SUAMI ANTI ROMANTIS

SUAMI ANTI ROMANTIS
Waspada.


__ADS_3

Senyum Kiren terbit begitu melihat suaminya masuk kedalam ruangan makan, masih lengkap dengan stelan kantornya.


Tapi saat melihat wajah murung Varo, membuat kening Kiren mengerut samar.


"Ada masalah?" Tanya Kiren sambil mengulurkan tangan kearah Varo, meminta Varo untuk duduk disampingnya.


Dengan patuh, Varo duduk disamping Kiren, dengan senyum dibibirnya. Yang jika Kiren lihat senyum itu tidak sampai kemata.


"Apa. Mas ada masalah dikantor?" Tanya Kiren dengan sabar.


Dengan sayang, Varo mengusap pelan rambut Kiren.


"Mas gak papa." Jawab Varo santai.


"Apa mas capek?"


"Enggak sayang." Ucap Varo menyubit pipi chuby Kiren gemas.


"Apa hari ini dia nakal?" Sambung Varo sambil mengelus pelan perut Kiren.


Dengan semangat Kiren menganggukkan kepalanya. "Bagus. Anak papa gak boleh nakal." Bisik Varo membuat Kiren merona malu.


Menarik Kiren masuk kepelukannya. "Kalian harus tetap sehat dan bahagia. Mas janji mas akan berusaha menjaga kalian."


Kiren mengerutkan kening heran mendengar ucapan Varo. Masih didalam pelukan Varo, Kiren mendongar memandang kearah wajah suaminya yang terlihat redup.


"Mas baik-baik aja?"


"Hmmmmm."


"Kenapa ngomong gitu?"


"Apa?"


"Kenapa mas keliatan aneh sih? Mas sakit ya?" Tanya Kiren melepaskan pelukan Varo. "Gak panas." Gumam Kiren sambil memegang kening Varo dengan telapak tanganya. Membuat Varo terkekeh pelan melihat tingkah Kiren.


"Aneh gimana?"

__ADS_1


"Ngomongnya ngelantur kemana-mana."


"Mulai sekarang. Kamu kalau kemana-mana harus sama mas." Ucap Varo mengalihkan pembicaraan. Membuat Kiren semakin memandang Varo bingung.


"Kenapa gitu?"


"Kan mas sekarang gak bisa jauh-jauh dari kamu."


"Bohong. Pasti ada sesuatukan?"


"Itu buktinya. Waktu mas kesolo mas hampir sekarat. Tapi giliran dirumah, mas baik-baik aja. Apalagi kalau mas peluk kamu." Ucap Varo sambil memeluk Kiren. "Nah kayak gini-ni, mas makin tambah seger buger plus-plus."


"Modus banget sih."


"Kok modus sih."


"Iya lah. Apa namanya kalau bukan modus...Cium-cium.....Peluk-peluk aku kayak gini..." Sindir Kiren.


Varo hanya tertawa memdengar sindiran istrinya. Varo tidak salah jika dia tadi memilih pulang. Nyatanya, istrinya mampu mengembalikan mood jeleknya menjadi lebih baik.


*****


Sedang suaminya, Varo. Terlihat santai sambil memegang dagunya memperhatikan beberapa orang yang nampak sibuk dan memandang serius kearah beberapa orang didepannya.


"Mas." Panggil Kiren melangkah mendekat kearah Varo.


"Ini ada apa sih! Kok rame banget dirumah kita!!" Sambung Kiren heran.


"Gak papa..Udah yuk kita tidur." Jawab Varo enteng. Sambil merangkul Kiren mesra.


"Kok tidur sih?" Protes Kiren.


"Kenapa? Kmu belum tidur siangkan?"


"Orang aku lagi nanya serius juga.. Jangan ngalihin pembicaraan deh."


Varo terkekeh pelan mendengar nada protes istrinya. "Kenapa? Kamu mau nanya apa?"

__ADS_1


"Tu kan!! Aku capek lama-lama ngobrol sama kamu mas..Bikin naik darah..Masa aku harus ngulangi ucapan ku terus.."


"Ya udah ayuk mangkannya tidur..Kamu diajak tidur gak mau!!"


"Tau ah..Aku kesel.." Ucap Kiren berlalu kelamar sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Sayang." Panggil Varo menyusul istrinya yang lebih dulu berjalan kearah kamar.


"Hei. Kok marah sih." Bisik Varo sambil memeluk Kiren dari arah belakang. Varo menahan senyum saat melihat istrinya sudah berbaring diatas kasur. Tadi ngomonya malas tidur, tapi nyatanya sekarang sudah berbaring nyaman diatas kasur.


"Awas. Jangan deket-deket.." Ketus Kiren melepaskan tangan Varo yang memeluk pinggangnya erat.


"Jangan marah dong...Masak gitu aja ngambek sih."


"Siapa juga yang ngambek."


"Sayang liat deh. Mama kamu lagi ngambek ini." Ucap Varo mengelus lembut perut datar Kiren. Membuat Kiren sedikit merinding dibuatnya.


"Apasih. Siapa juga yang ngambek.." Seru Kiren menyingkirkan tangan Varo dari pinggangnya.


"Lalu. itu kenapa bibir maju terus muka ditekuk begitu!! Kalau bukan ngambek."


"Aku gak ngambek.."


"Coba cium kalau gak ngambek."


"Apa sih genit banget.."


"Gak ada yang ngelarang kok..Genit sama istri..Malah dapat pahala lagi.."


"Auuuu..Sakit sayang..Jangan dicubit, dicium aja.."


"Dih lebay.."


"Kamu berani ngatain aku?"


"Iya kenapa? Mas keberatan!" Tuduh Kiren memicingkan mata.

__ADS_1


Tanpa bersalah Varo hnya menghujani wajah Kiren dengan ciuman membuat Kiren berulang kali berteriak heboh karna kegelian.


Bersambung....


__ADS_2