Namjoon dan adiknya Eun Seo masih menikmati liburan mereka di New York sekaligus menunggu proses persiapan pernikahan antara Namjoon dan kekasih bule nya selesai. Tidak mudah untuk mengurus prosedur pernikahan antar negara yang berbeda.


"Kau pikir aku mau berlama lama untuk menjadi simpanannya?" jawab Lee Ha Na tanpa memalingkan wajahnya dari apa yang sedang ia lihat.


"Lalu kapan kau akan berhenti?" tanya Jimin lagi.


"Aku sedang mengumpul uang untuk bisa mengembalikan semua yang telah ia keluarkan untukku selama ini" Ha Na menatap kearah Park Jimin. "Dan aku sedang memikirkan bagaimana cara agar aku bisa bebas dari masalah ini, makin kemari dad..., maksudku paman Jung Sik makin berbeda, dulu saat Jeon Hee Ra belum ditemukan ia sama sekali tak berniat menyentuhku atau tak memintaku terlalu sering menemaninya, ia seolah menganggapku putrinya. Sekarang, sekarang ia berbeda, ia lebih sering memintaku untuk menemaninya, dan ia juga sudah berulang kali mencoba melakukan apa yang ingin ia lakukan" Lee Ha Na menjelaskan, matanya seolah menerawang pada saat kejadian yang ia maksudkan.


"Aku punya cara untuk masalahmu" Jimin bersuara, mencoba memberikan solusi pada Ha Na.


"Cara apa?" tanya Ha Na bingung.


"Tuan Jung Sik mungkin akan berhenti jika keluarganya tahu soal itu"


"Kau gila, aku tidak mungkin membiarkan keluarganya tahu, kau tahu betul kan bagaimana dekatnya aku dengan keluarga mereka?"


"Heuhhhh.., aku tahu kau tak akan bisa menyakiti hati orang lain, lalu apa kau berfikir tentang dirimu sendiri?" tanya Jimin dengan seriusnya. "Cobalah sekali saja kau pikirkan nasibmu dan juga ibumu, kau pikirkan bagaimana perasaan ibumu jika akhirnya ia tahu ada sesuatu diantara kau dan tuan Jeon Jung Sik".


Kemudian Lee Ha Na hanya diam, suasana diantara mereka menjadi sunyi, jika saja di pesawat itu ada hewan semacam jangkrik pasti hewan itu akan berbunyi untuk memecah kesunyian.


"Aku tahu Lee Ha Na, kau pasti tak ingin keluarga Jeon tau tentangmu, tapi aku yakin betul yang menjadi pertimbanganmu pasti adalah Jeon Jung Kook, setiap kali kau bicara tentangnya kau selalu memperlihatkan ekspresi yang berbeda, apa tak ada sedikitpun ruang untukku" batin Park Jimin. "aku akan membuatnya tahu agar kau bisa terbebas dari tuan besar Jeon, dan agar laki laki itu berhenti mengejarmu juga" Jimin merencanakan sesuatu.


Park Jimin bukan orang yang bodoh, ia tak akan mudah untuk tertipu, ia selalu bisa mengetahui yang sebenarnya sekalipun Ha Na berbohong maka ia bisa melihat jawaban sebaliknya dari mata Lee Ha Na.


***


Pesawat yang ditumpangi oleh Lee Ha Na dan Park Jimin mendarat dengan baik ditanah Korea.


Ha Na yang tertidur tak menyadari jika mereka sudah sampai pada bandara Incheon.


"Lee Ha Na, bangunlah, kita sudah tiba" Park Jimin mengguncang tubuh Ha Na yang tertidur menampakkan kelelahannya.


"Eumhhh..., Ha Na terbangun dari tidurnya

__ADS_1


"Kita sudah tiba?"


"Ia, ayo kita turun" Park Jimin menurunkan tas bawaannya dan Ha Na yang tadi diletakkan pada bagasi diatas tempat duduk.


"Terima kasih" Lee Ha Na mengambil tas bawaannya dari tangan Park Jimin.


Di luar bandara Park Jimin tengah menunggu sebuah taxi yang akan membawa mereka pulang, sementara Lee Ha Na masih duduk di kursi tunggu.


***


"Kau akan pulang kerumahmu langsung atau mau kerumahku dulu?"


"Terserah kau saja tuan Park"


"Baiklah, kalau begitu kau kerumahku saja dulu, ada yang ingin ku bicarakan denganmu"


"Bicara soal apa?" tanya Ha Na dengan mata terpejam seraya bersandar pada jendela taxi yang tertutup.


"Soal misi yang sejak lama" jawab Jimin.


***


Di markas/kediaman Park Jimin


"Kau yakin kan kita akan memulainya lusa?" tanya Lee Ha Na, Ha Na menjatuhkan dirinya pada sofa diruang tamu Park Jimin


"Apa kau pikir aku berbohong?"


"Tidak, aku hanya bertanya"


"Apa kau masih lelah?" tanya Jimin yang melihat Ha Na yang sedang begitu lelah.


"Ya, apa aku boleh istirahat dikamarmu sebentar?"


"Tentu saja, ayo" ajak Park Jimin pada Lee Ha Na. Kian hari Park Jimin dan Lee Ha Na terlihat semakin dekat, Lee Ha Na seolah makin bergantung pada lelaki tampan itu, tentunya semua itu terjadi karena Park Jimin telah banyak berperan dalam hidup seorang Lee Ha Na. Kedekatan diantara keduanya membuat orang lain seolah cemburu karena mengira pasti ada hubungan diantara keduanya.

__ADS_1


"Apa kau akan beristirahat disana juga?" tanya Ha Na penasaran.


"Bodoh, tentu saja iya" Park Jimin mengacak acak surai Lee Ha Na.


"Tidak, aku tidak mau, kalau begitu aku dikamar yang lain saja"


"Kau takut" tanya Jimin sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Aku?, Takut denganmu?, tidak sama sekali tuan Park"


"Sudahlah, aku cuma bercanda, aku istirahat dikamar sebelahnya" Park Jimin menarik tangan Lee Ha Na menuju ke lantai dua.


***


Waktu menunjukkan pukul 19.15 waktu standar Korea.


Lee Ha Na merasa begitu haus, ia bangun dari istirahatnya kemudian turun kelantai bawah untuk menuju dapur, sepertinya ia butuh minuman dingin yang menyegarkan.


Begitu Lee Ha Na menapakki kakinya satu persatu pada anak tangga ia bisa melihat Park Jimin sedang berbicara ddngan seseorang wanita. Wanita itu adalah jal*** simpanan Park Jimin. Terlihat Park Jimin sedikit menaikkan nada suaranya, sepertinya ia sedang marah pada wanita cantik itu.


"Sudah kukatakan, aku tidak akan pernah menikahimu, kau itu jal*** yang tak tahu diuntung, sudah bagus aku membiayai kehidupanmu dan keluargamu, kali ini kau sengaja tidak menggunakannya agar kau mengandung benihku lalu kau meminta pertanggung jawaban dariku kan?" Park Jimin berbicara dengan nada yang membuat wanita simpanannya itu terisak.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja, aku.. aku hanya lupa, aku tidak berharap kau akan benar benar menikahiku, tapi setidaknya kumohon uruslah anak ini setelah aku melahirkannya, dan biarkan aku kembali pada keluargaku, aku ingin menjalani kehidupan normalku, aku tidak mungkin selamanya menjadi simpananmu, hiks..."


Melihat dan mendengar pembicaraan diantara kedua orang itu membuat Lee Ha Na tak bisa tinggal diam begitu saja, bagaimanapun dia adalah seorang wanita, ia tak tega melihat wanita yang tersakiti, ia paham betul apa yang wanita itu rasakan.


"Park Jimin..., ada apa?" Lee Ha Na menghampiri kedua orang itu, dan mereka yang tak menyadari keberadaan Lee Ha Na sontak mengalihkan pandangan mereka ke Ha Na secara bersamaan.


"Ha Na kau sudah bangun?" tanya Park Jimin, dan wanita simpanan itu melihat bagaimana perubahan ekspresi seorang Park Jimin saat berbicara pada Lee Ha Na. Cemburu?, tentu saja tidak.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


LOVE LOVE


Author: Ameera Limz

__ADS_1


__ADS_2