SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Syok


__ADS_3

"Dipta."


Senyum Varo langsung lenyap, bahkan langkahnya pun langsung berhenti begitu mendengar namanya dipanggil seseorang didepan Kiren.


Wanita yang hampir lima tahun kebelakangan menemaninya. Berusaha dia jaga, tapi juga menhancurkan hatinya berkeping-keping dalam kurun waktu sekejap.


"Dip-"


"Apa yang anda lakukan di dalam rumah saya. Nona Citra!!" Ucap Varo memotong ucapan Citra, dan langkah kaki wanita itu yang akan mendekat kearah Varo.


Varo melangkah mendekat, berdiri disamping Kiren. Melirik istrinya dari ekor matanya.


Varo tau, istrinya tak kalah syok dari dirinya. Bahkan, kini tidak ada expresi sama sekali diwajah Kiren. Datar dan terlihat keruh.


Apa yang ada didalam otak cantik istrinya saat ini. Varo bersumpah jika saat ini, ada suatu alat didunia ini yang bisa digunakan manusia untuk membaca fikiran seseorang. Varo akan membelinya, walau harus menukar seluruh hartanya sekali pun. Asal dapat dia gunakan untuk mengetahui apa yang ada di pikirkan Kiren saat ini.


Varo merasakan perasaan was-was dan sulit diungkapkan. Apa yang harus dia lakukan sekarang. Jika sampai Kiren marah padanya dia bisa benar-benar gila saat itu juga. Karna mereka bahkan belum lama berbaikan. Apa mereka harus bertengkar lagi karna masalah ini. Oh tuhan Varo tidak siap untuk itu.


Tapi bukankah Varo tidak tau apa pun soal ini. Lalu kenapa istrinya akan marah padanya. Tapi, bagaimana jika alasan Kiren marah padanya, karna mantan tunangannya yang bisa masuk kedalam apartementnya. OH.... Varo ingin membenturkan kepalanya ketembok jika sampai itu terjadi.


"Aku, kemari untuk meminta maaf." Cicip Citra pelan membuyarkan lamunan singkat Varo.


Ucapan Citra seakan begaikan bom atom yang meledak dalam diri Kiren. Wanita yang telah menghancurkan hati suaminya telah kembali. Akankah Varo mau memaafkanya. Dan kembali padanya.


Jika sampai itu terjadi, Kiren tidak yakin mereka akan tetap hidup sampai tua. Karna saat ini, difikiran Kiren adalah dia dan mamanya akan langsung merencanakan sesuatu yang bisa saja membuat mereka musna dimuka bumi, saat ini juga. Seperti monster yang sering Kiren tonton di film kartun Dimas, ponakanya.


Misalnya dengan meledakan granat dirumah kedua orang ini, membuat mereka ikut meledak dan akhirnya mati. Dengan begitu, mereka tidak akan bahagia diatas penderitaan Kiren. Yah itu lah yang akan Kiren lakukan, jika sampai itu terjadi.

__ADS_1


Perasaan was-was, takut ditinggal kan kini memenuhi rongga dada Kiren. Akan kah Kiren mampu pergi jika Varo suaminya meminta dia untuk mundur, untuk membiarkan wanita yang berdiri didepanya menggantikan posisinya. Lalu Kiren harus bagaimana nanti.


Bahkan malam ini Kiren bingung apa yang terjadi padanya. Kenapa, semua keberanianya dan sifat masa bodo atau mulut bar-bar Kiren seakan hilang tertelan ditenggorokan. Seakan, Kiren berubah menjadi Kiren si gadis lugu dan pendiam yang tidak banyak bicara. Harus kah Kiren bersorak untyk itu.


"Apa pantas seorang wanita, yang berstatus sebagai seorang istri masuk kedalam rumah seseorang tanpa ijin!!" Ucap Varo dingin dan datar.


Bahkan Citra terlihat tersentak kaget mendengar suara Varo yang terlihat dingin dan datar. Seumur-umur Varo tidak pernah berbicara seoerti itu padanya. Apa Varonya telah berubah. Pikir Citra.


Varo memandang Citra datar dan dingin, meraih tangan Kiren. "Apa lagi seseorang itu sudah berumah menikah dan berumah tangga. Apa anda tidak punya tata krama dan sopan santun." Sambung Varo pedas.


Sekarang bukan hanya Citra yang tersentak, Kiren pun merasakanya. Wajah nya terlihat kaget saat untuk pertama kalinya mendengar nada suara suaminya yang nampak dingin dan datar, tapi berasa pedas.


Hingga membuat telapak tanganya terasa dingin dalam genggaman tangan Varo. Dan itu semua juga menggambarkan raut wajahnya saat ini.


"Dipta aku-"


Dengan tubuh gemetar, dan mata berkaca-kaca Citra melangkah mendekat kearah Varo dan Kiren.


Varo langsung menarik Kiren kepelukanya, menegaskan jika Varo milik Kiren saat ini. Dan langsung membimbing Kiren masuk kesisi lain ruang tamu apartemenya. Seakan memberutahu Citra jika dia harus benar-benar keluar dari apartement mereka saat ini juga.


Membuat langkah Citra berhenti seketika, dan memandang Varo dengan tatapan terluka.


Kiren hanya diam, mengamati wanita didepanya dengan diam. Isi kepalanya terasa berdenyut nyeri sekarang.


Bahkan otaknya terasa ngeblank saat ini. Melihat, mendengar dan menyaksikan, pertemuan dua anak manusia yang berbeda jenis kelamin, tapi memiliki kisah hidup penting dalam hidupnya. Tentu saja sebelum Kiren datang untuk merubahnya.


Apa yang harus Kiren lakukan sekarang, selain diam dengan tubuh menggigil kedinginan karna syok. Selain itu, Kiren tidak pernah membayangkan jika kisah hidup pernikahanya akan memiliki cerita drama seperti ini.

__ADS_1


Ditambah, dia hampir dikatakan menjadi pihak ketiga. Yang notabenya menjadi wanita yang berlagak menjadi malaikat dalam hidup Varo.


Jika saat ini Kiren dan Varo sedang berpacaran, Kiren pastinkan akan bersikap santai menghadapinya. Atau tidak jika dia menikah, setidaknya karna dia dan Varo saling mencintai, Kiren akan dengan senang hati meledak-ledak tanpa harus takut dengan perasaan yang dia rasakan saat ini.


Tapi nasibnya kini berbeda, dia hanya wanita yang tiba-tiba datang dengan peran malaikat disini. Haruskah dia ikut campur dengan urusan yang tak seharusnya menjadi drama dalam kisah pernikahanya.


Oh itu terdengar gila, jika Kiren harus berlaku seperti itu. Dan lagi, Varo denganya baru menikah beberapa bulan disini. Bagaimana mungkin dia akan berani bersikap jahat, pada gadis yang lebih dulu masuk kedalam hati suaminya. Bagaimana jika malah dia yang ditinggalkan setelah itu.


Tidak ada jaminan kan jika dia saat ini menghancurkan wajah wanita itu, Varo akan melerainya dan membela wanita itu. Sudah pasti setelah itu, dia akan benar-benar dibuang oleh suaminya.


Walau Varo pernah berjanji akan memberikan kesetiaan dan tidak akan pernah berani melirik wanita lain. Siapa yang berani menjamin isi hati seseorang bisa berubah saat ini.


Dengan badan gemetar, Citra melangkah menuju pintu keluar apartement Varo dan Kiren. Bahkan, air matanya langsung keluar disusul oleh isak tangis yang terdengar memilukan.


Setelah Citra keluar, Varo langsung melangkah lebar kearah pintu. Membuat Kiren menahan nafas melihatnya.


Bahkan Varo kini melepas genggaman tanganya. Membuat hati dan perasaan Kiren tak menentu sekarang, apa kah Varo akan menyusul mantan tunanganya. Dan meninggalkan Kiren.


Jika itu terjadi, Kiren pastikan malam ini juga dia akan keluar dari apartemant Varo, dan juga kehidupan rumah tangganya. Masa bodoh dengan masa depanya nanti, yang jelas dia bukan wanita bodoh yang akan bertahan dengan suami yang masih hidup dalam bayang-bayang wanita lain di hatinya.


Buat kakak yang hobi komen makasih ya...Bikin aku makin semangat nulisnya, tapi kalau komen, like and Vote nya melemah. Auto juga melemah semangatnya....hihihihhi😍😍😍😚😚😚😚😚😚😚


Jangan lupa, komen, like dan Vote ya akak.....biar aku rajin up.....


Semangat.....ini khusus buat kalian yang hobi komen, like and Vote ya.......


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2