
"Keputusan dimana kau kira akan mengubah hidupmu namun ternyata keputusan itu adalah awal kehancuran hidupmu yang sesungguhnya, lantas apa yang akan kau lakukan? "
Lee Ha Na
"Jangan harap kau bisa kabur Lee Ha Na" laki laki yang menarik tangan Lee Ha Na tersenyum dengan senyum seringai menakutkan membuat Lee Ha Na bergidik.
"Tuan, kenapa kau menculikku?, aku salah apa padamu?" Lee Ha Na memelas berharap laki laki itu iba padannya lalu membiarkannya pergi namun hal itu percuma.
"Aku mohon lepaskan aku tuan" sedikitpun tak ada belas kasihan dari laki laki itu untuk Lee Ha Na.
"Tidak akan sebelum kau menjelaskan apa hubunganmu dengan CEO Jeon grup?" bukan melepaskan genggamannya pada tangan Lee Ha Na justru laki laki itu makin mencengkram kuat tangan Lee Ha Na dan membuat Lee Ha Na meringis.
"CEO Jeon grup?, aku tidak tahu siapa itu" Lee Ha Na berkata jujur, ia memang tidak tahu kalau Jeon Jung Sik Sugar Daddynya itu adalah CEO dari perusahaan property terbesar benama Jeon grup.
"Baiklah kalau kau masih mau merahasikannya, lalu aku mau tanya apa kau kenal orang ini?" lelaki itu menunjukkan sebuah photo pada Lee Ha Na melalui handphone mahal dengan logo buah miliknya.
Lee Ha Na tak mampu untuk menjawab, ia hanya bisa diam menyembunyikan hubungannya dengan orang pada photo itu.
Ia bingung apa hubungan laki laki yang menculiknya itu dengan Jeon Jung Sik, kenapa ia begitu ingin tahu tentangnya.
Melihat Lee Ha Na masih bungkam dan tak ingin menjelaskan apapun membuat laki laki itu geram, dicengkram nya erat rahang Lee Ha Na hingga meninggalkan bekas memerah, lalu ia mendorong dan menghempaskan Lee Ha Na dengan kasarnya keatas ranjang dengan seprei berwarna hitam polos tanpa motif itu.
Ketika tubuhnya benar benar terhempas diatas kasur, Lee Ha Na memundurkan dirinya mencoba menjauhi laki laki yang baru saja menyakitinya itu.
"Masih tidak mau bicara?" tanya laki laki tersebut pada Lee Ha Na dengan suara angkuh.
__ADS_1
Lee Ha Na menggelengkan kepalanya pelan, air matanya menetes membasahi pipinya yang memucat entah karena hawa yang dingin atau karena takut.
Lelaki itu bringsut naik keatas ranjang dimana Lee Ha Na berada, semakin mendekati Lee Ha Na dan membuat Lee Ha Na takut.
"Kau jangan takut gadis cantik, aku tidak akan pernah menyakitimu jika saja kau mau beri tahu apa hubunganmu dengan Tuan Jeon Jung Sik" bukannya membuat Lee Ha Na tenang justru kalimat laki laki itu membuat Lee Ha Na semakin takut hingga tak mampu berkutik.
"aku.., aku tidak ada hubungan apa apa tuan, aku mohon lepaskan aku, biarkan aku pulang" Lee Ha Na menangis mengiba namun percuma.
"Gadis kecil ini, kau sangat keras kepala sekali rupanya" lagi dan lagi laki laki itu dibuat kesal oleh Lee Ha Na yang tak mau menjawab. "Aku tak mengira remaja sepertimu adalah seorang jal***, wajahmu yang polos itu mampu menipu orang rupanya" ejek laki laki itu.
"Aku bukan jal*** tuan" jawab Lee Ha Na.
"Kau pikir aku percaya itu?, lalu aku harus menyebutmu apa?, jal*** kah?, atau wanita simpanan pria tua dengan dompet tebal?"
"Tidak tuan, aku tidak seperti itu"
"Tuan, apa yang ingin kau lakukan?, aku mohon lepaskan aku tuan, aku harus pulang" Lee Ha Na terisak dan terus meronta, ia berupaya mendorong tubuh laki laki itu dari atas tubuhnya tapi tenaganya tak sebanding dengan laki laki itu, sedikitpun laki laki dengan tubuh kekar tersebut tidak bergerak, bahkan saat Lee Ha Na mengigit lengan berotot lelaki itu ia tidak lantas melepaskan Lee Ha Na.
Dari sikap keras kepala Lee Ha Na itu malah justru membuat lelaki bermarga Park itu semakin agresif.
***
Lee Ha Na terbangun ketika seberkas cahaya mentari pagi yang menerpa tepat pada wajah pucatnya dari cela cela tirai jendela yang tak tertutup sempurna.
Ia merasakan sakit yang luar biasa dari sekujur tubuhnya, ingatannya kembali pada kejadian semalam dimana laki laki bernama Park Jimin berhasil merebut kesuciannya.
__ADS_1
Lee Ha Na menangis sejadi jadinya mendapati tubuhnya hanya terbungkus selembar selimut hitam tanpa helai kain lainnya.
Lee Ha Na merasakan bahwa semalam adalah awal dari kehancuran dirinya yang sesungguhnya. Jika ia tahu akan menjadi seperti ini maka ia telah sama persis dengan pe**cur pe**cur ayahnya.
Ia tak mampu lagi untuk berpikir jernih, ia lari kekamar mandi yang ada didalam kamar itu lalu menenggelamkan tubuhnya pada bathup yang terisi penuh dengan air.
Lee Ha Na merasa sangat jijik pada dirinya, ingin sekali ia menghabisi hidupnya secepat mungkin.
***
Dilain ruangan Park Jimin terlihat sangat frustrasi, bagaimana bisa ia merebut kesucian seorang gadis remaja semalam.
"Apa benar dia wanita simpanan tuan Jeon Jung Sik?, tapi jika benar ia adalah seorang simpanan kenapa ia masih seorang gadis?" Park Jimin frustrasi, ia mengacak rambutnya hinga tak beraturan lalu mengepalkan tinjunya dan meninju dinding dengan begitu kerasnya hingga buku buku jarinya memar dan lecet.
Pranggggggg......
Terdengar suara pecahan kaca dari kamar tempat Lee Ha Na tertidur, membuat Park Jimin panik dan langsung berlari kesana.
Park Jimin tidak menemukan Lee Ha Na disana, lalu dengan cepat ia melihat kedalam kamar mandi.
"Lee Ha Na?, apa yang kau lakukan?" tanya Park Jimin takut saat melihat kondisi Lee Ha Na, ia dengan cepat menarik beberapa handuk dari rak gantung dan mengangkat tubuh Lee Hana Keluar dari Bathup dan menyelimuti tubuh menggigil Lee Ha Na dengan handuk yang baru diambilnya.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
LOVE LOVE
__ADS_1
Author: Ameera Limz