SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Makan malam.


__ADS_3


Kiren memutar-mutar tubuhnya didepan cermin. Malam ini, rencananya Varo ingin mengajaknya kesebuah acara. Tidak tau acara apa, karna suaminya tidak mau memberitahu Kiren.


Dengan santainya Varo hanya mengatakan. "Cuman acara pesta biasa, makan malam..... Antar rekan bisnis." Hanya seperti itulah yang Varo katakan tadi.


Tapi anehnya, kenapa Kiren harus berdandan berlebihan. Bahkan Varo menyuruh Kiren menggunakan gaun pilihan khusus suaminya. Membuat Kiren yang tidak biasa menggunakan gaun, nampak terasa sedikit aneh, dan risih.


Gaun ini begitu pas ditubuhnya, bahkan lekuk tubuhnya pun begitu terlihat. Mambuat Kiren sedikt tidak PD karna kondisinya yang sedang mengandung. Walau perutnya masih datar dan belum terlihat. Tapi, sepertinya tubuhnya nampak sedikit gendut, karna napsu makannya yang akhir-akhir ini meningkat.


Tadi sore, tiba-tiba Kiren dikejutkan dengan kedatangan seorang kurir salah satu butik kerumahnya. Membawa begitu banyak gaun-gaun pesta. Yang katanya, dipilih langsung oleh suaminya, Varo. Sedikit tidak percaya jika suaminya bisa memilih gaun cantik seperti ini.


Dan anehnya lagi, Kiren harus menggunakan satu gaun khusus yang spesial dipilih suaminya untuk dia kenakan malam ini. Kalau gaunya masih wajar sih, tidak masalah. Lah ini gaun itu begitu ketat dan sedikit terbuka dibagian bahu. Membuat Kiren sedikit tidak nyaman.



"Sudah siap?" Tanya Varo yang sudah berdiri didepan pintu lengkap dengan jasnya.


Kiren sampai terasa sulit menelan ludah melihat suaminya yang nampak tampan malam ini. Dengan jas yang membalut tubuh tegapnya.


"Sayang." Panggil Varo berjalan mendekat.


Kiren langsung mengalihkan pandanganya begitu suaminya sudah berdiri didepannya. Wajahnya terasa memanas saat mencium aroma parfum mahal yang digunakan suaminya.


"Apa aku sudah bilang, jika malam ini kamu nampak seksi, sayang!!" Bisik Varo ditelinga Kiren. Kiren mendengus mendengar ucapan suaminya.


"Apa aku terlihat gendut dengan gaun seperti ini?" Tanya Kiren khawatir.


"Tidak. Kamu malah tidak terlihat seperti wanita hamil."


"Benarkah?" Tanya Kiren mengalungkan tanganya dileher Varo. Yang langsung disambut Varo dengan menarik tubuh Kiren lebih menempel ketubuhnya.


"Jangan menggoda ku sayang...Jika kamu tidak ingin kita berakhir diatas ranjang saat ini." Bisik Varo serak.


"Baiklah...Sepertinya kita harus berangkat sekarang." Ucap Kiren menurunkan tanganya. Tapi langsung ditahan oleh Varo.


"Apa aku bisa mendapatkan night kiss ku sekarang!!" Tanya Varo mengecup pundak Kiren pelan.


"Gak. Aku masih marah sama mas.....Dan jangan coba-coba merayuku."


"Apa??? Aku kira kita sudah baikan?" Protes Varo dengan nada tak percaya.


Kiren langsung mendengus mendengar ucapan suaminya. "Sejak kapan aku sudah memaafkan mas....Aku masih marah ya.." Ketus Kiren santai.


"Lalu, ini apa?" Tanya Varo menunjuk tangan Kiren yang berada dilehernya.


"Ini latihan...Kali aja nanti ada yang ngajak aku dansa disana. Aku kan-"


"Jangan harap kamu bisa dansa dengan pria lain!!" Ketus Varo datar memotong ucapan Kiren seenak jidat.


"Ya....Ya....yaa. Dasar suami posessive." Ledek Kiren melepas tanganya kesal. Suaminya ini sensitif sekali sekarang.

__ADS_1


"Ckkkkkk....Aku serius sayang...." Ucap Varo mengekor Kiren dibelakanya. Sedang Kiren berjalan santai didepannya.


******


Suasana romantis restoran membuat Kiren berulang kali menipiskan bibirnya. Sedikit heran dengan sekelilingnya. Kemana pesta yang dikatakan suaminya. Kenapa restoran mewah dengan interior prancis yang diiringi musik jass lah yang mereka datangi. Bukan malah pesta mewah yang ada dipikiran Kiren.


Restoran mewah itu tampak sepi karna hanya diisi oleh Varo dan Kiren didalamnya, membuat Kiren semakin merasa aneh.


Apa mereka tidak salah tempat!!


Kenapa suaminya malah nampak santai dan tenang menikmati makanannya!!


Kemana perginya pesta mewah yang ada dibayangan Kiren!!


Bukankah, tadi suaminya mengatakan hanya makan malam dengan rekan bisnis. Lalu dimana rekannya?? Kenapa mereka hanya berdua disini!!


Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang berseliweran diotak cantik Kiren. Membuat Kiren berulang kali memutar kepalanya, untuk memperhatikan sekeliling. Meja-meja diseluruh restoran ini benar-benar nampak kosong, tidak ada yang mengisi. Yang terisi hanya meja yang diduduki Kiren dan Varo. Hanya mereka berdua yang mengisi restoran mewah ini.


"Mas?" Panggil Kiren pada Varo yang duduk didepannya, yang nampak sibuk menikmati pesanannya.


Varo hanya bergumam menjawab pertanyaan Kiren. Tanpa mengalihkan pandangannya pada makanan didepannya. "Dimana pestanya?" Sambung Kiren pelan.


"Pesta apa?"


"Bukankah, mas tadi bilang kita akan menghadiri pesta?" Tanya Kiren heran.


Varo terkekeh mendengar pertanyaan istrinya. "Bagaimana? Kamu suka makan malam disini?" Tanya Varo santai. Mengabaikan pertanyaan heran istrinya.


"Hanya itu?"


"Mmmmm...Makanannya juga enak."


"Ckkkkk....Aku serius sayang."


"Aku juga serius mas. Disini tempatnya bagus...Makanannya juga enak..Suasananya romantis lagi."


"Jadi? Kamu suka?" Tanya Varo senang sambil meletakkan sendok dan garpunya diatas piring, menggesernya sedikit menjauh. Dan melipat tanganya diatas meja, memandang lurus kearah Kiren.


Kiren mengangguk dua kali dengan senyum manis dibibirnya. "Suka." Ucap Kiren memperjelas. "Tapi, kenapa hanya ada kita berdua?? Dimana rekan bisnis mas?? Yang mas katakan tadi!!" Sambung Kiren mengedarkan pandangannya kepenjuru arah restoran.


"Aku berbohong tadi." Jawab Varo enteng.


Kepala Kiren berputar cepat kearah suaminya, langsung memandang lurus suaminya yang duduk didepannya. "APA?" Tanya Kiren tak percaya.


"Aku hanya ingin mengajakmu makan malam romantis disini. Sebagai tanda....Yah.... Aku menyesal, dan minta maaf karna tidak tau hari ulang tahun mu.!!" Ucap Varo ringan, yang diiringi senyum hangat dibibirnya.


Melangkah memutari meja, Varo berjalan kearah belakang tubuh Kiren. Berdiri pas dibelakag kursi Kiren. "Selamat ulang tahun istriku." Bisik Vato ditelinga Kiren, dengan tangan yang sibuk memasangkan kalung berlian indah dileher Kiren.


Kiren memekik kaget saat tau suaminya memasang kalung indah dilehernya. "Mas.....Ini?" Tanya Kiren tak percaya, sambil menyentuh kalung berlian yang nampak cantik dilehernya.


Kalung itu benar-benar indah dan cantik. Kalung berlian berbentuk bulat, dengan didesaint seperti berbentuk buah pir, serta kalung rantai yang berasal dari emas putih murni membuat siapa saja yang melihatnya langsung jatuh cinta.

__ADS_1


Kiren tidak menyangka jika suaminya akan melakukan hal semanis ini.


"Bagaimana?? Kamu suka?" Tanya Varo yang masih berbisik ditelinga istrinya.


Dengan senyuman lebar Kiren mengangguk semangat. "Ya. Terimakasih..Tapi kalung ini......Harganya pasti-"


"Syukurlah kalau kamu suka." Ucap Varo senang, memotong ucapan Kiren.


Varo menegakkan tubuhnya dan menarik Kiren ikut berdiri didepannya. "Kamu ingin berdansa?" Tanya Varo mengulurkan telapak tanganya.


"Ya..Tapi....... Aku tidak bisa berdansa." Ucap Kiren gugup. Sembari membalas uluran tangan suaminya.


"Tidak masalah..Aku bisa mengajarimu." Jawab Varo menarik tubuh Kiren semakin menempel ketubuhnya.


Varo menuntun tangan Kiren untuk diletakkan disebelah pundaknya. Setelah itu, meletakkan tangannya dipingang istrinya dan menarik tubuh Kiren agar semakin merapat ketubuhnya. Sedang tangan sebelahnya lagi, menggenggam sebelah tangan Kiren, dan mengangkatnya sejejer dengan kepalanya.


Kiren yang merasakan tubuhnya sangat rapat dengan tubuh Varo, hanya bisa menahan nafas gugup. Jantungnya terus berdetak kuat mengikuti setiap langkah kakinya yang mengikuti langka Varo mengiringi musik.


"Bernafas sayang." Ucap Varo lembut diatas kepala Kiren. Karna kepala Kiren saat ini berada pas didada bidang suaminya. Membuat Kiren bisa langsung mencium aroma parfum suaminya, yang terasa menenangkan diindra penciumannya.


"Kamu mendengarnya?" Sambung Varo terus menuntun Kiren mengikuti alunan musik.


"Ap--------apa?" Cicit Kiren gugup.


"Suara detak jantung ku."


Kiren sedikit mendongak untuk melihat wajah suaminya. "Mas deg degan deket aku?" Bisik Kiren pelan, yang terdengar polos ditelinga Varo, membuat Varo terkekeh pelan karenanya.


Memarik Kiren lebih dekat. Varo berulang kali mengecup kepala Kiren didepannya. "Jantung ku berasa ingin keluar saat ini...Aku tidak tau, kenapa!! Dia bisa berdetak begitu cepat saat aku memeluk mu. Bahkan, rasanya....Aku sulit percaya......Jika aku akan bersikap berlebihan seperti ini pada istriku." Ucap Varo yang diakhiri dengan menarik tangan Kiren dan mengalungkannya dilehernya. Memeluk Kiren lebih erat dan berulang kali mengecup kepala Kiren.


Kiren yang untuk pertama kalinya mendengar ucapan manis suaminya, hanya bisa mengerjapkan mata berulang kali. Merasa benar-benar tidak percaya, jika suaminya yang super duper cuek dan tidak romantis bisa bersikap begitu sweet malam ini.


Haruskah Kiren berulang tahun setiap hari, agar suaminya selalu bersikap semanis padanya.


"Ini memang terdengar gila.....Tapi...... Aku ingin mengatakannya pada mu...."


"Ap----apa..." Tanya Kiren gugup, Kiren sampai menggigit ujung bibirnya agar bisa sedikit menghilangkan kegugupannya.


Oh...Kiren benar-benar ingin pinsan sekarang.


"Sepertinya.......Aku.....Sudah.....Jatuh cinta pada istriku..."


Sedetik....


Dua detik......


Tiga detik......


Fix Kiren pingsan sekarang.....


Boleh dong kakak.....kakak yang baik hati ditekan votenya....Biar auto semangat.....😂😂😂😂😂

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2