SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Peringatan awal


__ADS_3

Kiren terus fokus dengan berkas-berkas didepanya. Terlihat sibuk dengan banyaknya dokumen-dokumen yang harus dia cek dan tandatangani. Tapi fokus nya terganggu ketika seseorang mengetuk pintunya dari luar.


"Masuk." Ucap Kiren mengalihkan pandanganya kearah pintu. "Kenapa Rin?" Tanya Kiren pada salah satu bawahanya, gadis berusia kisaran 21 tahunan yang mengetuk pintu ruanganya tadi.


"Maaf mbak. Itu ada tamu yang nyariin mbak."


Mengerutkan kening samar. "Siapa?" Tanya Kiren penasaran.


"Gak tau mbak. Orangnya gak nyebutin namanya siapa!! Dia cuman bilang, katanya temen lama mbak Kiren, gitu aja." Jawabnya menjelaskan.


Kebingungan Kiren semakin menjadi-jadi, ketika tak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari bawahanya.


Perasaan Kiren tidak punya janji hari ini. "Laki-laki atau perempuan?" Sambung Kiren beranjak berdiri dari duduknya.


"Perempuan mbak. Orangnya nunggu dilantai dua."


"Oh. Ya udah nanti saya kesana, makasih ya Rin."


"Iya mbak."


Setelah bawahanya keluar. Kiren pun menyusul bawahanya, melangkah keluar ruanganya. Dia penasaran, siapa orang yang ingin bertemu denganya.


Melangkah dengan langkah kaki sedikit lebar, Kiren langsung mengedarkan pandanganya begitu dia sampai di lantai dua caffe. Mencari-cari seperti apa sosok tamunya. Yang kebetulan Kiren lupa menanyakan ciri-ciri tamunya pada bawahanya tadi.


Tidak banyak yang duduk dilantai dua ini, rata-rata anak muda yang membawa pasanganya. Maklum ini adalah sabtu sore, jadi mereka semua pasti mau nongkrong di malam mingguan.

__ADS_1


Setelah memperhatikan beberapa pengunjung. Kiren benar-benar bingung sekarang.


Akhirnya pandangan Kiren pun jatuh pada sosok wanita yang duduk membelakanginya. Terlihat mencurigakan, dengan pakaian yang tertutup lengkap dengan topi hitam diatas kepalanya.


Apa perempuan itu.


Antara ragu dan bingung, akhirnya Kiren pun melangkah kearah meja yang diujung, tempat duduk wanita itu.


"Permisi." Sapa Kiren ramah.


"Maaf mengga----Citra!!" Pekik Kiren kaget. Setelah melihat wanita yang duduk didepanya membuka topi begitupun kacamatanya.


"Hai Kiren." Sapa Citra basa-basi.


"Ada perlu apa anda cari saya." Tanya Kiren mengabaikan sapaan Citra.


Kiren menurut duduk didepan Citra dengan santai. "Sory kalau aku ganggu waktu kamu." Ucap Citra membuka obrolan. Kiren hanya diam mendengarkan, tapi pandanganya tidak lepas dari gerak-gerik Citra.


"To the point aja. Gak usah basa-basi." Ucap Kiren bersandar dikursi sambil melipat kedua tanganya didada.


"Tadinya aku kemari ingin mentraktirmu makan-makan. Yah, untuk perkenalan diawal pertemuan kita." Ucap Citra sambil mengaduk-aduk minuman yang ada diatas meja didepanya. "Tapi sepertinya kamu sangat sibuk hingga tidak sabar untuk segera pergi." Sambung Citra yang diakhiri dengan kekehan pelan.


"Saya tidak terlalu suka berbasa-basi." Sinis Kiren sedikit malas.


"Aku tidak tau, jika selera Dipta sangat lah buruk dalam memilih pasangan." Tutur Citra pelan tapi sarat akan hinaan. Kiren hanya mengangkat bahu cuek. Masa bodo dengan komentar orang, toh tidak ada untungya buat dia.

__ADS_1


"Baik lah aku akan langsung saja. Aku kemari ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milik ku."


"Maksudnya?"


"Kembalikan Dipta pada ku." Ucap Citra masih dengan nada lembutnya tapi tatapan mata yang mulai tajam.


"Anda kira, suami saya barang yang bisa diambil dan dibuang sesuka hati." Ucap Kiren sinis.


"Well. Kalau begitu kita ganti kata-katanya. Tinggalkan Dipta sekarang!!" Ucap Citra dengan wajah serius.


Kiren tertawa mendengar ucapan wanita didepanya. Oh...apa pelakor bisa senekat ini.


"Loe kira, loe siapa berani nyuruh-nyuruh gue." Tanya Kiren dengan nada mengejek.


"Kenapa? Kamu keberatan?" Tanya Citra santai.


"Ya jelas lah gue keberatan, itu laki gue oon..... Loe gak punya kaca ya, mau gue beliin kaca yang gede!! Biar loe bisa berkaca. Muka loe aja keliatan polos, lugu tapi aslinya udah kayak srigala berbulu domba." Ejek Kiren.


"Dan lagian, gak tau diri banget ya loe!! Udah jadi bini orang masih aja kegatelan sama laki orang. Kurang topcer laki loe diatas kasur." Sambung Kiren tak tanggung-tanggung.


Citra langsung mengepalkan tanganya kuat mendengar ejekan dari Kiren. "Ternyata bukan hanya sikap kamu saja ya yang kurang aja. Tapi ternyata mulut kamu juga seperti orang yang tidak mengenyam pendidikan." Ucap Citra tenang tapi dengan wajah yang sudah merah padam menahan amarah. "Aku gak habis pikir, bagaimana mungkin Varo bisa menikah dengan wanita seperti mu."


"Tapi yang jelas gue lebih baik dari pada loe. Yang ninggalin calon suami demi pria lain." Ucap Kiren santai sambil berdiri dari duduknya. Membungkuk sedikit kearah depan. "Dan sory. Waktu gue itu berharga banget.... jadi sayang kalau harus terbuang sia-sia, cuman buat ngeladenin omongan gak penting dari orang kayak loe." Ucap Kiren santai. Setelah itu, Kiren langsung berbalik dan bersiap melangkah pergi.


"Aku sudah bercerai." Ucap Citra membuat langkah Kiren seketika berhenti.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2