Still Loving You

Still Loving You
CHAPTER 7 Siska vs Nabilla


__ADS_3

Ana menjelaskan semuanya dari awal hingga ia bisa kembali ke sini.


"jadi gitu ceritanya" jovanka


"gue harus gimana ni?" ana merengek ke sahabat sahabatnya


"help me....help me"


"ga bakal terjadi apa apa kok. Lo kan baru masuk aja udah jadi trending topic. Gue yakin kok lo udah kebal sama ginian" jovanka


"tenang. Masalah nenek lampir biar gue yang urus. Lo pada tinggal beres aja" ujar keisya menyakinkan,jujur ana kurang yakin dengan ide yang berasal dari keisya tapi apa boleh buat ana ngikut saja.


"awas lo aneh aneh" ancam jovanka


"gue ga janji" balas keisya yang diakhiri cekikikan


Bel masuk berbunyi.....


Semua murid sma garuda memasuki kelasnya masing masing. Ana,keisya,jovanka dan rahma kembali ke tempat duduknya masing masing.


Ana melihat ke kanan dan ke kirinya,ia mendapatkan tatapan tajam dari teman teman sekelasnya,lalu ia hanya menunduk ia takut melihat situasi ini. Rahma yang menyadiri sikap ana berusaha untuk menghibur "lo tenang aja,ga bakal terjadi apa apa kok. Kalo ada apa apa,gue yang bakal maju paling depan buat belain lo. Lo kan teman gue. Oke?"


"oke. Makasih ya ma" balas ana haru,hampir tidak terdengar


Buk rena dipusingkan dengan kelakuan murid muridnya di kelas XI ipa 4. Karna biang kerok kelas mengikuti pelajarannya,siapa lagi kalo bukan gavin and the geng.


"baiklah anak anak perhatikan ke depan,ibuk lagi menjelaskan......"


"masa depan kita berdua ya buk?" sahut dimas


"jiah. Bisa aje lu mas" cibir aldo. Yang diikuti sorakan dari semua murid


"buk masa kita belajar biologi terus,belajar balet kek buk...atau ngebatik" usul gavin lalu terkekeh


"sekalian belajar masak aja lu nyet" dimas menoyor kepala gavin yang duduk di sebelahnya


"sialan lo! Tapi boleh juga" gavin


"najis!" cibir dimas. Diikuti kekehan dari semua murid kelas.


"apaan sih lo pada,mendingan belajar make up. Ada gunannya,iya kan gils?" usul siska tak terima dengan usul gavin,bukan berarti siska tak menyukai gavin tetapi ia ingin mendapat perhatiannya gavin.


"iya bener banget sis" ucap mitha setuju dengan usul temannya itu


"cewek itu harus bisa make up buk,karna cewek itu adalah keindahan bukan kekuatan" sela menerangkan ke ibuk rena sambil berdiri di bangkunya, tetapi kata katanya,tatapan matanya menyindir nabila,nabila adalah cewek paling tomboy di kelas mereka,ia juara kelas,ia jago karate sama ekskul sama rahma. Rahma,keisya,jovanka dan ana adalah musuh siska,karna nabila dekat dengan rahma berarti nabila masuk ke bagian mereka ditambah ana dekat dengan mereka,ini buat siska semakin benci. Karna ana merepukan halangan barunya untuk mendapatkan gavin.


Nabila menghela nafas "males gue ladenin ginian" gumam nabila


"bener buk,biar tampil cantik badai kek saya"siska menghempaskan rambutnya ke sembarang arah


"this right baby" goda aldo ke siska lalu ia mengedipkan mata ke siska. Aldo adalah teman gavin,salah satu aset sekolah karna kegantengannya.


"napa tu mata lo?!kelilipan?!"ucap mitha setengah bertanya. Bukannya membalas aldo malah mengedipkan matanya lagi


"ganjen banget sih lo!" sela melemparkan pena ke muka aldo


"awww...."drama aldo,padahal ga kena. Nabila adalah salah satu cewek yang suka sama aldo,karna kelakuannya sela nabila akhirnya berdiri dari tempat duduknya lalu menunjuk sela


"woi apaan sih lo!" lalu beralih ke aldo "sakit 'akk? A'ak ga papa kan?"tanya nabila khawatir dari jauh. Nabila adalah murid berprestasi ia duduk di paling depan paling sudut,aldo adalah murid bisa dibilang nakal karna berteman dengan gavin,tetapi mereka tidak kelewatan seperti narkoba,atau lain lain,mereka tidak pernah mengomsumsi hal hal kayak gitu. Nakal ada batasnya.


"lebay banget sih lo!" sinis sela


"lo mikir dong sama kelakuan lo itu. Otak itu dipake! Ini malah ngurusin poni, SELA KAN LO JADINYA" sindir nabila. Sela diam menahan amarahnya tetapi malah siska yang maju melawan cewek tomboy satu ini


"diam lo!" bentak siska


"susah jadi cowok ganteng. Direbutin mulu"gumam aldo lalu ia memainkan rambutnya


Murid murid lain masih menonton perkalahian antara sela dan nabila,yang sudah diubah menjadi siska dan nabila,semuanya diam tak ada yang berkutip,kecuali gavin dan dimas.


Dimas menyenggol lengannya gavin yang sedang menonton drama gratis,lalu gavin menengok ke dimas dengan tatapan bertanya


"gimana kalo kita taruhan?"ada jeda "siapa diantara mereka yang terdiam,berarti mereka kalah. Siapa diantara kita yang kalah harus traktir yang menang,setuju?"

__ADS_1


"setuju. Menurut gue nabila yang menang" gavin suka dengan hal hal yang begini,tertantang.


"ya siska la,lo tau kan mulutnya siska tu kek mercun,pedas lagi. Siska yang menang" ucap dimas percaya diri


"nabila itu anak karate. Sekali aja dia keluarin jurusnya" gavin menepuk kedua tangannya "besss. Habis dia"


"lo pikir makanan. Siska menang" dimas tak mau kalah


"liat aja nanti" senyum gavin merekah  tetapi merendahkan seakan ia akan menang


"diam lo!" bentak siska


"eh sis,lo makan cabe ya? Itu bibir merah bener" sindir nabila ke siska,karna ia memakai liptint tebel banget. Bisa dibilang sindiran halus. Semua murid tertawa ada yang tepuk tangan,tepuk meja suasana kelas heboh,tak terkecuali buk rena ia juga ikutan tertawa,tetapi tetawa yang beribawa


"norak banget sih lo! Lo liat tu penampilan lo iwww...." siska melihat nabila dari atas kebawah dengan tatapan jijik


"ini mah penampilan anak sekolahan. Nah lo.... Mau pergi kondangan lo?"


"lo tu ya!!" siska mengepalkan telapak tangannya ingin menjambak rambut cewek tomboy ini sampai botak


"apa?!ga bisa jawab" siska diam,mitha dan sela melempar kertas yang dibulat bulatin ke arah nabila. Nabila tidak mau kalah ia melempar balik hingga terjadi perang perang kertas antara mereka


Buk rena sudah keabisan akal,dari tadi ia mencoba melerai tetapi gagal, buk rena akhirnya mengambil penghapus papan lalu ia memukulkan ke papan tulis "STOP!"


Semuanya terkejut,tidak ada yang berbicara kecuali gavin dan dimas


"gue menang. Awas pura pura lupa lo" ancam gavin pada dimas dengan wajah penuh kemenangan


"bacot"


Semua melihat ke arah papan tulis, sumber suara itu berasal. Semua diam sampai buk rena mengambil perintah


"berdiri kedepan!" buk rena menunjuk siska dan nabila, mereka berjalan bersamaan


"udah siap bertengkarnya?!" tanya buk rena tegas


"belum buk" jawab mereka serentak


"ga semua murid kok buk. Kan masih ada saya,murid paling teladan" timbal gavin,ia berusaha mencairkan suasana


"teladan dari hongkong" cibir aldi,salah satu anak teladan kelas. Dan korban gavin,ia disuruh nyatet catatan gavin dan bikin tugasnya gavin,dan ia anak OSIS.


"sirik aja lo" umpat gavin tak terima


"malahan kamu lebih parah gavin nikola. Bisa dibilang kamu itu senior dari ni mereka berdua"ucap buk rena sambil menunjuk siska dan nabila


"ibuk mah suka bener" ucap gavin malu malu. Semua kembali tertawa. Sedangkan buk rena berdiri tegak melihat murid muridnya tertawa. Tidak beberapa lama tertawa mereka pun mereda semuanya terdiam


"kalian berdua. Berdiri disini sampe jam ibuk abis!"  perintah buk rena


"uh untung" ucap nabila,karna pelajaran buk rena akan berakhir 10 menit lagi


"setelah jam ibuk abis nantik kalian bersikan toilet sampe bersih" tambah buk rena karna ini pelajaran terakhir


"hah?" mereka berdua terkejut


"yakali buk,ntar kuku saya rusak gimana buk? Ga mau ah!" protes siska  sambil melihat kuku mengkilaunya


"ganti deh buk, bau tau buk" protes nabila


"iya buk" siska setuju dengan ide nabila


"tapi masih bauan dia sih buk" gumam nabila


"apa lo bilang?!"


"budek lo ya?"


"ngajak beramtem lo?!" siska menaikan lengan baju,ia sudah siap bertempur dengan cewek tomboy ini


"ayo!"tantang nabila


Buk rena meurut dahi kepalanya yang terasa pusing sekali sekarang,sebabnya karna kelakuan dua murid cewek bandelnya

__ADS_1


"sekarang kalian bersihin toilet ini sampai bersih. Nanti ibuk bakalan cek!" perintah buk rena


"buk ga bisa gitu diganti hukumannya buk?" mohon nabila,yang dibalas anggukan dari siska


"kamu pikir ini pelajaran bahasa indonesia. Ada negoisasinya"jawab buk rena tegas


"kali aja ada keajaiban buk" jawab nabila,buk rena hanya tersenyum menyakitkan untuk yang melihat


"ibuk jangan galak galak dong buk,ntar keriput. Liat tu buk,ibuk aja udah keriput" ucap siska,lalu ia bersiap siap kabur mengambil pel sebelum ibuk rena mengamuk. Buk rena meninggalkan mereka berdua dengan hukumannya,ia sudah pusing meladeni mereka berdua berantem mulu kek tom&jery


"dosa apa saya tuhan,dapet murid kek gini"gumam buk rena frustasi


Siska dan nabila membagi tugas masing masing,siska bagian ngepel nabila bagian nyikat WC. Bukan berarti mereka sudah damai tetapi ini satu satunya cara agar hukuman mereka cepat selesai


"eh liat tu masih kotor,Yang bener dong bersihinnya" perintah siska


"lo kerjain aja tugas lo!dari tadi itu mulu yang lo kerjain"


"tau ah. Capek tau! Nih lo kerjain"siska melempar pel ke nabila"gue mau istirahat!" siska bersandar ke tembok


"awas lo ya!"gumam nabila hampir tidak kedengar


"damn"umpat siska. Nabila puas bisa ngerjain siska,ia nyiram air bekas nyikat wc ke siska,abisnya dia malah nyantai nyantai,bukannya kerja


"mampus...lo liat tu muka lo!belopotan hahaha" tawa nabila pecah melihat make up siska luntur,mukanya hitam hitam gara gara mascaranya. Siska tak bisa menahan emosinya lagi tangannya sudah gatal ingin menjambak rambut nabila. Siska mendekat ke arah nabila dengan tatapan dingin


"eh lo kenapa?jangan deket deket gue... Lo mau ngapain? Lo mau perkosa gue?oh no!"nabila mendadak drama,ia melipat kedua tangannya di dada,seakan ingin melindungi tubuhnya.


Akhirnya siska menjambak rambut nabila,nabila tidak mau kalah ia juga menjambak rambut siska. Mereka akhirnya berperang jambak jambakan.


Mereka masih larut dalam perperangan itu,siska melihat ember yang disiram oleh nabila tadi masih berisi air bekas nyikat WC, siska mengambil ember itu lalu menyiram ke nabila,kini giliran siska yang tertawa puas


"sialan lo!" umpat nabila


"emang enak?!"


"menurut lo?!" nabila mengambil gayung berisikan air lalu menyiram ke siska,siska tak mau kalah ia juga menyiram nabila. Mereka berperang siram siraman tak peduli toilet makin kotor gara gara ulah mereka


Gayung yang berada di tangan siska sudah penuh terisi air,ia sudah siap siap menyiram ke nabila. Siska menyiram ke nabila tetapi nabila malahan ngindar,yang kena impasnya adalah sosok perempuan galak,siapa lagi kalo bukan buk rena


"kiamat" ucap siska penuh penyesalan. Rasanya menelan ludah pun susah,rasanya tenggorokannya perih,begitu pun nabila yang menyasikan adegan tegang barusan


"SISKAAAAA!!" teriak buk rena dengan suara 6 oktafnya


"aww sakit buk"rengek mereka secara bersamaan buk rena menjewer telinga mereka berdua


"kalian ibuk suruh bersihin toilet,ini malah bikim kotor,sama sama baju ibuk lagi"


"baju ibuk mirip toilet sih" ceplos siska


"apa kamu bilang?!" buk rena makin memperkuat jewerannya


"sakit buk" rengek mereka lagi. Buk rena yang kasihan akhirnya melepaskan jeweran mereka,mereka masih sibuk mengelus elus telinga mereka bekas jeweran tadi


"sakit tau buk. Telinga saya ga bersalah buk,yang salah siska buk" adu nabila


"kok gue?"


"lo kan yang nyiram"


"siapa suruh lo ngindar"


"hukum aja tu siska buk"kompor nabila


"sudah!sudah! Dua duanya salah!"ucap buk rena tegas


"kalian bersihin ini sekarang. Ibuk awasin kalian disini." perintah buk rena "cepat tunggu apa lagi" buk rena melihat kedua muridnya yang masih terdiam


"iya buk,galak amat" ceplos nabila. Buk rena membesarkan matanya sudah bersiap siap'memangsa' korbannya.


"kabur" teriak mereka bersamaan,lalu mereka berlari  arah kamar kamar kecil toilet


"kenapa hidup saya gini gini amat ya,dapet murid kayak gitu. Bisa bisa stres saya" gumam buk rena frustasi

__ADS_1


__ADS_2