
Sudah satu minggu Nervan berada di Bali. Ya kemarin Khanna tidak tega melihat Papa Sakti yang sedih memikirkan nasib sengketa tanah yang sedang di hadapinya. Khanna mengijinkan Nervan membantu Papanya. Di sanalah dia sekarang.
Sedangkan Khanna menahan rindu dengan suaminya pasalnya Nervan sama sekali tidak bisa di hubungi begitupun dengan Papanya. Hal itu membuat Khanna dan Mamanya menjadi khawatir. Apa yang sebenarnya terjadi di sana dengan mereka berdua?
" Sayang makan dulu." Ucap Mama Alfi menghampiri Khanna yang sedang duduk menghadap keluar jendela.
" Aku nggak nafsu makan Ma." Sahut Khanna.
" Jangan seperti itu donk sayang, Ayo makan dulu jangan siksa calon anakmu." Ujar Mama Alfi.
" Ma kenapa Mas Nervan tidak bisa di hubungi? Aku kangen banget Ma sama dia, Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Ma katakan Ma." Ucap Khanna.
" Sabarlah sayang mungkin mereka masih sangat sibuk atau mungkin tidak ada sinyal di sana." Ujar Mama Alfi.
" Tapi sampai kapan Ma?" Tanya Khanna.
" Tenanglah sayang Mama sedang menyuruh orang untuk mencari tahu semuanya." Ujar Mama Alfi.
" Sekarang makanlah jangan sampai kamu sakit apalagi tidak ada Papa dan suami kamu, Mama akan sangat repot sayang mengertilah." Ujar Mama Alfi.
" Baiklah Ma aku akan makan." Sahut Khanna.
Khanna mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dengan malas malasan. Ia sangat sedih jika membayangkan biasanya suaminya yang selalu menyuapinya. Tak terasa air mata menetes di pipinya.
" Sayang jangan menangis Mama yakin setelah ini akan ada bahagia menanti dirimu." Ujar Mama Alfi.
" Semoga saja Ma." Sahut Khanna.
Mama Alfi keluar kamar Khanna sambil membawa piring kotor bekas makan Khanna.Sedangkan Khanna kembali memainkan ponselnya berharap ada pesan dari suaminya.
...****************...
Malam hari Khanna sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Ia berkali kali membuka wa dengan nama kontak My Hubby, Padahal baru saja online tapi sekarang sudah tidak dapat di hubungi. Semua itu membuat Khanna kesal dan timbul rasa curiga.
Drt drt
Ponsel Khanna bergetar tanda panggilan masuk, Ia menatap ID pemanggil yang tak lain adalah Mama Sarah, Mama mertuanya.
" Halo Ma." Ucap Khanna mengangkat panggilannya.
" Halo sayang.... Hiks... Bisakah kamu ke sini sekarang sayang?" Tanya Mama.
" Ma... Mama kenapa? Kenapa Mama nangis? Apa yang terjadi Ma?" Tanya Khanna panik.
" Nervan Khan... Nervan...." Mama sarah menggantung ucapannya.
" Kenapa dengan Mas Nervan Ma? Apa terjadi sesuatu padanya? Katakan Ma ada apa?" Tanya Khanna cemas.
" Kamu ke sini sekarang ya, Jangan tergesa gesa sayang, Sudah ada sopir yang menunggumu di depan rumah." Ujar Mama Sarah.
" Tapi katakan dulu ada apa Ma?" Tanya Khanna.
" Tidak ada apa apa sayang, Kamu ke sini ya biar kamu tahu sendiri." Ujar Mama Sarah.
" Iya Ma." Sahut Khanna mematikan sambungan teleponnya.
Khanna segera mengambil slingbagnya, Ia turun dari kamarnya mencari Mama Alfi di kamar yang di tempati Mama Alfi.
" Ma.. Mama...." Panggil Khanna mencari Mama Alfi.
__ADS_1
" Ma.... Mama... Mama dimana?" Khanna membuka pintu kamar Mamanya, Kosong tidak ada orang di dalamnya.
" Kemana ya Mama? Udah lah aku tinggal aja." Gumam Khanna.
Khanna berjalan keluar menuju mobil Papa Reno yang mana di dalam sudah ada sopir yang sedang menunggunya.
" Jalan Pak." Ucap Khanna setelah masuk ke dalam mobilnya.
" Baik Non." Sahut Pak sopir.
Pak Sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman Papa Reno. Setengah jam kemudian Khanna sampai di rumah mertuanya. Ia segera turun dari mobil.
" Makasih Pak." Ucap Khanna kepada Pak sopir.
Khanna berjalan menuju pintu rumah Papa Reno. Di sana sudah ada banyak orang. Hati Khanna deg degan.
" Ada apa ini? Apa terjadi sesuatu pada Mas Nervan? Kenapa mereka semua di sini? Ada apa ini? Ya Allah semoga tidak ada hal buruk yang terjadi pada suami hamba ya Allah." Batin Khanna.
Khanna berjalan hingga ke ruang tengah. Ia mengedarkan pandangannya hingga suara seseorang menghentikan langkahnya.
" Untuk istriku tersayang." Ucap seseorang dari atas tangga menggunakan pengeras suara.
Khanna menoleh ke arah suara. Khanna mendongak ke atas menatap ke arah Nervan yang sedang memegang microfon di tangannya.
Happy Bitrhdday to you.... Happy Bithday to you... Happy Birthday.... Happy Birthday.. Happy Birthday to you....
Nervan menyanyikan lagu itu untuk Khanna.
"Sayang aku mencintaimu..... Hari ini aku katakan Selamat Ulang tahun untukmu, Semoga panjang umur, Sehat selalu dan selalu setia menemani hidupku." Ucap Nervan.
" Terima kasih telah memberikan segenap cinta dan kasih sayangmu padaku, Terima kasih telah menjadi penyemangat hidupku, Terima kasih sudah menyempurnakan hidupku dengan menjadi calon Papa untuk calon anakku." Ucap Nervan, Dengan perlahan Nervan menuruni satu persatu anak tangga menghampiri Khanna.
" Selamat Ulang tahun semoga Adek mau memaafkan Mas karena telah membuat Adek khawatir selama seminggu ini karna Mas tidak pernah mengabarimu." Bisik Nervan di telinga Khanna. ( Kisah author karna ponsel suami author rusak)
" Kau jahat." Teriak Khanna membuat semua orang menatap ke arahnya.
" Kau jahat telah membuatku mengkhawatirkanmu, Kau jahat karna telah membuatku menunggu pesan darimu, Kau jahat karna telah mengabaikan aku selama satu minggu ini, Aku kecewa padamu Mas." Ucap Khanna memukul mukul dada Nervan.
" Sayang maafkan Mas, Mas tidak bermaksud seperti itu pada Adek, Mas tidak bermaksud membuat Adek sedih maafkan Mas, Maafkan Mas sayang." Ujar Nervan memeluk tubuh Khanna.
" Aku tidak suka kejutan yang kamu berikan padaku, Aku membencimu." Ucap Khanna.
" Maafkan Mas sayang, Jangan pernah Adek mengatakan benci pada Mas, Mas tidak sanggup menanggung kebencianmu sayang." Ujar Nervan.
" Aku benci sama kamu lepaskan aku." Teriak Khanna.
" Sayang maafkan Mas." Ucap Netvan terus memeluk Khanna.
" Mas Nervan lepaskan aku, Aku membencimu, Sangat benci." Ucap Khanna dengan nada tinggi.
" Sayang.... Maafkan Mas... Hiks... Mas tahu kalau Mas salah Mas mohon jangan membenci Mas, Mas sangat menyayangimu sayang." Ucap Nervan mengusap air matanya.
" Aku benci padamu Mas Nervan." Ucap Khanna mendorong tubuh Nervan.
" Adek benci sama Mas?" Tanya Nervan.
" Ya aku benci padamu." Sahut Khanna menatap Nervan dengan tatapan nyalang.
Khanna mengambil microfon di tangan Nervan.
__ADS_1
" Aku benci sama kamu Mas Nervan." Ucap Khanna.
Semua orang terkejut sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.Ternyata mereka tidak salah dengar karena sekarang suara Khanna sangat jelas dan keras.
Nervan menundukkan kepalanya. Ia tidak tahu kalau rencana membuat surprise untuk istrinya justru di balas kebencian oleh Khanna.
" Benci..... Aku benci kamu... Benar Benar Cinta." Ujar Khanna.
Nervan mendongak menatap mata Khanna.
" Aku benar benar mencintaimu Mas, Sangat mencintaimu, Terima kasih telah merencanakan pesta ulang tahunku, Yerima kasih telah berjuang untukku selama ini, Aku akan selalu setia menemanimu sampai ajal memisahkan kita." Ucap Khanna.
" Sayang." Pekik Nervan.
Khanna menganggukkan kepalanya. Nervan langsung menubruk tubuh Khanna.
" Adek membuat jantung Mas berhenti berdetak sayang, Mas kira Adek akan terkejut dengan kejutan yang Mas berikan, Tapi ternyata Mas sendiri yang terkejut, Kamu sudah mulai nakal ya." Ujar Nervan melepas pelukannya.
" Adek nakal nih." Ucap Nervan mencubit hidung Khanna.
" Sekali lagi Mas ucapkan selamat ulang tahun." Ucap Nervan.
" Terima kasih Mas." Sahut Khanna.
Setelah drama itu Khanna meniup lilin dan memotong kuenya, Setelah itu para kerabat bergantian mengucapkan selamat kepada Khanna.
" Sayang selamat ulang tahun ya, Jadilah istri solehah dan Ibu yang baik untuk anak anakmu." Ucap Mama Alfi.
" Makasih Ma, Jangan lupa Mama berhutang penjelasan padaku." Sahut Khanna.
" Papa." Pekik Khanna memeluk Papa Sakti.
" Papa tega banget lakuin ini sama Khan, Papa tega membuat Khan khawatir." Ucap Khanna mengerucutkan bibirnya.
" Maaf sayang semua ini Nervan yang merencanakan." Sahut Papa Sakti.
" Eh kok Nervan sih Yah? Kan Ayah yang....
" Diamlah Van." Papa Sakti memotong ucapan Nervan.
" Ah iya sayang ini memang salah Mas, Maafkan Mas ya." Ujar Nervan mengalah.
Nervan berlutut di depan Khanna. Ia menempelkan telinganya di perut Khanna.
" Sayangnya Papa maafin Papa ya karna tidak memberi kabar padamu, Papa sengaja fokus pada pekerjaan Papa supaya Papa bisa pulang dan berkumpul bersama Mama dan kamu." Ucap Nervan mengusap perut Khanna.
" Udah Mas ah malu di lihat banyak orang." Ucap Khanna.
Nervan berdiri sambil merangkul Khanna. Mereka semua menikmati pesta dah hidangan yang sudah di sajikan. Bahkan Nervan mengundang penyanyi yang masih viral untuk menghibur mereka dan meramaikan pesta ulang tahun Khanna.
TBC....
*Jangan lupa like dan komentnya ya ...
Minta doa dan dukungannya supaya author mampu menyajikan cerita yang menarik di hati readers ya...
Makasih..
Miss U All*....
__ADS_1