SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Pertemuan....Lagi!!


__ADS_3

Kiren menggeliat dalam tidurnya. Mengerjapkan mata yang terasa berat, Kiren mengangkat sebelah tanganya dan mengusap tempat tidur disampingnya..


Matanya langsung terbuka lebar ketika mendapati tempat tidurnya kosong, tidak ada suaminya. Bahkan, tempat tidur disampingnya terasa dingin dan masih rapi. Itu artinya, suaminya belum tidur sedari tadi. Melirik jam dinding diatas nakas, Kiren kembali menguap ketika mengetahui jam masih menunjukkan pukul satu malam. Ditengah malam begini, kemana perginya suaminya.


Melangkah kekamar mandi, Kiren mengetuk pintu sembari memanggil-manggil suaminya. Berharap, jika saat ini suaminya sedang berada dikamar mandi. Tapi nyatanya tidak, suaminya tidak ada disana. Kamar mandi nampak kosong tanpa ada tanda-tanda keberadaan suaminya. Membuat Kiren mau tidak mau melangkah kelaur kamar.


Suasana rumah mewah nampak sepi saat ini. Semua lampu dimatikan, kecuali lampu-lampu yang berada diluar rumahnya, yang membuat cahaya didalam rumah menjadi remang-remang karna cahaya yang minim.


Terlihat menyeramkan jika ada orang yang keliaran dirumahnya. Oh tentu saja, siapa yang akan berkeliaran ditengah malam seperti ini. Hantu!! Kiren langsung bergidik membayangkan hal yang tidak-tidak berkeliaran diotaknya.


"Mas." Panggil Kiren sedikit kuat.


Tapi, tidak ada sautan dari mana pun, lampu yang remang-remang membuat Kiren takut untuk berjalan lebih jauh dari kamarnya.


Akhirnya, dengan perasaan sedikit tidak ikhlas, Kiren memutuskan untuk kembali kemarnya. Saat akan berjalan kembali kekamarnya, tidak sengaja matanya melirik kearah pintu kerja suaminya yang sedikit terbuka. Membuat Kiren penasaran.


"Mas." Panggil Kiren membuka pintu ruang kerja suaminya lebih lebar. Senyumnya langsung terbit begitu mengetahui suaminya sedang duduk dikursi kebesarannya dengan leptop didepannya.


Varo yang mendengar suara Kiren langsung menoleh kearah pintu. Disana, Kiren berjalan kearahnya dengan muka bantalnya.


"Kenapa bangun?" Tanya Varo mengulurkan tanganya kearah Kiren, meminta istrinya untuk berjalan mendekat kearahnya.


Kiren menerima uluran tangan suaminya dengan senang hati. "Suami aku hilang. Mangkannya aku keluar nyariin." Ucap Kiren bercanda. Yang langsung disambut senyum hangat Varo.


Varo menarik Kiren untuk duduk diatas pangkuannya. Membiarkan istrinya duduk didepannya dengan membiarkan istrinya memeluk tubuhnya seperti kuala.


"Kenapa jam segini masih kerja?" Tanya Kiren pelan melirik leptop didepannya.


"Mas harus kesolo besok. Jadi, ada beberapa berkas yang harus mas diperiksa."


"Berapa lama mas disolo?" Tanya Kiren memainkan kancing baju tidur suaminya.


"Seminggu..... Mungkin." Jawab Varo terdengar ragu.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali." Protes Kiren.


Varo terkekeh mendengar nada protes instrinya."Apa sekarang istriku tidak mau ditinggal terlalu lama?" Tanya Varo dengan nada menggoda sambil menjawil hidung istrinya. Kiren yang digoda suaminya hanya memukul pelan dada bidang Varo sambil tersenyum malu, membuat Varo tertawa pelan dibuatnya. "Baiklah....Mas akan usahakan lebih cepat kalau begitu..." Sambung Varo sambil merapikan anak rambut Kiren. Diselipkannya anak rambut Kiren kebakang telinganya.


"Jam berapa besok mas berangkat?" Tanya Kiren sedikit menjauhkan tubuhnya dari tubuh Varo.


"Pagi. Mungkin sekitar jam 8...Kenapa?"


"Gak papa. Ya udah yuk kita tidur." Ajak Kiren mengalungkan tanganya keleher Varo.


"Gimana kalau kamu tidur duluan. Mas masih ada kerjaan sedikit lagi." Jawab Varo menunjuk leptop didepannya menggunakan dagu.


"Mau sampai jam berapa? Ini udah lewat tengah malam....Mas bukan robot yang bisa terus bekerja tanpa istirahat....Tubuh mas juga butuh istirahat.." Omel Kiren kesal.


"Baiklah-baiklah nyonya...Anda menang sekarang.....Ayo kita istirahat sekarang.." Ucap Varo pada akhirnya dan mengangkat tubuh ramping istrinya. Memuju kamar mereka.


*****


Kiren membolak-balikkan susu ibu hamil ditanganya, menimbang-nimbang warna putih atau warna coklat. Hari ini, Kiren sedang berbelanja bulanan disupermarket didekat rumahnya.


"Kiren."


Kiren menolehkan kepalanya kesamping, kearah orang yang memanggilnya tadi. Pandanganya lagsung disuguhkan dengan wanita cantik yang nampak anggun berdiri disampingnya dengan senyum tipis dibibirnya. Sangat tipis malah, hingga Kiren sedikit sulit membedakan itu senyuman atau seringai.


"Citra?" Ucap Kiren pelan.


"Iya ini aku." Jawab Citra terkekeh. "Kamu lagi belanja?" Sambung Citra melirik troli yang berada didepan Kiren.


"Ya." Jawab Kiren terdengar malas.


"Sama siapa?" Tanya Citra memperhatikan sekeliling.


"Sendiri."

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Citra terdengar senang.


Kiren tidak menjawab, perhatiannya kembali kearah susu kotak yang berada ditanganya.


"Susu ibu hamil?" Tanya Citra lirih. Pandanganya lurus kearah tangan Kiren yang memegang susu kotak ibu hamil.


"Kamu sedang hamil?" Tanya Citra lagi, suaranya terdengar menuntut meminta jawaban.


"Ya." Jawab Kiren sekenanya.


"Sudah berapa lama?"


"Sembilan minggu."


"Masih kecil...Masih rentan dengan keguguran.." Ucap Citra pelan. Kiren langsung menoleh cepat kearah Citra begitu mendengar ucapannya yang sangat pelan, hingga Kiren mendengarnya seperti bisikan. Tapi cukup mengerikan ditelinga Kiren.


"Hahaha....Maksud ku....Kemarin aku keguguran saat usia kandungan ku baru dua bulan...Janin segitu kecil, sangat rentan dengan keguguran.." Ucap Citra menjelaskan saat melihat sorot mata tajam Kiren menatap kearahnya. "Dan itu sangat menyakitkan, saat tau jika bayi yang sangat kita harapkan kehadirannya...Malah pergi meninggalkan kita....Itu seperti mimpi buruk yang jika bisa....Jangan pernah terjadi pada kita.....Kau tau Kiren..." Sambung Citra datar.


Meraih kotak susu yang sama persisi seprti yang dipegang Kiren. "Susu tidak menjamin bayi akan cepat tumbuh didalam perut kita...Atau yang lebih parah...Membuatnya terus kuat didalam rahim kita..."


"Aku kehilangan bayi ku....Saat aku sangat menunggu-nunggu kedatanganya...Berharap jika ada bayi itu, akan membuat aku kembali kepada pria yang kucintai. Dan aku akan mendapatkan cinta yang besar seperti dulu dari pria pertama yang mengenalkan aku tentang cinta." Citra menarik nafas. Memegang erat kotak susu ditanganya hingga kuku-kuku ditanganya memutih.


Kiren merinding mendengar setiap kata yang keluar dari bibir Citra. Wanita yang berdiri disampingnya ini bukan terdengar seperti wanita anggun yang baru datang tadi, melainkan seperti wanita piskopat yang sedang menyimpan dendam.


"Ahhh....Apa aku terdengar berlebihan Kiren..." Sambung Citra menjatuhkan kotak susu ditanganya, saat menyadari tatapan Kiren lurus kearahnya. Yang menyebabkan sedikit keributan hingga membuat beberapa orang melirik kearahnya.


"Maafka aku.....Aku suka sedikit kehilangan kontral saat mengingat calon anak ku..." Sambung Citra sedikit ramah, dan membungkuk mengambil kotak susu yang tadi dia jatuhkan. Membuat Kiren memandangnya aneh, tidak biasanya mantan tunangan suaminya ini bersikap ramah padanya. Bahkan tadi suaranya terdengar begitu datar dan dingin. Apa Citra memiliki kepribadian ganda, hingga sikapnya sering berubah-ubah. Pikir Kiren bingung.


"Apa kau masih lama?" Tanya Citra lagi.


"Ya." Jawab Kiren datar.


"Apa kau butuh teman untuk berbelanja? Aku bisa menemanimu jika kau mau!!" Tanya Citra menwarkan diri.

__ADS_1


"Enggak makasih. Gue bisa sendiri." Jawab Kiren melangkah menjauh.


Meninggalkan Citra yag menatap punggu Kiren tajam.


__ADS_2