Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Terungkap


__ADS_3

" Apa kamu punya bukti atas semua tuduhanmu? Jika punya maka akan aku pertimbangkan semua itu." Tantang Khanna.


" Ini..." Aroon memberikan ponselnya kepada Khanna. Khanna menerimanya.


" Rekaman suara?" Tanya Khanna memastikan.


" Putarlah... Kamu akan tahu yang sebenarnya." Sahut Aroon.


Dengan ragu Khanna memutar rekaman suara pada ponsel Aroon. Terdengar percakapan antar dua orang, Salah satunya adalah suara Nervan.


Apa Lo bahagia bisa menikahi Khanna? (Teman)


Aku sangat bahagia akhirnya aku bisa bisa dengan mudah membalas dendamku pada keluarganya(Nervan)


Balas dendam yang sempurna, Kau bahkan sedah menyusun rencana sangat rapi, Dari menjebak Richard hingga pernikahan kalian terjadi ( Teman)


Kamu tahu rasanya bagaimana di benci selama puluhan tahun? Rasanya sakit sekali... Seharusnya aku yang membenci mereka.... Mereka yang menyebabkan Ibuku tiada... Mama Alfi... Gara gara dia mengancam Ibuku, Ibuku lari ketakutan karna tidak mau di penjara hingga Ibuku tertabrak truk yang sedang melintas, Hingga menyebabkan Ibuku kehilangan nyawanya... Sejak saat itu aku bersumpah akan membalaskan dendamku pada mereka... Walaupun selama itu Ibuku tidak pernah menyayangiku tapi aku tetap menyanyanginya... Aku akan membuat Khanna merasakan kesendirian yang aku alami, Aku yang harusnya membenci mereka...kenapa justru mereka yang membenciku? (Nervan)


Apa rencanamu selanjutnya? (Teman)


Aku akan membawa Safita ke rumah dan meminta ijin Khanna untuk menikahinya, Aku ingin Khanna dan keluarganya merasakan sakit yang sama seperti apa yang aku rasakan selama ini, Aku ingin melihat kehancuran keluarga mereka, Terutama Aroon... Aku akan membuat Aroon menderita melihat adiknya terpuruk begitu dalam karna telah aku khianati (Nervan)


Pikirkan rencanamu baik baik, Jangan sampai kamu menyesalinya (Teman)


Aku tidak akan pernah mundur dari rencanaku ( Nervan)


" Hiks....Hiks...Hiks..." Isak Khanna menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Jangan menangis.... Jangan sampai kamu terlihat lemah di depannya, Dia akan merasa puas melihat air matamu, Kamu harus kuat.. Permainan yang sebenarnya belum di mulai, Jika kamu lemah maka kamu akan kalah." Ujar Aroon.


" Dia jahat Kak... Dia jahat.... Aku menyesal telah membalas cintanya." Ucap Khanna di sela isakannya.


" Itu sebabnya Kakak tidak merestui hubungan kalian... Karna dia tidak mencintaimu, Jika dia benar benar mencintaimu maka Kakak akan merestui kalian, Seperti aku merestui hubunganmu dengan Richard." Ujar Aroon memeluk Khanna.


" Aku tidak menyangka Mas Nervan bisa sejahat ini Kak.. Ternyata Richard tidak bersalah Kak.. Aku sudah salah menilainya." Ujar Khanna.


" Lupakan semua itu, Kita harus kuat dalam menghadapinya, Jika kamu tidak percaya denganku, Kamu bisa mengecek sendiri keaslian dari rekaman itu Khan." Ucap Aroon.


" Aku percaya Kak... Mas Nervan mungkin tega mengkhianatiku tapi aku yakin Kakak tidak mungkin mengkhianatiku kan?." Sahut Khanna.


"Tidak akan... Kakak sangat menyayangimu, Kamu tahu itu kan?" Tanya Aroon. Khanna menganggukkan kepalanya.


" Sekarang dengarkan Kakak." Ucap Aroon melepas pelukannya, Ia memegang kedua bahu Khanna.

__ADS_1


" Jangan memberi tahu pada dia kalau kamu sudah mengetahui rencananya, Tetaplah jadi istri yang baik di sampingnya, Kita ikuti semua permainannya, Kita lihat sampai mana dia bisa menghancurkan keluarga kita, Sampai mana dia akan menyakitimu." Ucap Aroon.


" Baik Kak, Aku akan pura pura tidak mengetahuinya." Sahut Khanna.


" Mulai sekarang bentengi hatimu, Kamu harus menghilangkan rasa cintamu padanya, Jika suatu hari nanti dia mulai menjalankan rencananya, Bertahanlah sendiri karena Kakak tidak bisa membelamu, Jangan lemah atau dia akan semakin merasa menang, Dan jika kamu sudah tidak sanggup berada di dekatnya maka tanda tangani surat cerai itu lalu tinggalkan dia." Ujar Aroon.


" Aku akan ikuti semua permainannya Kak, Dan aku akan buat Mas Nervan menyesali perbuatannya, Bukan kita yang akan sakit tapi dirinya, Bukan keluarga kita yang akan hancur tapi dirinya sendiri." Ucap Khanna mengusap air matanya.


" Bagus... Terus kuatkan hatimu, Kita akan menunjukkan dimana posisi dia yang sebenarnya." Ujar Aroon.


Khanna segera membuka ponselnya untuk searching di goglo mencari petunjuk bagaimana cara meminum pil itu dengan benar. Setelah dapat Ia segera meminumnya.


" Kakak pergi dulu, Simpan baik baik obat dan kertas itu, Jangan sampai dia mengetahuinya." Tutur Aroon.


" Siap Kak makasih karna Kakak sudah memberitahu aku tentang kebusukannya." Ucap Khanna.


" Miss U." Ucap Aroon mencium kening Khanna.


" Miss U too Kak." Sahut Khanna.


Aroon segera pergi dari sana, Hatinya merasa lega telah mengungkap kebenaran kepada adik yang di sayanginya. Khanna berjalan menuju mobilnya, Ia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


" Sial sial sial...." Ucap Khanna memukul stirnya berkali kali.


" Aku tidak menyangka kamu begitu licik Nervannnnn, Kamu sangat pandai dan rapi menyimpan rencana busukmu hingga tidak ada orang yang bisa mengetahuinya, Tapi kamu salah... Kamu belum tahu siapa aku sebenarnya, Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu seumur hidupmu." Monolog Khanna.


" Lo di sini?" Tanya Khanna menatap Safita dan Nervan yang kelihatan gugup.


" Iya... Gue jenguk Nervan, Gue dengar tadi Lo bilang kalau Nervan sakit." Jawab Safita.


"Sepertinya kamu sudah mulai menjalankan rencanamu Mas, Baiklah akan aku ikuti permainanmu." Ujar Khanna dalam hati.


" Oh ya sudah kalau begitu, Aku ke atas dulu Mas." Ucap Khanna melanjutkan langkahnya menuju kamar.


" Sayang...." Panggil Nervan. Khanna menghentikan langkahnya.


" Bantu aku ke atas." Ucap Nervan.


" Siapa yang membantumu turun ke bawah?" Tanya Khanna.


" Mas turun sendiri." Jawab Nervan.


" Kalau begitu Mas bisa naik sendiri." Sahut Khanna membuat Nervan melongo mendengar jawabannya. Khanna segera berlari ke atas masuk ke dalam kamarnya. Ia menutup pintu kamarnya. Tubuh Khanna luruh ke lantai.

__ADS_1


" Tidak Khanna.... Jangan lemah... Kau tidak boleh menangis, Ini belum seberapa... Aku harus segera membuang rasa ini sebelum dia meminta ijin kepadaku untuk menikahi Safita, Kalau tidak hatiku pasti akan merasakan sakit yang amat sangat seperti keinginannya, Aku tidak akan membiarkan tujuannya tercapai." Monolog Khanna.


Ceklek...Ceklek...


Suara pintu di buka dari luar. Khanna segera berdiri lalu membuka pintunya.


" Kenapa di kunci sayang?" Tanya Nervan.


" Nggak sengaja." Sahut Khanna.


Khanna merebahkan dirinya di atas ranjang, Ia menatap langit langit kamarnya. Nervan menghampirinya, Ia duduk di tepi ranjang.


" Apa yang sedang Adek pikirkan?" Tanya Nervan.


" Aku sedang memikirkan curhatan temanku." Sahut Khanna.


"Kalau boleh tahu Emang teman Adek curhat apa?" Tanya Nervan. Khanna menatap ke arah Nervan.


" Suaminya ternyata tidak mencintainya... Dia hanya balas dendam karna rasa sakit hatinya." pancing Khanna.


Deg.... Jantung Nervan merasa tertohok dengan ucapan Khanna.


" Lalu?" Nervan kembali bertanya.


" Saat ini suaminya meminta ijin untuk menikah lagi." Sahut Khanna.


Jantung Nervan seakan berhenti berdetak saat itu juga.


" Lalu apa yang kamu sarankan untuknya?" Tanya Nervan mencari tahu jawaban apa yang akan Khanna berikan.


" Ya aku bilang gini.... Tinggal ceraiin aja tuh suami yang nggak ada akhlak, Laki laki nggak cuma dia aja, Apalagi kita masih muda, Cantik pasti banyak yang maulah." Sindir Khanna.


" Jika semua itu terjadi pada Adek apa yang akan Adek lakukan?" Tanya Nervan hati hati.


Khanna menatap Nervan dengan tajam, Ingin rasanya Ia menjawab hal yang sama tapi Ia mencoba menahannya.


" Aku.... Aku akan menangis meratapi nasibku yang di tinggal oleh suami yang sangat aku cintai... Hiks... Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padaku nanti Mas.... Apa Mas mau meninggalkan aku?" Tanya Khanna dengan sandiwaranya.


" Tidak sayang... Mas tidak akan melakukan hal seperti itu." Sahut Nervan memeluk Khanna.


" Semoga Mas.... Semoga hatimu tidak akan goyah." Ucap Khanna.


"Aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba Mas... Waktu dimana aku akan meninggalkanmu dalam kesendirian." Batin Khanna.

__ADS_1


TBC.....


Gimana... Udah doble up nih.... Makanya dukung author dengan Like Koment Vote dan hadiahnya biar author semakin semangat ya.... Thank you All...


__ADS_2