
"Pergi kealamat xxxxxxx besok pukul 10 pagi.. Jangan lapor polisi, atau nyawa istri anda jadi taruhannya." Rahang Varo mengeras begitu selesai membaca pesan masuk dari nomor yang ia tidak dikenal.
"Kenapa?" Tanya Adam begitu melihat wajah memerah Varo dengan rahang mengeras. Nampak sekali jika Varo sedang menahan amarah.
"Mereka ngirim pesan, kalau besok.. Mereka mau aku kesana."
"Jadi, apa rencana loe?"
"Aku akan menuruti kemauan mereka."
"Kalau gitu, biar gue akan lapor polisi."
"Enggak mas." Tolak Varo cepat. "Aku gak mau ambil resiko buat masalah ini... Aku yakin mereka bukan orang sembarangan. Lagi pula, kalau sampai aku lapor polisi... Nyawa Kiren jadi taruhanya.. Jadi aku gak mau kalau sampai Kiren kenapa-napa."
"Jadi, apa rencana loe? Kita gak mungkin pergi tanpa rencana kan?"
Varo diam mendengarkan ucapan kakak imparnya.
...----------------...
Varo turun dari mobil, saat dua orang pria berjas berdiri menghadang mobilnya. Saat ini, Varo berada disebuah hutan belantara dengan suasana mencekam. Bahkan suasananya begitu sunyi, yang terdengar hanya suara-suara burung dan angin yang saling bersaut-sautan.
Jujur, Varo merasa sedikit was-was bercampur ngeri. Saat tau jika istrinya disekap dihutan yang jauh dari pemukiman warga.
"Bos kami ingin bicara!!"
Belum juga Varo membuka suara, salah satu pria berjas melempar ponsel kearahnya. Beruntung Varo memiliki reflek cepat. Hingga tanganya langsung menangkap ponsel yang dilempar kearahnya dengan cepat.
__ADS_1
"Hallo." Sapa Varo dingin.
"Anak buah gue punya kejutan buat loe, jadi gue minta... Jangan pernah melawan apa pun yang anak buah gue lakukan.. Dan ikuti semua kemauan mereka... Tapi loe harus ingat satu hal, sekali aja loe berani melawan, gue pastiin, loe gak bakal ketemu dengan istri tercinta loe. Hahahahhahahha." Varo menahan geram saat suara disebrang telpon tertawa lepas. Sampai ponsel digenggamannya ditarik lepas dari arah samping membuat Varo tersentak, menatap tajam sang pelaku. Varo hampir kehilangan kesabaranya begitu melihat wajah pongah pria berjas disampingnya. Hingga ucapan sang pria itu kembali menyadarkannya.
"Nyawa istri anda, tergantung sikap anda saat ini."
Lagi-lagi kesadaran keadaannya saat ini menamparkan. Hingga ia pun hanya bisa pasrah ketika ditarik paksa oleh dua pria gempal disampingnya. Diseret, hingga dimasukkan kedalam mobil dengan kasar pun, Varo hanya bisa pasrah dan menurut. Semua itu bukan tanpa alasan Varo melakukanya. Varo melakukannya demi istri dan anaknya.
"Bius dia." Perintah seorang pria yang duduk dikemudi mobil. Yang langsung dituruti dengan pria berjas disampingnya. Setelahnya, yang Varo ingat adalah senyum sombong dari pria yang duduk disampingnya.
BYURRRRRRRRR......
Rasa dingin langsung menyentuh tubuh Varo. Terbatuk-batuk karna guyuran air dari wajahnya. Varo hanya bisa meringis pelan ketika merasakan nyerinya dibagian pergelangan tanganya.
Tapi wajahnya semakin meringis pelan saat kesadaranya kembali sepenuhnya. Hingga kedua matanya membola saat tepat didepanya terdapat Kiren yang duduk diatas kursi dengan kaki dan tangan terikat kebelakang. Sedang ia berdiri ditengah-tengah ruangan dengan kedua tangan terikat keatas. Dengan bertelanjang dada. Tanpa atasan!!
Sedang Kiren sendiri hanya menggeleng lemah dengan air mata berlinang. Karna mulutnya pun dilakban.
"Jangan menangis!!" Bisik Varo malah semakin membuat Kiren terisak.
POK... POK... POK.... POK... POK... POK...
Tepuk tangan dari arah tangga membuat kepala Varo menoleh cepat. Ditatapnya pria yang berjalan kearahnya dengan wajah yang tertutup topeng. Bahkan Varo mengerutkan kening, heran saat tak mengenal orang dibalik topeng itu walau sudah berusaha mengingat dan memperhatikan postur tubuhnya.
"Hallo, tuan Varo!!! Selamat datang dikediaman ku? Apa sambutanku kurang meriah sebelumnya?" Tanya pria misterius itu. Dengan tubuh membungkuk dan kaki terlipat kebelakang.
"Siapa kau?"
__ADS_1
"AKU? Hahahahahhaha..... Haruskah aku kecewa, tuan Varo? Karna anda tidak mengingatku dengan baik? Padahal?" Mengusap dagunya, pria misterius itu terus melangkah kearah Varo dengan pelan. "Aku berharap anda mengingatku, walau dalam keadaan apa pun!!!"
"Apa yang kau inginkan?"
"Tentu saja kehancuranmu, tuan Varo. Apa lagi membunuh istrimu dan dirimu... Itu adalah keinginan terbesarku."
"Jika kau, berani menyentuh istriku.. Walau seujung kuku sekali pun!! Aku tidak akan pernah melepaskan mu, walau kau lari keujung dunia sekali pun."
"Uhhhhhhh, takut. Hahahhaha....." Dengan santainya dia terus melangkah kearah Varo. "Kau pikir, apa yang bisa kau lakukan saat ini tuan Varo? Kau hanya tawanan lemah ku. Tawanan yang tidak bisa melakukan apa pun, selain belas kasian dari ku."
"Cuih. Kau pikir, aku takut padamu... Pada pria yang bahkan sama sekali tidak memiliki nyali untuk memperlihatkan identitasnya. Jangankan identitas, wajah pun kau tidak berani memperlihatkannya."
BUGGGGGGGG.........
Varo meringis pelan saat bogem mentah menghantam perutnya. Setelah mengucakan ucapan panjang lebar. Dengan tiba-tiba pria misterius itu melayangkan bogeman mentah. Membuat Varo meringis tanpa bisa melawan.
Menarik rambut Varo kebelakang. "Jangan pernah memancing emosiku, jika kau tidak ingin mati saat ini juga.. Kau tau, jika aku mau, aku pasti dengan mudah membunuh mu dan istrimu saat ini juga... Tapi aku masih memiliki belas kasian pada calon anak mu, yang nantinya tidak bisa melihat dunia."
"Jika kau berani menyentuh istriku, baik seujung kuku sekali pun. Aku pastikan kau juga akan mati saat ini juga!!" Geram Varo.
BUGGGGGG..... BUGGGGGG....
"Kau masih berani mengancam ku.... Brengsek.." Teriakan, amukan, bahkan pukulan terus Varo dapatkan seiring dengan ringisan yang terus keluar dari bibirnya. Tanpa bisa melawan, Varo seakan hanya bisa pasrah dengan semua bogeman yang menghantam tubuhnya.
Sampai membuat Kiren yang menatapnya, hanya menangis dengan tubuh bergetar. Dalam hati, dia terus bergumam doa, agar tuhan mau berbaik hati untuk menyelamatkan suaminya.
Makasih buat semua kakak-kakak yang setia dengan cerita akuhh.. maafkan akuhhh karna kelamaan up. Karna sekarang kerjaan aku yang bikin pusing, dan susah buat cari ide kalau pas lagi libur... Tapi mulai sekarang bakal berusaha buat up, setiap hari. Biar bisa cepet selesaiin cerita ini❤❤❤❤❤
__ADS_1
Cium jauh dari aku😘😘😘😘