Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Pulang Bersamamu


__ADS_3

Malam hari Richard datang menghampiri Khanna. Ia hendak mengajak Khanna jalan jalan ke alun alun kota. Khanna sudah bersiap dengan dress selututnya dan rambut di kucir kuda dan tak ketinggalan slimbagnya.


" Udah siap?" Tanya Richard menyenderkan badannya pada mobilnya.


" Iya sudah, Ayo langsung berangkat." Sahut Khanna.


Richard membukakan pintu mobil untuk Khanna, Saat Khanna hendak masuk tiba tiba..


" Mau kemana?" Tanya Nervan menarik tangan Khanna.


" Apa sih? Lepas nggak!" Ujar Khanna.


" Adek mau kemana malam malam bersama pria lain yang bukan muhrim, Nggak baik Dek, Ingat status Adek masih istri Mas jangan abaikan itu." Tegas Nervan.


" Aku tidak peduli, Aku sudah bilang padamu jangan pedulikan aku seperti selama ini kamu yang sudah tidak lagi mempedulikan aku, Aku ingin hidup bebas, Aku ingin hidup bahagia asal kau tahu itu." Ujar Khanna.


" Adek sudah tidak bisa hidup bebas lagi sejak kita menikah, Mengertilah Mas tidak mengijinkanmu pergi, Adek masih menjadi tanggung jawab Mas, Richard kau pergilah Khan tidak akan kemana mana." Ucap Nervan.


" Baik Kak, Khan aku pulang dulu kamu selesaikan masalahmu dulu, Kita bisa pergi lain waktu." Ucap Richard.


" Mari Kak." Sambung Richard.


" Hmm." Dehem Nervan.


Khanna masuk kembali ke dalam Cafenya yang masih ramai pengunjung. Ia berjalan menuju ruangannya. Khanna membuang slimbagnya sembarangan dengan perasaan kesal.


" Adek... Maafkan Mas ya, Mas cuma tidak mau kamu kenapa napa sayang, Mas mohon sudahi acara marahnya kembalilah pada Mas sayang, Kita pulang bersama, Kita mulai lagi semuanya dari awal." Ucap Nervan.


" Mas sangat menyesali perbuatan Mas yang tidak mau mendengar penjelasanmu dan mempercayai ucapanmu, Ketahuilah sebelum semua itu terjadi Mas selalu mendapat pesan dan foto foto Adek bersama Keenan sayang, Mas cemburu, Mas sakit hati, Mas merasa Adek telah mengkhianati Mas, Maka dari itu Mas tidak percaya padamu... Maafkan Mas." Ujar Nervan.


" Heh semudah itu kamu bilang setelah kau menghinaku bahkan kau tidak mau mengakui darah dagingmu sendiri, Jika memang itu kebenarannya kenapa kamu tidak tanyakan padaku, Aku membencimu kamu tidak mau menerima anakku." Sinis Khanna.


" Sayang bukan itu maksudku, Aku hanya...


" Hanya apa? Hanya meminta bukti jika ini benar benar anakmu begitu? Itu sama saja kau sudah tidak percaya padaku, Dulu saat aku ingin menjelaskan semuanya kau tidak mau mendengarnya, Setelah hamil kau minta bukti, Sekarang aku sudah pergi darimu kau mencariku bahkan kau bilang ingin menjemputku, Lalu aku ini kau anggap apa Nervan? Kau sesuka hatimu membuat luka di dalam hatiku lalu kau dengan mudahnya berkata maafkan aku kembalilah padaku, Kita buka lembaran baru, Hah." Ujar Khanna menghela nafasnya.


" Kalau pun aku memaafkanmu bukan berarti aku harus kembali padamu." Sambung Khanna.


" Tidak... Adek harus kembali pada Mas, Mas tidak mau berpisah dari Adek dan anak kita, Maafkan Mas sayang... Mas bersalah ku mohon maafkan Mas." Ucap Nervan berlutut di depan Khanna.


" Maafkan Papa Nak.... Papa bodoh hingga meragukan dirimu Nak, Maafkan Papa." Lirih Nervan.


" Ijinkan aku menyentuhnya." Ucap Nervan mendongak.


" Aku tidak sudi di sentuh olehmu sekarang pergilah jangan buang buang waktumu untukku." Khanna masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Hatinya kembali goyah, Ia tidak tahu sampai kapan akan bertahan dengan pendiriannya jika Nervan selalu membujuknya. Bohong jika Khanna sudah tidak mencintai Nervan lagi.


Drt... Drt...


Ponsel Khanna berdering tanda panggilan masuk.


" Papa." Gumam Khanna. Khanna menggeser tombol hijau ke atas.


" Halo Pa." Sapa Khanna setelah mengangkat panggilannya.


" Hallo sayang... Kembalilah bersama Nervan besok pagi, Kita selesaikan masalahmu bersama, Papa tidak mau kalian berlarut larut dalam masalah ini, Papa menunggu kedatangan kalian." Ucap Papa Sakti.


" Aku bisa mengatasinya Pa." Ujar Khanna.


" Tidak bisa, Papa yang akan menyelesaikan masalah kalian kali ini, Papa sudah tidak percaya lagi pada kalian berdua." Ucap Papa Sakti memutus sambungan ponselnya.


" Hah malas banget pulang sama dia, Bisa besar kepala nanti dia." Monolog Khanna.


Khanna memejamkan matanya di atas ranjang, Tak lama setelahnya Ia terlelap menuju ke alam mimpi.


Nervan menyusup ke dalam kamar Khanna. Ia menatap Khanna yang sedang berbaring di atas ranjang tanpa menggunakan selimut. Dengan pelan Nervan naik ke atas ranjang, Ia merebahkan tubuhnya di samping Khanna sambil memeluk tubuh Khanna.


Khanna mengerjapkan matanya, Ia merasa mencium aroma maskulin suaminya. Khanna menatap wajah pria di depannya. Satu kata yang terucap dari hatinya yaitu Tampan. Hatinya menghangat dan dirinya merasa nyaman berada di dalam pelukan suaminya. Merasa ada pergerakan, Khanna kembali memejamkan matanya.


Nervan mengucek matanya lalu Ia menatap wajah cantik di depannya. Dengan pelan Ia mengelus pipi Khanna.


" Sayangnya Papa maafin Papa ya... Bantu Papa mendapat maaf dari Mama ya... Love u sayang." Ucap Nervan mencium kening Khanna.


Nervan turun dari ranjang lalu Ia keluar dari ruangan takut ketahuan Khanna. Setelah kepergian Nervan Khanna membuka matanya, Ia menghapus air mata yang menetes di pipinya. Khanna menyandarkan punggungnya pada headboard ranjang.


" Aku harus bagaimana? Aku tidak mau berpisah darinya tapi bertahan pun hatiku masih sakit atas segala tuduhannya, Aku takut kejadian seperti ini akan terulang lagi.... Hiks... Tuhan berikanlah petunjukmu, Jika dia masih menjadi jodohku mudahkanlah semuanya tapi jika memang dia bukan jodohku mudahkanlah kami untuk berpisah." Lirih Khanna sambil mengusap air matanya.


Satu jam berlalu kini Khanna sudah rapi dan wangi. Ia menunggu Nervan menjemputnya untuk pulang ke kota J sesuai perintah Papanya.


" Ayo sayang Mas udah siap." Ucap Nervan di depan pintu kamar Khanna.


Dengan langkah gontai Khanna berjalan mengikuti Nervan menuju mobilnya. Di depan Cafe Ia sempat berpamitan dengan para karyawannya.


" Hati hati Mbak." Ucap Reva.


" OK." Sahut Khanna.


Nervan membukakan pintu mobil Khanna.


" Mobilmu mana? Kok pakai mobilku?" Tanya Khanna.

__ADS_1


" Mobil Mas sudah di bawa sama asisten Mas." Sahut Nervan.


Nervan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. Khanna yang dulu biasa touring tidak takut, Ia biasa biasa saja. Di dalam perjalanan hanya ada keheningan. Di saat Nervan bertanya Khanna hanya akan membalas gumaman saja.


Waktu berlalu hingga tiga jam lamanya. Mobil Nervan memasuki halaman rumah Papa Sakti. Di sana sudah ada beberapa mobil, Khanna yakin di dalam para keluarganya sudah berkumpul.


" Assalamu'alaikum." Ucap Khanna dan Nervan bersamaan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Mama Alfi yang menyambut mereka di depan pintu.


"Ayo masuk semuanya sudah menunggu." Ujar Mama Alfi.


Tiba tiba....


" Khanna..." Teriak Revi menghampiri Khanna.


" Khanna maafkan aku hiks.... Aku menyesal Khan... Hiks... Khan maafkan aku, Aku sudah menjebakmu Khan, Kak Nervan tidak bersalah dia hanya termakan hasutanku Hiks..." Isak Revi sambil berlutut di depan Khanna.


" Revi???? Apa maksudmu berbicara seperti itu?" Tanya Khanna.


" Aku... Aku yang sengaja menjebakmu waktu itu saat ulang tahun Keenan agar Kak Nervan membencimu."


Jeduarrrrr


Tubuh Khanna terhuyung ke belakang saking tidak percayanya. Kemarin dia memang mendengar Nervan mengatakan kalau dirinya di jebak oleh temannya, Tapi bukan Revi yang Khanna harapkan. Sahabat berasa saudara dengan tega ingin menghancurkan rumah tangganya.


" Sayang." Nervan menopang tubuh Khanna.


" Apa aku tidak salah dengar? Revi menjebakku? Revi mengkhianatiku? Revi sahabatku menjadi duri dalam dagingku?" Tanya Khanna seperti orang linglung.


" Khan maafkan aku." Revi beranjak berdiri di depan Khanna.


" Aku yang membuatmu berada di kamar itu dengan Keenan, Aku yang mengirimkan foto foto palsu Keenan bersamamu ke Kak Nervan, Maafkan aku." Ujar Revi.


Khanna maju ke depan, Ia menatap Revi yang sedang menatapnya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Plakkkkkk


TBC....


Jangan lupa like dan kometnya...


Author bawa karya baru yang baru launching baca dan dukung juga ya... Author tunggu di sana...


Ternyata Dia Hanya Milikku

__ADS_1


diperankan oleh Desfian Imran Maulana dan Kamila Azzurra



__ADS_2