
Hari ini Nervan dan Khanna berkunjung ke rumah Papa Reno dan Mama Sarah karena undangan Mama Sarah. Entah apa tujuan Mama Sarah mengundang mereka, Sebenarnya Mama Sarah hanya mengundang Khanna saja, Tapi Nervan tidak mengijinkan jika Khanna pergi sendiri, Keduanya masuk ke dalam rumah dengan bergandengan tangan.
" Assalamu'alaikum Ma, Pa." Ucap Khanna menghampiri kedua mertuanya yang sedang duduk santai di ruang keluarga.
" Wa'alaikumsallam sayang, Sini duduk." Ucap Mama Sarah.
Khanna dan Nervan menyalami kedua orang tuanya dengan takzim.
" Alia dimana Ma?" Tanya Khanna.
" Kakak......" Teriak Alia dari anak tangga. Ia berlari menghampiri Khanna.
" Kak Khan kenapa lama sekali tidak ke sini si? Alia kangen tahu." Ujar Alia cemberut.
" Maaf sayang Kak Khan lagi sibuk." Kilah Khanna.
" Emang sibuk ngapain? Kak Khan udah nggak kerja kan?" Tanya Alia.
" Kak Khan masih harus memantau cafe Kakak walau dari rumah sayang." Jawab Khanna.
" Oh gitu ya." Gumam Alia.
" Bagaimana kandunganmu Khan?" Tanya Mama Sarah.
" Alhamdulillah Ma kami sehat dan perkembangannya bagus." Jawab Khanna.
" Papa sudah tidak sabar menanti kelahirannya Khan, Papa ingin segera menimang cucu." Ujar Papa Reno.
" Sama kalau gitu Pa, Nervan juga sudah tidak sabar untuk menggendongnya, Sehat sehat sayang di dalam sini." Sahut Nervan mengelus perut Khanna.
" Kapan kalian akan cek kandungan lagi?" Tanya Mama Sarah.
" Besok Ma." Sahut Khanna.
" Kak Khan dedeknya cewek apa cowok?" Tanya Alia.
" Belum tahu sayang, Kan belum terlihat." Sahut Nervan.
" Ah Alia berharap kalau dedeknya cewek biar bisa menemani Alia main." Ujar Alia.
" Apapun jenis kelaminnya doakan supaya dedek dan ibunya selalu sehat ya." Ujar Netvan.
" Tentu donk Kak." Sahut Alia.
" Oh ya Khanna, Mama mau ngomong empat mata denganmu, Apakah bisa?" Tanya Mama Sarah.
" Iya Ma." Sahut Khanna.
" Ayo kita ke taman belakang aja, Alia di sini saja sama Papa ya." Ucap Mama Sarah.
" Iya Ma." Sahut Alia.
" Mas aku ke belakang dulu ya." Pamit Khanna.
" Iya." Sahut Nervan.
__ADS_1
Khanna dan Mama Sarah berjalan menuju gazebo taman belakang. Keduanya duduk bersila saling berhadapan.
" Ada apa Ma? Apa ada hal penting yang mau Mama bicarakan?" Tanya Khanna menatap Mama Sarah.
" Kamu ingat keponakan Mama?" Tanya Mama Sarah.
" Siapa Ma?" Tanya Khanna.
" Amir." Sahut Mama Sarah.
" Amir." Gumam Khanna. Ia mencoba mengingat nama Amir.
Amir seorang pria yang juga mencintai Khanna, Ia selalu bersaing dengan Richard untuk mendapatkan Khanna tapi sayang nasib kedua pria itu sangat malang hingga Nervanlah yang berhasil menjadi pemilik Khanna seutuhnya. Jodoh memang tidak ada yang tahu kecuali sang Maha Pencipta.
" Amir yang dulu mendekati aku maksud Mama? Dan yang pernah di gebukin sama Mas Nervan?" Tanya Khanna memastikan.
" Iya sayang." Sahut Mama Sarah.
" Ada apa dengannya Ma?" Tanya Khanna.
" Amir hilang bagai di telan bumi saat hari pernikahanmu, Kami sudah mencarinya kemana mana tapi tidak ada satu kabar pun tentangnya, Hingga kemarin Mama mendapat kabar kalau dia di rawat di rumah sakit di kota kecil." Ucap Mama Sarah sambil menghela nafasnya.
" Lalu?" Tanya Khanna.
" Selama ini dia mengalami koma, Dia mengalami kecelakaan tunggal dan mobilnya masuk ke dalam jurang dan kamu tahu apa yang menyebabkan dia kecelakaan?" Tanya Mama Sarah. Khanna menggelengkan kepalanya.
" Dia frustasi karna mendengar kamu menikah dengan pria lain, Oleh sebab itu dia tidak fokus mengemudi" Jawab Mama Sarah.
" Astaga." Gumam Khanna.
" Amir... Kasihan sekali kamu." Lirih Khanna.
" Amir mengalami kecelakaan saat pulang dari acara pernikahanmu, Entah sebenarnya dia mau kemana kami tidak ada yang tahu, Khanna maukah kamu menolong Mama?" Tanya Mama Sarah menggenggam tangan Khanna.
" Apa yang bisa aku bantu Ma?" Tanya Khanna.
" Dukunglah Amir di sampingnya sayang, Beri kekuatan dia untuk kembali ke dunia nyata ini Khan, Mama yakin dia akan mendengarkan ucapan gadis yang Ia cintai, Kamu mau kan?" Tanya Mama Sarah.
" Mama sudah memindahkan Amir ke rumah ini, Jadi kamu tidak perlu jauh jauh kalau mau menjenguknya." Ujar Mama Sarah.
" Amir di sini?" Tanya Khanna.
" Ya... Dia ada di kamar tamu, Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, Dia seperti mati segan hidup pun tak mau, Tubuhnya kurus kering dan hanya tinggal tulang saja, Mama mohon bantulah Mama untuk membuat Amir bangun dari komanya sayang, Dan setelah Amir sadar dari komanya jangan katakan kalau kamu sudah menikah dengan orang lain." Ucap Mama Sarah.
" Apa Ma? Bagaimana bisa aku tidak boleh mengakui statusku? Tidak Ma ini semua akan menyakiti Mas Nervan Ma, Aku akan membantu Amir sampai dia sadar, Tapi aku tetap akan mengakui tentang statusku yang sebenarnya Ma, Aku tidak mau mempermainkan dua kehidupan sekaligus, Jangan beri harapan palsu kepadanya Ma, Kasihan jika suatu saat dia mengetahui semuanya, Dia akan merasa sangat kecewa pada kita semua." Ujar Khanna.
" Mama tidak tahu sayang harus berbuat apa, Dokter bilang kalaupun Amir bisa bangun dari komanya dia akan hilang ingatan, Mama takut jika dia hanya akan mengingat kamu saja, Mama tidak bisa membuatnya terpuruk lagi setelah mendengar kamu sudah menikah dengan Nervan.. Mama bingung sayang... Mama benar benar bingung Khan." Ujar Mama Sarah.
" Ma itu hanya perkiraan Dokter, Hasilnya kita serahkan kepada Allah ya Ma, Yang terpenting sekarang bagaimana caranya membuatnya sadar dari komanya, Untuk hal itu kita pikirkan lain kali." Sahut Khanna.
" Kau benar sayang mungkin Mama mikirnya kejauhan, Dan berjanjilah satu hal pada Mama." Ucap Mama Sarah.
" Apa itu Ma?" Tanya Khanna.
" Jangan beritahu Nervan soal ini, Mama tidak mau Nervan tahu tentang Amur karna Mama yakin dia pasti akan melarangmu membantu Mama sayang." Jelas Mama Sarah.
__ADS_1
" Baiklah Ma." Sahut Khanna.
" Makasih sayang, Sekarang ayo kita ke kamar Amir." Ajak Mama Sarah.
Mama Sarah menggandeng tangan Khanna menuju kamar tamu.
" Mau kemana sayang?" Tanya Nervan saat Khanna melewati ruang keluarga.
" Mau ke kamar tamu Mas." Jawab Khanna melirik Mama Sarah. Benar! Mereka merahasiakannya dari Nervan, Pikir Khanna.
" Adek mau istirahat? Apa Adek sakit?" Tanya Nervan cemas.
" Enggak Mas aku cuma mau bersantai sama Mama aja di sana." Sahut Khanna.
" Baiklah." Sahut Nervan.
Khanna dan Mama Sarah melanjutkan langkahnya. Mereka masuk ke dalam kamar tamu yang sudah di sulap menjadi ruangan seperti di rumah sakit. Seorang pria terlentang di atas ranjangnya dengan berbagai peralatan medis menempel pada tubuhnya.
Khanna menghampiri pria itu, Ia duduk di tepi ranjang menatap wajah pucat Amir. Hatinya merasa iba karna bagaimanapun Amir seperti ini secara tidak langsung karena dirinya.
" Amirrrr." Panggi Khanna menahan air matanya.
" Amir apa kau mendengarku?" Tanya Khanna.
" Ini aku Khanna, Apa kau masih mengingatku?"
" Aku yakin kamu tidak akan pernah melupakan aku seperti janjimu bukan?"
" Sudah lama sekali kita tidak bertemu, Saat kita bertemu kembali kita harus di pertemukan dalam keadaan yang tidak pernah aku inginkan seperti ini, Amir jika kau mendengar suaraku maka bangunlah, Kita akan bermain bersama sama seperti dulu lagi, Kau punya hutang janji padaku untuk mengajakku jalan jalan ke pantai, Apa kau mengingat itu? Segeralah bangun dan tepati janjimu itu ya." Ujar Khanna menggenggam tangan Amir.
" Amir aku minta maaf jika secara tidak langsung aku sudah membuatmu menjadi seperti ini, Maafkan aku Amir." Ucap Khanna lagi.
Tok tok
" Sayang Ayo kita pulang Mas ada pekerjaan mendadak dari kantor." Ucap Nervan dari balik pintu.
" Khanna cepat keluar dan jangan pernah kamu beritahu Nervan soal ini ya, Mama takut Nervan tidak mengijinkanmu." Pinta Mama Sarah.
" Baiklah Ma, Aku pulang dulu." Sahut Khanna.
Khanna membuka sedikit pintunya, Ia keluar menghampiri Nervan yang sudah menunggunya.
" Mama tidak keluar?" Tanya Nervan.
" Tidak Mas, Mama sedikit tidak enak badan, Ayo kita pulang." Kilah Khanna.
" Baiklah ayo sayang." Sahut Netvan.
Keduanya keluar meninggalkan rumah orang tuanya. Khanna sedikit gugup, Sebenarnya Ia ingin mengatakan semuanya pada Nervan tapi Ia sudah berjanji dengan Mama mertuanya. Semoga suatu saat nanti Nervan mau memakluminya. Pikir Khanna.
TBC....
Jangan lupa like dan koment setiap babnya...
Miss U All
__ADS_1