Still Loving You

Still Loving You
GADIS BERPAYUNG DAN ...


__ADS_3

Setelah turun dari mobil milik Jung Kook, Lee Ha Na berjalan menyusuri trotoar, hatinya sakit, perasaannya sedih, kalau boleh jujur ia sebenarnya mempunyai satu rasa yang berbeda semenjak bertemu dengan Jeon Jung Kook di Coffee Shop, tapi malam ini ia benar benar sakit. Pasalnya orang yang ia sukai itulah yang membuatnya sakit, karena masalah yang disebabkan oleh Park Jimin semua jadi seperti itu, tapi tetap saja Lee Ha Na tak bisa untuk menyalahkan Jimin sepenuhnya, semua juga berawal dari keputusannya menerima tawaran dari Jeon Jung Sik si Sugar Daddynya itu, semua masalah kenapa saling berkaitan seperti itu?.


Tak ingin pulang dalam keadaan menangis akhirnya Lee Ha Na memutuskan untuk berjalan jalan sebentar sekedar menenangkan diri, yahh, walaupun jalan jalan yang dimaksud itu hanya sekedar menyusuri trotoar khusus pejalan kaki yang tepat berada disisi jalan raya.


Suara gemuruh petir tiba tiba terdengar bersahut sahutan, kilatan kilatan cahanyanya juga bergantian menembus langit malam, rintik rintik kecil air hujan dari langit mulai turun menyapa bumi. Belum sempat Lee Ha Na berlari mencari tempat berteduh seperti halte Bus tiba tiba saja serangan hujan yang jauh lebih deras membasahi tubuh Lee Ha Na. Ia merasa percuma jika harus mencari tempat berteduh lagi, toh pakaian dan tas bawaannya sudah kepalang basah untuk apa lagi ia berteduh?.


Tak Ha Na hiraukan lagi hujan yang mengguyur tubuhnya, ia masih saja berjalan dengan santai ditengah derasnya hujan malam itu. Berharap hujan yang membasahinya ikut melunturkan beban pikirannya yang makin hari makin berbelit belit bak benang kusut.


Seorang gadis sebaya Lee Ha Na tiba tiba memayungi tubuh Ha na yang sudah basah itu.


"Hei, kalau ingin sakit jangan main hujan hujanan seperti ini, lebih baik kau lukai saja dirimu sendiri" gadis itu tersenyum pada Ha Na, mau tidak mau Lee Ha Na sedikit menyunggingkan senyumannya.


"Kenapa kau memayungiku?" tanya Ha Na.?


"Supaya engkau tidak kebasahan"


"Kau lihat diriku, aku ini sudah kepalang basah" ucap Ha Na.


"Aku tak perduli" jawab gadis itu santai, "Siapa namamu?" dengan senyum hangatnya gadis berpayung itu mengulur tangannya mengajak Lee Ha Na berkenalan ditengah hujan.


"Aku Lee Ha Na, kau bisa panggil aku Ha Na" dijabat balik tangan gadis tersebut oleh Lee Ha Na.


"Aku Jeon Mi Kyung" mata gadis berpayung itu berbinar saat ia memperkenalkan dirinya, dan Lee Ha Na sempat terdiam ketika memandang mata gadis itu, mata itu seperti ia kenal, mata itu mirip sekali dengan mata seseorang, tetapi mirip dengan mata siapa?

__ADS_1


"Senang bisa mengenalmu Jeon Mi Kyung" Ha Na tersenyum.


"Aku juga, kau mau kan jadi temanku?" tawar gadis itu dengan senyum ceria, sepertinya ia memang gadis yang selalu ceria seperi itu.


"Tentu saja"


"Aku sudah harus pulang, kalau aku pulang terlalu larut takutnya ibu panti akan marah, kau pakailah payungku, aku sudah hampir sampai" Mi Kyung menyerahkan gagang payungnya pada Ha Na.


"Terima kasih Mi Kyung, tapi aku sudah tidak perlu payungnya, aku sudah basah" tolak Ha Na.


"Kau bilang kau akan jadi temanku, teman tidak akan pernah menolak bantuan dari temanya bukan?"


"Baiklah, akan aku kembalikan esok hari" Ha Na menyerah, "Kalau boleh tahu dimana kau tinggal?"


***


Lee Ha Na masih berdiri ditempatnya, kemudian sebuah mobil berhenti tepat disisi jalan disamping Lee Ha Na. Ha Na yang mengenal mobil siapa itu langsung berjalan menjauh dengan langkah cepatnya sebelum si pemilik mobil keluar.


"Lee Ha Na tunggu" cegah laki laki itu tapi tak dihirau oleh Ha Na. ia malah semakin mempercepat langkahnya.


Langkah Lee Ha Na terhenti ketika tiba tiba laki laki tersebut menarik tangannya dengan cukup kuat dan membuat Lee Ha Na terkejut kemudian payung yang ia pegang pun terjatuh dan sedikit melayang ketengah jalan.


Laki laki itu menarik Lee Ha Na dan kemudian memeluknya.

__ADS_1


"Lepaskan aku, apa yang kau lakukan?" teriak Lee Ha Na.


"Maafkan aku" ucap laki laki tersebut.


"Lepaskan aku, atau aku akan berteriak?" ancam Lee Ha Na, beruntung Lee Ha Na belum menguasai bela diri jika saja ia sudah mahir maka laki laki itu sudah pasti dihajar olehnya.


"Tidak akan sebelum kau memaafkanku" kekeuh sekali laki laki tersebut.


"Tidak ada yang perlu kumaafkan, memangnya kau salah apa padaku?" Lee Ha Na masih bicara dengan nada suaranya yang tinggi, ia masih berusaha mendorong tubuh laki laki yang mendekapnya itu, sialnya laki laki itu lebih kuat, sekalipun Lee Ha Na meninju dada yang bidang itu tak juga bisa membebaskannya dari dekapan laki laki tersebut.


"Katakan jika kau memaafkanku" Lelaki itu masih berharap Lee Ha Na memaafkannya tetapi Lee Ha Na hanya bungkam. "Katakan kalau kau memaafkanku" lanjut laki laki itu menunggu jawaban dari Lee Ha Na.


"Apa kau gila?, apa masalahmu denganku?, lagipula apa ini caramu meminta maaf pada orang lain?" Lee Ha Na melepas paksa dirinya dari laki laki itu kemudian pergi begitu saja.


Laki laki tersebut sempat terdiam mendengar apa yang Lee Ha Na katakan terakhir kali, kemudian ia berlari lagi mengejar Lee Ha Na.


Dan.........


Apa yang terjadi selanjutnya?


***************************************


LOVE LOVE

__ADS_1


Author: Ameera Limz


__ADS_2