Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Gara Gara Gudheg


__ADS_3

Huek... huek


Lagi lagi Khanna merasa mual di pagi hari. Seperti biasa Nervan selalu setia di sampingnya untuk memijat tengkuknya.


" Udah mendingan?" Tanya Nervan.


" Udah." Sahut Khanna.


" Mas buatin susu hangat ya." Ujar Nervan.


" Iya Mas." Sahut Khanna.


" Ayo Mas gendong." Ucap Nervan.


" Nggak usah Mas aku bisa jalan sendiri kok." Sahut Khanna.


" Ya udah Mas gandeng." Ujar Nervan menggandeng lengan Khanna menuju ranjangnya.


" Rebahan dulu." Ucap Nervan membantu Khanna duduk bersandar pada tumpukan bantal.


" Anak Papa sayang jagain Mama dulu ya." Ujar Nervan mengelus perut Khanna.


Nervan keluar kamar menuju dapur untuk segelas susu khusus ibu hamil rasa stroberry. Setelah selesai Ia kembali kamarnya.


" Sayang ini susunya." Ucap Nervan memeberikan susunya kepada Khanna.


" Makasih Mas." Sahut Khanna. Ia meminum susunya selagi masih hangat hingga tandas.


" Udah?" Tanya Nervan meminta gelasnya pada Khanna.


" Mas aku pengin gudheg Jogja." Ucap Khanna tiba tiba.


" Gudheg? Nanti Mas belikan." Ujar Nervan.


" Tapi gudheg yang langsung dari Jogja, Dan aku ingin Richard yang membawakannya." Sahut Khanna.


" Apa? Richard? Nggak boleh." Pekik Nervan.


" Mas tapi ini keinginan dedeknya lho." Ujar Khanna.


" Nggak usah bawa bawa dedeknya, Mas yakin itu Mamanya yang pengin." Ucap Nervan.


" Pengin ketemu mantannya." Sambung Nervan.


" Kok gitu sih Mas." Cebik Khanna.


" Nanti Mas belikan di warung gudheg yang ada di depan Masjid besar." Ujar Nervan.


" Aku nggak mau, Aku maunya Richard yang bawain dari Jogja langsung." Kukuh Khanna.


" Adek nggak mau dengerin Mas?" Tanya Nervan menatap Khanna.


" Aku penginnya gitu Mas, Kalau Mas nggak boleh ya udah nggak pa pa tapi nggak usah beli percuma nggak akan aku makan." Sahut Khanna sambil cemberut.


" Terserah Adek saja." Sahut Nervan.


Nervan keluar kamar meninggalkan Khanna. Entah mengapa hatinya kesal mendengar permintaan Khanna yang mengatasnamakan calon anaknya. Ia tidak rela jika anaknya mendapat sumbangan dari orang lain. Ia inginnya apapun keinginan calon anaknya hanya dia yang memenuhinya.


Selepas kepergian Nervan, Khanna justru menangis hatinya sesak saat Nervan menolak permintaannya. Ia tidak ada maksud apa apa dengan Richard entah mengapa hari ini Ia ingin makan gudheg langsung dari Jogja yang di bawa oleh Richard. Apa Nervan tidak percaya pada cintanya? Hanya karena Khanna seperti itu membuat Nervan cemburu? Pikir Khanna. Tak terasa Ia memejamkan matanya.


Khanna mengerjapkan matanya menatap jam yang menempel pada dinding menunjukkan pukul sebelas. Ia melupakan sarapannya. Khanna mengucek matanya sambil mengedarkan pandangannya.


" Kemana Mas Nervan? Apa dia pergi ke kantor?" Gumam Khanna.

__ADS_1


Khanna turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya. Khanna turun ke bawah menuju dapur untuk mencari makanan, Perutnya terasa sangat lapar. Sesampainya di dapur Khanna membuka tudung saji, Di sana sudah ada berbagai menu makanan termasuk gudheg. Melihat gudheg itu Khanna justru merasa gedheg karena tidak bisa memakan bawaan Richard.


Khanna kembali kesal kepada Nervan, Ia lebih memilih mencari makanan di luar. Khanna memesan bakso beranak berkuah pedas lewat aplikasi di ponselnya. Lima belas menit kemudian pesanannya pun datang, Setelah membayar kurirnya Khanna menuangkan bakso itu ke dalam mangkuk.


" Wah seger banget nih kelihatannya, Kuahnya aduh hai mantap." Ucap Khanna.


Ia mulai memakan baksonya sampai suara Nervan mengagetkannya.


" Kenapa malah makan bakso? Bukankah Adek pengin gudheg?" Tanya Nervan yang baru menghampirinya.


" Lagi pengin aja." Sahut Khanna meneruskan makannya.


" Lalu gudhegnya?" Tanya Nervan.


" Udah nggak pengin, Besok mau beli sendiri di kota Y sambil meninjau Cafeku." Jawab Khanna.


" Sayang Adek masih hamil muda nggak boleh naik pesawat." Ujar Nervan.


" Siapa yang bilang mau naik pesawat? Aku mau naik mobil." Sahut Khanna.


" Adek mau naik mobil sampai kota Y? Apa Adek nggak memikirkan calon anak kita?" Tanya Nervan.


" Kenapa? Kamu aja nggak mikirin dia kok, Buktinya aku mau gudheg yang di bawakan sama Richard nyatanya sama kamu nggak boleh." Cebik Khanna.


" Sayang mengertilah Mas tidak mau anak kita makan sesuatu dari tangan orang lain, Mas ingin menjadi Papa siaga." Terang Nervan.


" Lagian Richard hanya bawain aja kok kalau makan aku pasti minta suapin kamu Mas, Berarti anak kita makan dari tangan kamu kan." Sahut Khanna.


Nervan menghela nafasnya menatap Khanna yang sedang asyik makan. Ia mencoba berpikir agar tidak egois demi kedamaian rumah tangga mereka.


" Baiklah sekarang telepon Richard." Ucap Nervan.


" Beneran?" Tanya Khanna dengan mata berbinar.


Khanna segera membuka ponselnya mencari kontak Richard. Ia langsung memencet icon telepon.


" Halo." Sapa Richard setelah mengangkat sambungannya.


" Ris aku pengin makan gudheg langsung dari sana, Kamu bisa membelikannya untukku?" Ujar Khanna.


" Maksudmu aku harus mengantarnya sampai sana?" Richard balik bertanya.


" Iya.... Mau ya plissss, Aku nggak mau anakku encesan." Ujar Khanna.


" Ha ha ha ada ada aja kamu, Baiklah apapun untukmu, Mungkin aku sampai sana sore atau malah bisa malam, Tinggal nunggu keberangkatan jam berapa ya, Di sini juga masih hujan jadi jalanan sedikit banjir dan mungkin penerbangan pun di tunda." Jelas Richard.


" Ah iya baiklah aku tunggu, Cari yang enak." Ucap Khanna.


" Siapp ratu." Sahut Richard.


" Ok Makasih ya." Ucap Khanna menutup teleponnya.


" Udah puas?" Tanya Nervan.


" Udah." Sahut Khanna.


Selesai makan Khanna kembali ke kamarnya sedangkan Nervan kembali ke ruang kerjanya.


Malam hari tepat jam setengah tujuh malam Richard sampai di kediaman Khanna dengan membawa dua kuali berisi gudheg Jogja dari resto ternama di kota Y.


" Assalamu'alaikum." Ucap Richard.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Khanna dari dalam.

__ADS_1


" Kamu udah sampai? Silahkan masuk." Ucap Khanna.


Keduanya masuk ke dalam menuju ruang tamu.


" Mau minum apa?" Tanya Khanna.


" Apa aja." Sahut Richard.


" Baiklah aku buatkan dulu." Ujar Khanna.


Khanna menuju dapur membuat kopi untuk Richard. Richard menatap kuali yang Ia letakkan di atas meja, Ia berinisiatif meletakkannya di dapur.


Di dapur Khanna baru saja selesai merebus air, Ia mengangkat ceret kecil lalu Ia menuangkan air panasnya ke dalam cangkir yang sudah dia beri kopi. Tiba tiba...


" Awh panas." Pekik Khanna saat tutup eret itu terbuka dan menyebabkan tangan Khanna panas seperti terbuka. Padahal hanya terkena uapnya saja.


" Mana yang sakit?" Richard refleks menarik jari tangan Khanna menuju wastafel, Lalu Richard mengucuri tangan Khanna dengan air dingin.


" Dimana salepnya?" Tanya Richard. Khanna menunjuk kotak p3k di atas almari dapur.


" Duduk dulu." Ujar Richard menggandeng Khanna menuju kursi di meja makan.


Richard mengambil salep di kotak p3k lalu Ia menghampiri Khanna kembali.


" Sini aku olesin salep biar nggak melepuh." Ujar Richard menarik tangan Khanna. Dengan telaten Richard mengoles salep pada tangan Khanna.


" Ssss." Desis Khanna.


" Kenapa? Sakit? Aku tiup ya biar nggak sakit." Ujar Richard meniup tangan Khanna.


Khanna menatap perhatian kecil Richard, Sadar sedang di perhatikan Richard menatap Khanna dengan masih menggenggam tangan Khanna. Keduanya saling tatap untuk beberapa waktu. Sampai....


Ehm ehm


Nervan berdehem menyadarkan Khanna dan Richard. Refleks Richard melepas tangan Khanna.


" Maaf." Ucap Richard.


" Tidak masalah, Makasih udah membantu." Sahut Khanna.


" Teruskan saja maaf aku mengganggu." Ucap Nervan meninggalkan keduanya menuju kamarnya.


" Sepertinya Kak Nervan salah paham Khan." Ujar Richard.


" Nggak perlu di pikirkan nanti aku akan jelaskan kepadanya." Sahut Khanna.


" Udah malam aku pulang ya, Jaga kesehatan dan jaga diri baik baik." Pamit Richard.


" Hati hati ya, Makasih lhoh udah jauh jauh mau menuruti permintaanku." Ucap Khanna.


" Its Ok, Bye...." Ucap Richard.


" Bye..." Sahut Khanna.


Setelah kepergian Richard, Khanna kembali ke kamarnya.


" Yah alamat membujuk bayi gedhe lagi nih." Monolog khanna.


Tbc.....


*Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...


Makasih atas suport yang para readers berikan...

__ADS_1


Miss U All*...


__ADS_2