
"Ma." Panggil Kiren pada Laras yang sedang asik memberi makan ikan hias peliharaan Herman.
Laras hanya melirik Kiren sebentar, tidak menjawab sama sekali. Seperti menunggu anaknya itu untuk menyelesaikan ucapannya.
Tadi, setelah berbelanja. Kiren tidak langsung pulang, melainkan mempir kerumah mamanya, Laras. Karna ingin bertanya sesuatu.
"Mama." Panggil Kiren lebih keras, agar Laras menjawab panggilannya.
"Apa sih." Saut Laras malas.
"Kiren mau nanya nih......Boleh gak..." Ucap Kiren sambil menopang dagu dengan punggung tangannya. Memandang fokus ikan-ikan yang nampak lahap memakan, makanannya.
"Sejak kapan kamu mau nanya segala pakek ijin." Jawab Laras santai.
"Dulu, ada berapa perempuan yang nyoba deketin papa?" Tanya Kiren dengan nada serius, yang langsung membuat Laras mengerukan dahi samar.
"Emang kenapa?" Tanya Laras penasaran.
"Gak papa. Kiren pengen tau aja."
"Bohong....Pasti ada apa-apa.." Ucap Laras memandang Kiren curiga.
"Apa sih ma. Curigaan mulu."
"Habis pertanyaan kamu aneh banget."
"Bukan aneh mama. Tapi Kiren lagi mencoba bertukar pikiran." Jawab Kiren santai.
"Heleh bahasa mu Ren. Kayak iya aja."
"Lah. emang iya mama..." Jawab Kiren gemas. "Terus?" Sambung Kiren menaik turun kan alisnya.
"Terus apa?"
"His mama mah. Kiren serius juga....Kan Kiren pengen denger cerita mama. Kali aja bisa jadi pelajaran berharga buat Kiren.."
"Ngarang kamu...Mana ada pelajaran tentang begitu.."
__ADS_1
"Ya ada lah....Suami Kiren kan......Guantenggg..... Jadi Kiren harus memdengarkan pengalaman-pengalaman orang dulu...Biar Kiren bisa berguru....Terus menyiapkan strategi tempur yang amazing... Yang bakal buat para wanita-wanita kurang belaian itu, gak berani deket-deket suami Kiren..."
Laras mendengus mendengar ucapan ajaib anak gadisnya. "Kalau suaminya bener juga gak bakal tergoda Ren." Saut Laras enteng.
"Kata siapa ....Kalau perempuan-perempuan yang kurang belaian terus berusaha, lama-lama juga pasti bakal buat para suami pindah haluan ma.... Karna itu....Kiren sekarang mau berguru kepada.....Kanjeng nyonya yang mulia ratu Laras yang luar biasa hebat...." Ucap Kiren sambil menangkupkan telapak tangan didepan wajah sambil sedikit menunduk kan kepala, seperti memberi penghormatan kepada raja. Yang langsung membuat Laras melemparnya dengan kain lap yang ada disampingnya keapada Kiren.
"Gak usah ngeledek."
"Dih kok ngeledek....Ini itu serius mama.."Jawab Kiren gemas.
"Kalau kamu galak sama mereka.... Mereka juga bakal mikir dua kali buat deketin suami kamu Ren.."
"Kayak mama..." Jawab Kiren spontan. Yang langsung membut Laras mendelik kesal kearahnya. Kiren hanya menyengir lebar melihat mamanya yang mendelik kesal kearahnya.
"Kan kata mama harus galak....Ya dibayangan Kiren cuman ada mama...." Sambung Kiren sambil terkikik geli.
"Terserah kamu lah Ren...Capek mama kalau ngomong sama kamu....Lama-lama kok sering buat mama cepet tua..."
"Yeeee....Emang mama udah tua kali....Gak sadar bentar lagi mau dapet cucu.." Jawab Kiren santai. Laras hanya diam menanggapinya. "Terus gimana dong ma?" Ucap Kiren sedikit merengek.
" Gak akan ada yang berani deketin suami kamu...Liat Varo yang udah cinta mati sama kamu, ditambah liat kelakuan aneh kamu yang begini.....Gak akan ada perempuan waras yang bakal berani deketin suami kamu..."
"Kata mama barusan..."
"Buktinya, mantan mas Varo datangin Kiren...Minta Kiren buat ninggalin dia..."
"Itu artinya dia gak waras..."
"Nah...Karna itu mama....Kiren butuh pelajaran yang bisa buat cewek-cewek gak waras pada gak berani deketin suami Kiren.." Ucap Kiren semangat.
"Gimana sama kandungan kamu? Dia kuat?"
"Kuat apa?" Tanya Kiren yang belum paham.
"Katanya kamu mau mendapat pelajaran dari mama.....Itu kandungan kamu kuat gak?"
"Kata dokter sih kuat....Baik-baik aja malah...Jadi Kiren nyakin, kalau anak Kiren itu kuat buat dapat pelajaran dari..... Kanjeng nyonya....Ratu yang mulia oma Laras..."
__ADS_1
"Kamu serius?"
"Dua...Rius mama.."
"Ok...Kalau gitu besok pagi kita mulai pelajaran pertamanya.. Kamu nginep disini biar kamu gak kesiangan..." Jawab Laras memandang lurus kearah Kiren.
"Siap....Kanjeng nyonya yang mulia ratu Laras....Hamba akan melaksanakan semua titah kanjeng nyonya yang mulia ratu Laras dengan patuh..." Jawab Kiren lantang sambil memberi hormat kearah Laras, yang langsung membuat Laras menggeleng-gelengkan kepala tak habis pikir. Kok bisa sih dia dapat anak model begini. Pikirnya histeris.
*****
Pagi ini Kiren sudah siap dengan stelan baju olah raga plus sepatu kets. Duduk dianak tangga paling bawah. Kiren sedang menunggu mamanya yang sedang bersiap dikamarnya.
Laras keluar dengan baju rapi, membuat Kiren mengerutkan kening bingung.
Katanya mau ngasih pelajaran kok bajunya model begitu sih..Pikir Kiren bingung.
"Sudah siap?" Tanya Laras melangkah mendekat kerah Kiren.
"Mah... Mama gak salah kostum??? Katanya mau ngajarin Kiren kok bajunya begitu?" Tanya Kiren heran sambil berdiri dari duduknya.
"Udah tenang aja....Ayo?" Ucap Laras santai sambil berlalu pergi.
"Mau kemana?" Tanya Kiren sedikit berlari menyusul mamanya yang tadi berjalan didepannya.
"Keluar."
"Loh kok keluar....Kiren kira mama bakal ngajarin Kiren ilmu belah diri.." Ucap Kiren heran.
"Siapa bilang mama bakal ngajarin kamu ilmu bela diri?" Tanya Laras dengan nada serius, bahkan Laras sampai berhenti melangkah dan memandang lurus kearah Kiren, membuat Kiren yang berjalan disampingnya pun ikut berhenti.
"Gak ada sih...Cuman pemikiran Kiren aja." Jawab Kiren santai.
"Ini itu lebih penting dari ilmu bela diri.. " Jawab Laras tegas.
"Mama serius?" Balik tanya Kiren dengan nada semangat dan binar mata bahagia.
Dengan nyakin Laras mengangguk tegas. "Dan bakal buat keutuhan rumah tangga kamu semakin kuat." Sambung Laras benar-benar serius sekrang.
__ADS_1
"Ya udah....Kalau gitu kita nunggu apa lagi ma...Ayo....Lets go...." Seru Kiren semangat.
Bersambung.....