SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Prasangka Buruk.


__ADS_3

Kiren berhenti dibawah salah satu pohon. Kakinya sudah tidak kuat lagi melangkah, entah sudah berapa lama dia berjalan yang jelas kakinya sudah sangat lelah sekarang. Sudah tidak memiliki tenaga untuk sekedar melangkah, tenggorokannya pun sudah kering karna sedari tadi berjalan terus. Bahkan helsnya pun sudah tergeletak mengenaskan disamping tubuhnya. Dengan keadaan kotor karna genangan-gengan air dan jalanan setapn yang basah.


Sumpah demi apapun, gue gak bakal mau pakai sepatu yang model begini. Bukanya enak, yang ada malah nyiksa.


Mengecek ponsel digenggaman tangannya. Kiren berulang kali mencebikkan bibir kesal karna tidak menemukan sinyal diponselnya.


Kenapa gak ada yang nyariin gue sih ya. Mana gak ada sinyal lagi. Apes banget hidup gue.


Memandang pohon sekelilingnya, mata Kiren langsung melotot ngeri saat bayang-bayang film horor yang diteror oleh hantu di bioskop memenuhi kepalanya.


"Jahat banget sih paksu gak nyariin gue, jangan-jangan dia asik berduaan lagi sama si Jenang. Kayak dipinggir pantai itu..Hueeee" Ucap Kiren sambil memandang foto pernikahanya di ponselnya dengan kesal.


"Apa senelangsa ini ya, nikah gak pakek cinta...Tu ma, liat anakmu ini. Dia ialng gak dicariin...Malah Varonya enak berduaan sama perempuan lain, coba aku bisa apa sekarang ma..." Gumam Kiren berkaca-kaca memandang ponselnya.

__ADS_1


Dengan mata berkaca-kaca Kiren menundukkan wajahnya dalam, hatinya seperti diremas paksa saat bayangan-bayangan Varo duduk berduaan dengan wanita lain sedang ia disini merasa haus dan kelaparan.


Bukan hanya berkaca-kaca. Kini Kiren terisak pelan, merutuki kebodohannya karna terlalu ceroboh dan tidak bisa menahan diri untuk bersabar. Seandainya tadi ia mendengarkan ucapan sekertaris suaminya, kejadian seperti ini tidak akan terjadi.


"Huuuuuuuuuuu.......Aaaaaaaaaaaaaa....Mama Kiren nyasar beneran....Gak ada yang nyariin...Sendirian dihutannnnnn....Huaaaaaa." Tangis Kiren pecah saat itu juga, membayangkan ia akan bermalam dihutan yang msnyeramkan, ditambah ia takut gelap. Membuat tangisnya tidak bisa dibendung.


"Gak pernah keluar dari jakarta...Sekalinya keluar cuman mentok disini tapi udah nyasar...Mama...Salah apa Kiren ini...Anak mu...Nyasar gak ada yang nyariin."


"SEMANGAT KIREN." Mengepalkan kedua tangan, Kiren mengangkat tinggi kepalannya keatas tinggi-tinggi, seolah sedang menyemangati dirinya sendiri.


"Gue gak boleh cengeng. Gue harus kuat demi masa depan gue." Ucap Kiren menghapus kasar air matanya.


Melirik helsnya tanpa minat, Kiren meraihnya dengn malas-malasan. Dan menentengnya, dan kembali berjalan menyusuri jalan-jalan yang dipenuhi dedaunan ditanah. Matanya terus melirik-lirik kanan kiri. Memperhatikan seolah-olah apa pun yang bergerak disekitarnya itu adalah bahaya. Dan pada akhirnya bahaya itu benar-benar datang.

__ADS_1


NGIKKKKKK....NGIKKKKKK...


Mata Kiren langsung terbelalak begitu seekor **** hutang sedang berlari tidak jauh darinya. Begitu cepat dan tiba-tiba. Beruntung hewan berkaki empt itu tidak berlari kearahnya. Walau begitu semua itu membuat Kiren pucat pasih, ia terus berjalan mundur. Berusaha semampunya untuk tidak menimbulkan suara yang akan membuat ia dalam bahaya.


NGIKKKKKKK.....NGIKKKKKK..


Kiren langsung bergidik ngeri ketika hewan-hewan berkaki empat itu sudah agak jauh darinya. Melihat sudah sedikit aman, Kiren langsung berlari cepat, dan melepar helsnya sembaranganan.


Dengan tubuh gemetar karna takut, Kiren terus berlari pontang panting, mengabaikan kakinya yang tidak beralaskn apapun. Berulang kali meringis ketika kakinya menginjak ranting pohon atau batu kerikil ditanah dengn air mata mengalir dipipinya.


Demi apapun, Kiren saat ini kapok karna tidak mendengrkan peringatan orang yang sudah berpengalaman tinggal disini.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2