Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Kisah Aroon


__ADS_3

Semenjak melakukan kesalahan, Aroon di hukum oleh Papanya, Ia di asingkan ke suatu kota kecil di daerah Jawa Tengah. Di sana Ia menjadi pengajar SMA di bidang matematika. Miris bukan????. Seorang pengusaha hebat seperti Aroon harus menjadi guru SMA honorer lagi. Papa Sakti memang menghukumnya tapi Ia tidak menyita fasilitas yang Ia berikan kepada Aroon. Termasuk mobil dan ATM, Aroon masih memegangnya.


Pagi ini Aroon mulai mengajar, Seperti biasa Ia berangkat menggunakan mobilnya, Mobil yang menjadi pusat perhatian seluruh penghuni SMA, Bagaimana bisa seorang guru honorer mampu membawa mobil ke sekolahnya? Pasti guru itu memang orang kaya. Sesampainya di parkiran khusus guru, Aroon segera turun dari mobilnya lalu berjalan menuju kantor dengan langkah panjangnya.


Saat Ia hampir berbelok ke ruangan guru tiba tiba Ia di tabrak oleh salah satu siswi didiknya.


" Awh...." Pekik Mila mengelus jidatnya. Namanya Kamila, Gadis cantik super bandel dan terkenal sebagai most wanted di SMA itu. Banyak guru yang kewalahan menghadapi sikapnya. Aroon menatap gadis yang sedang menunduk itu.


" Kalau jalan liat liat donk, Punya mata nggak sih." Gerutu Mila sambil mendongak menatap tajam ke arah Aroon.


Aroon menatap kagum akan kecantikan yang Mila pancarkan, Auranya begitu menyentuh hati membuat hati Aroon berdebar debar tak karuan. Jantungnya terasa berdetak dua kali lebih cepat. Bahkan denganSafita wanita yang dulu Ia cintai pun rasanya tidak seperti ini. Ia menatap tage name di dada Mila.


" Kamila Azzurra" Batin Aroon.


" Eh palah bengong lagi...." Ucap Mila berkacak pinggang.


" Hallo Pak guru killer, Pagi pagi udah Kesambet ya..." Ujar Mila menggerakkan telapak tangannya di depan wajah Aroon.


Aroon tidak bergeming membuat Mila geram. Mila mendekatkan kakinya ke kaki Aroon, Tiba tiba...


" Awhhhhh." Pekik Aroon mengelus elus sepatunya, Kakinya sangat sakit saat Mila menginjaknya. Mila segera berlari meninggalkan Aroon yang masih mengeluarkan sumpah serapahnya.


" Hei jangan pergi." Teriak Aroon.


Mila menoleh ke belakang lalu menjulurkan lidahnya mengejek Aroon. ( Benar benar tidak sopan). Aroon tersenyum smirk menatap kepergian Mila. Ia menggelengkan kepalanya.


" Menarik.... Aku harus bisa mendapatkanmu anak kecil." Gumam Aroon.


Aroon melanjutkan langkahnya menuju ruang guru dengan senyum mengembang di bibirnya. Ia semakin semangat menjalankan hukuman dari Papanya karena Ia juga akan menjalankan misi terbarunya. Baru sebentar Aroon mendudukkan pantatnya, Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi waktunya jam pelajaran pertama di mulai. Aroon mendapat jadwal mengajar di kelas dua belas Ipa, Ia segera berjalan menuju ke kelas yang akan di bimbingnya.


Di dalam kelas dua belas Ipa, Murid murid sedang membicarakan tentang guru baru pengganti Pak Dahlan. Pak Dahlan adalah guru matematika lama mereka. Beliau pensiun karena umurnya memang sudah lanjut.


" Eh Mil... Lo udah lihat belum wajah wajah guru baru kita?" Tanya Emma teman sebangku Mila.


" Belum dan gue nggak tertarik buat tahu apalagi untuk lihat." Sahut Mila cuek.


" Eh Lo mah gitu... Lo nggak pernah tertarik dengan cowok manapun, Lo tahu? Katanya Pak guru baru kita guanteng banget lhoh Mil, Gue jadi penasaran pengin lihat gimana wakahnya, Pasti kaya' oppa oppa korea.. Atau kaya' artis india." Ucap Emma sambil membayangkan wajah guru barunya.


" Serah Lo Ma.... Emang gue pikirin, Mau dia ganteng mau dia jelek gak ngaruh buat gue... Gue mah lebih fokus ke belajar aja." Sahut Mila.


" Alah gaya Lo... Emang pernah Lo ngikutin pelajaran dengan baik...Nggak Kan?" Ujar Emma.


" Yang penting nilai gue selalu bagus." Sahut Mila.

__ADS_1


" Eh iya ya... Lo nggak pernah dengerin guru menjelaskan materi tapi Lo kok bisa dapat nilai bagus ya???? Wah jangan jangan Lo beli nilai dari guru guru itu." Ucap Emma ngawur.


" Ngawur Lo... Kalau ada guru yang denger Lo bisa di hukum bego' atas tuduhan pencemaran nama baik mereka." Ucap Mila menakut nakuti Emma.


" Eh enggak... Enggak jadi ngomong gitu gue, Gue tarik kembali ya." Ujar Emma.


" Hhhhh takut kan Lo." Ejek Mila.


" Eh kebetulan nih.." Ucap Emma.


" Kebetulan kenapa?" Tanya Mila.


" Kebetulan jadwal guru baru kita itu di jam pertama, Jadi gue bisa lihat wajah tampannya." Sahut Emma.


" Guru Mtk maksud Lo?" Tanya Mila.


" Iya." Sahut Emma.


" Semoga tuh guru nggak ngebosenin." Gumam Mila.


Tap tap tap suara derap langkah terdengar di telinga mereka semua.


Aroon masuk ke dalam kelas dua belas Ipa dengan langkah pelan. Murid murid mulai membenarkan posisi duduk mereka menghadap ke depan setelah tahu kalau Pak guru sudah datang.


" Selamat Pagi Pak...." Sahut murid murid.


" Sebelumnya perkenalkan nama saya Pak Aroon, Saya guru matematika pengganti Pak Dahlan." Ucap Aroon.


" Wahhh ganteng banget... Dewasa lagi." Ujar Emma.


" Sekarang giliran kalian memperkenalkan diri kalian masing masing." Ucap Aroon.


" Baik Pak.." Sahut murid murid.


Perkenalan di mulai dari meja paling depan lalu memutar kebelakang. Aroon mengamati satu persatu murid yang sedang memperkenalkan diri. Sampai pada murid yang duduk di meja tengah, Ia tidak memperkenalkan dirinya seperti para murid murid lainnya. Dan sepertinya teman temannya sudah paham hingga saat jatah murid itu hanya di lewati saja.


" Kamu..."Tunjuk Aroon pada Mila.


Semua murid menatap ke arah Mila yang sedang asyik memainkan ponselnya. ( Jangan di tiru ya)..


" Mil.... Lo di panggil guru." Bisik Emma menyenggol lengan Mila.


" Apa sih." Ucap Mila tetap fokus pada ponselnya.

__ADS_1


Aroon berjalan menghampiri Mila, Ia merebut ponsel di tangan Mila.


" Apasih.... Balikin nggak?" Bentak Mila menatap Aroon.


" Kamu." Pekik Aroon setelah melihat wajah Mila. Wajah gadis yang membuat hatinya berdebar kencang.


" Kenapa? Kaget?" Tanya Mila dengan berani.


" Perkenalkan dirimu, Teman temanmu sudah memperkenalkan diri semua, Tinggal kamu yang belum." Ujar Aroon.


" Bapak sudah tahu bukan? Namaku Kamila Azzura." Ucap Mila menunjuk pada tage name yang ada di bajunya.


" Murid paling cantik, Bandel dan paling banyak bikin onar di sekolah ini, Sekaligus di kenal sebagai most wanted di sekolah ini dan banyak cowok cowok yang ngantri untuk jadi pacar saya, Kalau alamat tidak usah saya sebutkan entar Bapak mampir lagi ke rumah saya untuk melamar saya." Ucap Mila narsis.


" Ha ha ha ha ha." Teman teman sekelasnya tertawa.


" Diam." Ucap Aroon membuat semau murid muridnya diam.


" Sekarang balikin ponsel saya." Ucap Mila meminta ponselnya kepada Aroon.


" Ponselmu saya sita, Selama pelajaran saya tidak ada yang boleh bermain ponsel, Jika ada yang bermain ponsel maka silahkan keluar dari sini dan jangan ikuti pelajaran saya lagi, Apa kalian mengerti?" Tegas Aroon menatap Mila.


" Mengerti Pakkk." Sahut teman teman Mila.


" Saya tidak mau mengerti dan tidak mau tahu,Yang penting saya mampu mengikuti pelajaran dengan baik, Terlepas dari itu ya terserah saya donk Pak mau ngapain aja." Ujar Mila.


Aroon melongo menatap tak percaya pada gadis di depannya. Murid yang tidak punya rasa takut kepada gurunya. Benar benar bandel dan unik. Pikir Aroon.


" Sekarang silahlan keluar dari kelas saya." Titah Aroon menunjuk pintu.


Mila segera berdiri lalu berjalan keluar dari sana, Aroon menggelengkan kepalanya melihat keberanian Mila yang tidak ada takut takutnya. Semua itu membuat Aroon semakin tertarik padanya.


...**TBC.......


Sedikit dulu ya..... Author selipin kisah Aroon, Insya Allah kisah Mila akan Author bikinin cerita sendiri setelah novel ini tamat, Kalau di gabung takut nggak fokus sama Khanna dan Nervan.


Author buat kisah Aroon di Ternyata Dia Hanya Milikku tapi bukan sebagai pemeran utama ya...


jangan lupa like dan komentnya ya...


Makasih...


Miss U All**

__ADS_1


__ADS_2