Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Ketahuan


__ADS_3

Hari hari berlalu setiap hari Khanna ke rumah mertuanya untuk memenuhi janjinya. Sebelum Nervan pulang Ia selalu lebih dulu sampai rumah. Ia tidak mau membuat Nervan curiga. Tapi sepertinya hari ini hari naas bagi Khanna. Karna saat Khanna masuk ke dalam kamarnya. Nervan sudah ada di dalam sedang menunggunya.


" Darimana Adek malam malam begini baru pulang?" Tanya Nervan menatap Khanna dengan tatapan menyelidik.


" E.. A... Aku dari rumah Mama Mas." Sahut Khanna gugup.


" Kenapa Mas lihat akhir akhir ini Adek sering ke rumah Mama? Apa ada hal penting yang Adek lakukan di sana?" Tanya Nervan.


" Aku hanya bosan di rumah Mas, Lalu aku main aja ke sana kan ada Alia." Sahut Khanna.


" Ya sudah mandi gih bau asemnya udah sampai sini." Ujar Nervan tidak mau memojokkan istrinya.


" Ah masa' sih Mas? Padahal aku udah pakai banyak parfum lho, Ya udah deh aku mandi dulu." Ucap Khanna tersenyum lega.


Nervan tersenyum melihat tingkah konyol Khanna. Lima belas menit Khanna keluar kamar mandi, Ia sudah rapi dengan memakai piyamanya.


" Mas aku langsung tidur ya, Aku capek banget hari ini." Ujar Khanna naik ke atas rajang.


" Iya tidurlah sayang." Ucap Nerva mencium kening Khanna.


Nervan memeluk Khanna. Keduanya memejamkan mata tidur sambil berpelukan.


Pagi hari Nervan mengerjapkan matanya karna mendengar dering ponsel Khanna. Ia mengambil ponsel lalu mengangkat teleponnya. Bukannya Ia lancang tapi Ia takut ada sesuatu yang penting karna yang meneleponnya adalah Mama Sarah.


" Hallo Khan, Ada kabar baik sayang, Amir menggerakkan jarinya segeralah kemari Amir pasti sedang menunggumu." Ucap Mama Sarah dengan muka berbinar walaupun Nervan tidak bisa melihatnya. Tanpa mendengarkan sahutan dari sebrang Mama Sarah mematikan teleponnya.


" Amir??? Khanna??? Sepertinya aku tidak asing dengan nama Amir, Amir menunggu Khanna? Sebenarnya ada apa ini? Apa Khan menyembunyikan sesuatu dariku?" Batin Nervan.


Nervan meletakkan ponsel Khanna ke atas nakas kembali. Ia segera turun dari ranjangnya menuju kamar mandi. Hatinya merasa kecewa karna Khanna tidak jujur padanya. Ia akan menyelidiki apa yang terjadi hingga semuanya jelas.


Ada apa sebenarnya di balik sikap Khanna yang sering ke rumah Mamanya. Ya Nervan menyuruh seseorang untuk mengawasi istrinya. Berdasarkan laporan dari orang itu Khanna selalu keluar jika Ia sudah pergi ke kantor, Dan Khanna akan pulang terlebih dulu sebelum Ia pulang.


Nervan turun ke bawah menuju dapur untuk menyeduh kopi. Pagi ini Ia tidak bersemangat untuk melakukan aktifitas seperti biasanya. Pikirannya melayang entah kemana memikirkan sikap Khanna akhir akhir ini.


" Mas kok nggak bangunin aku sih." Ujar Khanna menghampiri Nervan yang sedang duduk sambil menyeruput kopinya.


" Maaf sayang Mas tidak tega membangunkan Adek, Oh ya tadi Mama Sarah telepon kamu tapi maaf aku yang mengangkatnya." Ujar Nervan.


Deg....


Jantung Khanna berdetak lebih kencang dari biasanya. Ia menatap Nervan sambil memikirkan alasan apa jika Nervan bertanya tentang alasannya sering ke rumah Mama.


" Mama Sarah telepon? Apa Mama mengatakan sesuatu padamu?" Tanya Khanna menatap Nervan.


" Ya.. Mama mengatakan ada yang menunggu Adek di sana, Jadi Adek di suruh ke sana secepatnya." Sahut Nervan enteng.


" Oh ya emang siapa yang sedang menunggu Adek?" Selidik Nervan berharap Khanna mau mengatakan yang sejujurnya.

__ADS_1


" E... e... Alia." Sahut Khanna sedikit gugup.


" Ya Alia yang menungguku Mas, Aku janji mau bermain dengannya hari ini." Sambung Khanna.


" Bukankah Alia kalau pagi ke sekolah? Lalu dengan siapa Adek bermain selama ini? Dan kenapa Adek ke sananya harus pagi pagi begini?" Tanya Nervan membuat Khanna terpojok.


" Udah lah Mas nggak usah banyak tanya aku bingung mau jawab apa yang jelas aku ke sana untuk bermain dengan Alia, Jangan mengintrogasi aku, Aku tidak melakukan apa apa ataupun menduakan dirimu." Sahut Khanna kesal karena merasa terpojok. Bukankah senjata ampuh seorang wanita marah jika sedang terpojok? Ia meninggalkan Nervan begitu saja.


" Mas semakin yakin kalau Adek sedang menyembunyikan sesuatu dari Mas, Alia... Ya Alia... Aku akan mengorek informasi dari Alia." Monolog Nervan.


Setelah Nervan pergi ke kantor, Khanna pergi ke rumah Mama Sarah. Ia masuk ke dalam rumah dan langsung berjalan menuju kamar tamu.


Ceklek....


Khanna membuka pintunya. Ia menghampiri Mama Sarah yang sedang duduk di tepi ranjang.


" Gimana perkembangannya Ma?" Tanya Khanna.


" Tadi pagi dia menggerakkan jarinya, Kata Dokter jika dia sering menerima rangsangan maka Amir akan cepat sadar Khan." Sahut Mama Sarah.


" Aku akan membuatnya segera sadar Ma." Ujar Khanna.


" Makasih Khan atas bantuanmu, Mama berharap Amir akan segera sadar dan bisa sembuh seperti semula." Ujar Mama Sarah.


Khanna menggenggam tangan Amir, Ia mengelus kepala Amir.


" Segeralah sadar Amir." Ucap Khanna.


Amir mulai mengerjapkan matanya, Ia menatap ke arah Khanna dengan tatapan Sayu. Mama Sarah dan Khanna terlihat sangat bahagia.


Sedangkan Nervan hari ini menemui Alia di sekolahnya. Ia menjemput Alia dengan alasan acara keluarga di luar kota. Alia mengikuti Nervan masuk ke dalam mobilnya.


" Alia." Panggil Nervan.


" Iya Kak." Sahut Alia.


" Alia sayang dengan Kak Nervan?" Tanya Nervan.


" Iya Kak." Sahut Alia.


" Apa Alia mau memberitahu Kak Nervan sesuatu?" Tanya Nervan.


" Tentang apa itu Kak?" Tanya Alia.


" Apa yang Kak Khan lakukan di rumah Mama?" Selidik Nervan.


" Aku akan memberitahu Kak Nervan tapi Kakak jangan marah dengan Kak Khan ya." Ujar Alia.

__ADS_1


" Baiklah jangan khawatir, Sekarang ceritakan pada Kakak." Ujar Nervan.


" Kak Khan membantu Mama menyadarkan Kak Amir." Sahut Alia.


Hati Nervan mencelos, Ternyata Khanna membohonginya.


" Emang Kak Amir kenapa?" Tanya Nervan. Ia paham Amir siapa yang di maksud Alia. Tentunya keponakan Mamanya.


" Kak Amir koma setelah kecelakaan Kak, Tapi setelah di tungguin Kak Khan Kak Amir tadi pagi menggerakkan tangannya, Kata Mama Kak Amir pasti akan sembuh jika di rawat sama Kak Khan, Itu sebabnya Mama memintaku untuk tidak ngomong sama Kak Nervan." Jelas Alia polos.


" OK makasih, Sekarang kita pulang ya, Kita jenguk Kak Amir." Ucap Nervan.


" Tapi aku takut kalau nanti Mama marah gimana Kak?" Ujar Alia.


" Tenang saja Kak Nervan tidak akan ngomong kalau kamu sudah memberitahu Kakak, Bilang aja nanti kalau Alia sakit gitu ya." Ujar Nervan.


" Iya Kak." Sahut Alia.


Kembali ke kamar Amir. Amir terus menatap Khanna. Ia mencoba bangun dari tidurnya. Ia duduk bersandar pada head board.


" Amir akhirnya kau sadar juga." Pekik Khanna.


" Khan... Apa ini kamu?" Lirih Amir.


" Iya Mir, Ini aku Khanna." Sahut Khanna.


" Peluk aku Khan, Aku harap ini nyata." Ujar Amir.


Khanna menatap Mama Sarah dan di balas anggukan kepala oleh Mama Sarah. Khanna membungkuk memeluk tubuh ringkih Amir.


" Aku bahagia banget Khan akhirnya aku bisa memelukmu." Ujar Amir.


Ceklek...


Deg...


Jantung Nervan terasa berhenti berdetak melihat pemandangan yang baginya menyakitkan hati. Mama Sarah menoleh ke arah pintu dengan mata membulat dan mulut menganga. Ia tidak percaya akan ketahuan Nervan secepat ini.


" Nervan." Pekik Mama Sarah.


Khanna melepas pelukannya, Ia menoleh ke belakang dan....


TBC.....


*Jangan lupa like dan koment ya...


Miss U All*

__ADS_1


__ADS_2