
Kiren bangun lebih pagi dari biasanya. Melirik kearah Varo suaminya, Kiren bernafas lega karna suaminya masih tertidur pulas.
Jangan harap gue bakal ngobrol sama loe.
Masih kesal karna kejadian semalam, sebisa mungkin Kiren akan menghidar dari Varo suaminya hari ini. Turun dari ranjang, Kiren langsung melangkah keluar, masih pukul 5 pagi ternyata.
Kiren tersenyum lebar karna mengingat ini kali pertama Kiren bangun sepagi ini.
Mama pasti syok ini liat gue bangun jam segini.
Berencana mengagetkan mamanya didapur, Kiren melangkah sepelan mungkin menuju dapur. Tapi, nyatanya tidak ada satu orang pun didapur, membuat bulu kuduk Kiren berdiri seketika. Berencana kembali kekamar secepatnya Kiren langsung berbalik kebelakang tanpa kaca sepion. Alhasil tubuhnya hampir menabrak sesuatu dibelakangnya.
"ASTAGFIRULLOH..." Teriak Kiren.
Laras yang berdiri dibelakang Kiren karna kaget dengan teriakan Kiren, langsung berkacak pinggang dan siap murka. Tidak sadar jika, masker wajah berwarna ****** Laras membuat mata Kiren semakin melotot karna takut.
Tidak sadar jika itu mamanya, Kiren langsung ngacir dengan wajah panik dan takut.
Mengabaikan panggilan orang yang dikira setan, Kiren terus lari sekuat tenaga yang dia bisa menuju kamar. Setelah sampai kamar, Kiren langsung menutup pintu dengan kuat, hingga membuat seseorang yang sedang tidur nyenyak dikamar langsung tersentak kaget.
Varo hampir ingin berteriak kesal saat tau siapa lagi yang mengusik tidur nyenyaknya. Tapi, melihat istrinya memegang gagang pintu dengan nafas memburu, membuat Kerutan didahi Varo kian membanyak.
"Ren. Kenapa?" Tanya Varo sambil menggeliat dan bangun.
Kiren menoleh, melupakan tujuan utama ingin menghindar dari suami. Kiren malah melangkah mendekat dan kembali ketempat tidur. Duduk diatas ranjang dengan kaki ditekuk dibawah diduduki menghadap suaminya.
"Gue ngeliat setan tadi." Cerita Kiren masih dengan sisa-sisa nafas ngos-ngosan sambil menumpuk kedua tangannya didadanya.
"Setan?" Tanya Varo tak percaya.
"Iya setan." Seru Kiren gemas.
"Dimana?"
"Didapur. Sumpah ya, gue gak bakal bangun jam segini lagi, kalau ujung-ujungnya bakal bikin spot jantung."
"Kamu yakin itu setan?" Tanya Varo lagi dengan nada datar.
Mengangguk patuh dengan wajah polos, Kiren merubah letak duduknya menjadi bersila.
"Yakin seratus persen!! Sumpah serem banget."
__ADS_1
Mengabaikan jawaban istrinya, Varo beranjak turun dari atas kasur, buat Kiren yang duduk dari Varo langsung berteriakan heboh.
"Mau kemana?" Teriak Kiren reflek memegang ujung baju tidur Varo.
"Ketoilet." Jawab Varo malas.
"Gue ikut ya?" Tanya Kiren spontan.
"Kamu gila?" Ucap Varo kaget.
"Please. Gue iseng disini."
"Ya tuhan Kiren, gak akan ada setan jam segini." Ucap Varo kesal.
"Sumpah, tadi gue ngeliat setan. Gak percaya banget sih loe sama gue. Mukanya serem banget tau." Terang Kiren sambil menggoyang-goyangkan baju tidur Varo.
Varo mengendus kuat, melepaskan pegangan tangan Kiren dibajunya. Varo tetap beranjak turun membuat Kiren mengikutinya turun dari ranjang. Seperti anak unggas mengikuti induknya, Kiren mengekor Varo dibelakang.
Memegang gagang pintu toilet. "Kamu sengaja ngikuti saya, biar bisa liat saya mandi dikamar mandikan?" Tuduh Varo cuek.
Kiren langsung melotot mendengar ucapan suaminya. "Loe gila!!!" Teriak Kiren tanpa sadar.
"Terus apa namanya sekarang, kalau kamu terus mengikuti saya sampai kekamar mandi?" Ucap Varo santai sambil berbalik menghadap Kiren.
Mengabaikan wajah heran suaminya, Kiren langsung berbalik kearah ranjang sambil menendang-nendangkan kakinya keudara karna kesal.
Varo langsung berbalik masuk kekamar mandi meneruskan tujuan awalnya alih-alih marah dengan ucapan Kiren.
Sumpah tu papan seluncur mulutnya pedes banget sih kayak sop janda. rutuk Keren didalam hati.
......................
Kiren makan dengan wajah ditekuk, masih kesal dengan ucapan suami. Bahkan Kiren mengabaikan wajah kepo Laras yang sedari tadi bertanya Kenapa? Dengan menaik turunkan kedua alisnya. Jelas sekali niatnya menggoda Kiren.
Sedang sang pelaku yang membuat mood Kiren hancur pagi ini, malah makan dengan tenang, tanpa tersinggung sedikit pun dengan wajah masam istrinya dan kekepoan mertuanya.
Merasa dongkol karna sang suami tidak peka. Dengan tega Kiren memotong tempe dengan sadis tanpa perasaan dipiringnya.
"Itu tempe ngenes banget sih jadi pelapiasan." Seru Laras menahan senyum melihat Kiren melampiaskan kekesalannya melalu tempe sedang matanya tertuju kepada Varo.
Apa Varo gak kasih jatah pagi ini sampai buat Keren kesal. Asumsi Laras.
__ADS_1
Kiren hanya menanggapi Laras dengan lirikan malas, moodnya sedang tidak baik pagi ini. Apa lagi untuk meladeni ledekan mamanya.
Sedang Varo tetap cuek dan makan dengan tenang tanpa terganggu dengan ucapan mertua atau tingkah aneh istrinya. Sepertinya, Varo mulai terbiasa dengan keajaiban tingkah Kiren. Buktinya baru dua hari menikah, Varo tetap tenang dan kalem dengan kelakuan Kiren. Tidak ada tanda-tanda risih, terusik, bahkan kaget karna sifat Kiren itu sedikit menyebalkan dan aneh.
Sedikit banyak membuat mertuanya bernafas lega, karna tau menantunya tidak masalah dengan tingkah ajaib anak perempuanya. Coba kalau Varo jengah atau bahkan kesal dengan tingkah ajaib Kiren, bisa dijamin Laras juga rugi. Rugi karna pasti gak akan ada lagi yg mau sama anak perempuanya. Yg model cuek, kalem tapi dingin aja, gak kuat apa lagi yang biasa-biasa saja, bisa berakhir menjanda Kiren. Mit amit Seru Laras.
"Nak Varo libur sampai kapan?" Tanya Laras dengan senyuman lebar.
"Sampai besok ma." Jawab Varo.
"Kalau Kiren cuman tinggal hari ini, besok udah mulai kerja." Jelas Kiren tanpa ditanya.
"Gak ada yang nanya!!!" Ucap Laras kalem tapi terasa sadis untuk Kiren sampai membuat bibir Herman berkedut menahan senyum melihat wajah kesal Kiren dan jawaban kalem istrinya.
Pagi-pagi udah dapat hiburan.
Kiren yang mendapat jawaban tak enak dari mamanya hanya mengerucurkan bibir. Kesellllll.
"Jadi hari ini rencananya langsung pulang?" Tanya Laras.
Varo mengalihkan pandanganya dari piring kearah mertuanya bersamaan dengan Kiren yang menunduk malas.
"Varo berencana mengajak Kiren kerumah mama Isa ma!!" Jelas Varo yang langsung mendapat tatapan mematikan dari Kiren.
"Kenapa kamu gak suka diajak suami kerumah mertua?" Jutek. Bukan Varo yang bertanya melainkan Laras yang dengan juteknya bertanya pada Kiren saat melihat wajah kesal Kiren.
Merasa tidak mendapat respon dari anak perempuanya. " Kiren." Tegur Laras.
"Gak mama." Jawab Kiren sekananya.
Kenapa sih hari ini perasaan semua orang ngeselin. Bikin gue bad mood aja, mana papan seluncur mau ngajak kemertua gak ngomong-ngomong lagi. Kan gue belum ada persiapan. Kalau gue salah langkah terus bikin malu gimana, bisa runtuh gelar image menantu baik gue nanti.
"Inget gak usah aneh-aneh Ren." Ucap Laras memperingati.
"Isssss. Kiren mah dari dulu gak pernah aneh-aneh ma, kalau aneh-aneh udah punya cucu mama dari dulu." Ucap Keren enteng.
"Nah kalau gitu sekarang mama tarik deh kata-kata mama. Mumpung udah punya suami, Kiren gak papa aneh-aneh sama suami." Bisik Laras.
Yang langsung membuat Varo tesedak dan batuk-batuk kecil, Kiren reflek langsung mengulurkan air minum dan langsung tandas sekali teguk oleh Varo.
Kiren memandang suaminya aneh dengan wajah memerah. Sedang mama, dan papanya malah menahan senyum geli.
__ADS_1
Apa yang salah sih sama ucapan mama.
Bersambung...