
Kiren seharian ini benar-benar melaksanakan mode ngambeknya. Dari pagi Kiren sudah kabur dari kamar hotel, walau dengan jalan yang terseok-seok tapi tidak melunturkan sedikit pun semangat empat lima Kiren.
Seakan belum cukup disitu, Kiren juga tidak menggubris hpnya yang sedari pagi terus bergetar. Bodo amat yang penting gue happy.
Hari ini biar suami Kiren itu kapok, disusulin jauh-jauh dari jakarta bukanya seneng, makasi tapi malah bikin kesel.
Kan jahat Kiren kalau malah diam saja, kasian jiwa kesingelan Kiren yang terus meronta-ronta ingin mendapatkan hak nya. π
Sudah beberapa hari Kiren dikalimantan, tapi tak sehari pun Varo ambil libur atau cuti. Jangan kan nemenin jalan-jalan nawarin aja enggak, kan bikin kesel. Kalian kalau punya suami yang model begitu, gimana gaess? Mau dibejek-bejek jadiin perkedel atau ditusuk-tusuk dibuat sate!!
Ya sama intinya seperti itu lah pokoknya. Kiren juga sama keselnya kayak kalian jiwa jomblo. Dengan kepercayaan diri diatas rata-rata hari ini Kiren bakal buat suaminya itu kelimpungan lagi kayak kemarin.
Sama aja kali Ren kemarin kelimpungan kalau ujung-ujungnya loe ditinggal kerja lagi sama, Doi. Teriak iblis dalam diri Kiren.
Gak-gak Ren jangan begitu, gimana kalau semalam itu emang kerjaan Varo penting dan gak bisa ditinggal. Buktinya dia nyuruh Hanum nemenin kamu. Teriak malaikat lain dalam diri Kiren.
Kiren manggut-manggut mendengarkan asumsi malaikat dalam dirinya. Tapi kalau mengingat omongan Hanum.
Tapi kan tetep seharusnya dia peduli sama loe Ren, masa iya loe sakit ditinggal kerja. Kalau loe masih teroma terus pikis loe terganggu dan loe mulai kehilangan akal gimana?. Kompor iblis tak mau kalah.
Yah stres dong Kiren kalau kehilangan akal, kesetresan yang sekarang aja hampir membuat mama Laras gila apa lagi nanti kalau nambah. Bisa gila beneran mama Laras. hehehe sory ya Ren author gak ikut-ikut.
Ren kamu kan baik hati ayolah maafkan Varo, jangan kekanak-kanakan. Bujuk malaikat Kiren.
Langsung membuat lekungan kebawah di bibir Kiren, kan kalau paksu khawatir sampai gak makan kan kasian....Owwwwhhhhh kaaaasiiiaaannnnnn.
Kasian.......kasian......
Nah denger Ren loe dari kemarin dibilang kelanak-kanakan emang loe gak sakit hati? Kalau gue udah lari kelaut menenggelamlan diri Ren. Kompor iblis semakin menjadi-j**adi.
Kiren hanya diam sambil manggut-manggut membayang kan apa yang terjadi pada dirinya.
Jangan terlalu mengingat keburukan Varo Ren, ingat juga gimana manisnya dia kemarin. Kalau kemarin dia gak peduli, bisa saja dia meninggalkan kamu, tapi buktinya enggak kan. Malahan kamu bisa mencium aroma wangi tubuhnya. Udah maafin aja. Terus bujuk malaikat Kiren.
Jangan Ren-
__ADS_1
"DIAM." Teriak Kiren tanpa sadar.
Otaknya cenat cenut memikirkan pedebatan iblis dan malaikat dalam diri Kiren. Rasa-rasanya Kiren ingin lari ke arah laut dan menenggelamkan diri disana. Tapi jika mengingat kalau nanti dia tenggelam, terus Varo malah bahagia, sampai buat acara syukuran tujuh hari-tujuh malam atau bahkan 40 hari untuk acara kematian Kiren kan, gak Asik. Bisa-bisa rugi Kiren, belum merasakan surga dunia sudah harus merasakan surga akhirat aja, GAK MAU DONG KIREN.
Jadi hari ini Kiren bertekat akan membuat suaminya itu sadar, sesadar-sadarnya. Masa Kiren kalah sama mbak Hanum, dia aja kemarin seharian full bisa hanymoon alias produksi bayi.
Sedang Kiren, jangan kan produksi!! Buat tanda-tanda akan memproduksi saja masih hitam, abu-abu alias belum ada gambaran, alias belum keliatan adanya tanda-tanda memulai tempur. Kan bisa Ambyar kalau sampai keduluan pelakor.
Kalau sampai itu terjadi bisa apa Kiren. Netizen???? Nangis gulung-gulung ditengah lautan dengan tarian jumba, atau dia harus terjun bebas dari gedung kantor Varo yang bikin silau mata kaca gedungnya? Kan gak lucu.
Bukan malah bikin mama Laras bangga dengan Kiren yang ada malah bakal buat mama Laras ingin bakar Kiren hidup-hidup.
Gak, gak mau...pokoknya gak maaaauuuu. Teriak hati kecil Kiren.
...----------------...
Pukul 4 sore Kiren baru kembali ke kamar hotelnya. Dengan senyum cerah, secerah pepsodent, Kiren terus melangkah masuk kedalam hotel. Bahkan bibirnya bersenandung kecil membayang kan se'erat apa pelukan Varo, sampai dia bahkan akan bersujud-sujud minta maaf kepada Kiren. Membuat mood Kiren naik diatas rata-rata seketika. Duh senengnya...
Tapi keningnya mengernyit bingung ketika mendapati, Hanum mondar-mandir di depan pintu masuk hotel. Kenapa dia!! Batin Kiren kepo.
Hanum menoleh cepat kearah Kiren. "Bangsulllll. Dari mana aja loe setan!!" Teriak Hanum menunjuk-nunjuk Kiren seperti Kiren adalah mahluk halus yang tak kasat mata nongol didepan Hanum. Dih berlebihan baget sih.
"Jalan-jalan dong menikmati liburan." Jawab Kiren enteng.
"Jalan-jalan. Jalan-jalan!!!! Kenapa ponsel loe gak aktif PEA?" Sembur Hanum murka.
"Habis daya, kan buat foto-foto spot keren di sekitar sini." Jawab Kiren sambil melangkah mendekat kearah Haanum bahkan senyumnya tidak luntur sedikit pun, mendengar nada tak bersahabat dari kakak iparnya. "Emang kenapa sih mbak?" Sambung Kiren penasaran.
"Loe pergi gak pamit dodol. Udah tau loe kemarin habis nyasar, sekarang malah ngilang gak pamit lagi!! Mau jadi jailangkung loe. Datang gak diundang pergi gak dianter." Sindir Hanum pedas.
Kiren malah terkikik mendengar sindiran Hanum, membuat Hanum mengernyit bingung dengan tingkah adik iparnya.
Aneh banget ni orang disindir, diomelin malah cekikikan gak jelas. Habis obat ni orang, janga-jangan, Kiren mulai stres lagi kelamaan jauh dari jakarta. Batin Hanum ngelantur.
"Gue kan gak ******-****** amat mbak, gak bakal lah gue ngulangi kesalahan yang sama." Terang Kiren santai.
__ADS_1
"Terserah loe deh. Yang jelas loe harus mempertanggung jawabkan perbuatan loe sekarang."
"Maksudnya?"
"Noh laki loe, kayak orang kebakaran jenggot. Loe ngilang gak pamit. Siap-siap aja deh loe Ren dibabat abis ama laki loe."Ucap Hanum.
"Banyak-banyak berdoa loe sama tuhan biar selamat." Sambung Hanum berlebihan.
"Oh itu, tenang mbak. Gue udah memikirkan matang-matang soal itu. Jadi loe gak perlu khawatir, gue bakal menghadapi itu dengan lapang dada." Tutur Kiren masih dalam mode enteng. Seakan ucapan Hanum itu sudah Kiren bayangkan sedari dia melangkah pulang kearah hotel.
"Terserah loe deh Ren. Yang penting gue udah ngingetin. Dan gue gak mu ikut-ikutan karna udah buat Varo murka."
"Lah murka kenapa dia?" Tanya Kiren heran. Kan bayangan Kiren Varo sedih bukan murka.
"Murka ditinggal bininya ngilang gak ada kabar seharian!! Jadi kurang belaian." Jelas Hanum sok drama.
"Ah lebay loe mbak."
"Dih, dikasih tau gak percaya. Gih loe liat, ada didalam kamar dia, seharian ini."
"Ngapain dia didalam kamar? Emang dia gak kerja? Tumben dia ngengkrem di dalam kamar?" Tanya Kiren berturut-turut.
Mengangkat bahu cuek. "Ya iya lah orang dia habis mecat banyak orang seharian ini, kalau dia masih berani keluar kamar. Gue jamin, bisa tutup hotel ini sekarang." Ucap Hanum santai.
"Separah itu mbak?" Tanya Kiren mulai khawatir.
Hanum hanya mengangguk polos yang dibuat sok berlebihan. "Ah gak percaya gue." Ucap Kiren ragu-ragu.
Bahkan senyuman Kiren sudah hilang digantikan perasaan was-was.
Gimana kalau yang dibilang mbak Hanum beneran. Beneran dibabat habis gak ya gue. Batin Kiren mulai takut.
Lanjut atau lanjut gaesssssπππππ
Bersambung.....
__ADS_1