SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Salah paham atau salah langkah.


__ADS_3

"Mas mau kemana?" Tanya Kiren bingung karna Varo bukan mengajaknya pulang melainkan terus naik kelantai atas dengan santai berjalan didepan Kiren.


Dih suaminya emang gak ada romantis-romantisnya, masak digandeng bentaran doang. Habis itu dianggurin lagi...Kan kesel....


Bukankah mereka sudah selesai makan, seharusnya kan mereka pulang, bukan malah muter-muter begini. Bikin Kiren tambah kesel karna terabaikan.


"Udah ikut aja." Jawab Varo pelan.


Kiren mengikuti langkah Varo dengn bibir menggerutu kesal karna kelakuan se'enak jidat suaminya. Kapan sih suaminya itu bisa romantis.


Kiren mengerutkan dahi bingung saat Varo mengajaknya masuk kedalam toko perhiasan elite.


Ngapain masuk kesini.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" Sapa seorang pramuniaga toko menghampiri Varo. Bahkan dia tersenyum genit memandang Varo. Membuat Kiren memicingka mata curiga.


Gila, ni cewek ganjeng banget sih. Belum pernah liat singa ngamuk ya..Gue cakar-cakar tu muka mulusnya, baru tau rasa.


"Saya mau mencari cincin pernikahan." Sahut Varo cuek.


Kiren menoleh cepat kearah Varo.


Buat apa Varo beli cincin pernikahan. Kami kan udah punya...Apa jangan-jangan dia bakal balikan sama Centong nasi itu...


"Bu---buat apa kamu beli cincin pernikahan mas?" Tanya Kiren .


Tanpa menjawab, Varo menyodorkan kartu member kearah pramuniaga. Mata Kiren terbelalak, antara penasaran dan tidak percaya Apa suaminya sering kesini. Kenapa suaminya punya kartu member.


Ah, dia kan orang kaya. Gak mungkin kalau dia gak sering ngajak cewek-cewek belanja perhiasan disini. Tapi kenapa harus Kiren yang notabennya, istrinya. Yang harus mengantar plus memergokinya seperti ini. Kan sakit kalau nyatanya cinta Kiren bertepuk sebelah tangan. Eh, sejak kapan Kiren cinta suaminya!! Ah, pokoknya mulai sekarang Kiren bakal cinta sama paksu. Dan memperjuangkan paksu. Kan sayang, kalau cowok tajir model Varo gini dilepas, bisa rugi bandar Kiren kalau sampai lepas.


Si pramuniaga menerima kartu yang disodorkan Varo dengan sopan.


"Mari...Ikut saya....Sebelah sini ya pak." Ucap pramuniaga menuntun Varo sopan.


Pramuniaga menuntun Varo yang diikuti Kiren dibelakangnya, kesebuah ruangan mewah. Ada sofa-sofa besar yang terlihat empuk berjejer rapi di tengah-tengah ruangan. Lengkap dengan meja kaca kotak di tengahnya.

__ADS_1


"Saya mau cincin pernikahannya, asli logam mulia...." Ucap Varo dengan nada tegas.


Pramuniaga itu hanya mengangguk sebelum pamit undur diri. Tak berapa lama datang dua orang memasuki ruangan dengan pakaian rapi.


Seorang pria mudah dengan stelan jas rapi dan seorang wanita juga berpakaian tak kalah rapi. Bahkan pria itu terlihat begitu tampan seperti oppa-oppa korea dengan mata sipit dan pesona tak kalah mematikan dimata Kiren. Begitu menyilaukan dan bercahaya dipandangan Kiren.


Sedang pramuniaga yang tadi berdiri dibelakangnya datang dengan mendorong meja roda kaca yang diatasnya terdapat beberapa kotak cincin. Yang nampak indah berkilau.


"Selamat sore pak. Saya James selaku menager toko cabang disini, sementara ini Putri asisten saya." Ucap sang pria memperkenalkan diri sangat sopan. Bahkan dia mengulurkan tangannya kearah Varo. Varo langsung menyambut uluran tangan James dan Putri bergantian serta memperkenalkan diri.


Menoleh Kearah Kiren yang masih memandang James dengan tampang mumpeng. Membuat Varo langsung melirik James tidak suka.


"Dia Kiren, istri saya." Ucap Varo membuayarkan lamunan Kiren.


Kiren langsung dengan semangat mengulurkan tangan kearah James.


"Saya Kiren." Ucap Kiren penuh semangat kearah James.


Gak boleh nih sia-siain ketemu cowok cakep.


Aduhhhhh kok berdebar gini sih..Ahhhh blusing deh ini gue...Kok jadi pingin jingkrak-jingkak yak..Boleh gak sih gue cium telapak tangan gue habis ini....Kan habis kenalan sama oppa-oppa korea....


"EHEM." Varo berdeham langsung membuat James segera melepas jabatan tangannya dari Kiren.


"Jadi.." Tanya Varo datar.


"Oh Maaf pak. Ini adalah beberapa koleksi terbaru di toko kami. Saya harap bapak dan-"


"Kiren aja." Seru Kiren memotong ucapn James. Membuat Varo melirik Kiren dengan mata tajamnya.


"Ya, mbak Kiren suka." Ucap James melirik Varo canggung.


James dibantu asistennya menerangkan satu-persatu jenis cincin serta desaintnya. Membuat Kiren yang tidak mengerti hanya memandang takjub pada beberapa cincin yang menurutnya begitu menyilaukan dimatanya. Benar-benar indah dan bagus.


Walau tidak begitu mengerti tapi setidaknya Kiren tau jika cincin-concin itu pasti tidak murah alias mahal. Melihat kotaknya saja bikin takjub apa lagi harganya. Pasti bisa buat Kiren terkena seranga jantung.

__ADS_1


"Jadi, mau pilih cincin yang mana?" Suara Varo membuyarkan lamunan konyol Kiren.


Kiren menatap kearah Putri dan James yang juga diam memandang lurus kearahnya.


Kiren memandang sinis Varo, membuat Varo balik menatapnya bingung.


"Kenapa kamu nanya aku?" Tanya Kiren sinis.


"Mau cincin yang mana?" Ulang Varo lembut mengabaikan pertanyaan sinis Kiren.


Dengan amarah memuncah Kiren menunjuk-nunjuk wajah Varo. Mengabaikan benerapa orang yang melongo menatapnya.


"Kenapa kamu jahat banget...Belum puas kamu nyakiti aku...Tapi sekarang kamu nyuruh aku milih...Mau bales dendam kamu?" Ucap Kiren menggebu-gebu.


Putri melongo mendengar teriakan Kiren.


James menatap horor kearah Varo.


TUK..


"Kamu kenapa sih? Ngomel-ngomel gak jelas ? Kamu dari kemarin marah-marah cuman gara-gara cincin. Terus terus sekarang juga marah-marah jelas!!." Sembur Varo mulai kesal.


"Aw... Sakit tau...Kenapa kamu mukul jidat ku." Protes Kiren sambil mengusap jidat yang tadi menjadi sentilan tangan Varo.


"Terus itu cincinnya buat siapa? Kok aku yaang milih?" Sambung Kiren dengan tampang tak bersalah.


"Kamu masih berani bertanya?" Seru Varo tambah kesal.


"Dih gitu aja ngambek. Jadi itu cincinnya buat siapa?" Tanya Kiren mencari kepastian.


"Ckkkk.....Aku beli cincin buat kita karna kamu dari semalam ngambek gak jelas. Dan sekarang, kamu berani nanya setelah marah-marah." Omel Varo kehabisan kesabaran sambil berkacak pinggang seperti seorang ibu yang memarahi anaknya.


Membuat Kiren menunduk malu dan kembali duduk.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2