SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Pelajaran pertama.


__ADS_3

Kiren memandang mamanya heran, pasalnya saat ini mereka berdiri ditengah-tengah mall. Yang penuh dengan lautan manusia, sedang menyerbu banyaknya barang yang bertuliskan didepannya DISKON 50 %.


Mulut Kiren bahkan sampai mnganga takjub, begitu tau jika ajang belanja bukan hanya secara sehat tapi secara paksa. Di sana-sini ibu-ibu terlihat saling tarik menarik, berebut barang-barang didepannya. Bahkan ada ibu-ibu yang sampai menitipkan anaknya kepada penjaga toko. Membuat Kiren menggeleng tidak percaya.


"Mama serius ngajak Kiren kesini?" Tanya Kiren masih tidak percaya.


"Kenapa?"


"Kan Kiren lagi hamil ma!! Nanti kalau kenap-napa gimana? Bisa ditalak Kiren sama Varo." Rengek Kiren pada Laras.


"Hus, kalau ngomong itu pakek bismillah. Didenger malaikat baru tau rasa kamu."


Mengerucutkan bibir kesal, Kiren menatap tak percaya mamanya, ketika Laras menggulung lengan tangannya. "Mama mau apa?" Pertanyaa dengan nada heran dari Kiren menghentikan gerakn tangan Laras.


"Mama mau tempur lah."


"Mama serius?"


"Kenapa kamu mau nahan mama?"


"Gak lah, ngapain Kiren nahan mama. Kurang kerjaan." Ucap Kiren mengengkt tinggi-tinggi rambutnya. Dan mengikatnya asal.

__ADS_1


"Kamu mau ngapain?" Balik tanya Laras melirik Kiren.


"Ikut tempur lah." Jawab Kiren cuek.


"Jangan aneh-aneh kamu, kamu bilang, takut anak kamu berojol lebih cepat." Sindir Laras pedas.


"Isss, jangan doain dong ma. Kalau bisa mah sekarang Kiren titipin kemama. Kan Kiren gak mau bergurunya setengah-setengah."


"Ngaco omongan kamu. Kamu kira itu cucu mama apa dititipin sembaragan." Omel Laras. "Ya udah, tapi mama gak ikutan ya kalau kenapa-napa. Mama gak ikut tanggung jawab." Sambung Laras lagi


"Iya." Jawab Kiren cepat. "Terus kita mau belanja apa ini?" Tanya Kiren dengan nada serius.


"Mama cuman mau beli barang-barag yag belum mama punya. Tapi, kayaknya banyak yang mama gak punya." Gumam Laras lagi.


"Mama tenang aja Kiren yang bayar." Sambung Kiren menepuk dada sombong.


Mendengar ucapan anaknya, mata Laras langsung berbinar bahagia. "Ok." Jawabnya cepat.


Secepat Kilat Kiren melangkah maju. "Mama sebelah kiri, Kiren sebelah kanan." Seru Kiren melangkah masuk.


Yang langsung mendapt acungan jempol Laras.

__ADS_1


Kiren terus berebut seluruh barang didepannya, mengabaikan teriakan dan protesan ibu-ibu disampingnya yang tidak terima dengan kelakuan Kiren. Bahkan Kiren sampai mengangkat tinggi kakunya menghalang ibu-ibu yaang menarik barangnya.


"Woy mas, sini loe!!" Teriak Kiren pada penjaga toko.


"Ada yang bisa saya bantu mbak."


"Loe pegangin keranjng gue. Jangan ada yang boleh nyentuh selin gue. Kalau sampai ada yang ilang, gue bakal minta ganti rugi." Seru Kiren dengn nada mengencam.


Setelah melirik name tag sang pnjaga toko Kiren langsung melesat pergi mengabaikan nada protes sang penjaga toko.


Hampir tiga jam Kire dan Laras berburu barang diskon. Tubuh mereka bahkan sudah penuh peluh dan terasa remuk.


Tawa Kiren langsung pecah begitu melihat mamanya sudah seperti orang terkena ****** beliung. Rambutnya sudah acak-acakan dengan bibir bengkak seprti habis ditonjok. Ngapain mamanya didalam? Gulat. Pikir Kiren terbahak.


Bukan hanya Kiren, Laras pun ikut tertawa melihat dandanan anak perempuannya. Kiren benar-benar mengerikan saat ini. Wajahnya sudah seprti orang terkena setrum, make up belepotan, lingkaran mata hitam entah karna efek maskara atau make up Laras tidak tau. Tapi yang jelas, wajah anaknya seprti orang baru terkena setrum amburadul plus acak-acakan. Rambut sudah seperti singa ditambah lagi bajunya pehuh dengan noda putih.


"Ma.." Ucap Kiren disela-sela tawanya. "Mama kena habis gulat didalem, sumpah dandanan mama kayak orang habis ditonjok." Seru Kiren bahagia.


"Kamu gak ngaca? Coba liat muka kamu, udah kayak orang kena setrum tegangan tinggi." Sindir Laras.


"Tapi Kiren dapet semua ma." Jawab Kiren bangga.

__ADS_1


Mata Laras membola mendengar anaknya mendapatkan semua belanjaan. "Kamu serius?" Seru Laras tidak percaya.


Menepuk dada Kiren bangga, "Siapa dulu Kiren." Laras menggeleng tidak percaya, mimpi apa dulu dia punya anak model Kiren begini. Orang kalau lagi bunting biasanya bakal hati-hati berbelanja. Tapi ini dia bisa mendapatkan semua belanjaan. Seganas apa anaknya berbelnja tadi. Pikir Laras samar.


__ADS_2