Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Kembali Padamu


__ADS_3

" Sayang berhentilah menangis, Maafkan Mas... Adek mau kan memaafkan Mas?" Tanya Nervan menangkup wajah Khanna.


Khanna menatap ke arah mata Nervan, Ia melihat cinta yang mendalam darinya. Tanpa ragu Khanna menganggukkan kepalanya.


" Iya Mas aku memaafkanmu." Ucap Khanna.


" Apa Adek masih mau menjadi istri Mas? Apa Adek mau membatalkan perpisahan kita?" Tanya Nervan dengan jantung deg degan menanti jawaban Khanna.


" Apa Mas menginginkan aku membatalkan perpisahan ini? Apa Mas tidak ingin berpisah dariku?" Tanya Khanna.


" Iya, Mas tidak ingin berpisah darimu sayang." Sahut Nervan mantap.


" Lalu kenapa kamu menandatangani surat cerai itu?" Tanya Khanna.


" Mas hanya menuruti kemauan Adek saja, Apapun akan Mas lakukan asalkan Adek bahagia." Sahut Nervan.


" Termasuk berpisah dariku?" Khanna bertanya lagi membuat Nervan semakin bingung kenapa Khanna seolah olah menyudutkannya bukankah ini permintaannya.


" Kenapa Adek justru menyudutkan Mas? Bukankah ini maunya Adek sendiri? Lalu Mas harus bagaimana?" Tanya Nervan menatap Khanna.


" Mas harus merobek surat cerai itu." Sahut Khanna.


Mata Nervan membola tak percaya.


" Adek membatalkan perceraian itu?" Tanya Nervan memastikan.


" Iya Mas aku masih ingin kamu jadi suamiku karena ini bukan salahmu sepenuhnya." Sahut Khanna.


" Makasih sayang... Mas sangat bahagia mendengarnya." Ujar Nervan memeluk Khanna.


" Tapi aku ingin untuk ke depannya kita harus saling menguatkan Mas, Jangan petnah meragukan satu sama lain." Pinta Khanna.


" Tentu sayang Mas akan memperbaiki diri Mas agar kejadian ini tidak terulang lagi di lain waktu." Ucap Nervan melepas pelukannya.


Nervan berlutut di depan Khanna. Ia mengelus perut rata Khanna lalu menempelkan telinganya di sana.


" Sayang.... Selamat datang di dalam perut Mama, Papa akan menyambutmu dengan bahagia, Sehat sehat di sana sayang... Papa mencintaimu Muahh." Ucap Nervan mencium perut Khanna.


" Makasih udah bantu Papa meyakinkan Mama ya... Papa udah nggak sabar pengin gendong kamu, Sehat sehat ya jangan susahkan Mama susahkan Papa saja." Sambung Nervan.


" Iya Pa." Sahut Khanna menirukan suara anak kecil.


Nervan berdiri di depan Khanna, Ia menangkup wajah Khanna lalu...


Cup...


Nervan mengecup kening Khanna.


" Sekali lagi makasih sayang." Ucap Nervan memeluk Khanna.


Krucukk...


Perut Khanna berbunyi tanda Ia lapar. Nervan menatapnya sambil tersenyum.


" Adek lapar?" Tanya Nervan.


" Iya Mas." Sahut Khanna.


" Pengin makan apa?" Tanya Nervan.

__ADS_1


" Seblak." Sahut Khanna.


" Seblak? Makanan apa itu?" Tanya Nervan mengerutkan keningnya.


" Makanan mie yang ada cekernya dengan kuah telur pedas." Jelas Khanna.


" Jangan makan pedas kasihan dedeknya." Ujar Nervan.


" Tapi pengin Mas." Protes Khanna.


" Baiklah sekali aja ya besok besok jangan lagi." Ujar Nervan mengalah. Ini permintaan pertama babbynya jadi Ia tidak mau membuat Khanna kecewa.


Nervan mengambil jaketnya lalu memakaikannya pada Khanna.


" Di luar dingin Mas nggak mau sampai Adek kedinginan." Ujar Nervan.


" Makasih Mas." Ucap Khanna.


" Mas yang berterima kasih pada Adek karna Adek masih mau memberikan kesempatan pada Mas, Setelah melewati badai ini akan ada kebahagiaan menanti kita sayang." Ucap Nervan mencium kening Khanna.


" Semoga Mas." Sahut Khanna.


" Ayo." Ajak Nervan menggandeng tangan Khanna.


Keduanya berjalan melewati ruang tamu dimana Papa Sakti dan Mama Alfi masih duduk di sana.


Nervan mengambil surat yang sudah Ia tanda tangani di atas meja.


Sret.... Sret....


Nervan merobek kertas itu, Papa Sakti dan Mama Alfi saling melempar tatapan mereka. Papa Sakti menganggukkan kepala. Lalu keduanya sama sama melempar senyuman.


" Ma Yah, Makasih atas doa dan dukungan yang kalian berikan pada Nervan, Sekarang Khanna sudah memaafkan Nervan dan kembali kepelukan Nervan lagi." Ucap Nervan.


" Iya Ma." Sahut Nervan.


" Selamat atas kehamilanmu sayang, Jaga dia baik baik untuk kami semua." Ucap Mama Alfi memeluk Khanna.


" Makasih Ma, Semua ini atas doa Mama." Sahut Khanna.


" Selamat sayang jadilah ibu yang baik untuk anak anakmu." Sekarang gantian Papa Sakti yang memberikan selamat pada Khanna.


" Insya Allah Pa akan Khan usahakan, Doakan Khan selalu mendapat kebahagiaan dan kelancaran dalam melahirkannya." Ucap Khanna.


" Tentu sayang... Doa Kami selalu bersamamu Nak." Sahut Papa Sakti.


" Ayo sayang." Ajak Nervan.


" Mau kemana?" Tanya Mama Alfi.


" Ma Nervan ijin mengajak Khan jalan mencari makan, Kaya'nya dedeknya pengin makan sesuatu." Ucap Nervan.


" Hati hati jangan pulang kemalaman." Ujar Papa Sakti.


" Baik Yah kami berangkat dulu, Assalamu'alaikum." Ucap Nervan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Mama dan Papa bersamaan.


Nervan melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan mencari penjual seblak yang masih buka di malam hari.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, Mereka berdua jalan jalan berkeliling kota metropolitan. Hingga Khanna tertidur di dalam mobilnya.


Sesampainya di rumah Nervan menggendong Khanna ala bridal style menuju kamarnya. Ya Nervan kembali ke rumahnya setelah memberi kabar kepada Papa Sakti.


Nervan merebahkan tubuh Khanna dengan pelan di atas ranjangnya. Ia pandangi wajah cantik istrinya.


" Selamat malam sayang semoga mimpi indah seindah hadirmu dalam hidupku." Ucap Nervan lalu Ia cium kening Khanna dengan mesra. Nervan memeluk Khanna menuju alam mimpinya.


Sinar matahari mengganggu Khanna yang sedang tertidur, Ia mengerjapkan matanya menatap samping ranjangnya yang sudah kosong. Khanna mencuci mukanya di dalam kamar mandi setelah itu Ia mencari Nervan turun ke bawah.


" Mas sedang apa?" Tanya Khanna menghampiri Nervan yang sedang sibuk dengan spatula di tangannya.


" Masak nasi goreng buat Adek." Sahut Nervan.


" Sini biar aku saja." Ucap Khanna hendak mengambil spatula di tangan Nervan tapi Nervan melarangnya.


" Tidak usah, Adek duduk aja biar Mas yang menyelesaikan." Ujar Nervan menuntun Khanna duduk di kursi.


" Baiklah.. Aku juga ingin mencicipi masakan Mas." Sahut Khanna.


" Tunggu ya sebentar lagi matang." Ujar Nervan.


Lima menit kemudian Nervan menyelesaikan masakannya. Ia menata secantik mungkin nasi gorengnya di piring Khanna tak lupa juga dengan telur ceplok di atasnya.


" Silahkan di nikmati Tuan Putriku." Ucap Nervan.


" Makasih Mas, Tapi aku pengin di suapi." Ujar Khanna.


" Dengan senang hati sayang, Kita makan sepiring berdua ya." Ucap Nervan.


" Iya Mas." Sahut Khanna.


Nervan menyuapi Khanna dengan telaten sambil sesekali Ia menyuapkan nasinya ke dalam mulutnya sendiri.


" Pinter udah habis, Sekarang minum susunya ya." Ujar Nervan memberikan susu khusus ibu hamil kepada Khanna.


" Makasih Mas." Ucap Khanna.


Khanna meminum susu hangatnya hingga tandas. Nervan tersenyum bahagia melihat Khanna tidak memuntahkan makanannya.


" Uh anak Papa pinter banget nggak buat Mama susah ya... Mau makan apa aja, Papa makin sayang nih sama dedek." Ucap Nervan berjongkok sambil mengelus perut Khanna.


" Iya donk Pa, Kan Adek anak kuat dan pengertian." Jawab Khanna.


" Mas bahagia banget sayang akhirnya kita bisa bersama sama kembali, Kita akan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita, Lain kali kita akan hadapi sama sama setiap badai yang menghantam kita ya.." Ujar Nervan penuh harap.


" Iya Mas, Mas harus percaya padaku seperti aku percaya padamu, Aku nggak mau sampai kita terpisah lagi." Sahut Khanna.


" Maafkan Mas sayang yang sudah meragukanmu, Maafkan Mas yang sudah mengabaikanmu selama ini, Mas akan menebus waktu itu dengan menghujani Adek dengan perhatian dan kasih sayang." Ujar Nervan.


" Aku tunggu semua itu Mas." Sahut Khanna.


" Baiklah sayang." Sahut Nervan.


" Makasih Ya Allah telah memberikan kebahagiaan ini kembali padaku setelah beberapa minggu ini menjauh dariku." Batin Nervan.


TBC.....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...

__ADS_1


Baca juga karya baru author ya...


..." Ternyata Dia Hanya Milikku."...


__ADS_2