Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Perseteruan


__ADS_3

Malam ini keluarga besar Khanna dan Nervan berkumpul untuk makan malam bersama di rumah Nervan. Semuanya sudah berkumpul di meja makan siap dengan piring masing masing. Mama Alfi, Mama Sarah, Papa Sakti dan Papa Reno duduk berderet pada satu sisi meja, Sedangkan Khanna, Papa Shiv dan Nervan duduk di sisi sebrang. Kali ini mereka makan dengan sedikit mengobrol membahas ini dan itu.


" Khan boleh Papa tanya sesuatu padamu?" Tanya Papa Reno.


Khanna menghentikan kegiatannya, Ia mendongak menatap Papa Reno.


" Iya Pa." Sahut Khanna.


" Kenapa sampai sekarang kamu belum juga hamil?"


Deg.....


Jantung Khanna berdetak dengan kencang. Ia paling anti jika di tanya masalah seputar kehamilan.


" Apa kamu sengaja menundanya dengan minum pil penunda kehamilan?" Sambung Papa Reno.


Khanna menatap Nervan yang duduk di sampingnya berharap Nervan mau membantu menjawabnya tapi Khanna kecewa karena Nervan hanya diam saja. Khanna kembali menatap Papa Reno sambil menggelengkan kepalanya.


" Tidak Pa." Sahut Khanna.


" Maaf jika Papa harus menanyakan hal seperti ini padamu, Kamu tahu bukan? Sekarang Nervan seorang direktur perusahaan Raharja dan Perusahaan Papa, Saat ini usia Nervan sudah tidak muda lagi Nak, Dia harus segera punya penerus untuk melanjutkan kepemimpinannya kelak." Ucap Papa Reno.


" Jika Nervan punya anak beberapa tahun lagi Papa khawatir saat usia putra kalian besar Nervan sudah tidak bisa mengajarinya tentang bisnis karena Nervan semakin tua, Jadi Papa mohon segeralah berusaha untuk memberi Papa penerus keluarga Raharja dan Keluarga Satria." Tutur Papa Reno.


Khanna menundukkan kepalanya Ia merasa tersudut oleh ucapan Papa mertuanya. Ia mencoba meredam emosi yang sudah siap meledak.


" Kamu ini apa apaan Kak, Yang namanya hamil itu bukan kita yang menentukan, Tapi Allah Kak, Jika sudah sampai pada waktunya Khanna pasti juga akan hamil, Jangan membebani mereka dengan tuntutan tak berdasarmu itu Kak." Omel Mama Alfi.


" Bukan begitu Fi, Seharusnya mereka berusaha untuk mendapat rejeki itu jangan hanya pasrah pada keadaan saja." Ujar Papa Anton membuat Mama Alfi melotot ke arahnya.


" Apa Kak Reno tahu jika mereka sudah usaha siang dan malam sampai jungkir balik juga, Emang dasarnya belum di kasih mau gimana lagi." Sahut Mama Alfi kesal.


" Jangan cuma usaha buatnya aja donk Fi, Periksakan ke dokter kandungan barangkali ada masalah dengan salah satu dari mereka." Ujar Papa Reno.


" Kalau seandainya ada masalah aku rasa ada pada Nervan, Khanna masih muda masih subur untuk hamil, Bahkan tiga anak sekaligus dia bisa melakukannya." Ketus Mama Alfi.

__ADS_1


" Biasanya yang bermasalah itu perempuan Fi, Dimana mana walau umur pria sudah tua juga masih bisa membuahi beda sama perempuan telat dikit aja bisa susah hamil." Debat Papa Reno.


Keduanya berdebat sedangkan yang lainnya hanya diam saja. Suasana semakin panas hingga..


Brak...


" Stop." Teriak Khanna.


Khanna berdiri menggebrak meja membuat semua orang menatap ke arahnya.


" Sayang... Duduklah tidak baik seperti tu di depan orang tua." Ucap Nervan lembut.


" Aku tidak peduli." Sahut Khanna memejamkan matanya untuk sekedar meredam emosinya.


" Sayang Mas mohon mengertilah tidak baik di depan orang tua bersikap seperti itu, Itu tidak sopan Sayang." Lirih Nervan.


" Apa mereka peduli dengan perasaanku? Mereka mendebatkan kehamilan di depanku tanpa ada yang mengerti tentang perasaanku?" Ucap Khanna dengan suara meninggi.


" Sayang." Ucap Nervan menggenggam tangan Khanna.


" Kalau Papa sudah tidak sabar menginginkan cucu dari Mas Nervan, Silahkan cari menantu yang lain yang bisa dengan cepat memberi keturunan pada Papa, Jika Papa mengharapkannya dariku aku tidak yakin untuk bisa mengabulkannya." Ucap Khanna.


" Sayang Mas mohon mengertilah, Duduk dan diamlah Dek." Ujar Nervan memejamkan matanya.


Nervan sedih mendengar Khanna yang berani berbicara tidak sopan dengan orang tuanya. Bagaimanapun Nervan seorang pria penyayang dan penurut. Ia akan selalu mencoba merendah di depan orang tuanya.


" Apanya yang di mengerti Mas? Apa kalian pikir aku tidak ingin hamil dan segera mempunyai anak begitu? Aku menginginkannya, Sangat menginginkannya... Tapi tidak perlu di perdebatkan di sini, Kalian tidak ada yang mau mengerti perasaanku, Kalian egois, Kalian hanya bisa menyudutkanku tanpa mau mengerti dari sudut pandangku, Aku kecewa pada kalian semua termasuk kamu Mas yang bisanya hanya diam saja." Ketus Khanna.


Khanna berlari meninggalkan mereka yang masih terbengong atas sikap Khanna. Baru kali ini mereka melihat sikap Khanna yang seperti ini sampai...


Jengglang....


Khanna menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang hingga membuat semua orang berjingkrak kaget.


" Pa Ma maafkan sikap Khanna yang seperti ini, Maaf Nervan masih gagal dalam mendidiknya, Dia memang sensitif jika ada yang menanyakan tentang kehamilan, Sekali lagi maafkan Khanna, Nervan susul Khanna dulu." Ujar Nervan.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Mama dan Papanya Nervan berjalan menuju kamarnya.


Ceklek.....


Nervan membuka pintu, Ia tatap Khanna yang sedang tengkurap di atas kasur dengan bahu naik turun. Itu tandanya Khanna sedang menangis. Nervan menghampiri Khanna, Ia duduk di tepi ranjang mengelus punggung Khanna.


" Maaf sayang." Ucap Nervan. Khanna tidak bergeming.


" Sayang sudah jangan menangis lagi, Jangan pikirkan omongan Papa ya, Mas tidak pa pa kok Mas akan menunggu sampai waktu itu tiba sayang, Mas mohon jangan bersedih lagi, Jangan bebani pikiranmu dengan keinginan Papa ya." Ujar Nervan mengelus pucuk kepala Khanna.


Khanna beranjak, Ia duduk di atas ranjang menghadap Nervan.


" Heh menunggu?" Sinis Khanna.


" Sampai kapan? Sampai kapan kamu akan sabar menunggu ha? Kau tidak dengar kalau Papamu menginginkannya sekarang? Atau kamu menunggu sampai aku di nyatakan mandul dan tidak bisa hamil terus kamu ijin untuk menikahi wanita lain dengan alasan menginginkan penerus keluargamu? Kau bahkan pernah melakukannya padaku Mas, Lalu sampai kapan kamu akan menunggu waktu itu?" Tanya Khanna dengan tatapan menyelidik.


" Apa yang Adek bicarakan sayang? Apapun keadaan Adek Mas tidak akan mengkhianati Adek, Percayalah pada Mas, Yang dulu hanya kesalahan Mas yang bersandiwara di depanmu, Maafkan Mas sayang, Mas akan menunggu sampai tak terbatas waktu." Sahut Nervan menggenggam tangan Khanna.


" Bulshit." Cebik Khanna menarik paksa tangannya.


"Kamu sekarang bukan lagi hanya seorang wakil direktur tapi kamu juga direktur utama perusahaan Raharja Grup, Akan menjadi perbincangan publik jika sampai kau tidak juga punya keturunan, Jangan menjanjikan aku apa apa karna aku takut kamu akan mengingkarinya dengan alasan terpaksa." Ucap Khanna.


Khanna berjalan mendekati jendela, Ia berdiri melipat kedua tangannya menghadap ke luar jendela. Ia memikirkan apa yang akan terjadi pada rumah tangganya jika Ia tida juga di karuniai seorang putra.


" Sayang jangan pernah berpikir seperti itu, Mas tidak punya niatan sedikit pun untuk menduakanmu, Pernikahan bukan untuk main main Dek, Cinta bukan hanya tentang kesempurnaan pasangan tapi juga menerima setiap kekurangan pasangannya, Jika seandainya kamu tidak bisa hamil tidak masalah, Bukankah kita bisa mengadopsi anak orang lain?" Terang Nevan memeluk Khanna dari belakang. Ia membenamkan wajahnya pada tengkuk leher Khanna.


Khanna menghapus air matanya, Ia membalikkan tubuhnya menghadap Nervan. Nervan membelai pipi Khanna dengan lembut. Ia mencium kening Khanna hingga lama.


" Percayalah pada Mas sayang, Jika suatu saat Mas melakukan kesalahan mohon di ingatkan, Mas tidak mau berpisah sama Adek, Mas hanya menyayangi dan mencintai Adek saja, Mas hanya ingin Adek yang akan menjadi ibu dari anak anakku nanti, Sekarang tidurlah Mas mau turun ke bawah menemui mereka." Ujar Nervan menuntun Khanna menuju ranjang. Ia mendorong pelan tubuh Khanna hingga berbaring pada ranjang, Nervan menyelimuti tubuh Khanna sebatas dada.


" Tidurlah sayang jangan pikirkan apapun, Selamat malam." Ucap Nervan mencium kening Khanna.


Nervan berjalan keluar meninggalkan Khanna.


TBC....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya


__ADS_2