Suamiku Kakak Angkatku

Suamiku Kakak Angkatku
Mendengar Kebenaran


__ADS_3

Khanna memarkirkan mobilnya di parkiran khusus cafe KA miliknya yang berada di kota B. Ia masuk ke dalam menuju ruangannya.


" Pagi menjelang siang Mbak Khanna." Sapa Reva.


" Pagi Rev, Aku ke ruanganku dulu ya semangat bekerja." Ucap Khanna.


" Siap Mbak." Sahut Reva.


Setelah di renovasi cafe Khanna semakin bagus dan terlihat lebih menarik. Saat Khanna hendak membuka pintu Robi memanggilnya.


" Khanna." Panggil Robi.


" Ya." Sahut Khanna.


" Kok tumben ke sini nggak kasih kabar, Apa ada masalah?" Selidik Robi karena biasanya Khanna akan ke sini dadakan saat menghadapinya masalah.


" Enggak ada, Oh ya aku akan tinggal di sini untuk beberapa hari bahkan beberapa bulan mungkin." Ujar Khanna.


" Kenapa? Kau ada masalah dengan Kak Nervan?" Tanya Robi semakin curiga.


" Tidak ada aku hanya ingin di sini saja mencari suasana baru." Ujar Khanna.


" Ya sudah, Butuh makanan?" Tanya Robi.


" Enggak ah makasih aku mau istirahat dulu jangan ganggu ya." Ucap Khanna.


" OK." Sahut Robi meninggalkan Khanna.


Khanna menutup pintu lalu Ia masuk ke dalam kamar pribadinya. Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil memejamkan matanya.


Khanna beranjak mengambil tespack di dalam tasnya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Ia mencoba mengikuti prosedur yang ada pada label tespack tersebut.


Garis dua


Deg....


Tubuh Khanna luruh ke lantai kamar mandi. Ia membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara tangisannya. Bahunya berguncang naik turun seiring dengan tangisannya. Hatinya hancur, Hatinya sedih saat melihat kenyataan jika dirinya benar benar sedang berbadan dua.


" Hiks.... Hiks...... Kenapa kau datang di saat yang tidak tepat sayang... Saat ini Mommy dan Daddymu sedang di rundung masalah yang besar hingga membuat Mommy meninggalkannya sayang... Maafkan Mommy sayang..." Khanna mengusap perutnya.


" Hiks.. Maafkan Mommy yang menempuh jalan ini, Mommy tidak sanggup hidup bersama Daddy yang tidak mau mempercayai ucapan Mommy sayang.... Mommy tidak mau kembali dengan Daddymu... Mommy sakit hati sayang... Daddymu tidak mau mengakuimu.. Daddymu meragukanmu yang merupakan darah dagingnya sendiri... Hiks... Kenapa ini terjadi di saat seharusnya kami bahagia menyambut kehadiranmu sayang... Mommy mohon kuatlah di sini bersama Mommy sayang, Jangan pernah kau rindukan Daddymu.. Kau hanya milik Mommy ya hanya milik Mommy... Kita akan hidup berdua sayang... Hanya berdua saja, Mommy akan membesarkanmu sebagai Mommy dan Daddymu sayang... Baik baik di dalam sini jangan menyusahkan Mommy ya." Monolog Khanna mengeluarkan uneg unegnya.


" Aku harus kuat demi calon anakku, Kuatlah Khanna kau pernah mengalami semua ini, Kau pernah hidup jauh darinya... Aku tidak boleh bergantung padanya... Kau lihat Mas aku akan membuktikan jika kami bisa hidup bahagia tanpamu, Aku membencimu Mas... Aku membencimu Nervan... Aku kembali membencimu sama seperti dulu dan aku tidk akan dengan mudah untuk memaafkanmu walaupun kau menukarnya dengan nyawamu sekalipun." Ujar Khanna menghapus air matanya.


Khanna membasuh mukanya. Ia mengambil ponselnya untuk menelepon pengacara barunya.


" Hallo Nona Khanna." Sapa Yanuar di sebrang sana.


" Hallo Yan, Siapkan surat gugatan ceraiku segera, Aku akan menandatanginya lalu kau bisa mengirimkannya kepada Nervan dan pastikan dia mau menandatanginya, Setelah itu segera ajukan ke pengadilan aku tidak mau prosesnya lama, Satu minggu aku harus sudah bercerai darinya, Kamu mengerti?" Tanya Khanna.


" Apa? Surat cerai?" Tanya Yanuar memastikan dari sekian ucapan Khanna hanya kata cerai yang mampu Yanuar tangkap.

__ADS_1


" Iya Yan jangan banyak tanya, Lakukan sesuai perintahku." Ujar Khanna.


" Ah baiklah mohon di tunggu sampai besok pagi." Ucap Yanuar.


" Ok." Sahut Khanna mematikan sambungan ponselnya.


Khanna keluar ruangan tujuannya kali ini adalah rumah sakit. Ia ingin memastikan soal kehamilannya. Sampai di rumah sakit Dokter segera memeriksa Khanna.


" Selamat Nona Khanna, Kehamilan anda memasuki lima minggu, Mohon jaga kesehatannya, Lalu makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup ya, Jangan banyak pikiran agar janinnya sehat terus dan perkembangannya baik." Ujar Dokter Sonia.


" Terima kasih Dok." Sahut Khanna.


" Apa ada keluhan?" Tanya Dokter Sonia.


" Untuk saat ini tidak ada Dok hanya mual sedikit kalau pagi." Ujar Khanna.


" Tidak apa itu biasa terjadi pada kehamilan muda, Saya resepkan vitamin untuk anda di minum sehari sekali saja ya Nona." Jelas Dokter.


" Iya Dok sekali lagi terima kasih." Sahut Khanna.


Setelah menebus obat Khanna kembali ke cafenya. Ia mengistirahatkan tubuhnya di atas kasur empuknya.


Di tempat lain saat ini Nervan sedang bingung. Ia mondar mandir di dalam kamarnya. Beberapa menit yang lalu Ia mendapat laporan dari orang kepercayaannya jika saat ini Khanna sedang berada di kota B. Ingin sekali Nervan menyusul ke sana tapi Ia yakin kalau Khanna tidak mau menemuinya.


" Revi... Ya aku harus minta bantuan Revi." Gumam Nervan.


Nervan melajukan mobilnya menuju rumah Revi. Sesampainya di sana Ia menuju pintu rumah yang terbuka. Tiba tiba langkahnya terhenti karena mendengar suara tawa dari Revi dan seorang pria yang duduk di sebelahnya.


Deg....


Jantung Nervan terasa berhenti berdetak mendengar ucapan Revi. Inikah sifat asli Revi sahabat istrinya?


" Yah kau benar Rev, Sekarang lakukan tugasmu untuk mendekati sang pujaan hatimu dan aku akan mendekati Khanna pujaan hatiku." Ujar Keenan.


" Hah kau masih suka dengan Khanna walau dia bekas orang lain? Apa kau mau mengakui anak Kak Nervan sebagai anakmu?" Tanya Revi.


" Anakku?" Batin Nervan.


" Ya mau bagaimana lagi? Jika aku mau mendapatkan Khanna maka aku harus menerima anaknya bukan? Oh ya lagian darimana kamu tahu kalau Khanna sedang hamil?" Tanya Keenan.


" Ya tahulah kau lupa kalau aku sahabatnya? Apapun yang Khanna alami pasti dia akan bercerita kepadaku termasuk Kak Nervan yang tidak mau mengakui anaknya." Sahut Revi.


Nervan mengepalkan tangannya. Ya Sebelum berangkat ke kota B Revi sempat menelepon Khanna dan memaksanya untuk menceritakan masalahnya. Dari sanalah Revi tahu soal kehamilan Khanna.


" Heh sahabat? Kau bagai duri dalam daging Rev, Kau tega menjebak sahabatmu sendiri demi kepentinganmu." Cebik keenan.


" Aku menjadi sahabatnya hanya karena aku ingin mendekati Kak Nervan, Tapi sayang Khanna justru merebutnya dariku, Aku tidak akan membiarkan Khanna hidup bahagia." Sinis Revi.


" Waktu itu sebenarnya aku udah seneng banget Khanna meninggalkan Kak Nervan tapi lagi lagi dia menang dariku, Kak Nervan menemukannya hingga mereka bersatu kembalu, Tapi kali ini aku pastikan Khanna akan membenci Kak Nervan untuk selamanya dan aku akan mencoba mendekatinya." Ujar Revi.


" Yah yah silahkan saja yang penting aku bisa mendapatkan Khanna sang pujaan hatiku." Sahut Keenan.

__ADS_1


Nervan hendak menghampiri mereka tapi ponsel dalam sakunya bergetar membuat Ia mengurungkan niatnya. Nervan kembali ke mobilnya untuk mengangkat telepon yang ternyata dari Papa Sakti.


" Hallo Yah." Sapa Nervan.


" Segeralah ke rumah ada hal penting yang ingin Papa bicarakan padamu." Titah Papa Sakti dengan nada tegasnya.


" Tentang apa Yah? Apa ada hal yang serius?" Tanya Nervan pasalnya Papa Sakti belum mengetahui masalah rumah tangganya.


" Pengacara Khanna barusan telepon Papa memberitahukan tentang gugatan cerai yang Khanna ajukan padamu."


Jederrrrrr


Bagai di sambar petir di siang bolong. Nervan bahkan menjatuhkan ponselnya di atas kemudinya. Hatinya mencelos mendengar kata cerai yang di lontarkan dari Papa Sakti.


..." Kenapa aku begitu bodoh tidak mempercayai ucapanmu sayang.... Hiks... Hiks.... Ku mohon maafkan aku sekali lagi sayang.... Jangan ceraikan aku.... Maafkan kebodohanku sayang.... Anakku maafkan Papa Nak... Papa bahkan meragukan dirimu.." Isak Nervan menyesali kebodohannya....


" Revi... Iya Revi.. Kenapa dia begitu tega dengan istriku..." Ucap Nervan.


Nervan turun dari mobilnya lalu Ia berlari masuk ke dalam rumah Revi.


" Dasar bajing*n." Teriak Nervan menghampiri Keenan.


Bugh Bugh Bugh


Nervan menghajar Keenan tanpa ampun.


" Kak Nervan hentikan, Apa yang kamu lakukan Kak." Teriak Revi menarik lengan Nervan supaya Nervan menghentikan pukulannya.


" Jangan menyentuhku." Bentak Nervan mendorong Revi hingga Ia terjatuh ke belakang.


" Awh." Peki Revi saat pantatnya mendarat di lantai.


" Apa apaan kamu ini Kak? Datang datang main hajar orang sembarangan?" Tanya Revi berdiri sambil mengelus pantatnya yang sakit.


" Jangan berbasa basi Revi aku sudah mendengar semuanya." Bentak Nervan.


" A.. Apa?... Apa yang Kau dengar Kak?" Tanya Revi gugup.


" Semuanya.... Semua rencana kotormu menjebak Khanna dan laki laki bajing*n ini." Tunjuk Nervan kepada Keenan.


" Apa maksudmu Kak?" Revi pura pura tidak mengerti.


" Jangan pura pura Revi... Kenapa kau lakukan ini pada Khanna? Dia sahabatmu Revi, Kenapa hah? Kenapa kau lakukan semua ini Revi?" Bentak Nervan.


" Karena aku mencintaimu." Teriak Revi.


TBC.....


*Jangan lupa like koment hadiah dan votenya ya biar author semangat.


Makasih*....

__ADS_1


__ADS_2