Still Loving You

Still Loving You
PERUBAHAN PERASAAN


__ADS_3

"Mungkinkah kau bisa mengubah perasaanmu dalam hitungan jam?"


Lee Ha Na


"Sudah" Jawab Ha Na dengan singkatnya, kemudian Lee Ha Na membingkai senyum pada wanita simpanan Park Jimin yang sedang berusaha menghapus air matanya sendiri. Dan wanita itu juga balik tersenyum pada Ha Na.


"Ada apa ini?" tanya Lee Ha Na seolah olah dia tak tahu apapun.


"Aku... aku hanya..." Wanita simpanan itu bingung harus menjelaskannya pada Ha Na.


"Diam kau, tak usah banyak bicara, sekarang kau pergi" perintah Park Jimin pada wanita simpanannya, tangan Jimin mengarah tepat kearah pintu.


"Baiklah" jawab wanita itu yang hendak pergi sesuai perintah Jimin.


"Tunggu" cegat Ha Na.


"Ada apa Ha Na, kenapa kau menahannya?" tanya Park Jimin tidak suka.


"Aku tahu apa tujuanmu datang kemari, aku juga sudah mendengarnya" ucap Ha Na ke wanita itu. Sementara itu wanita tersebut hanya memandang tak percaya pada Lee Ha Na, ia mengira jika Lee Ha Na pasti akan ikut memarahinya sama seperti Park Jimin memarahinya, secara Lee Ha Na adalah orang yang dekat dengan pria tampan penggila sex itu.


"Kau duduklah dulu" pinta Lee Ha Na pada wanita yang masih terisak itu. "Kau kemari meminta pertanggung jawaban dari Park Jimin bukan?" tanya Lee Ha Na.


Tidak ada jawaban dari wanita itu untuk Lee Ha Na. Namun Lee Ha Na mengerti situasinya. Lee Ha Na duduk tepat disebelah wanita simpanan itu, menepuk sebelah bahu wanita tersebut dengan begitu pelan seolah memberikan sebuah kekuatan padanya.


"Tuan Park, apa kau segitu tak punya hati nya?" tanya Ha Na dengan menatap tajam pada Park Jimin.


"Ha Na, aku sudah katakan padamu aku tidak akan menikahinya" ucap Jimin.


"Apa kau tak dengar apa yang sudah ia katakan padamu?, ia tak banyak berharap kau menikahinya, ia hanya minta kau mau mengurusi anak itu setelah lahir, dan bebaskan ia setelah itu"


"Cukup Ha Na, Cukup, kau terlalu banyak mencampuri urusanku" teriak Jimin. Sementara itu si wanita simpanan hanya melongo tak percaya melihat Park Jimin membentak Lee Ha Na. Setahunya Park Jimin begitu mencintai Lee Ha Na, bahkan ketika mereka sedang merengkuh malam bersama pun Park Jimin sering keceplosan memanggilnya dengan nama Lee Ha Na.

__ADS_1


"Sudahlah nona Lee, aku cukup sadar diri, aku akan pergi sekarang" wanita itu menghentikan perdebatan antara Lee Ha Na dan Park Jimin dengan berpamitan. Ia tidak ingin menjadi penyebab keributan diantara Lee Ha Na dan park Jimin. Ia takut jika ia terus berada disana akan membuat emosi seorang Park Jimin menjadi jadi.


Lee Ha Na menatap tajam pada Park Jimin, seolah menantang pria itu, begitupun sebaliknya. Tak mereka hiraukan wanita simpan Jimin itu yang pergi dari sana.


"Kau minta aku berhenti mencampuri urusanmu, Okay, aku akan berhenti, bahkan aku tidak akan pernah menampakkan wajahku dihadapanmu lagi, soal rencana esok lusa abaikan saja, aku sudah tak perduli" ancam Lee Ha Na. "Aku ikhlas tidak membalaskan dendamku, tapi aku tidak bisa melihat wanita yang tersakiti, aku tahu betul apa yang ia rasakan sama sepertiku, apa kau akan membiarkan anak itu terlahir sama sepertiku sekarang, hidup tanpa ayah, hah.. itu sangat menyakitkan". Ha Na tertawa pahit.


Lee Ha Na baru saja akan pergi meninggalkan Park Jimin sendiri, Ha Na naik kelantai atas untuk mengambil barangnya. Sementara itu Park Jimin menghembus nafas dengan kasar, tangannya mengepal kemudian menjatuhkan tubuhnya pada sofa.


Lee Ha Na turun dengan menyeret tas koper miliknya yang ia bawa dari New York. Dan Park Jimin memperhatikan Lee Ha Na sambil mengusap wajahnya menahan kesal. Tak Ha Na hiraukan Park Jimin memperhatikannya, ia melintas begitu saja seolah tak melihat Park Jimin ada disana.


Begitu Lee Ha Na baru saja ingin membuka pintu rumah itu untuk keluar.


Greb...


Park Jimin menarik Lee Ha Na masuk kedalam pelukannya dengan paksa.


"Maafkan aku, aku terlalu emosi terhadapmu" ucap Park Jimin dengan pelan dan begitu lirih.


"Kenapa kau bicara seperti itu?" tanya Jimin tak suka mendengar ucapan Ha Na.


"Kenapa?, aku benar kan?, aku terlalu mencampuri urusanmu dan aku mengenalmu juga sebuah kesalahan besar, anggaplah selama ini kita tak saling mengenal lagi tuan Park" Ha Na kembali memegang gagang pintu, ia ingin segera keluar dari rumah itu.


"Tidak, akulah yang salah, memang tidak seharusnya aku memperlakukan wanita itu dengan kasar" jawab Park Jimin dengan rasa bersalahnya.


"Sudah terlambat, aku tidak suka berada didekat laki laki yang tak bisa menghargai perasaan wanita"


"Tidak Ha Na, Tidak, aku.. aku akan menikahinya, aku akan bertanggung jawab terhadapnya, tapi aku mohon jangan pergi menghindariku seperti ini" Park Jimin kembali menarik Ha Na untuk masuk dalam pelukannya.


"Kau tidak berbohong kan?, Tidak diakui oleh ayah kandung itu sangat menyakitkan Park Jimin, sakit sekali...." Ha Na memegang dadanya, menahan sesak mengingat bagaimana rasanya diterlantarkan oleh orangtua kandung.


"Ya, aku berjanji, tapi jangan menghindariku, aku mohon, karena aku tidak bisa hidup tanpa melihatmu" ucap Park Jimin dengan jujur.

__ADS_1


Lee Ha Na yang menunduk terisak berada didalam pelukan seorang Park Jimin hanya bisa berharap jika pria itu benar benar akan menepati janjinya.


"Sekarang aku mohon berhentilah menangis" Park Jimin menarik wajah Lee Ha Na, mengusap air mata Ha Na yang yang membasahi wajah cantiknya.


Kemudian Park Jimin menarik wajah Lee Ha Na dan mendekatkan wajahnya, menempelkan bibir Sexy dan tebal itu pada bibir Ha Na yang berwarna Cherry.


Tiada penolakan dari Lee Ha Na, merasakan hal demikian Park Jimin mengambil kesempatan untuk bisa memperdalamnya.


Lee Ha Na serasa terkena sebuah sihir, apa yang terjadi padanya?, apa ia telah membuka sedikit hatinya untuk pria sexy itu?.


"Tidak, ini tidak benar Lee Ha Na" Ha Na membatin.


Ha Na merasa seolah ada sesuatu yang menggelitik diperutnya, seperti ada ribuan kupu kupu beterbangan disana.


Apa benar Lee Ha Na sudah membagi hatinya menjadi dua?.


"Ehhh" lengguh Ha Na yang mencoba menarik wajahnya menjauhi wajah Park Jimin, melepas persatuan diantara keduanya.


Park Jimin sedikit tersenyum, "Kenapa?" tanyanya yang melihat Lee Ha Na menatapnya dalam.


"Ini tidak benar Park Jimin, sungguh tidak benar, kau berjanji akan menikahinya lalu kenapa kau lakukan ini padaku?" tanya Lee Ha Na.


"Lalu kenapa kali ini kau tidak menolakku?, apa kau sedang berusaha membuka hatimu untukku?"


"Aku.. aku.." Lee Ha Na bingung, ia tidak mengerti dengan perasaannya, kenapa perasaannya cepat sekali berubah, bahkan hanya dalam hitungan jam saja.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


LOVE LOVE


Author: Ameera Limz

__ADS_1


__ADS_2