
BRAAAAAAAKKKKKKKK.........
Kiren mendorong pintu ruangan Hanum dengan kuat, sampai sang empunya melonjak kaget.
"HUAAAAAAA........" Teriak Kiren menangis sambil melangkah masuk ruangan Hanum.
"Loe kenpa Ren.?" Tanya Hanum yang kebetulan sedang duduk dikursi dibalik meja kebesaranya sambil memberi makan ikan hiasnya.
Bukannya menjawab Kiren malah duduk kursi depan Hanum, masih dengan tangisan yang kalau didengar Hanum, lebay.
"Kenapa sih loe?" Tanya Hanum sewot sambil menggeser aquarium didepanya.
"Gue lagi keselllll mbakkk....." Teriak Kiren sambil menghapus airmatanya kasar.
"Kesel kenapa?" Tanya Hanum penasaran.
"Gue barusan habis ketemu Centong." Cerita Kiren.
"Centong apa'an sih. Ngomong yang jelas kek." Tanya Hanum ketus.
"Centong sih.......Mantan tunangan adek Loe. PUAS..." Kesal Kiren.
Mengangkat alis heran. "Siapa Citra!!!. Eh Loe ketemu dimana ma tu orang." Tanya Hanum sarat akan penasaran.
"Dilantai atas."
"Kok bisa?"
"Dia nyamperin gue."
"Terus?"
"Ya gitu kita ngobrol."
__ADS_1
"Ngobrol apa'an?"
"Banyak."
"Iya gue tau loe ngobrol banyak dodol. Intinya kalian bahas apa'an?" Ucap Hanum mulai kesal karna jawaban Kiren yang muter-muter
"Dia minta laki gue mbak......HUAAAAAAA....."
"Loh....loh...Kok malah kenceng sih Ren.. Cerita dulu kek, gue kan penasaran."
"Bodo ah...Gue lagi kesel..."
"Hisss lebay loe ah, orang kalau didatengin pelakor itu dilawan bukan malah loe baperin begini!! Yang ada, kalau lo begini dia malah seneng lah, liat loe nangis bombay begini. Itu artinya dia berhasil bikin loe baper." Ucap Hanum panjang lebar.
"Loe gak tau aja, seberapa gue pengen lempar tu orang dari lantai dua kebawah." Sungut-sungut Kiren emosi.
"Terus kenapa gak loe lempar?" Tanya Hanum.
"Heleh.... Ngeles mulu loe." Cibir Hanum. "Tapi kok bisa si Citra tau loe istri Varo?" Sambung Hanum penasaran.
Kiren diam menimbang-nimbang apa dia harus bercerita pada Hanum. "Semalem dia keapartement." Cerita Kiren akhirnya.
"Serius?" Tanya Hanum menyakinkan yang Kiren jawab hanya dengan menganggukkan kepala. "Demi apa?" Tanya Hanum tak percaya.
"Serius."
"Coba ceritain, kok bisa dia ke apartement loe."
Dan Kiren pun menceritakan semua kejadian dari awal Citra datang sampai sekarang. Yang mulai dari Citra datang ke apartementnya sampai menemuinya di tempat kerja.
"Gila....Dasar nenek lampir, pelakor gak tau diri. Perempuan gak tau diuntung. Masih mending kemarin keluarga gue gak nuntut keluarga dia. Coba kalau kemarin Varo gak terima dan nuntut masih punya muka gak tu prang nyamperin Varo." Sungut Hanum emosi.
Bahkan kini Hanum sudah berdiri dari duduknya dan berkacak pinggang dengan wajah penuh dendam. "Liatin aja ya sampai suatu saat nanti Varo berani balik ke tu cewek. Gue bakal minta mama buat coret tu anak dari ahli waris. Biarin dia gelandangan diluar sana. Biar harta mama jatuh ketangan kita berdua Ren." Sambung Hanum kesal.
__ADS_1
Kiren cuman melongo mendengar deretan kata yang keluar dari bibir Hanum.
Ni orang senge banget sih, masa orang lagi galau begini diajak mikirin harta.
"Tau ah mbak. Loe gue lagi kesel malah diajal mikirin harta." Kesal Kiren.
"Loe tenang aja. Kalau sampe tu orang berani deketin Varo lagi, kita bakal buat dia kapok karna pernah berurusan sama kita." Seru Hanum semangat yang langsung diacungi dua jempol oleh Kiren.
Setelah itu Hanum berjalan mengitari mejanya dan melangkah kearah pintu.
"Loe mau kemana mbak?" Tanya Kiren.
"Gue mau nyuruh Bagas masakin makanan korea bentar. Gue laper soalnya." Ucap Hanum sambil nyengir.
Kiren langsung mencibir mendengar ucapan Hanum. Setelah Hanum keluar, Kiren melirik ikan hias yang ada diatas meja. Menariknya mendekat.
"Kok loe kurus banget sih kan. Gak dikasih makan loe ya sama Hanuman?" Tanya Kiren pada ikan diaquarium.
"Enak banget ya loe. Makan dikasih, tempat tinggal disedia'in, air diganti mulu. Kayaknya hidup loe anteng banget. Tapi sayang bos loe pelit ngasih makan." Curhat Kiren sambil memberi ikan-ikan Hanum makan.
"Woy Kera. Loe apain ikan gue monyet." Raung Hanum didepan pintu. Hanum langsung berlari kearah Kiren dan menarik ikanya menjauh dari Kiren.
Kiren melirik Hanum sekilas. " Apasih loe Hanuman, berisik banget loe teriak-teriak. Orang gue cuman ngasih makan juga." Jawab Kiren membela diri.
"Tapi loe ngasih makanya kebanyakan dodol. Ikan-ikan gue bisa mati." Tuntut Hanum tak terima.
"Mana ada mahkluk hidup mati karna kebanyakan makan." Ucap Kiren tak habis pikir.
"Ada!! Ikan-ikan gue bisa mati karna kebanyakan makan. Karna mereka lagi ikut progam diet."
Kiren melongo mendengar jawaban ajaib Hanum. Ini yang stres gue, kenapa yang gila mbak Hanum.
Bersambung.....
__ADS_1