Still Loving You

Still Loving You
PERGI


__ADS_3

du.. du.. du..


Author gaje balik lagi nihhhhh, semoga kalian suka ya sama ceritanya. Part ini bercerita kisah cinta Paman dan keponakan.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


"Cinta bisa membuatmu gila. Membuatmu sampai salah langkah"


Jeon Jung Kook


"Jangan bersikap seperti ini" lelaki itu memeluk tubuh Jeon Hee Ra dari arah belakang.


"Lepaskan" Jeon Hee Ra mencoba melepaskan tangan Jeon Jung Kook Jeon


sedang melingkar diperutnya.


"Bisakah kita tetap seperti ini?"


"Apa maksudmu paman?" cicit Hee Ra.


"Bisakah kita tetap diam diam seperti ini?"


"Seperti apa?"


"Bisakah kau tetap menyukaiku" ucap Jeon Jung Kook yang masih menempelkan kepalanya pada bahu keponakannya itu. "Aku akan mencoba mencintaimu"


"Tidak, ini tidak benar paman. Apa yang terjadi padamu?"


"Kita akan pergi dari rumah itu". Apa yang terjadi dengan Jeon Jung Kook sebenarnya?. Kenapa dalam waktu semalam ia bisa berubah seperti itu?. Jangan katakan dia mulai menyerah untuk mencintai Ha Na. Atau itu adalah caranya untuk benar benar melupakan wanita Lee itu. Sama seperti yang Ha Na coba lakukan. Jika benar begitu sungguh apa yang dilakukan Jung Kook tidaklah benar. Bagaimana bisa ia membawa keponakannya sendiri untuk terlibat pada hal itu.


"Tidak paman. Aku tidak bisa" tolak Jeon Hee Ra. Meski sedikit perasaannya seolah berkata "Ayo paman, aku mau".


"Kenapa tidak bisa?, sedangkan selama ini kau bisa mencintaiku bukan?"


Jeon Jung Kook benar benar tidak bisa menerima penolakan dari keponakannya itu. Ia membalik tubuh Jeon Hee Ra untuk menghadap padanya.


"Aku memberimu waktu satu minggu untuk memikirkannya. Jika kau setuju maka pulanglah. Aku akan membuat alasan pada ayahmu untuk membawamu kuliah ke Singapur"

__ADS_1


"Aku tidak mau. Kenapa paman tidak mencoba pergi sendiri?, carilah wanita lain paman. Aku tidak ingin semakin jauh. Kau tahu paman?, aku merasa bodoh mencintaimu. Aku ingin mengakhiri kebodohanku" Jeon Hee Ra semakin menangis menjadi jadi.


"Ayolah sayang. Kalau boleh jujur pun paman menyukaimu?" Ucap lelaki Jeon sambil menangkup wajah cantik keponakannya itu.


Apa ini?. Ini bukan kebohongan kan?. Seorang Jeon Jung Kook juga memiliki rasa untuk keponakan sendiri. Gila, ini tidaklah benar.


Jeon Hee Ra masuk kedalam pelukan paman tampannya itu. Membenamkan kepalanya pada dada yang bidang Jungkook.


"Apa paman yakin dengan yang paman ucapkan?" ucapnya yang masih menunduk dalam pelukan Jeon Jung Kook.


"Sekarang lihat aku sayang" Jung Kook membawa wajah Hee Ra untuk menatap padanya. "Apa kau menemukan kebohongan diwajahku"


"hmm" Hee Ra menggeleng.


Cup....


Hal gila apa lagi yang dilakukan Jeon Jung Kook?. Sefrustasi itukah ia tak bisa mendapatkan Lee Ha Na hingga memilih untuk membangun cinta yang salah. Bukankah seharusnya ia berjuang lebih dulu untuk mendapatkan wanita Lee itu?. Entahlah, sebenarnya apa yang sedang lelaki Jeon itu pikirkan.


Anehnya kali ini Jeon Hee Ra tak memberontak sedikitpun. Berbeda dengan yang dilakukannya ketika Jung Kook menciumnya malam itu. Hingga ia merasa terbuai untuk menikmati.


Kemudian Jung Kook melepaskan persatuan diantara mereka berdua. Membuat gadis Jeon itu sedikit menunduk malu dan salah tingkah.


"Persetan dengan itu semua sayang, jangan perdulikan soal salah dan benar" Jung Kook kembali membawa gadis Jeon itu kedalam pelukannya kemudian mencium puncak kepala Jeon Hee Ra yang seharusnya ia perlakukan seperti anaknya.


***


"Sayang, kau sudah pulang?" nyonya Jeon menghampiri putrinya yang baru saja pulang bersama dengan adik iparnya.


"Ya ibu" Jeon Hee Ra berlari memeluk ibunya dari arah belakang.


"Kenapa kau jadi manja sekali?" nyonya Jeon tanpak bingung melihat putrinya yang bersikap lebih manja dari biasanya. Sementara Jeon Jung Kook duduk pada kursi minibar yang ada di dapur rumah mereka. Memperhatikan wanitanya sedang bermanja pada kakak iparnya.


"Dia berakting dengan sangat baik" Batin Jung Kook ketika melihat wanitanya itu bermanja pada nyonya Jeon. Padahal ketika di komplek pemakaman dengan jelas tadi ia mendengar jika Jeon Hee Ra merasa asing pada keluarga mereka.


"Ibu, apa aku boleh meminta sesuatu?" ucap Jeon Hee Ra yang masih memeluk pinggang ibunya yang tengah menyiapkan makan malam. Gadis itu menempatkan kepalanya pada bahu ibunya.


"Ada apa sayang?, lepaskan dulu pelukanmu. Kau membuat ibu susah untuk bergerak. Ibu masih harus menyiapkan makan malam. Sebentar lagi pasti ayahmu pulang"

__ADS_1


"Ayah akan pulang?. Baguslah kalau begitu aku akan bicara nanti saja sekalian menunggu ayah aku akan pergi mandi" gadis Jeon itu melepaskan pelukannya. Berjalan meninggalkan dapur.


Begitu Jeon Hee Ra pergi meninggalkan dapur Jeon Jung Kook pun juga ingin ikut pergi.


"Adikku, kau juga pergilah mandi. Sebentar lagi kita makan malam bersama" perintah nyonya Jeon pada adik iparnya itu.


"Baiklah kak. Kalau begitu aku kekamar dulu".


Nyonya Jeon tidak merasa aneh sedikitpun melihat putrinya yang pulang secara bersamaan dengan adik iparnya. Padahal ia melihat tadi kedua orang itu pulang sambil berpegangan tangan. Ia hanya menganggap itu hal biasa saja. Padahal saat Jeon Hee Ra pergi ia dengan jelas menolak untuk diantar oleh Jeon Jung Kook.


***


Di meja makan keluarga Jeon sedang sibuk menikmati makan malam mereka sendiri.


"Ekhem" Jeon Jung Kook berdehem mencoba memberi isyarat pada Hee Ra untuk mulai bicara. "Sayang, bukannya tadi ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" tanya Jung Kook sambil memandang Jeon Hee Ra yang duduk di seberangnya berbataskan meja makan.


"Benarkah?, apa yang anak ayah ingin katakan?" sahut Jeon Jung Sik yang ikut menatap kearah putrinya.


"Ayah berjanji akan mengabulkan keinginanku bukan?, selama ini aku tidak meminta apapun dari ayah dan ibu. Hanya saja kali ini aku ingin ayah dan ibu mengizinkanku untuk menempuh bangku kuliah di Singapur" Jeon Hee Ra mencoba memberanikan dirinya menyampaikan keinginannya itu.


"Apa?, Singapur?, apa kau yakin nak?" tanya Jung Sik.


"Heem, aku yakin ayah. Aku ingin mencari pengalaman baru"


"Tapi jika kau disana siapa yang akan menjagamu nak. Kau itu anak perempuan. Ibu tidak mungkin membiarkanmu sendiri di sana. Apalagi kita tak punya siapa siapa di negara itu" nyonya Jon seolah tak ingin melepas putrinya.


"Kakak, bukankah kita punya satu cabang perusahaan disana?. Bagaimana kalau aku yang akan mengolahnya. Dengan begitu Hee Ra akan tinggal berasamaku. Aku akan menjaganya. Dan aku juga perlahan akan mengajarkannya bisnis" kali ini Jeon Jung Kook mulai angkat bicara.


"Tapi bagaimana dengan perusahaanmu disini?" tanya Jung Sik.


"Kakak. bukankah kakak bisa mengutus seseorang untuk mengurusi perusahan yang kakak berikan padaku?. Perusahanku masih di Korea. dengan begitu kakak kan bisa untuk sesekali mengeceknya. Tidak seperti yang ada diluar, kakak hanya mengeceknya sekali dalam setahun". Wahhh, pandai sekali seorang Jeon Jung Kook mencari alasan. Dia benar benar sudah berniat membawa pergi keponakannya.


Lalu apa yang akan mereka lakukan jika mereka hidup bersama hanya berdua?


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


LOVE LOVE

__ADS_1


Author: Ameera Limz


__ADS_2