Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Ngambek


__ADS_3

Khanna melajukan mobilnya menuju resto terdekat, Sesampainya di sana Ia memarkirkan mobil di halaman resto. Khanna masuk ke dalam resto lalu mencari kursi kosong.


" Mbak.." Panggil Khanna setelah duduk di kursi paling ujung.


" Ya Mbak... Mau pesan apa?" Tanya waitres.


" Ayam lada hitam, Minumnya jus alpukat." Jawab Khanna.


" Baik Mbak... Ayam lada hitam sama jus alpukat, Ada lagi?" Tanya Waitres.


" Sudah."Sahut Khanna.


" Di tunggu ya Mbak." Ucap Waitres meninggalkan Khanna.


Khanna mengambil ponsel di dalam tas. Ia membuka aplikasi hijau, Ternyata banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Nervan.


📲 Kak Nervan


Khan kamu Dimana


📲 Kak Nervan


Angkat Khan...


📲Kak Nervan


Sayang jangan marah


Khanna hanya membacanya saja tanpa membalasnya. Khanna mematikan ponselnya karna Ia yakin kalau Nervan pasti akan melacaknya.


" Ini pesanannya Mbak." Ucap pelayan menyajikan pesanan Khanna di meja.


" Makasih." Ucap Khanna.


" Sama sama Mbak... Selamat menikmati." Sahut Waitres.


Khanna mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Ia makan dengan lahap karna memang Khanna sangat kelaparan.


" Khan..." Ucap seseorang.


Khanna mendongak menatap orang yang sudah berdiri di depannya. Khanna memutar bola matanya malas, Ia melanjutkan makannya tanpa menghiraukan Richard yang sudah duduk di depannya.


" Kamu sendiri? Mana suamimu?" Tanya Richard sambil celingak celinguk ke kanan dan ke kiri.


" Khan...." Ucap Richard lembut. Khanna tetap mengabaikannya.


" Khan aku sudah bercerai dengan istriku, Aku mau kau kembali padaku, Aku sudah meninggalkan semuanya demi bisa bersamamu, Aku meninggalkan keluargaku, Aku tidak peduli dengan nasib perusahaan lagi karna bagiku yang terpenting adalah dirimu." Ujar Richard, Ia menatap Khanna yang sudah menghabiskan makanannya dan sedang meminum jusnya. Richard yakin kalau Khanna pasti mendengarkannya.


" Khannn... Aku sudah berkorban untukmu, Ku mohon kembalilah padaku." Ucap Richard menggenggam tangan Khanna.


" Lepas." Ucap Khanna menatap Richard tajam, Richard segera melepas genggamannya.


" Aku tidak peduli apapun yang akan kamu lakukan, Dan ingat satu hal..." Ucap Khanna.


" Aku tidak akan pernah kembali kepada orang yang sudah membuangku seperti sampah, Aku tidak sudi berurusan denganmu lagi." Sambung Khanna.


" Aku mohon Khan... Ceraikan suamimu lalu menikahlah denganku, Aku sangat mencintaimu, Percayalah padaku Khan, Aku masih mencintaimu." Ucap Richard kembali menggenggam tangan Khanna.


" Apa kau tidak malu selalu merengek seperti ini? Mengemis cinta pada orang yang sudah kau tinggalkan? Kau sendiri yang meninggalkan aku, Tapi apa? bahkan kau juga yang mengemis meminta kembali padaku, Sungguh tidak punya malu." Sahut Khanna.

__ADS_1


Richard menatap Khanna dengan tatapan sendu, Tatapan itu menampakkan penuh kerinduan dan kasih sayang yang jelas di sana.


" Maafkan aku.. Aku sungguh menyesali semua perbuatanku, Aku begitu bodoh hingga harus meninggalkanmu saat itu Khan.. Aku tersiksa dengan rasa ini, Ku mohon kembalilah padaku." Ujar Richard.


" Aku tidak akan pernah memaafkanmu Richard Roberto." Bentak Khanna sambil berdiri membuat semua pengunjung menatap ke arah mereka.


" Aku tidak akan pernah memaafkanmu, Karna kamu... Karna kamu keluargaku harus menanggung malu, Karna kamu aku harus menikah dengan kakak angkatku, Karna kamu semua kebahagiaan yang sudah aku ukir di dalam benakku hancur berantakkan, Aku membencimu Richard Roberto, Aku membencimu." Teriak Khanna, Ia duduk kembali menelungkupkan wajahnya ke atas meja. Hatinya sakit, Hatinya perih jika mengingat semua kejadian buruk yang menimpanya. Tapi entah mengapa saat ini Ia tidak menangisinya, Ia merasa hatinya tidak masalah di tinggalkan Richard. Apakah nama Richard sudah tidak ada di hatinya?.


" Khan...." Ucap Nervan yang berdiri di depan meja Khanna. Khanna mendongak menatap suaminya.


" Mas..." Khanna berdiri menghampiri Nervan, Ia mengapit lengan Nervan membuat jantung Nervan berdebar.


" Ayo Mas kita pulang." Ajak Khanna lembut.


" Ayo." Sahut Nervan.


Mereka berjalan berdampingan menuju pintu keluar. Sesampainya di luar, Khanna segera melepaskan tangannya dari lengan Nervan. Ia berjalan menuju mobilnya.


" Mana kuncinya?" Nervan menyodorkan tangannya untuk meminta kunci pada Khanna.


" Apa sih? Buat apa minta kunci, Aku mau pulang sendiri." Ketus Khanna.


" Aku yang nyetir kamu duduk aja ." Ucap Nervan.


" Nggak mau, Kamu pulang sendiri aja lagian siapa juga yang nyuruh kamu ke sini." Sahut Khanna.


" Khannnnn." Tekan Nervan menatap lembut Khanna.


" Iya iya.... Nih." Ucap Khanna sambil memberikan kunci mobilnya.


Khanna masuk ke dalam mobilnya negitupun dengan Nervan. Nervan melajukan mobilnya meninggalkan pelataran parkir Cafe. Khanna menatap keluar jendela melihat pemandangan jalanan yang mereka lewati.


" Dek..." Panggil Nervan, Khanna menoleh menatap Nervan.


" Dia duda bukan suami orang lagi." Sahut Khanna.


" Statusmu istriku Dek, Tidak baik menemui laki laki lain di belakangku, Apalagi dia mantanmu." Ucap Nervan.


" Jangan munafik kamu mas, Apa bedanya denganmu? Kamu bahkan berdua duaan dengan mantan pacarmu sampai kamu lupa sama istri kamu sendiri, Kamu meninggalkan aku sendirian saat aku kelaparan, Kamu palah kamu enak enakan sama mantan gebetanmu itu, Padahal kita sama sekali belum bercerai." Ketus Khanna.


Ckkkiiittttt


Nervan menghentikan mobilnya mendadak membuat Khanna terhuyung ke depan hingga dahinya terpentok dashboard mobil.


" Awh.... Sakit Mas, Bisa nyetir nggak sih untung jalanan sepi coba kalau rame, Bisa mati konyol kita Mas." Cebik Khanna sambil mengusap usap keningnya.


" Maafkan aku karna aku mengabaikanmu, Tapi ku mohon jangan pernah ucapkan soal perceraian lagi, Aku mengharamkan itu, Karna sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu Khanna, Ingat itu." Tegas Nervan.


" Tiga bulan.... Tiga bulan lagi aku yang akan menggugat cerai dirimu, Aku akan menceraikanmu." Ujar Khanna.


" Khanna." Bentak Nervan.


Khanna berjingkrak kaget mendengar bentakan Nervan, Ia menatap Nervan dengan tatapan tajam. Khanna segera membuka pintu mobil.


" Mau kemana?" Nervan mencekal tangan Khanna.


" Lepas... Jangan urusi urusanku." Khanna menghentakkan tangannya kasar membuat cekalan Nervan lepas.


Khanna membuka pintu mobil lalu keluar dari sana, Ia berlari ke depan menyetop taksi yang sedang lewat. Nervan ingin mengejar tetapi di belakang tampak mobil berderet membunyikan klakson.

__ADS_1


" Kalau mau berhenti jangan di tengah jalan Pak, Ini jalanan umum." Ucap pengendara motor.


" Maaf maaf." Sahut Nervan.


Nervan segera melajukan mobilnya kembali mengikuti taksi yang Khanna tumpangi. Setelah beberapa menit, Akhirnya taksi yang Khanna tumpangi sampai di kediaman orang tuanya. Khanna segera turun dan berjalan masuk ke dalam rumahnya.


" Assalamu'alaikum Ma." Ucap Khanna menuju ruang tamu.


" Wa'alaikumsallam sayang." Sahut Mama Alfi.


Khanna menyalami tangan kedua orang tuanya dengan takzim.


" Mana suamimu?" Tanya Papa Sakti.


" Aku di sini Yah." Sahut Nervan di belakang Khanna. Khanna menoleh menatap Nervan jengah, Nervan hanya membalasnya dengan senyuman.


" Ma Pa Khan ke kamar dulu." Ucap Khanna.


Khanna segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya, Ia segera mengunci kamarnya lalu mandi membersihkan tubuhnya.


Sedangkan di ruang tamu, Setelah menyalami kedua mertuanya, Nervan duduk bergabung dengan mereka.


" Apa ada masalah Van?" Selidik Mama Alfi.


" Enggak Ma semua baik baik saja kok." Jawab Nervan.


" Kenapa sepertinya Khan ngambek?." Tanya Papa Sakti.


" Aku juga nggak tahu Yah, Mungkin lagi pms bawaanya marah marah mulu, Nervan juga bingung." Ujar Nervan.


" Yang penting jangan pernah mengasari Khanna, Kamu tahu sendiri kan, Kalau kamu kasar maka Khanna akan lebih keras kepala lagi, Bersabarlah dan maafkan Mama yang selalu membuatmu mengalah dengan Khanna." Ujar Mama Alfi.


" Enggak pa pa Ma, Itu memang sudah menjadi tugasku sebagai suaminya." Sahut Nervan.


" Semoga kamu berhasil memenangkan hatinya Nak." Ucap Mama Alfi.


" Makasih Ma, Aku ke kamar Khan dulu ya Ma Pa." Ujar Nervan.


" Silahkan." Sahut Mama Alfi.


Nervan segera melangkah menuju kamar Khanna.


Tok tok tok Nervan mengetuk pintu kamar Khanna.


" Dek..." Panggil Nervan sambil mengetuk pintu.


" Dek... buka donk.." Ucap Nervan tapi tetap tidak ada sahutan.


" Dek... Mas masuk ya." Ujar Nervan memutar handle pintu yang ternyata di kunci dari dalam.


" Dek... Maafin Mas, Buka pintunya donk." Ucap Nervan.


" Dek..."


Tok tok tok


" Nggak usah berisik, Aku mau tidur." Teriak Khanna dari dalam.


" Dek buka donk, Mas mau masuk... Mas mau minta maaf sama kamu sayang." Ujar Nervan.

__ADS_1


Prak....


Nervan berjingkrak kaget saat Khanna melempar sesuatu ke pintu hingga menimbulkan suara keras. Nervan menghela nafasnya, Ia kembali turun ke bawah bergabung bersama kedua mertuanya.


__ADS_2