SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Perlakuan Manis.


__ADS_3

Kiren berulang kali menipiskan bibirnya, dan membenarkan letak duduknya di dalam mobil. Sedang Varo yang duduk di sampingnya terlihat serius memandang kearah luar, sama sekali tidak merasa terganggu dengan Kiren yang berulang kali bergerak mencari posisi duduk yang nyaman disampingnya.


Sedang Jesi, sekertaris Varo sudah seperti patung yang duduk diam di samping supir tanpa berani bertanya atau melirik kearah Kiren. Apa dia marah?


Dilumuti perasaan tak enak hati, Kiren pun tak memiliki keberanian hanya untuk sekedar bertanya, setelah kejadian beberapa waktu lalu. Membuat urat malunya timbul seketika.


Saat dirinya di dalam gendongan Varo yang tidak sadar tertidur sangking kelelahanya. Sedang Varo sudah seperti mayat hidup karna terus berjalan sambil menggendong Kiren.


Membuat Kiren merasa sedikit buruk, sebenarnya seberat apa tubuh Kiren ini. Gajah bengkak? Oh jika sampai Varo berani berfikir begitu atau berasumsi melebihi itu, jangan salahkan Kiren jika dia harus mengeluarkan kekuatan supernya untuk membuat Varo sadar dengan keseksian Kiren yang selama ini terpendam dalam diri Kiren. UWAWW.


Bukan kah setiap gadis selalu sensitif dengan hal-hal yang berbau berat badan atau bahkan lemak-lemak ditubuhnya. Bahkan mereka bisa berubah menjadi THE POWER OF EMAK-EMAK mengalahkan siapa saja yang membahas hal sensitif seperti itu pada mereka.


Iya lah lampu merah aja bisa langsung berubah menjadi hijau, kalau sudah berhadapan dengan the power of emak-emak. Apa lagi hanya orang-orang seperti Varo. Kecil itu mah. Pikir Kiren ngelindur.


Lalu tiba-tiba saat mereka sampai di gedung dengan tak sabaran Varo langsung berteriak marah kepada semua orang yang ditemuinya membuat Kiren yang sedang enak-enaknya bermimpi langsung terlonjak kaget. Kan jadi kesel.


Bahkan Jesi yang tidak tau apa-apa juga kena hantam amarah Varo yang tidak beralasan, hanya cuman karna sedikit lelah menggendong Kiren.


Dih cuman gendong gue tiga jam aja capek, gue aja yang digendong enak-enak aja, gak komplen apa lagi marah. Masak dia marah, kayak badan gue gendut aja. Bisik bawang merah dalam diri Kiren.


Woy Kiren loe kira badan loe sekecil marmut? Enak bener loe ngomong begitu, gak liat itu kaki Varo sampai gemeteran gara-gara gendong bandan loe yang udah kayak buntelan lontong. Teriak bawang putih dari dalam diri Kiren.


Tidak sadar, Kiren mendesisi kesal memikirkan banyaknya asumsi-asumsi aneh dalam diri Kiren.


Kapan sih otak gue waras.


Melirik Varo dan Jesi, dua sejoli itu malah terlihat menikmati kesunyian didalam mobil ini.

__ADS_1


Gak tau apa, bibir gue udah gatel dari tadi gara-gara gak diajak ngobrol. Mau ngajak ngobrol supir takut diomelin Varo, ngajak Jesi ngomong malu kalau gak dijawab. Apa lagi ngajak papan seluncur ngomong, bisa langsung dilakban bibir seksi gue sekarang.


"EKHMMMMMM" Dehem Kiren keras.


Berharap dengan berdehem keras dapat membuat para manusia didalam mobil sadar jika masih ada dirinya didalam mobil. Kiren lagi-lagi dibuat takjub dengan orang-orang di sekitarnya. Jangan kan menoleh, satu pun tidak ada yang melirik padanya.


Duh kalau seperti ini Kiren merasa seperti IRON MAN.


Lelah mencari perhatian orang-orang didalam mobil Kiren pun memutuskan bersandar dikaca pintu mobil di sampingnya. Wajahnya memandang lurus kearah Varo yang hanya diam bersandar dikursi sampingnya dengan tangan bersedekap didada dan memandang kearah luar mobil. Lama-lama membuat Kiren ngantuk juga karna tidak ada kegiatan ataupun diajak berbicara.


......................


Kiren merasa tidur nyenyaknya terusik ketika sesuatu terasa menusuk-nusuk pipinya.


Membuka mata yang masih terasa berat-beratnya, mata Kiren langsung melotot begitu tau, jari telunjuk Varo menusuk-nusuk pipi mulusnya. Memandang Varo kesal, Kiren sudah akan mengomel, jika saja dagu Varo tidak menunjuk kearah kaca mobil.


"Bangun Kita udah sampai."


"Kamu ngomong sesuatu?." Tanya Varo karna tidak terlalu mendengar dumelan Kiren.


"Enggak?" Ketus Kiren.


Varo langsung berdecak kuat mendengar nada ketus Kiren. Tidak mau repot-repot bertanya lebih, Varo langsung melenggang turun dari dalam mobil. Meninggalkan Kiren yang menggerutu kesal dengan bibir maju beberapa senti.


Dasar suami gak pekaaaaaa.....gaaak pekaaaaaaa.


Begitu membuka pintu, Kiren mengernyit kening bingung, saat mendapati Varo sudah berdiri disamping mobilnya.

__ADS_1


Varo membuka pintu mobil samping Kiren semakin lebar, setelah itu tubuhnya membungkuk setengah dan masuk kedalam mobil.


"Kenapa?" Tanya Kiren bingung saat suaminya membungkuk didepnnya.


Bukan menjawab pertanyaan Kiren, Varo langsung menelusupkan kedua tanganya diantara lipatan lutut dan leher Kiren.


Menggendong Kiren ala bridal style.


Kiren yang tidak siap langsung menjerit kuat, begitu Varo menggendongnya.


"Diam Kiren." Protes Varo saat Kiren menjerit tepat ditelinganya.


"Aku kan kaget." Cicit Kiren pelan.


Varo melangkah masuk kedalam hotel mengabaikan pertanyaan beberapa pelayan dan tatapan heran orang-orang disekitar hotel.


Sedang Kiren yang malu karna digendong oleh Varo, semakin menyerukan wajahnya ke dada bidang suaminya. Dengan senyum malu-malu seperti anak ayam eh perawan.


(Lah bukannya Kiren emang masih perawan ya.)😆😆😂


Aroma keringat dan parfum Varo langsung masuk kedalam indra penciuman Kiren.


Duh wanginyaaaaaa, bikin hati gue megap-megap kayak ikan lele kekurangan oksigen....Teriak hati kecil Kiren.


Kiren semakin senyum-senyum sendiri ketika, Varo tidak berkomentar saat dirinya mengendus-endus dada bidang suaminya itu.


Mamaaaaaaaa oh maaaamaaaaa....Bahagianya hatiiiiii ku.....

__ADS_1


Skip....skipppppppp😂😂😂😂😂😂


Bersambung......


__ADS_2