SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Marah jilid 2


__ADS_3

Varo berulang kali melirik Kiren yang duduk tenang didepanya. Selesai makan malam tadi, Kiren kembali duduk di meja makan dengan ponselnya ditangan. Tidak terganggu sedikit pun dengan keberadaan Varo didepanya.


Varo yang merasa diabaikan berulang kali mencari perhatian Kiren. Mulai dari mondar-mandir dapur dan ruang tengah, hanya untuk mengambil minum. Duduk didepan Kiren dengan wajah sedikit ditekuk, tapi tetap saja Kiren asik dengan gadgetnya. Sama sekali tidak terganggu dengan tingkah aneh suaminya.


Sampai membuat Varo berulang kali mendengus kuat karna kesal merasa diabaikan. Oh selama mereka menikah bahkan Kiren tidak pernah sekali pun cuek padanya.


Lalu kenapa sekarang tiba-tiba dia berubah menjadi sangat cuek. Apa Varo membuat kesalahan, tapi menurut Varo dia selalu mencoba berubah lebih baik. Dan mendengarkan istri cantiknya ini. Lalu kenapa istrinya mengabaikannya.


"Ren." Panggil Varo akhirnya.


Kiren hanya melirik Varo sekilas. Setelah itu, dia kembali sibuk dengan ponselnya.


"Are you ok?" Tanya Varo memandang lurus Kiren. Kiren hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan suaminya. Seakan dia benar-benar sedang malas berbicara. Bukankah yang biasanya irit bicara Varo, lalu kenapa sekarang terbalik.


"Apa, di caffe sedang ada masalah?" Tanya Varo hati-hati.


Mendengar Varo membahas cafe, ingatan Kiren kembali ke waktu dimana Citra datang menemuinya waktu itu. Tanpa sadar membuat Kiren mendengus kuat dan menatap tajam Varo.


Mendapat tatapan tajam istrinya, membuat Varo menelan ludah gugup. Apa aku salah bertanya. Pikir Varo.


"Gak." Ketus Kiren.


Mendengar nada Ketus Kiren membuat Varo semakin yakin jika ada masalah dengan pekerjaan istrinya ini.


"Kamu beneran gak mau cerita?" Tanya Varo lembut.


Kiren diam tidak menanggapi pertanyaan suaminya sama sekali. Moodnya berubah buruk ketika mengingat mantan tunangan suaminya yang tidak tau malu itu. Kalau bisa rasa-rasanya Kiren ingin mencincang habis wanita itu.


"Sayang." Panggil Varo lembut, bahkan sekarang Varo berpindah duduk disamping Kiren.


Setelah duduk disamping Kiren, Varo mengambil ponsel Kiren dan meletakkannya jauh disisi sebelahnya yang kosong. Yang langsung membuat Kiren protes tak terima dibuatnya.

__ADS_1


"Aku akan kembalikan nanti, setelah kita selesai bicara." Ucap Varo lembut.


"Mau bicara apa sih." Ketus Kiren kesal.


Mendengar nada ketus istrinya membuat Varo terkekeh pelan. Dan.


CUP.


Varo mengecup kening Kiren lembut. Membuat Kiren melotot galak dibuatnya.


"Jangan cium-cium." Protes Kiren melotot.


"Kamu kalau lagi melotot gitu, keliatan makin cantik yang." Goda Varo terkekeh pelan.


"Kamu sehat?" Tanya Kiren ngeri.


"Gak. Istri aku lagi dalam mode ngambek, bikin aku gak sehat karna dicuekin." Ucap Varo sambil mengelus pipi mulus istrinya.


"Najis. Gombal banget sih kamu!!" Seru Kiren. "Gak ada pantes-pantes nya kamu ngomong gitu ke aku. Apa jangan-jangan kamu sering ngomong gitu ke cewek-cewek yang kamu kenal?" Sambung Kiren menatap Varo curiga, bahkan Kiren langsung menepis tangan Varo yang berada di pipinya.


"Gak usah lebay. Aku nyentilnya pelan." Cibir Varo yang melihat Kiren mengusap keningnya sambil mengerucutkan bibir kesal.


"Terserah deh. Aku mau tidur." Ucap Kiren beranjak berdiri, tapi lengannya langsung di tarik Varo membuat Kiren kembali duduk ditempatnya semula.


"Apa sih!!" Tanya Kiren kesal.


"Kita belum selesai bicara." Gemas Varo.


"Mau bicara apa?"


"Kamu kenapa seharian ini aneh?" Tanya Varo penasaran.

__ADS_1


"Aneh gimana!!"


"Lebih banyak diam. Kalau gak aku tanya, kamu gak mau nanya!!"


"Terus aku mau nanya apa? Kalau aku lagi gak butuh apa-apa atau lagi gak pengen ada yang dipertanyakan kekamu!! Aku harus nanya apa?" Ucap Kiren mulai kehabisan kesabaran.


"Bohong. Biasanya juga kamu gak mau diam."


"Aku lagi capek. Gak punya tenaga juga buat ngomong panjang lebar yang gak berfaedah." Elak Kiren tak kehabisan akal.


"Yang." Panggil Varo menarik telapak tangan Kiren dan menggenggamnya. Tapi setelah menggenggam tangan Kiren, Varo langsung panik dan memeriksa telapak tangan istri cantiknya itu didepanya.


"Dimana cincin nikah kita?" Tanya Varo mengalihkan pandanganya dari telapak tangan Kiren kearah wajah Kiren lekat. Memandang lurus dengan tatapan menuntut jawaban.


"Aku simpan dikamar." Jawab Kiren enteng.


"Kamu lepas cincin nikah kita?" Tanya Varo dengan nada datar.


"Ya. Kenapa? Kamu keberatan?" Tanya Kiren sinis melepaskan tangan Varo kasar yang menggenggam tanganya.


"Ckkkkk....Apa kamu masih bertanya tentang itu. Ambil cincinnya dan pakai." Perintah Varo tajam.


"GAK. Aku gak mau pakai cincin itu."


"Kiren." Panggil Varo pelan tapi terdengar berbahaya.


"Apa? Kenapa? Kamu gak suka?" Tantang Kiren mulai marah. Bahkan sekarang Kiren sudah berdiri dari duduknya.


"Duduk." Perintah Varo pelan tapi dingin.


"Aku capek. Mau istirahat." Jawab Kiren tak kalah datar.

__ADS_1


"Berani kamu melangkah keluar dari dapur ini. Aku pastikan kamu gak akan bisa keluar dari apartement ini mulai besok." Ancam Varo dingin.


Bersambung.....


__ADS_2