SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Obrolan tak berfaedah.


__ADS_3

Varo mendudukan Kiren di wastafel kamar mandi dengan hati-hati. "Kamu bisa mandi sendiri kan?" Tanya Varo.


"Dih, emang aku kenapa gak bisa mandi sendiri!!" Jawab Kiren sewot.


Mendengar nada sewot istrinya, membuat Varo tersenyum sambil mengacak pelan rambut istrinya. "Ya udah gih, mandi, aku tunggu diluar. Gak usah lama-lama main airnya, kaki kamu luka, takut infeksi." Ucap Varo melirik kaki Kiren yang terdapat banyak goresan-goresan kecil di kakinya.


Kiren ikut melirik kakinya, setelah itu mengangguk patuh. "Ya."


Setelah Varo keluar, Kiren memulai aksi mandinya. Bibirnya berulang kali mendesis begitu merasakan perih di kakinya.


Baru sekali pergi jauh dari jakarta udah pada luka-luka, gimana kalau gue ke luar negri. Bisa bonyok kali muka gue. Batin Kiren.


Selesai mandi dengan hati-hati Kiren melangkah kearah pintu kamar mandi, ada perasaan ragu ketika Kiren ingin membuka pintu. Karna sekarang Kiren hanya menggunakan jubah kamar mandi, karna tadi dia lupa tidak mengambil baju ganti.


Menyempulkan kepalanya diselah pintu kamar mandi yang dia buka sedikit, Kiren menghembuskan nafas lega begitu tak mendapati siapa pun dikamar itu. Kamarnya nampak kosong, sepertinya Varo sedang keluar. Walau sudah menikah dengan Varo tapi mereka belum pernah menunjukan hal-hal intim satu sama lain.


Jadi, Yah Kiren masih malu jika harus keluar kamar dalam keadaan seperti ini. Walau tidak neked tapi tetap saja Kiren malu.


Merasa aman, pelan-pelan Kiren melangkah keluar. Badanya sudah merasa segar setelah mandi, untung tadi sebelum pulang ke hotel Varo menyuruh sekertarisnya memesankan makanan. Jadi Kiren hanya perlu istirahat sekarng. Karna perutnya sudah kenyang.


Selesai berganti baju Kiren mengambil P3K di laci samping tempat tidurnya. Dan mbawanya ke atas tempat tidur, Kiren ingin mengobati kakinya yang terluka.


Belum juga Kiren membuka kotak p3k pintu kamarnya sudah dibuka dari luar. Varo masuk dengan badan yang sudah segar selesai mandi.


Mandi dimana dia?


"Mas mandi dimana?" Tanya Kiren penasaran.


"Di ruang kerja."


"Mas punya kantor disini?" Tanya Kiren takjub.


Varo tidak menjawab, dia hanya berjalan terus kearah Kiren yang berselonjor diatas kasur.


"Mas." Panggil Kiren gemas karna suaminya malah mengabaikan pertanyaanya.


Suaminya ini kapan sih ngomong gak setengah-setengah, buat Kiren gemas saja. Kalau sudah gemas kan Kiren suka khilaf.


"Ya." Jawab Varo sekenaya.


Varo duduk di dekat kaki Kiren, memeriksa kaki Kiren yang terluka. Menarik p3k yang dipegang Kiren, Varo pun membuka tutup dan bersiap mengobati kaki Kiren.


"A.....aku bisa sendiri." Tolak Kiren saat Varo ingin mengobati kakinya yang terluka.


"Diam."


"Tap-"


Varo langsung memandang Kiren datar ketika istrinya akan protes. Melihat tatapan suaminya yang tak bersahabat Kiren pun hanya diam menurut.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan, sampai kaki mu penuh dengan luka seperti ini?" Tanya Varo pelan tapi datar.


"Aku kan lari-AWWWW sakit mas." Rengek Kiren saat Varo meneteskan obat merah kelukanya.

__ADS_1


"Ckkkkkkk. Manja." Ejek Varo.


"Bukan manja. Kamu aja ngobatin gak pakai hati." Cibir Kiren yang hanya membuat Varo mendengus kuat.


Kiren terus memperhatikan Varo yang dengan telaten mengobati lukanya. Bahkan Kiren bukan secara diam-diam memperhatikanya, melainkan secara terang-terangan.


Varo terlihat menyilaukan malam ini, dengan kaos rajut panjang yang ditarik hingga lengan membuat dia terlihat tampan dan keren.


Biar dia gerah gue pelototin begini. Tapi, kok dia sok ganteng banget sih, Uhhh dia emang ganteng, tapi malam ini keliatan menyilaukan dimata gue, kalau kayak gitukan gue jadi pengen nyender-nyender di dadanya ples elus-elus dada bidangnya. Plakkkkkkkk Ren khayalan loe mulai gak wajar.


Kiren memggeleng tak percaya dengan mata yang masih melotot kearah suaminya.


Ya ampun bahkan hanya dengan duduk kayak gitu aja, dia udah kayak model profesional yang sedang memperagakan cara mengobati seseorang, bikin air liur gue mau tumpah seketika. Dih Ren jaga imez dong.


"Jangan melotot." Ucap Varo ketus.


Kiren berdecak sebal.


Orang ini benar-benar pinter menghancurkan khayalan indah gue.


Selesai mengobati luka Kiren Varo beranjak berdiri. "Mau kemana?" Tanya Kiren sambil memegang ujung baju Varo.


"Aku harus mengurus beberapa perkerjaan. Tidur lah." Ucap Varo.


"Kemana?"


"Di kantor, dilantai bawah."


"Aku mau ditinggal sendiri?"


"Emang boleh?"


"Enggak." Tolak Varo tanpa pikir panjang.


"Isssss..." Kesal Kiren.


Dosa gak sih nyumpelin mulut suami pakek sepatu. Gue lagi pengen nyumpel mulut Varo soalnya. Sumpah. Pedes banget kata-katanya kayak netizen.


"Nanti kalau ada setan disini gimana?"


"Kamu setanya." Ucap Varo mulai kesal, istrinya ini kenapa sih senang sekali memanjing emosi Varo.


Muka cantik begini dikatain setan, giliran ketemu setan beneran aja dikata cantik. Dasar laki gue rada-rada.


"Aku serius tau!!"


"Gak akan ada apa-apa Kiren, memangnya kamu baru kali ini tidur sendiri. Lagian kemarin-kemarin aku tinggal gak papa kan!! Kalau ada apa-apa kamu bisa telpon aku."


"Lagian kan itu kemarin, sekarang beda dong." Bela Kiren tak mau kalah. "Lagian kan aku lagi sakit. Masa ditinggal." Sambung Kiren memelas.


Gak papa kan acting dikit kali aja berhasil. Lumayan bisa tidur sambil dipeluk manjahhhh..


"Yang luka itu otak kamu, apa kaki kamu sih." Ucap Varo mulai kehabisan kesabaran. Istrinya ini benar-benar. Apa tadi saat istrinya kesasar otaknya terbentur sesuatu. Hingga membuat dia terlihat aneh dan menyebalkan.

__ADS_1


"Dih gitu banget sama istrinya." Protes Kiren.


"Kiren."


"Apa?" Tanya Kiren sambil mengedip-ngedipkan matanya sok polos.


"Gak usah kekanak-kanak kan. Lepas." Ucap Varo penuh penekanan sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Kiren diujung bajunya.


Astagfirulloh. Kata-kata Varo amazing, nusuk banget...Cekittttt....Cekitttt..Kayak habis ditusuk-tusuk jarum hati gue......Sakit cuy.


Sambil mengerucutkan bibirnya, Kiren melepaskan genggaman tanganya diujung baju Varo. Membuat Varo melngkah pergi.


Tidak merasa bersalah sedikit pun Varo langsung melenggang pergi, tanpa mau repot-repot menoleh kearah Kiren.


"Awas aja besok, gue bakal mogok ngomong sama dia." Dumel Kiren kesal.


(Emang bisa?)


Kan usaha thor.


Dengan perasaan kesal Kiren mengambil bantal dan memukul-mukulnya, membayangkan jika saat ini dia sedang menghajar wajah tampan Varo.


"VARO KAMPRETTTTTT KAMPRETTTT KAMPRETTTT KESELLLLL...GUE." Teriak Kiren membahana diseluruh ruangan.


Mata Kiren melotot begitu mendengar pintu terbuka dari luar.


****** gue, jangan-jangan Varo denger lagi teriakan gue. Bisa digorok gue entar.


Kiren menghembuskan nafas lega ketika yang muncul bukan Varo, malainkan orang yang labih menyebalkan dari suami Kiren. Hanum.


"Sakit loe Ren?" Tanya Hanum melangkah mendekat.


"Gak." Ketus Kiren.


"Gak suami, gak istri sama aja loe pada tukang ngibul. Pantes jodoh." Ucap Hanum menggeleng kepala tak habis fikir. "Eh nyungsep dimana loe?" Sambung Hanum menunjuk kaki Kiren.


"Nyungsep-nyungsep pala loe botak mbak, bahasa loe udah kayak bukan anak sekolahan aja." Sewot Kiren.


"Dih gitu aja ngambek."


"Ngapain loe kesini?"


"Laki loe tu, ganggu me time gue aja. Gak tau apa gue itu capek, malah disuruh-suruh kesini."


"Capek ngapain loe? Ndekem dikamar aja capek."


"Lah gue kan ndekem dikamar ngumpulin pundi-pundi pahala. Emang loe, bisanya ngumpulin dosa, nyumpah-nyumpahin laki lagi. Siap-siap deh loe Ren, masuk neraka. Kalau gak, gih cari orang dalem, kali aja bisa masukin loe kesurga." Sindir Hanum pedas.


"Asem loe mbak. Omongan loe udah kayak orang bener aja."


"Lah emang bener kali, loe gak tau kan. Seharian ini gue ngapain. Gue itu habis mendesah-desah majah sama laki gue!! Belum lagi bergoyang jumba ala-ala black pink!! Yang bakal buat laki gue gak bisa berpaling!! Bukan kayak loe, malah lomba lari sama para kaum **** hutan." Cibir Hanum.


Mendengar Cibiran Hanum kepala Kiren pusing seketika, kenapa gak adek, gak kakak pinter banget sih. Buat gue stress.

__ADS_1


Tolong bantu cek typo ya kakak, kakak senior😍😍😍😍😍😍


Bersambungggg......


__ADS_2