Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Penjelasan Nervan


__ADS_3

Pagi ini setelah sarapan Nervan di sidang oleh Papa Sakti. Semalam saat di tanya oleh Papa Sakti, Tiba tiba Nervan pingsan. Jadi pagi ini Ia di sidang seperti terdakwa di pengadilan. Nervan duduk di sofa single di samping Mama dan Papa Sakti. Sedangkan Aroon duduk di pojokkan. Saat ini mereka semua berada di dalam ruang keluarga.


" Katakan yang sebenarnya apa yang terjadi pada kalian." Titah Papa Sakti menatap ke arah Nervan.


" Maafkan Nervan Yah... Nervan membuat kesalahan dengan menyakiti Khanna." Ucap Nervan.


" Apa maksudmu menyakiti adikku hah?" Bentak Aroon maju hendak menghampiri Nervan tapi di hadang oleh Papa Sakti.


" Sabar Aroon dengarkan penjelasan Nervan dulu jangan main emosi aja." Ujar Papa Sakti.


Aroon kembali duduk tenang, Ia menatap sinis ke arah Nervan.


" Lanjutkan Van." Ujar Papa Sakti.


" A....A...Aku...." Ucap Nervan gugup. Ia tidak tahu mau memulainya dari mana.


" Katakan saja jangan berbelit." Ucap Aroon dingin.


" Kalau tidak salah menghitung tiga bulan setelah pernikahanku, Nerva bertemu dengan seorang wanita, Namanya Tante Diandra, Dia adik dari Ibuku, Dia memintaku untuk mengikuti semua rencananya, Rencana balas dendam karena kalian sudah membuat Ibuku tiada, Kalau Nervan tidak mau, Dia mengancam akan menghabisi Khanna dengan tangannya sendiri, Saat itu Nervan tidak bisa berpikir jernih Yah... Nervan takut jika dia akan melakukan ancamannya, Nervan tidak mau kehilangan Khan Yah." Nervan menghela nafasnya sedangkan Mama Alfi menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Apa yang dia rencanakan?" Tanya Papa Sakti.


"Dia menyuruhku menyakiti Khan Yah... Dengan begitu keluarga kalian akan merasa sedih melihat kehancuran Khan, Dia meminta Nervan untuk menikahi wanita lain Yah." Sahut Nervan.


" Lalu kamu melakukannya?." Selidik Mama Alfi.


" Nervan hanya bersandiwara menikahi safita dan membawanya tinggal bersama kami Ma, Nervan tidak benar benar menikahinya, Bahkan Khan tidak kaget akan hal ini Ma, Dia terlihat baik baik saja... Justru aku yang selalu merasakan sakit saat aku menyakiti Khan Ma." Sesal Nervan.


" Astaga Nervannnnn Walaupun kamu tidak benar benar menikahinya tapi Khan tahunya kamu sudah menikahi wanita lain Nak...Mama kecewa sama kamu." Ujar Mama Alfi. Mama Alfi merasa dejavu dengan semua yang Khan alami, Emosinya mulai tidak stabil, Ia menahan gemuruh di dadanya.


" Maafkan Nervan Ma... Maaf...." Ucap Nervan.


"Mama menyesal telah membesarkanmu dengan kasih sayangku.... Mama tidak pernah menyangka semua ini darimu, Kamu tega menyakiti putriku... Putri yang selama ini kami sayangi hanya karena ancaman saja." Ujar Mama Alfi.


" Tapi Ma... Nervan tidak benar benar menikahinya Ma.... Nervan mencintai Khanna... Aku tidak mengkhianatinya... Nervan terpaksa melakukannya demi keselamatan Khan Ma.." Ucap Nervan.


" Jika kamu mencintai Khan kamu tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini, Kamu mengulang kisah dua puluh tiga tahun yang lalu dimana Ayahmu membawa Ibumu dan kamu ke sini, Aku membenci kejadian itu... Aku membencimu dan ibumu.... Jika terjadi sesuatu dengan Khan aku tidak akan memaafkanmu." Teriak Mama Alfi tiba tiba.


" Sayang tenanglah..." Ujar Papa Sakti memeluk Mama Alfi.


" Bagaimana aku bisa tenang Mas?.... Sekarang Khan ada dimana Mas?.. Hiks....Hiks... Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Khan Mas.. Khan putriku pulanglah sayang." Ucap Mama Alfi.


Nervan memejamkan matanya mendengar makian Mama Alfi. Ia meneteskan air mata kesedihannya.Ia menyesali kecerobohannya karena Ia tidak berpikir panjang sebelumnya.


" Maafkan Nervan Ma." Lirih Nervan.


" Jangan memanggilku Mama.. Aku bukan Mamamu." Bentak Mama Alfi menatap tajam ke arah Nervan.


Hati Nervan mencelos mendengar ucapan Mama yang selama ini menyayanginya. Mama yang selama ini mendidiknya menjadi sosok penyayang kini Ia sakiti hatinya.


" Dulu...." Mama Alfi menghampiri Nervan, Nervan segera berdiri di hadapan Mama Alfi. Ia akan menerima apapun yang akan Mama Alfi lakukan padanya.

__ADS_1


" Dulu ibumu menghancurkan hidupku dan Aroon dengan menjadi orang ketiga di antara kami, Sekarang putranya pun menghancurkan hidup putriku.... Kamu memang aku didik sebagai putraku... Tapi darah yang mengalir di tubuhmu adalah darah wanita jahat sepertinya, Darah ibl*s wanita ular sepertinya." Teriak Mama Alfi.


" Alfi." Bentak Papa Sakti membuat semua yang ada di sana berjingkrak kaget.


Mama Alfi menatap ke arah Papa Sakti dengan tajam. Tatapan itu tatapan penuh kesedihan yang mendalam karna Ia harus membuka luka lamanya.


" Maaf... Sayang." Ucap Papa Sakti.


" Kamu membelanya lagi....." Ujar Mama Alfi menunjuk Papa Sakti.


" Kamu membelanya lagi seperti dua puluh tiga tahun yang lalu saat pertama kali kau membawa dia datang ke rumahku Mas.... Aku membenci kalian berdua.... Aku membenci kalian...Aku membenci Ibumu Nervan." Ujar Mama Alfi memundurkan langkahnya.


" Sayang jangan seperti ini....." Ucap Papa Sakti mendekati Mama Alfi.


" Jangan mendekat..... Aku membencimu Sakti Arviano.... Kamu membuka luka lama yang berhasil aku kubur dalam dalam selama ini....Kamu...." Ucap Mama Alfi menunjuk Nervan.


" Kamu anak pembawa si*l... Aku menyesal telah membesarkanmu." Teriak Mama Alfi.


Setelah mengatakan itu Mama Alfi berlari menuju kamarnya meninggalkan mereka bertiga. Hatinya sakit kala mengingat apa yang pernah terjadi dalam hidupnya.


" Semua ini gara gara kamu...." Ucap Aroon menunjuk Nervan.


" Seharusnya dulu kamu ikut mati bersama ibumu saja." Bentak Aroon.


Aroon menyusul Mama Alfi ke kamarnya.


" Hiks...Hiks.... Maafkan Nervan Yah.... Lagi lagi Nervan membuat keluarga kalian hancur.... Nervan menyesal Yah.... Nervan sangat menyesal...Hiks.... Hiks..." Sesal Nervan.


Papa Sakti mengambilkan minum untuk Nervan.


" Minumlah biar sedikit tenang." Ujar Papa Sakti.


Setelah Nervan tenang Ia mulai menceritakan kembali apa yang Ia lakukan terhadap Khanna.


" Nervan bersandiwara di depan Khanna jika Nervan sudah menikahi Safita, Nervan membawa Safita tinggal bersama kami, Bahkan Nervan membagi waktu tidur Safita dengan Khan Yah, Saat jatah Nervan bersama Safita, Nervan tidur di kamar tamu, Percayalah Yah... Nervan tidak pernah mengkhianati Khan... Nervan benar benar menyayangi dan mencintainya Yah." Ucap Nervan menggenggam tangan Papa Sakti.


" Lalu bagaimana bisa sampai Khanna pergi begitu saja?" Tanya Papa Sakti.


" Entah darimana Khan sudah tahu rencana Nervan sebelumnya Yah... Ia bahkan sudah mempersiapkan surat gugatan cerainya untuk Nervan... Selama ini Khan mengkonsumsi pil kontrasepsi agar tidak mengandung anakku Yah.." Ujar Nervan.


" Itu sebabnya Khan tidak merasa kaget saat kamu menikahi Safita?" Tanya papa Sakti.


" Iya Yah....Hingga semalam saat Khanna sedang berbalas pesan dengan Richard, Nervan merebut ponselnya, Nervan tidak bisa mengontrol emosi Yah... Nervan cemburu..Dari situlah kami bertengkar, Khanna menceraikan aku Yah dan dia pergi meninggalkan aku... Aku menyesalinya... Maafkan aku Yah.. Maafkan atas kebodohanku ini... Bantu aku menemukan istriku... Hiks..." Nervan kembali menangisi kepergian Khanna.


" Kamu tadi bilang Adik dari Ibumu?" Tanya Papa Sakti memastikan.


" Iya Yah... Karna Nervan tidak mau Khan dalam bahaya, Makanya Nervan mengikuti rencananya... Nervan berpikir walaupun Nervan menyakiti Khan tapi Nervan masih bisa memantau keselamatan Khan Yah... Tapi sekarang justru Khan meninggalkan aku Yah... Bagaimana jika Tante Diandra berhasil menyakiti Khan? Nervan tidak bisa membayangkannya Yah.. Nervan tidak mau berpisah dari Khan...." Sahut Nervan.


" Sepertinya ada yang janggal di sini Van." Ujar Papa Sakti.


" Maksud Ayah?" Tanya Nervan.

__ADS_1


" Ibumu tidak memiliki saudara, Dia anak tunggal dan Kakek Nenekmu sudah tiada, Lalu siapa sebenarnya Diandra itu? Dan darimana Khan mengetahui rencanamu?" Ujar Papa Sakti merasa ada yang aneh. Semuanya seperti sudah di rencanakan sebelumnya.


" Apa??? Lalu siapa Tante Diandra itu Yah?" Tanya Nervan.


" Kamu punya nomer ponselnya?" Tanya Papa Sakti.


" Punya yah... " Sahut Nerrvan.


" Sekarang coba kamu telepon." Titah Papa Sakti.


"Sebentar Nervan telepon dulu." Sahut Nervan.


Nervan mengeluarkan ponselnya dari sakunya, Ia segera mencari kontak nama Diandra lalu meneleponnya. Sambungan tidak terhubung hanya ada suara operator saja.


" Tidak aktif Yah." Ucap Nervan.


" Coba kamu ulangi." Sahut Papa Sakti.


Nervan kembali menghubungi nomer Diandra, Jawabannya masih sama...


Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif, Cobalah beberapa saat lagi.


" Sama Yah tidak aktif." Ucap Nervan.


" Ayah yakin ini perbuatan seseorang yang ingin memisahkan kamu dan Khanna saja." Ujar Papa Sakti.


" Kenapa Nervan tidak kepikiran ke situ? Tapi siapa yang melakukan ini pada Nervan Yah?" Tanya Nervan menatap Sakti.


" Papa juga tidak tahu, Sekarang yang terpenting kita cari Khanna dulu, Baru nanti kita pikirkan siapa orang itu." Sahut Papa Sakti.


" Baik Yah." Sahut Nervan.


" Kamu sudah melacak nomer ponselnya?." Tanya Papa Sakti.


" Sudah Yah... Terakhir kali Khan di depan rumah Papa Shiv, Nervan sudah menelepon Papa Shiv, Dia bilang Khan tidak kesana Yah." Jelas Nervan.


" Pasti dia sudah mengganti nomernya dengan yang baru." Ucap Papa Sakti tidak heran, karena ini sudah sering Khanna lakukan saat kabur dari rumah.


" Sekarang Nervan harus mencari Khan kemana Yah?" Tanya Nervan bingung.


" Kita cari ke tempat kerabat terdekat dulu baru kita luaskan lokasi pencarian." Sahut Papa Sakti.


" Baik Yah." Sahut Nervan.


" Sayang... Adek dimana? Kembalilah Mas akan menjelaskan semua kebenarannya padamu, Jangan pergi dengan mebawa kesalah pahaman ini.... Mas mohon pulanglah." Batin Nervan.


TBC ....


*Hai readers..... Nervan bodoh nggak sih? Masa' cuma karena ancaman Nervan mau melakukan semua itu?... Kalau menurut author wajar aja sih ya.... Yang namanya cinta akan membuat kita seperti orang bodoh kan? Coba aja kalau tidak percaya.... Yang namanya cinta walau berkali kali hati tersakiti pasti tetap mau memaafkannya ya kan??? Kecuali kalau udah nggak cinta pasti nggak akan di maafin...


Makasih atas suport yang kalian berikan... Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...

__ADS_1


Miss U All*...


__ADS_2